
Pemuda itu merasa dirinya adalah seorang pria yang sangat beruntung saat itu, sebab ada empat orang gadis yang ingin menjadi istrinya.
"Kalau begitu, aku dan nona Yuan tidur di kamar yang sama, sedangkan untuk malam ini nona Duan menempati kamar yang sama dengan Guang gege". Ujar Zhou Lu Yun sambil mengajak Yuan Jiali untuk memasuki salah satu kamar yang sudah di sewa oleh Ma Guang.
Sedangkan Ma Guang sendiri langsung melangkah dengan tersenyum manis menatap ke arah Duan Meng seakan memberikan isyarat untuk memasuki kamar yang satunya lagi.
Gadis itu dengan perlahan langsung juga mengikuti langka kaki Ma Guang dari belakang dan memasuki kamar tersebut.
Keduanya saling berpandangan dengan perasaan yang malu saat sudah berada di dalam kamar.
Di dalam kamar tersebut hanya tersedia satu tempat tidur yang terlihat mewah.
Ma Guang langsung mengeluarkan pakaian ganti milik Duan Meng dari cincin ruang miliknya.
"Meng'er! Kamu bersihkan dahulu tubuhMu dan mengganti pakaianMu, aku akan mengantarkan juga pakaian milik Li'r dan Yun'er di kamar mereka". Ujar Ma Guang sambil menyerahkan kotak yang terbuat dari kayu untuk menyimpan pakaiannya.
Duan Meng langsung menganggukkan kepalanya sambil meraih kotak kayu yang di berikan oleh Ma Guang.
Pemuda itu langsung keluar dari kamar dan menuju ke kamar yang di tempati oleh Zhou Lu Yun dan Yuan Jiali.
Hal yang sama juga di lakukan oleh Ma Guang kepada kedua wanita cantik tersebut dan langsung meninggalkan kamar tersebut untuk kembali ke kamar yang dia tempati.
Setelah kembali memasuki kamarnya, Duan Meng belum juga selesai membersihkan tubuhnya.
Tiba - tiba pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang.
Ma Guang langsung pergi untuk melihat siapa orang yang mengetuk pintu kamarnya.
Saat membukakan pintu, seorang pelayan sedang berdiri di depan pintu kamarnya.
"Maaf telah mengganggu waktu istirahat tuan muda, saya datang untuk menanyakan hal apa yang tuan muda butuhkan untuk kami antarkan". Ucap sang pelayan.
"Bawakan saja kesini arak terbaik yang ada di tempat ini beserta daging terbaik". Ujar Ma Guang.
"Apakah masih ada hal yang lain lagi!?". Tang pelayan itu lagi.
"Tidak ada! Itu saja yang aku pesan". Jawab Ma Guang singkat.
"Baiklah! Kalau begitu aku pamit undur diri dulu". Ujar sang pelayan sambil berbalik dan pergi meninggalkan Ma Guang.
Ma Guang pun kembali masuk menutup pintu kamar miliknya.
Setelah beberapa saat kemudian, Duan Meng kini sudah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
Bau harum langsung tercium dari tubuh gadis itu.
Ma Guang yang menatap kecantikan gadis itu langsung berpikir mesum.
Tidak ada seorang pria yang tidak akan berpikir hal yang negatif saat melihat kecantikan Duan Meng yang kini berada sekamar dengannya.
Begitu juga yang di rasakan oleh Ma Guang saat itu.
__ADS_1
Pemuda itu pun langsung pergi untuk membersihkan juga tubuhnya.
Sedangkan Duan Meng kini sedang duduk di ranjang yang ada di dalam kamar itu.
Setelah beberapa saat kemudian, pintu kamar yang di tempati oleh keduanya di ketuk untuk kedua kalinya.
Duan Meng langsung berjalan ke arah pintu kamar dan membukanya.
Di depan pintu kamar kini terlihat dua sosok pria yang sedang berdiri dan di tangan keduanya terlihat sedang membawakan arak dan juga daging dengan aroma yang menggugah selera.
"Maaf telah mengganggu waktu istirahat nona, kami sedang mengantarkan pesanan dari tuan muda". Ujar seorang pelayan.
Duan Meng langsung membiarkan kedua pelayan itu masuk untuk meletakkan apa yang mereka bawah tersebut.
Setelah meletakkan daging serta arak di meja yang sudah tersedia di dalam kamar itu, kedua pelayan itu langsung meninggalkan kamar tersebut.
Duan Meng langsung duduk di kursi yang terletak di dekat meja yang di atasnya sudah ada arak dan daging panggang dengan aroma rempah - rempah yang sangat mengundang selera untuk di cicipi oleh setiap orang.
Ahkirnya Ma Guang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan mengganti pakaiannya.
Pemuda itu kini langsung mendekati meja dimana Duan Meng berada.
Ma Guang langsung duduk juga di kursi yang telah tersedia dan saling berhadapan dengan Duan Meng.
Saat Ma Guang telah duduk, Duan Meng seperti seorang istri langsung menuangkan arak ke wadah yang biasa di gunakan untuk menikmati arak dan menyerahkan kepada Ma Guang.
