
Ma Guang dan Su Tian sudah membuat berbagai macam pil dan sebagian pil yang di butuhkan oleh Ma Guang langsung di simpannya, dan yang sebagian lagi disimpan oleh Su Tian.
Setelah keduanya telah selesai, Ma Guang pun mulai membagikan daging dari serigala emas dan juga daging dari siluman ular yang sudah di proses oleh Ma Guang dengan memberikan ramuan tanaman yang berkhasiat untuk meningkatkan kualitas otot serta tulang dan juga menambah energi tenaga dalam bagi para pendekar tahap awal dan juga para pendekar tahap menengah.
Para petinggi sekte yang di berikan daging hewan buas dan juga daging siluman ular langsung merasa senang karena bisa merasakan aura energi yang keluar dari daging yang di berikan oleh Ma Guang.
Mereka langsung mencicipi daging tersebut dengan lahap.
Untuk leluhur agung, para leluhur, patriak, para tetua tingkat tinggi, dan para tetua tingkat rendah, semuanya di berikan daging siluman ular.
Dan sisanya di bagikan kepada para murid senior.
Semua orang yang memakan daging pemberian Ma Guang langsung merasakan efek yang terkandung di dalam daging tersebut.
Otot, tulang serta energi tenaga dalam milik mereka langsung terasa lebih baik lagi karena kualitasnya telah meningkat.
Wajah setiap orang yang mendapatkan pembagian dari Ma Guang semuanya langsung menjadi ceria.
"Terima kasih pelindung". Ucap setiap orang kepada Ma Guang.
Pemuda itu hanya tersenyum menanggapi perkataan setiap orang yang di berikan daging olehnya.
Yuan Jiali sendiri dengan cepat langsung membuat pondasinya sebagai pendekar suci tingkat puncak menjadi bertambah kuat.
Setelah semuanya selesai menikmati daging pemberian Ma Guang, pemuda itu langsung mengalihkan pembicaraan ke kompetisi yang di adakan oleh sekte.
"Patriak...bagaimana dengan perkembangan kemampuan setiap murid yang mengikuti kompetisi, apakah sangat baik!?". Ujar Ma Guang.
"Oh, kalau tentang hal itu, pelindung tidak perlu memikirkannya, kompetisi kali ini persaingannya sangat ketat, sehingga kami semua tidak bisa untuk memprediksi siapa tiga orang murid yang akan menjadi wakil dari sekte kita ini untuk mengikuti kompetisi di kekaisaran nanti". Jawab Patriak Yao Han dengan bangga.
"Oh, jadi seperti itu yah!? Apakah berjalan dengan lancar acara kompetisinya!?". Ujar Ma Guang lagi.
"Iya pelindung, acara kompetisi yang kita adakan berjalan dengan lancar". Jawab patriak lagi.
"Keamanan di sekte kita harus tetap di perhatikan, jadi harus membuat satu kelompok yang terdiri dari satu orang tetua tingkat tinggi dan dua orang tetua tingkat rendah untuk mendampingi setiap kelompok para murid yang bertugas untuk menjaga keamanan. Karena saya akhir - akhir ini akan sering meninggalkan sekte ini". Ujar Ma Guang.
"Baik pelindung! Aku akan mengatur semua itu sesuai dengan apa yang pelindung perintahkan". Jawab tetua agung yang di tanggapi oleh patriak dengan menganggukkan kepalanya.
Setelah selesai berbincang - bincang dengan para petinggi sekte, akhirnya Ma Guang pamit undur diri dan meninggalkan mereka semua di aula utama sekte.
Setelah berada di luar bangunan aula utama, tubuh pemuda itu langsung melesat dengan cepat menuju ke tempat dimana dirinya telah menemukan seekor hewan buas dan juga seekor siluman.
Saat dirinya sudah berada di atas hutan tersebut, pemuda itu mulai menelusuri hutan itu lebih jauh kedalam lagi.
Saat menelusuri hutan itu dari atas langit lebih jauh lagi, Ma Guang mulai melihat beberapa ekor hewan buas tingkat tinggi yang sudah memiliki batu permata dan juga inti jiwa.
__ADS_1
Namun Ma Guang tetap membiarkan hewan - hewan buas tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang kini melihat seekor siluman tingkat menengah.
Namun hal itu belum membuat dirinya untuk menangkap atau menyerang siluman tersebut.
Pemuda itu ingin mencari tahu seberapa banyak siluman yang berada di dalam hutan itu.
Ma Guang kini sudah bisa melihat beberapa siluman tingkat tinggi yang sudah hidup puluhan ribu tahun.
Dirinya terus melanjutkan penelusurannya di area hutan yang sangat luas tersebut.
Akhirnya dirinya bisa merasakan aura intimidasi yang kuat, dan itu berasal dari bukit yang berada di depannya.
