
Saat mereka berada di wilayah kekaisaran Mahajanapada patriak Huang Siwei dan juga Zhu Ciang langsung memisahkan diri untuk menuju ke sekte Phoenix Api.
Begitu juga dengan patriak Yangkey bersama jenius muda sektenya, keduanya juga langsung memisahkan diri untuk menuju ke sekte Tai Long saat mereka memasuki wilayah kekaisaran Qiang.
Kini yang tersisa tinggal patriak serta murid dari sekte Es Abadi dan juga patriak dan murid dari sekte Pedang Terbang yang masih bersama - sama dengan rombongan Ma Guang.
Itu karena letak ketiga sekte tersebut sama - sama berada di wilayah kekaisaran Zhou.
Setelah memasuki wilayah kekaisaran Zhou, akhirnya patriak Tai Ying dan juga Jing Zhao langsung berpamitan untuk menuju ke sekte Pedang Terbang.
Sedangkan sekte Es Abadi adalah sekte yang terletak di sebelah utara dari wilayah kekaisaran Zhou, sehingga rombongan Ma Guang yang akan lebih dulu tiba di sektenya.
Namun sebelum mereka berpisah, Ma Guang mengundang patriak Bing Yuchen untuk mampir ke sekte Bambu Kuning agar bisa beristirahat sejenak serta berbincang - bincang dahulu sambil menikmati teh hangat.
Tawaran tersebut langsung membuat hati Bing Bihai sangat senang, sebab dirinya sebenarnya belum ingin berpisah dari Ma Guang.
Melihat tingkah cucunya tersebut, Bing Yuchen mulai merasa risih.
Pria paruh baya itu tidak mau jika cucunya tersebut memiliki keinginan untuk merebut suami orang.
Sedangkan dua murid sekte Es Abadi hanya diam saja saat melihat tingkah guru mereka berdua itu, karena sifat guru mereka itu hanya bisa mereka lihat saat berada di samping Ma Guang.
Patriak Yao Han, tiga Su, Duan Jun, Yuan Gao, Fei Yu, keempat murid serta para tetua tingkat rendah dan pasukan naga langsung di perintahkan oleh Ma Guang untuk segera kembali ke sekte Naga Surgawi untuk memulihkan diri mereka.
Sedangkan Ma Guang, Jiangjun, Shi Kang, Shi Lauw tetap menuju ke sekte Bambu Kuning mendampingi patriak Bing Yuchen serta tiga wanita lainnya.
Setelah tiba di sekte Bambu Kuning, mereka pun langsung di sambut oleh Du Yinhui.
Setelah selesai berbincang - bincang dengan Ma Guang sambil menikmati teh hangat, akhirnya Bing Yuchen bersama tiga orang wanita itu pun kembali ke kediaman yang sudah di siapkan oleh Du Yinhui untuk mereka tempati malam itu.
Sehingga untuk malam itu, mereka pun bermalam di sekte Bambu Kuning sebelum melanjutkan perjalanan mereka.
Patriak Bing Yuchen dan tiga orang lainnya kembali melanjutkan perjalanan mereka saat hari masih pagi dan di antarkan oleh Ma Guang dan juga oleh Du Yinhui sampai ke pintu masuk wilayah sekte Bambu Kuning.
Tidak ada yang spesial untuk Bing Bihai saat melewati malam tersebut.
Hal itu karena patriak Bing Yuchen terus memberikannya nasihat.
Ma Guang bersama tiga bawahannya langsung menuju ke sekte Naga Surgawi untuk meningkatkan kekuatan mereka.
__ADS_1
Saat tiba di sekte Naga Surgawi, Ma Guang langsung pergi untuk menemui Duan Meng bersama putri mereka berdua dan juga Yuan Jiali bersama putra mereka berdua juga.
Sedangkan Zhou Lu Yun saat itu tidak berada di sekte Naga Surgawi, sebab dirinya sedang mengurus pasukan khusus untuk kekaisaran Zhou.
Walau pun Ma Guang sudah sering berhubungan badan dengan Zhou Lu Yun, akan tetapi istri mudanya itu belum juga memberikannya seorang anak.
Sebab dirinya masih tetap memfokuskan dirinya untuk berkultivasi dan terus mengurus pasukan Api Angin yang dia bentuk untuk memperkuat kekuatan militer kekaisaran Zhou.
Zhou Lu Yun juga mulai membuat sebuah baju zirah yang terbuat dari inti jiwa para siluman, serta membuat senjata tombak, pedang, panah dan senjata lainnya dari batu permata para siluman.
Jumlah pasukan Api Angin yang di bentuknya, kini sudah berjumlah dua ratus lima puluh ribu.
Kekuatan mereka juga tidak main - main.
Pasukan terkuat mereka kini sudah berada di tingkat pendekar agung.
Sedangkan para jenderalnya adalah pendekar dewa langit yang berjumlah tujuh puluh enam orang, dengan seorang yang sudah mencapai pendekar dewa langit puncak, dua puluh lima pendekar dewa langit menengah, lima puluh orang pendekar dewa langit awal serta para komandan pasukan yang sudah berada di tingkat pendekar dewa bumi.
Semua itu berkat Zhou Lu Yun yang terus melatih mereka dan juga kaisar Zhou Muwang yang terus membiayai pasukan itu agar kekuatan mereka bisa terus untuk di tingkatkan.
