
Mendengar apa yang di katakan prajurit senior tersebut. Prajurit lainnya langsung juga memeriksa kondisi tubuh rekan - rekan mereka lainnya.
Dan hal yang sangat mengejutkan dimana semua prajurit yang terbaring di tanah tersebut, semuanya masih hidup tetapi keadaan tubuh mereka seperti sudah tidak lagi memiliki kekuatan apa pun atau tubuh mereka saat ini sangat lemas.
"Apa yang terjadi dengan diri mereka? Mereka masih hidup tetapi seperti sudah mati! Bagaimana cara kita untuk menyelamatkan mereka?". Ucap salah satu prajurit.
"Kita harus menyelamatkan mereka, tetapi bagaimana jika pasukan musuh kembali menyerang kita?". Ucap parajurit yang lainnya juga.
Apa yang baru saja di ucapkan oleh prajurit tersebut, memang ada benarnya, sebab pasukan Ma Guang kini mulai bergerak untuk menyerang pasukan kerajaan Lai yang masih tersisa dan juga untuk merampas perlekapan perang serta perbekalan pasukan musuh.
Tubuh Ma Guang kini sangat lemah, pendekar muda ini kini sedang bermeditasi untuk mengembalikan kekuatan jiwa serta energi tenaga dalam miliknya, dan hal itu akan membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Sekitar beberapa hari kedepan, Ma Guang tidak bisa melakukan pertarungan, sehingga Xia Jiao dan juga Yuan Jiali harus tetap menjaga serta mengurusnya untuk beberapa hari kedepan.
Sedangkan komandan You Tao dan juga keempat komandan yang lain langsung membawa seribu pasukan milik jenderal Fan Gui yang di bawah oleh Ma Guang dan juga seratus pasukan yang mereka miliki untuk melakukan penyergapan kepada pasukan musuh yang masih tersisa.
Sisa prajurit yang lain tetap berada di tempat Ma Guang beristirahat. Mereka langsung berpencar untuk mengamankan wilayah tersebut.
Sedangkan rombongan pasukan jenderal Fan Gui masih tertinggal jauh di belakang.
Pasukan yang di pimpin komandan You Tao kini sudah berada di pinggiran hutan di dekat tempat perkemahan musuh berada.
Prajurit pemanah langsung bersiap untuk melepaskan anak panah mereka ke arah pasukan musuh yang kini di sibukan untuk menyelamatkan rekan - rekan dan juga pemimpin pasukan mereka.
Seorang prajurit yang mengawasi situasi tersebut langsung berteriak untuk memberitahukan kepada rekan - rekannya tentang situasi yang ada.
"Pasukan musuh telah datang! Cepat membuat pertahanan serta formasi perlindungan!". Teriak seorang prajurit.
Mendengar teriakan tersebut, seluruh pasukan yang masih tersisa langsung bergerak membuat formasi.
Karena fajar sudah mulai menyinsing, sehingga anak panah yang melepaskan oleh pasukan yang di pimpin oleh komandan You Tao sudah dapat di lihat oleh pasukan dari kerajaan Lai.
Ribuan anak panah kini mulai berjatuhan meluncur ke arah pasukan dari kerajaan Lai.
Beberapa anak panah mengenai tubuh pasukan musuh, namun banyak anak panah yang hanya mengenai tameng yang di jadikan perisai pertahanan milik mereka.
__ADS_1
Sebagian pasukan komandan You Tao terus melepaskan anak panah kearah pasukan lawan.
Dan sebagian lagi mulai memisahkan diri untuk menyerang dari dekat pasukan musuh.
Namun seorang prajurit senior langsung berteriak dan memerintahkan pasukan pemanah mereka untuk melesatkan anak panah ke arah pasukan komandan You Tao yang ingin menyerang mereka dari dekat.
"Buat formasi pertahanan dan perlindungan!". Teriak komandan You Tao.
Mereka dapat membendung serangan yang di lancarkan oleh pasukan kerajaan Lai.
Tetapi ada juga yang terkena dengan anak panah musuh.
Pasukan pemanah dari kerajaan Lai kini banyak yang terkena anak panah di sebabkan pasukan pemanah yang di pimpin oleh komandan You Tao tetap melepaskan anak panah ke arah pasukan dari kerajaan Lai.
Korban yang berjatuhan di pihak pasukan kerajaan Lai kini sudah bertambah.
Melihat situasi yang mereka alami, mental pasukan kerajaan Lai kini mulai menurun.
Beberapa dari mereka sudah mulai berdiskusi untuk mundur dan melarikan diri.
"Terus, bagaimana dengan nasib mereka?". Ucap yang lainnya sambil menunjuk ke arah rekan - rekan mereka dan juga pimpinan mereka.
"Mereka terlalu banyak, kita cukup membawa tubuh jenderal dan juga para komandan pasukan saja. Karena kita tidak bisa membawa mereka semua". Ucap seorang prajurit senior.