Hal itu biasa di lihat saat ibunya melayani ayahnya.
Pemuda itu sambil berbincang - bincang dengan Duan Meng tentang perkembangan kultivasinya terus meneguk arak yang di berikan oleh gadis itu sambil menikmati daging panggang.
Saat malam sudah semakin larut, akhirnya Ma Guang sudah mulai sedikit mabuk, pikirannya mulai memikirkan hal - hal yang di luar batas kewajaran saat memandang gadis di depannya.
"Meng'er! Apakah benar kamu mencintai diriKu!?". Tang Ma Guang.
"Iya! Sebenarnya aku merasakan hal itu setelah beberapa waktu gege hidup bersama dengan kami, tetapi aku malu untuk mengucapkannya". Jawab Duan Meng.
"Jika aku meminta sesuatu yang berharga dariMu, apakah kamu akan memberikannya!?". Tanya Ma Guang lagi.
"Jika yang gege minta adalah milikku, pasti aku akan memberikannya". Ucap Duan Meng.
"Kalau begitu, mendekatlah kesini!". Pinta Ma Guang.
Mendengar perkataan Ma Guang, gadis itu langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung mendekati dengan malu - malu.
Saat sudah berada di dekat Ma Guang, pemuda itu langsung menyuruh Duan Meng untuk duduk di kursi yang sudah di tarik mendekat oleh pemuda itu.
Akhirnya Duan Meng langsung duduk di samping Ma Guang.
Pemuda itu langsung merangkul tubuh gadis tersebut hingga tersandar di dada bidangnya sambil membelai rambutnya.
Gadis itu mulai merasa hangat dan nyaman setelah dirinya sudah berada di pelukan pemuda yang di cintainya.
__ADS_1
Ma Guang pun langsung menggendong tubuh Duan Meng untuk dibaringkan di ranjang yang ada di dalam kamar itu.
Gadis itu pun hanya diam dan terus memandang wajah pemuda tersebut.
Setelah tubuh Duan Meng sudah di baringkan di ranjang, Ma Guang juga langsung membaringkan tubuhnya.
Saat dirinya sudah berbaring disamping Duan Meng, tatapan mata keduanya saling beradu dengan makna yang tersirat sangat dalam.
Ma Guang pun langsung mengecup kening Duan Meng, dan gadis itu pun hanya diam saat menerima kecupan dari pemuda yang di cintainya itu.
Ma Guang pun langsung mengecup pipi kemudian langsung berpindah mengecup bibir gadis tersebut.
Duan Meng tetap masih diam saat menerima apa yang Ma Guang lakukan terhadap dirinya.
Dan untuk selanjutnya, pemuda itu kini mulai berani untuk meningkatkan aksinya.
Ma Guang kembali mengecup bibir gadis itu namun kali ini tidak secepat saat pertama dia melakukannya.
Kali ini Ma Guang langsung ******* bibir seksi milik Duan Meng.
Kini gadis itu tidak tinggal diam, Duan Meng kini mulai membalas apa yang di lakukan oleh Ma Guang.
Kini keduanya mulai melakukan french kiss.
Beberapa saat kemudian, tangan Ma Guang mulai berani bergerilya di seluruh bagian tubuh gadis itu.
Gadis itu kini mulai menikmati sentuhan - sentuhan telapak tangan serta permainan jari- jari milik pemuda itu yang mulai menjamah seluruh area di kedua bukit kembar miliknya.
Kini ******* - ******* kecil mulai keluar dari mulut gadis tersebut.
Beberapa saat kemudian, pakaian yang digunakan oleh gadis itu kini semuanya sudah terpisah dan sudah tidak lagi menutupi tubuh indah gadis tersebut.
Ma Guang kini seperti ingin ******* habis tubuh indah gadis yang bersamanya saat itu.
Bibir pemuda itu yang awalnya sedang melakukan french kiss, kini mulai turun dan mencium, leher hingga ke bukit kembar milik Duan Meng.
Gadis itu kini mulai merasakan kenikmatan yang sulit untuk di jelaskan dengan kata - kata.
Hanya ******* - ******* kenikmatan dari mulutnya yang mulai lebih jelas lagi terdengar di telinga Ma Guang.
Pemuda itu tidak berhenti sampai di situ saja.
Kini dirinya sudah menanggalkan juga pakaian di tubuhnya dan ingin melakukan aksinya ke tingkat selanjutnya.
Sebelum melanjutkan aksinya tersebut, tatapan matanya saling beradu seakan mengisyaratkan untuk meminta ijin terlebih dahulu kepada Duan Meng.
Saat dirinya merasakan bahwa Duan Meng telah mengijinkannya untuk melakukan hal tersebut, pemuda itu pun mulai mencoba untuk melakukan penetrasi.
Malam itu pun di lalui dengan bermandikan peluh dan merasakan puncak kenikmatan duniawi yang baru saja keduanya alami.
~Bersambung~
__ADS_1