Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 303. Rencana Balasan


__ADS_3

Mereka pun langsung menghentikan pembahasan tersebut dan patriak Liao Chun langsung menyuruh beberapa orang tetua tingkat tinggi untuk memanggil ke lima utusan dari benua selatan.


Patriak Liao Chun mengutus para tetua tingkat tinggi karena hal itu untuk mengantisipasi setiap perbuatan yang tidak di inginkan.


Setiap pemimpin di panggil oleh dua orang tetua tingkat tinggi yang tingkat kultivasinya berada di tingkat pendekar dewa langit.


Sepuluh orang tetua tingkat tinggi langsung melesat menuju ke kediaman lima pemimpin tersebut.


Saat mereka mendekati tempat yang mereka tuju, para tetua itu langsung terkejut, karena mereka telah melihat dinding formasi telah menyelimuti seluruh wilayah dari setiap sekte dan juga klan yang berasal dari benua selatan.


"Mengapa mereka melakukan hal ini?." Gumam seorang tetua.


"Sepertinya mereka memang sudah merencanakan semua ini dengan matang!." Sambung seorang lagi.


"Kita harus melaporkan hal ini kepada patriak!." Tutur seorang tetua lagi.


"Baiklah! Biar aku yang menghubungi patriak! Kamu tetap mengawasi mereka!." Ucap yang satunya lagi.


Tetua tersebut langsung memberitahukan hal itu.


Patriak yang mendengar penyampaian dari seorang tetua langsung bertanya kepada Ma Guang.


"Pendekar Ma! Ternyata mereka sudah melindungi setiap area yang mereka tempati dengan formasi pelindung! Bagaimana menurut pendekar Ma!?." Tanya patriak Liao Chun dengan bingung.


"Jika seperti itu, biarkan para tetua tetap menemui para murid yang berjaga dan menyampaikan perintah anda! Akan tetapi, mereka tidak boleh masuk, sebab itu akan membahayakan mereka!." Tutur Ma Guang.


"Baiklah! Akan aku sampaikan apa yang pendekar Ma sarankan!." Ucap Liao Chun sambil menghubungi tetua itu lagi.


Tidak lama kemudian, hal yang sama juga di sampaikan oleh empat utusan lainnya.


Patriak memerintahkan juga kepada mereka sesuai dengan apa yang telah Ma Guang sarankan.


Para tetua itu pun melakukan apa yang patriak Liao Chun perintahkan.


"Mari kita turun dan menyampaikan apa yang patriak telah perintahkan!." Tutur seorang tetua.


Para murid yang berjaga langsung mempersilahkan masuk kepada para tetua tersebut.


Namun mereka tidak ingin melakukannya.


"Sampaikan saja kepada patriak kalian untuk pergi ke aula utama sekte Bulan Perak! Para patriak saat ini sedang menunggu mereka disana!." Tutur seorang tetua.


"Kami memiliki tugas yang lain juga, sehingga tidak bisa untuk berlama - lama disini!." Tutur tetua itu lagi.


"Sialan! Rupanya cerdik juga kedua tetua ini!." Pikir para murid yang berjaga.


Hal yang sama juga di alami oleh delapan orang lainnya.

__ADS_1


Namun mereka juga menolak tawaran tersebut.


Semuanya langsung kembali lagi ke aula utam sekte.


"Patriak! Dugaan patriak sangat tepat! Mereka menginginkan kita untuk memasuki area yang telah di lindungi oleh formasi pelindung!." Tutur seorang tetua.


"Iya patriak! Kami juga mengalami hal yang sama!." Tutur para tetua lainnya.


"Kita tunggu saja! Jika malam ini mereka tidak datang kesini, berarti untuk kompetisi besok harus kita tunda!." Ujar Liao Chun.


"Patriak Liao! Cepat siapkan seluruh kekuatan sekteMu! Untuk para jenius muda, sebaiknya di singkirkan saja ke tempat yang lebih aman untuk mengantisipasi masalah yang akan terjadi!." Tutur Ma Guang.


"Baiklah pendekar Ma!." Tutur Liao Chun yang langsung memerintahkan para tetua tingkat tinggi untuk membawa para jenius muda ke tempat yang memang telah di siapkan untuk mengantisipasi bencana besar yang akan menimpa sekte tersebut.


Sedangkan para tetua yang lain secara perlahan mulai menarik para murid sekte yang bertugas serta para murid yang tidak bertugas.


Sedangkan pasukan Ma Guang sudah di tarik juga dan menuju kediamannya untuk menunggu perintah.


Untuk lima ras naga yang berwujud manusia, langsung di perintahkan untuk membantu beberapa tetua tingkat tinggi untuk mengamankan para jenius muda dan juga para wanita.


Enam ras naga di terintahkan untuk menjaga pintu gerbang aula.


Sedangkan tiga puluh ras naga tetap berpatroli untuk mengawasi situasi di wilayah sekte tersebut.


Tidak lama kemudian kelima pemimpin datang ke aula utama sambil di dampingi oleh para tetua tingkat tinggi lainnya.


"Maaf! Hanya para pemimpin yang boleh memasuki ruangan!." Ujar penjaga pintu gerbang aula utama.