"Iya! Hal itu juga bisa menghambat kita untuk mundur dan bertahan jika kita sedang membawa yang lainnya". Ucap seorang prajurit yang lain juga.
Karena mereka sudah sepakat, akhirnya beberapa dari mereka langsung membawa pergi para pimpinan pasukan dan mulai mundur sambil mempertahankan formasi pertahanan dan perlindungan serta sesekali pasukan memanah tetap melepaskan anak panah kepada romongan pasukan yang di pimpin oleh komandan You Tao agar tidak leluasa untuk maju dan mendekati formasi pertahanan pasukan mereka.
Pasukan mereka tidak bisa melakukan pergerakan yang berlebihan, hal itu karena mereka tidak lagi memiliki seorang pimpinan yang setara dengan seorang komandan pasukan seratus.
Pasukan komandan You Tao tetap bergerak maju untuk bisa mendekati pertahanan pasukan dari kerajaan Lai yang tersisa.
Sedangkan pasukan pemanah yang di pimpin oleh komandan You Tao tetap melepaskan anak panah mereka.
Karena posisi mereka berada di atas bukit, sehingga jangkauan anak panah mereka lebih jauh dari jangkauan anak panah milik pasukan dari kerajaan Lai.
__ADS_1
Karena tujuan komandan You Tao hanya untuk memukul mundur pasukan kerajaan Lai yang tersisa dan menjarah setiap perlengkapan serta perbekalan mereka yang ada, sehingga pasukan yang di pimpinnya tidak terlalu ngotot untuk bertempur, tetapi jika pasukan dari kerajaan Lai yang tersisa tidak ingin mundur, mereka juga sudah siap untuk bertempur habis - habisan.
Pasukan kerajaan Lai yang tersisa kini dengan cepat bergerak mundur, sehingga jangkauan anak panah dari pasukan You Tao sudah tidak bisa lagi untuk menggapai mereka.
Mereka pun langsung mempercepat gerakan mereka untuk mundur, hal itu juga di sebabkan karena pasukan mereka kini sudah banyak juga yang mengalami luka berat atau pun ringan yang di sebabkan oleh serangan anak panah yang di lepaskan oleh pasukan You Tao.
Sedangkan pasukan You Tao yang sedang bergerak maju untuk menyerang pasukan musuh, mereka juga mengalami luka - luka ringan yang di akibatkan serangan anak panah dari pasukan kerajaan Lai.
Komandan You Tao langsung mengisyaratkan pasukannya untuk tidak mengejar pasukan musuh, mereka kini di arahkan untuk mengumpulkan perlengkapan perang dan juga perbekalan milik pasukan musuh.
Sudah dua rombongan bala bantuan pasukan musuh yang telah di pukul mundur oleh pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang.
You Tao beserta pasukan yang di pimpinnya langsung bergerak kembali ke tempat semula dimana Ma Guang dan yang lainnya berada.
Dengan membawa sejumlah perlengkapan tempur yang bisa mereka gunakan.
Mereka juga mengambil baju zirah yang di gunakan oleh pasukan musuh untuk mengecoh pasukan musuh yang menguasai kota Pingcheng agar bisa memasukinya serta melakukan penyerangan dari dalam.
Dua orang prajurit pilihan di utus untuk memberitahukan strategi yang akan di gunakan mereka, agar pasukan yang di pimpin langsung oleh jenderal besar Tian Ju serta pemimpin pasukan dari propinsi Jiaoxi bisa mengetahuinya.
Pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang kini sedang beristirahat untuk menunggu kekuatan jiwa Ma Guang menjadi pulih dan juga kedatangan rombongan pasukan jenderal Fan Gui.
Xia Jiao tetap memberikan pil yang di raciknya untuk memulihkan kekuatan jiwa milik Ma Guang dengan cepat.
Keesokan harinya, pasukan yang di pimpin oleh jenderal Fan Gui pun telah tiba di tempat pasukan Ma Guang berada.
Sedangkan kekuatan jiwa Ma Guang sendiri kini sudah mulai membaik, namun masih membutuhkan waktu seharian lagi untuk bisa pulih seperti sedia kala.
"Komandan You Tao! Dimana jenderal Ma Guang?". Tanya jenderal Fan Gui.
"Jenderal Ma saat ini sedang memulihkan tenaganya yang disebabkan oleh pertempuran kita dengan pasukan kerajaan Lai". Jawab You Tao kepada Fan Gui.
You Tao pun langsung menceritakan kronologi terjadinya pertempuran antara pasukan mereka dan juga pasukan dari kerajaan Lai.
"Apa? Dirinya bisa mengalahkan pasukan musuh sebanyak itu?". Ucap Fan Gui yang merasa tidak percayah dengan apa yang Ma Guang lakukan.
__ADS_1
~Bersambung~