Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 337. Dampak Dari Pertempuran


__ADS_3

"Sial! Ternyata mereka juga memiliki bantuan dari pasukan ras Naga!."


"Sepertinya kita akan mendapatkan kesulitan yang lebih besar lagi saat ini!."


"Cepat mundur dan dari sebuah tempat yang memiliki air yang banyak!."


Sang pemimpin langsung memerintah pasukannya untuk mundur sambil bertarung menghadapi pasukan Kilin Api.


Tidak lama mereka mundur, akhirnya mereka bisa menemukan sungai dengan ukuran yang sangat besar.


Dengan cepat mereka melesat turun dan memasuki sungai tersebut.


Melihat apa yang lawan mereka lakukan, pasukan ras naga segera mengikuti mereka untuk memasuki sungai itu juga.


Sedangkan untuk pasukan Kilin Api, mereka tidak melakukan hal yang sama dengan apa yang lawan mereka lakukan.


Hal itu karena kekuatan mereka tidak ada gunanya jika berada di dalam air.


Sedangkan untuk pasukan ras naga, mereka memiliki kemampuan yang tidak kalah kuatnya dengan calon lawan mereka tersebut.


Sehingga pasukan Kilin Api hanya mengawasi pasukan lawan dari udara saja.


Setelah memasuki air, kini lawan mereka itu sudah kembali ke wujud sejati mereka yang wajahnya terlihat seperti seekor ikan hiu dengan gigi - gigi yang tajam namun memiliki kepala yang lebih besar dari badannya.


Makhluk itu di lengkapi dengan empat kaki yang memiliki cakar yang kuat dan tajam serta memiliki ekor yang tajam seperti ikan pari.


Lawan yang tidak mudah bagi pasukan ras naga, sebab keistimewaan mereka yang bisa mengeluarkan api dari dalam mulut mereka tidak bisa di gunakan saat berada di dalam air.


Pertempuran besar pun mulai terjadi antara kedua makhluk tersebut.


Kini bukan hanya mereka yang sedang bertarung yang akan merasakan dapaknya.


Namun hal itu akan berpengaruh bagi setiap manusia yang hidup di dekat sungai tersebut.


Sebab karena pertarungan kedua makhluk itu, kini gelombang - gelombang besar pun mulai tercipta dan mengarah mengikuti arus sungai itu.


Sedangkan untuk gelombang yang mengarah berlawanan dengan arus sungai, walau pun ketinggiannya lebih tinggi dari gelombang yang mengikuti arus sungai tidak terlalu jauh jangkauannya.


Melihat situasi tersebut, Ma Guang segera memerintahkan pasukan Kilin Api untuk menghancurkan kelombang - gelombang besar yang tercipta dan sedang menuju ke arah muara sungai dimana terdapat banyak penduduk yang mendiami area di sepanjang bantaran sungai itu.


Mendapatkan perintah dari Ma Guang, dengan cepat pasukan Kilin Api melakukan hal tersebut.

__ADS_1


Dan untuk pasukan Kilin Api yang lain, mereka tetap terus mengawasi setiap pertarungan yang terjadi di bawah mereka.


Saat tubuh pasukan lawan bisa mereka lihat, dengan cepat mereka langsung segera menyerangnya dengan api mau pun dengan cakar mereka.


Tidak hanya pasukan Kilin Api yang melakukan hal itu, namun Ma Guang juga melakukan hal yang sama dengan menggunakan tombak pembunuh naga miliknya.


Setiap tikaman tombak dari Ma Guang bisa langsung membunuh makhluk yang menjadi lawan mereka.


Ma Guang pun terus mengumpulkan setiap inti jiwa serta batu permata milik makhluk tersebut.


Setelah beberapa saat kemudian, pasukan lawan yang kini jumlahnya hanya tersisa seratus lebih itu, langsung menghilang melarikan diri.


Mereka dengan cepat membuka portal untuk kembali ke markas.


Ma Guang segera memerintahkan pasukan naga untuk membawa jasad makhluk yang menjadi lawan mereka.


Korban dari pihak Ma Guang pun tidak sedikit.


Ada sekitar tiga puluh yang terluka berat, empat puluh yang terluka ringan serta lima puluh pasukan Kilin Api yang gugur dalam pertempuran tersebut.


Sedangkan untuk pasukan ras naga ada sepuluh yang gugur, dua puluh terluka berat serta empat puluh yang terluka ringan.


Semuanya segera membersihkan sisa - sisa jejak pertarungan mereka itu agar tidak di ketahui oleh manusia.


Pegunungan yang awalnya terlihat, kini sudah berubah menjadi lembah - lembah yang dalam.


Para petinggi sekte Naga Surgawi yang melihat hal itu langsung merasa ngeri dengan pemandangan yang mereka lihat.


"Ternyata apa yang di katakan oleh raja Long Wang memang benar adanya! Kehancuran ditempat ini bisa menjadi bukti bahwa dampak dari pertarungan antara dua kelompok dengan kekuatan dewa sejati bisa meratakan pegunungan yang besar dalam waktu yang singkat serta bisa merubah hutan belantara yang luas menjadi terlihat tandus seperti padang gurun!." Tutur Leluhur Agung Yao Fan.


