Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 145. Penyerangan (I)


__ADS_3

Di perbatasan wilayah antara kota Qiansheng dan juga kota Laoling, kini sudah terlihat puluhan ribu pasukan sudah berkumpul dan sepertinya sudah siap untuk melakukan serangan ke kota Laoling.


Hal tersebut langsung di sampaikan oleh mata - mata yang di utus oleh Ma Guang.


Setelah mengetahui hal tersebut, Ma Guang dan juga penguasa kota Laoling langsung mempersiapkan pasukan mereka untuk menyambut serangan tersebut.


Tanpa mereka sadari, sekitar puluhan ribu pendekar juga sedang menuju ke sekte Bambu Kuning dan akan menyerang sekte tersebut dari arah timur.


Seluruh pasukan Ma Guang kini sudah di fokuskan untuk menghadapi serangan yang akan di lancarkan oleh pasukan yang di pimpin langsung jenderal Wang Xuesi yang di bantu pasukan yang berada di kota Qiansheng.


Saat yang di nantikan pun tiba, pasukan dari Wang Xuesi mulai melakukan serangan dari jarak jauh menggunakan pelontar batu dan juga pelontar tombak.


Sedangkan pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang dan penguasa kota Laoling masih dalam keadaan bertahan untuk menghadapi serangan musuh.


"Pendekar Ma! Jika hal ini berlangsung secara terus menerus, aku takut akan membuat tembok pertahanan kita akan hancur". Ucap Penguasa kota Laoling.


Mendengar apa yang di katakan oleh penguasa kota tersebut, Ma Guang pun langsung mengatur strategi yang baru untuk menghadapi serangan musuh, sebab strategi yang telah di persiapkannya tidak bisa di gunakan karena serangan yang di lakukan oleh musuh tidak sesuai dengan strategi yang dia persiapkan.


Seluruh pasukannya kembali di kumpulkan untuk menyerang pasukan musuh.


Pasukan pemanah dari kota Laoling telah di siapkan untuk menunjang serangan yang akan di lakukan oleh seribu dua ratusan lebih pasukan infanteri Ma Guang dan di tambah juga dengan para murid sekte Bambu Kuning.


Pasukan Ma Guang langsung keluar dari kota Laoling dan langsung membentuk formasi seperti tombak yang bergerak dengan cepat sambil menyiapkan perisai mereka untuk mengantisipasi setiap serangan anak panah musuh.


Setiap formasi yang di bentuk tersebut masing - masing jumlahnya terdiri dari satu pleton prajurit.


Agar serangan pasukan musuh tidak leluasa untuk menggempur formasi pasukan yang maju untuk menyerang tersebut, sebagian pasukan pemanah dari kota Laoling mendukung mereka dari belakang sambil terus menerus melesatkan anak panah mereka ke setiap pasukan yang mengoperasikan peralatan perang musuh.


Hal itu membuat pasukan Ma Guang dan juga para pendekar dari sekte Bambu Kuning dapat bergerak maju dengan lebih leluasa.


Akhirnya terjadilah pertempuran jarak dekat di antara pasukan yang di pimpin langsung oleh Ma Guang dan juga pasukan yang di pimpin oleh jenderal Wang Xuesi.


Ada sekitar 1500 pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang untuk menghadapi 30.000 pasukan yang di pimpin langsung oleh jenderal Wang Xuesi.


Jumlah pasukan keduanya sangat tidak seimbang, namun kemampuan bertarung pasukan yang di pimpin oleh Ma Guang masih jauh lebih unggul di bandingkan pasukan Wang Xuesi.


Melihat situasi yang sangat merugikan bagi pasukannya, Wang Xuesi langsung memerintahkan untuk mundur ke tempat dimana mereka sudah mempersiapkan jebakan bagi pasukan yang akan mengejar mereka.


Serangan anak panah dan tombak terus mengarah kepada Ma Guang dan juga kepada komandan - komandan pasukannya.


Hal itu membuat Ma Guang terus mengerahkan energi tenaga dalamnya untuk membuat perisai pertahanan bagi dirinya dan juga bagi para komandan pasukannya.

__ADS_1


Di saat pasukan Wang Xuesi di tarik mundur, Ma Guang langsung memberikan isyarat agar tidak mengejarnya.


Jumlah pasukan yang terbunuh dari pihak Wang Xuesi sekitar 4.000 orang serta 3.000 orang terluka berat maupun yang terluka ringan, sedangkan jumlah korban yang jatuh di pihak Ma Guang ada sekitar 100 orang yang meninggal serta 200 orang terluka berat maupun terluka ringan.


Pertempuran di hari itu pun selesai.


Serangan tersebut adalah serangan pengalihan, hal itu di lakukan agar para pendekar aliran hitam akan dengan leluasa untuk menyerang sekte Bambu Kuning dari arah Timur.