"Siapa kamu yang berani menghalangi jalan kami?." Tanya seorang tetua dengan nada suara yang sombong.


"Aku hanya di tugaskan untuk menentukan siapa yang boleh masuk, dan siapa yang tidak boleh masuk!." Jawab penjaga tersebut.


Para pendekar langsung menatap kearah penjaga itu, tetapi mereka tidak mendapati bahwa ada rasa takut di mata sang penjaga.


Ada enam orang yang berjaga di depan gerbang itu.


Dan semuanya adalah ras naga yang berwujud manusia.


"Jangan coba - coba menghalangi jalan kami! Jika kalian mencoba menghalangi jalan kami, itu pertanda bahwa kalian sudah bosan hidup!." Ujar seorang tetua tingkat tinggi yang memiliki tingkat kultivasi sebagai pendekar dewa langit.


Ma Guang sudah memerintahkan kepada keenamnya, jika ada yang melawan, langsung di bantai saja.


Para penjaga masih tetap tenang, namun pria itu tetap memaksakan dirinya untuk bisa masuk tanpa menghiraukan larangan para penjaga.


Sedangkan kelima pemimpin tersebut, kini sudah berada di dalam ruang aula.


Saat pria yang sombong itu baru saja melangkahkan kakinya untuk melewati garis pembatas antara ruangan aula dan juga lantai luar aula, seorang penjaga dengan cepat langsung melesat dengan cepat tanpa bisa di antisipasi oleh pria itu dan langsung mencekik serta menyemburkan api hitam miliknya.

__ADS_1


Tubuh pria itu langsung hangus dan menjadi debu hitam serta langsung bertebaran di udara.


Mata para pendekar itu langsung melotot serta langsung merasa takut dengan kemampuan penjaga itu.


"Bagaimana mungkin seorang penjaga bisa membunuh seorang pendekar dewa langit hanya dalam sekali serangan saja dan tidak bisa di ketahui oleh pendekar tersebut!." Pikir para pendekar dari benua selatan.


Ke lima pemimpin pun langsung terkejut dengan kejadian tersebut.


Perintah Ma Guang itu adalah bagian dari strategi untuk menyerang mereka secara psikologi.


Sehingga jika kelima pemimpin itu berpikir bahwa pihak sekte Bulan Perak akan merasa gentar dengan kekuatan mereka, itu langsung bisa terbantahkan saat melihat kejadian tersebut.


Dan benar saja, sikap kelima pemimpin itu langsung berubah drastis, yang awalnya terlihat sangat angkuh, kini sudah terlihat tidak lagi seperti itu.


Sedangkan penjaga yang membuat seorang pendekar menjadi debu hitam itu langsung kembali ketempatnya semula.


Akan tetapi para pendekar yang ada, sudah tidak ada lagi yang berani untuk memasuki ruang aula tersebut.


Patriak Liao Chun yang melihat hal tersebut juga sangat terkejut.


"Seberapa kuat para bawahan pendekar Ma ini!?."


"Bagaimana dengan kekuatan kedua bawahan yang selalu bersama dengannya itu!?." Pikir Liao Chun.


Tidak hanya patriak Liao Chun, akan tetapi patriak yang lain juga merasakan hal yang sama dengan apa yang patriak Bulan Perak itu rasakan.


Hanya patriak Yao Han yang tidak merasa terkejut.


Karena dirinya sudah mengetahui siapa para bawahan Ma Guang.


"Kami memberi hormat kepada patriak Bulan Perak serta para patriak lainnya! Senang bisa bertemu dengan kalian semua di tempat ini!." Tutur seorang pemimpin yang juga di ikuti oleh empat pemimpin lainnya sambil menangkupkan tangan mereka.


"Silahkan duduk!." Tutur Liao Chun.


"Baiklah! Karena kelima pimpinan utusan dari benua selatan telah tiba, mari kita mulaikan pembahasan kita pada saat ini! Dan untuk jalannya pembahasan ini, aku meminta kesediaan pendekar Ma Guang untuk memimpinnya." Lanjut Liao Chun.


Mendengar nama Ma Guanf, kelima pemimpin itu langsung mengerutu di dalam hati mereka.


Hal itu karena mereka tidak menyangka bahwa pendekar yang namanya telah tersebar di seluruh benua yang ada, hadir juga di dalam ruangan tersebut.


"Terima kasih patriak Liao Chun karena telah mempercayakan diriKu untuk memimpin pembahasan kita kali ini!." Tutur Ma Guang sambil berdiri dan langsung menangkupkan tangannya memandang kearah patriak Liao Chun.


Para pateiak utusan dari benua timur pun merasa terkejut setelah mendengar nama Ma Guang.


"Ternyata masih sangat muda! Tetapi bagaimana mungkin dirinya sudah bisa menjadi seorang pendekar dewa?." Pikir para pendekar dari benua timur.


"Baiklah! Pembahasan kita kali ini akan di mulai dan Aku memberikan kesempatan terlebih dahulu kepada patriak Bing Yuchen untuk menjelaskan apa yang telah terjadi kepada kedua murid anda!." Ujar Ma Guang.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2