"Iya! Untung saja kita berada jauh dari pertarungan mereka, jika tidak, mungkin nasib kita juga akan sama dengan setiap anggota sekte aliran hitam yang telah menjadi kabut darah!." Sambung seorang leluhur agung lainnya.


"Ternyata pertempuran dua kekuatan dewa sejati memang sangat mengerikan! Aku tidak menyangka bisa menyaksikannya di usiaKu yang sudah seperti ini!." Gumam Su Pang.


Para petinggi sekte Naga Surgawi merasa ngeri dengan dampak pertarungan yang baru saja terjadi itu.


Pertarungan tingkat dewa sejati tersebut dapat di rasakan oleh penduduk yang berada di kota Chengdu yang jaraknya tiga puluh kilo meter dari markas sekte Gagak Hitam.


Tidak hanya itu saja, akan tetapi dampak pertarungan di dalam sungai juga mengakibatkan banjir yang merenggut korban jiwa sebagian penduduk yang berada di sepanjang bantaran sungai itu yang memanjang dari arah barat ke arah timur daratan tersebut.


Walau pun sebagian pasukan Kilin Api terus menghancurkan setiap gelombang besar yang terjadi, akan tetapi gelombang - gelombang setinggi sepuluh meter masih tersisa dan menyapu setiap pemukiman penduduk yang letaknya tidak jauh dari sungai itu.

__ADS_1


Gelombang - gelombang itu juga dapat di rasakan hingga ke wilayah kekaisaran Yue Wu.


Setelah pertempuran itu selesai, Ma Guang segera memerintahkan pasukan Kilin Api dan juga pasukan Naga untuk kembali ke sekte Naga Surgawi.


Sedangkan Ma Guang dan juga puluhan petinggi sekte Naga Surgawi melesat terbang untuk mengikuti aliran sungai dimana telah terjadi bencana bagi setiap daerah yang di lewati oleh aliran sungai tersebut.


Mata para petinggi sekte langsung terbelalak setelah melihat bencana yang telah menimpa sebagian penduduk yang tinggal di dekat bantaran sungai itu.


Bangunan - bangunan penduduk rata dengan tanah dan juga hancur karena di terjang gelombang yang tercipta karena pertempuran dua kekuatan tingkat dewa sejati tersebut.


"Pelindung! Sepertinya dampak pertarungan kita telah menciptakan bencana bagi penduduk di sepanjan aliran sungai ini!." Tutur Yao Fan kepada Ma Guang.


"Leluhur! Hal ini juga tidak terpikirkan olehKu sebelumnya! Saat makhluk itu memasuki sungai, aku hanya berpikir untuk bisa mengalahkan mereka, sehingga aku tetap memerintahkan pasukan naga untuk mengejar mereka!." Jawab Ma Guang dengan nada suara yang merasa bersalah serta merasa orang yang bertanggung jawab atas musibah yang melanda para penduduk.


"Pelindung! Langkah apa yang harus kita lakukan untuk membantu para penduduk yang terkena bencana ini?." Tanya Su Pang.


"Aku akan memanggil kembali seratus pasukan Naga dan juga seluruh pasukan Kilin Api yang tidak terluka untuk membantu penduduk yang terkena dampak dari bencana ini!."


"Dan aku juga akan membagikan kepada setiap penduduk yang terdampak beberapa koin emas untuk membantu mereka!."


Selesai berkata, Ma Guang segera memanggil kembali pasukan yang dia maksudkan itu.


Mendapatkan panggilan dari sang Penguasa, dengan cepat pasukan yang Ma Guang maksudkan langsung bergegas untuk kembali pergi menuju ke tempat dimana kelompok Ma Guang berada.


Tidak lama Ma Guang menunggu, akhirnya pasukan yang di panggilnya itu pun tiba.


"Kami menghadap Penguasa!." Ucap pasukan itu saat tiba di hadapan Ma Guang.


"Kami siap menerima perintah dari Penguasa!." Lanjut sang pemimpin pasukan.


"Kita akan membantu setiap penduduk yang terkena bencana yang di akibatkan oleh pertarungan yang kita lakukan!." Tutur Ma Guang menyampaikan kepada pasukan yang baru saja tiba itu.


"Baik Penguasa! Hal - hal apa yang harus kita lakukan?." Tanya pemimpin pasukan.


"Kalian harus menekan tingkat kultivasi kalian hingga ke tahap yang setara dengan kekuatan seorang pendekar raja!."


"Setelah itu kalian pergilah untuk mencari setiap penduduk yang masih hidup yang terjebak di dalam puing - puing bangunan!."


Ma Guang memberitahukan segala hal yang akan di lakukan oleh pasukan yang ada untuk membantu setiap penduduk.


Dengan segera mereka pun melakukan apa yang Ma Guang perintahkan.

__ADS_1


Sedangkan Ma Guang dan juga para petinggi sekte, ikut melakukan hal tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2