Pasukan Api Angin selalu di perintahkan oleh Zhou Lu Yun untuk berburu hewan buas dan juga para siluman di wilayah perbatasan kekaisaran Zhou.
Hanya di wilayah sekte Naga Surgawi yang tidak di pakai untuk berburu.
Hal itu untuk melatih para pasukan Api Angin dalam menghadapi para pendekar mau pun makhluk lainnya.
Dan juga untuk memperoleh inti jiwa serta batu permata untuk mereka gunakan.
Setelah Ma Guang selesai bertemu dengan kedua istri dan kedua anaknya, pria itu pun langsung mengajak ketiga bawahannya untuk memasuki dunia dewa surgawi.
Setelah berada di dalam dunia dewa surgawi, Ma Guang langsung menyuruh Shi Kang dan juga Shi Lauw untuk mengikuti Jiangjun.
Sedangkan dirinya langsung menuju ke istana yang menjadi kediamannya.
"SuamiKu! Kamu sudah kembali?." Sambut Xia Jiao.
"Iya! Bagaimana dengan keadaanMu dan juga anak kita?." Tanya Ma Guang menanggapi sambutan Xia Jiao.
"Kami baik - baik saja! Ayo bersihkan dahulu tubuhMu itu baru kita melanjutkan lagi pembicaraan kita!." Tutur Xia Jiao.
__ADS_1
"Baiklah! Kalau begitu, Aku akan pergi untuk membersihkan tubuhKu terlebih dahulu!." Tutur Ma Guang sambil melangkah pergi untuk membersihkan tubuhnya.
Beberapa saat kemudian Ma Guang pun sudah selesai membersihkan tubuhnya dan juga telah mengganti pakaiannya dan langsung kembali menemui Xia Jiao lagi.
Ma Tian Shen yang baru selesai bermain bersama seekor makhluk spiritual dan memasuki istana tersebut, saat melihat ayahnya langsung menghamburkan dirinya kepelukan Ma Guang.
"Ayah! Kenapa lama perginya? Tian Shen sangat merindukan ayah!." Tutur bocah tersebut dengan suara manja.
"Itu karena ayah punya urusan yang sangat penting, sehingga ayah lama baliknya! Shen'er harus membiasakan diri saat ayah tidak berada di samping Shen'er! Karena jika Shen'er sudah besar, pasti Shen'er akan selalu melakukan juga apa yang ayah lakukan saat ini!." Tutur Ma Guang dengan jujur.
"Dan Shen'er harus selalu menjadi anak yang dengar - dengaran kepada ibu saat ayah tak ada!." Lanjut Ma Guang lagi.
"Iya ayah! Tian Shen janji! Tian Shen akan selalu menjadi anak yang dengar - dengaran kepada ibu dan ayah!." Ucap bocah tersebut dengan penuh semangat.
"Bagaimana dengan bimbingan yang di berikan oleh paman - pamanMu? Apakah semuanya bisa Shen'er pahami?." Tanya Ma Guang.
"Iya ayah! Tian Shen sangat mudah untuk mengingat serta untuk memahami apa yang paman - paman naga ajarkan!." Jawab bocah itu lagi.
Walau pun usia Ma Tian Shen masih tergolong balita, namun dia sangat berbeda dengan anak - anak yang seusia atau pun lebih tua beberapa tahun darinya untuk memahami serta mengingat setiap apa yang di ajarkan kepadanya.
Bukan hanya itu saja, pengucapan setiap kata dalam berbicara pun, sudah sangat fasih.
Saat Ma Guang memeriksa tubuh anaknya tersebut, pria itu langsung terdiam sejenak dengan raut wajah yang terlihat seperti terkejut dengan apa yang baru saja dia ketahui.
"Apa! Shen'er sudah memiliki energi Qi di dalam tubuhnya? Apakah dia sudah bisa berkultivasi?." Pikir Ma Guang.
Karena merasa aneh dengan hal tersebut, akhirnya Ma Guang langsung memeriksa tubuh anaknya itu.
Ma Guang menemukan tubuh anaknya sudah terbentuk dan memang sudah siap untuk berkultivasi.
"Ternyata tubuh Shen'er memang sangat istimewa! Di usianya seperti ini saja, energi Qi yang ada di dalam tubuhnya sudah setara dengan seorang pendekar langit awal tingkat puncak!." Pikir Ma Guang lagi.
Dirinya tidak menyangka hal itu bisa terjadi, sebab sangat sulit serta membutuhkan waktu bertahun - tahun untuk mencapai semua itu.
Ma Guang pun langsung bertanya kepada Ma Tian Shen.
"Shen'er! Apakah selama ayah pergi, Shen'er telah berkultivasi?." Tutur Ma Guang bertanya kepada anaknya.
"Tidak ayah! Tian Shen hanya melakukan sendiri apa yang di ajarkan oleh semua paman naga saat Tian Shen sedang bermain bersama mereka!." Jawab bocah itu dengan polos.
__ADS_1
"Dengan melakukan saat bermain saja sudah seperti itu! Apa lagi jika dia serius untuk berkultivasi! Akan secepat apa tingkat kultivasinya nanti!?." Pikir Ma Guang merasa sangat terkesan dengan keistimewaan tubuh Ma Tian Shen.
~Bersambung~