Ma Guang pun menjadi penasaran dengan sumber dari aura yang bisa mengintimidasi dirinya.
Pemuda itu pun langsung mengaktivkan mata ketiga miliknya.
Dan hal yang sangat membuatnya sangat terkejut namun juga membuatnya sangat gembira karena bisa menemukan seekor hewan spiritual.
Hewan itu terlihat seperti seekor Singa yang memiliki tiga buah kepala dengan nyala api yang menyelimuti lehernya serta ekor yang berbentuk seperti mata tombak yang juga di selimuti oleh kobaran api yang berwarna hitam.
Tubuh hewan tersebut terlihat sangat nyata, namun jika di perhatikan dengan seksama, tubuh hewan itu terlihat tembus pandang atau seperti transparan.
Ma Guang langsung menjadi bingung dengan apa yang di lihatnya tersebut.
Pemuda itu langsung turun dari langit untuk mencari jejak hewan spiritual tersebut.
Setelah kakinya sudah menginjak tanah, pemuda itu meningkatkan persepsi serta mata ketiga miliknya untuk mencari jejak makhluk tersebut.
Saat dirinya menatap ke arah hilangnya hewan itu, Ma Guang dapat melihat sebuah pembatas yang transparan.
Pembatas tersebut tidak bisa di lihat jika dirinya tidak mengaktivkan mata ketiga miliknya.
Ma Guang langsung berpikir, dan dengan cepat hal itu sudah bisa di ketahui olehnya.
"Jadi hal ini yang di sebut dengan formasi pelindung!?".
"Ternyata hewan tingkat spiritual sangat istimewah, jika aku bisa menangkapnya, aku akan bisa membuat pusaka langit tingkat tinggi". Gumam Ma Guang dengan penuh semangat.
Pemuda itu mencoba untuk menyentuh pembatas yang terlihat transparan dan tipis tersebut.
Saat telapak tangannya baru menyentuh pembatas tipis tersebut, tubuhnya langsung terdorong jauh kebelakang.
Beberapa pohon besar langsung tumbang saat tubuh Ma Guang menerjangnya.
__ADS_1
Untung saja Ma Guang sudah siap dengan kekuatan energi tenaga dalam miliknya saat menyentuh pembatas tersebut.
Dari mulutnya kini mengeluarkan darah segar.
"Sialan...ternyata aku terlalu meremehkan kekuatan formasi pelindung ini, tidak di sangka, formasi ini bisa menyerang balik diriKu". Gumam Ma Guang yang kini tubuhnya sedang tersandar di sebuah batu besar sambil merasakan kesakitan.
Namun luka yang di deritanya itu langsung sembuh dengan cepat.
Pemuda itu pun langsung berdiri dan kembali mendekati formasi pelindung tersebut.
Pemuda itu pun berpikir untuk membuka formasi pelindung tersebut.
Dan cara untuk membukanya langsung terlintas di dalam pikirannya.
Ma Guang pun langsung mengerakkan kedua tangannya sambil menyalurkan energi tenaga dalam miliknya.
Setelah cahaya tipis dan berbentuk bulat dan memiliki simbol - simbol kuno muncul di kedua tangannya, Ma Guang pun langsung melepaskan formasi di tangannya itu kearah formasi pelindung yang awalnya membuat dirinya terdorong
Booommm
Bunyi ledakan yang di hasilkan akibat benturan kedua formasi tersebut.
Setelah terjadi ledakan, pembatas yang tipis itu sudah tidak ada lagi.
Tampak di depan matanya ada sebuah goa yang berukuran setinggi tiga meter dan dengan lebar empat meter.
Aura intimidasi yang kuat langsung menyambut kedatangan Ma Guang.
Pemuda itu langsung juga mengeluarkan aura intimidasi miliknya untuk melawan aura tersebut.
Saat dirinya sudah tidak lagi merasakan tekanan dari aura yang berasal dari dalam goa, Ma Guang langsung melangkahkan kakinya untuk memasuki goa tersebut sambil bersiap dengan energi tingkat puncak miliknya untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi.
Saat dirinya baru saja memasuki goa tersebut sejauh lima meter, sebuah cahaya dengan sangat cepat datang dari dalam dan menuju kearahnya.
Ma Guang langsung menghadangnya dengan teknik semburan api naga tingkat puncak miliknya.
Api yang berwarna hitam keluar dari mulutnya untuk menyambut cahaya yang datang dengan sangat cepat ke arahnya.
Hanya dalam waktu tidak sampai satu detik saja, serangan semburan api milik Ma Guang sudah bertemu dengan cahaya itu.
Booommm
Bunyi ledakan yang sangat kuat terjadi di mulut goa tersebut. Sehingga membuat dinding gao itu hancur berserakan.
~Bersambung~
__ADS_1