Pada keesokan harinya, pasukan Wang Xuesi membakar sesuatu agar menghasilkan asap yang banyak untuk mengelabui penglihatan pasukan Ma Guang.


Dan benar saja, tanpa mereka ketahui, pasukan kavaleri bersama dengan peralatannya sudah berada di posisi jarak tembak yang tepat untuk menyerang dan membakar kota Laoling.


Bola api dan juga panah api melesat dengan cepat untuk menyerang tembok pertahanan kota dan juga pemukiman penduduk.


Tanpa mereka ketahui, secara bersamaan, telah terjadi juga penyerangan di sekte Bambu Kuning.


Ketua sekte Lembah Tengkorak dan juga para tetua sekte aliran hitam lainnya, kini sedang bertempur dengan para tetua sekte yang masih tersisa di dalam sekte Bambu Kuning.


Mereka awalnya langsung di serang dengan asap beracun yang di dapat dari sekte Seribu Racun.


"Bunuh setiap pria yang kalian temui, tetapi sisakan gadis - gadis mereka untuk di jadikan mainan kita". Perintah salah satu tetua sekte Lembah Tengkorak.


Mereka tidak menduga bahwa di setiap serangan bola - bola api tersebut, asap yang di keluarkannya adalah asap yang mengandung racun.


"Kalian harus menjauh dari asap tersebut dan jangan kalian menghirupnya sebab asap itu mengandung racun". Teriak Ma Guang untuk mengingatkan kepada para prajuritnya.


Namun perkataan Ma Guang itu sudah terlambat, banyak pasukan dari kota Laoling dan juga pasukan miliknya sudah melemah dan langsung terjatuh ke tanah.


Sedangkan prajurit yang memiliki kemampuan ilmu bela diri yang tinggi, bersama dengan pendekar yang berasal dari sekte, kini sudah terduduk sambil bermeditasi untuk mengeluarkan racun yang telah mereka hirup.


Pasukan Wang Xuesi menjadi begitu bersemangat untuk menerobos masuk ke kota Laoling.


Ma Guang langsung memanggil Yuan Jiali agar bisa menjaga tubuhnya saat menggunakan kekuatan jiwanya.


"Nona Yuan...!!! Aku akan menggunakan kekuatan jiwaKu, jadi tolong kamu melindungi tubuhKu di saat aku menggunakan teknik tersebut".


Hanya teknik kemampuan tersebutlah yang bisa di lakukan oleh Ma Guang untuk memenangkan pertempuran itu.


Yuan Jiali hanya menganggukan kepalanya menanggapi perkataan yang di ucapkan oleh Ma Guang.


Penguasa kota sendiri kini sedang bermeditasi untuk mengeluarkan racun di tubuhnya.

__ADS_1


"Sialan! Ternyata mereka menggunakan trik busuk untuk mengalahkan kita". Ucap penguasa kota Laoling.


Ma Guang langsung bermeditasi dan mengeluarkan teknik andalannya untuk mengalahkan pasukan musuh.


Jiwa Ma Guang kini sudah terpisah dari raganya.


Ma Guang pun langsung menghajar setiap jiwa dari pasukan musuh.


Para komandan yang memimpin pasukan untuk menyerang kota Laoling merasa sangat terkejut dengan apa yang di alami oleh para prajuritnya.


Para komandan tersebut langsung bergerak dengan cepat untuk mundur dan mencoba memahami apa yang di alami oleh pasukannya yang kini sudah mulai berjatuhan tanpa sebab di depan mata mereka.


"Mundur...!!! Semuanya harus mundur...!!!". Teriak salah satu komandan yang sudah menyadari penyebab dari tumbangnya begitu banyak prajurit mereka secara tiba - tiba.


Ribuan prajurit infanteri mereka dengan cepat melakukan apa yang di perintahkan oleh komandan tersebut.


Namun hal itu masih saja terus terjadi dan menimpa para prajurit kavaleri yang mengoperasikan peralatan berat milik mereka.


Dengan cepat para prajurit jenderal Wang Xuesi sudah berada di camp mereka yang berjarak dua kilo meter dari tembok kota Laoling.


Namun prajurit jenderal Wang masih tetap bertumbangan satu persatu.


Para komandan kompi dan juga komandan pasukan seribu pun tidak luput dari kejadian tersebut.


"Aku ingin menyerang jenderal Wang sebelum kekuatan jiwaKu terkuras habis". Gumam Ma Guang yang terus menyerang jiwa setiap prajurit atau pun jiwa komandan yang di lewatinya saat mencari keberadaan jenderal Wang Xuesi.


Setelah sudah puluhan ribu pasukan musuh di buatnya tumbang, kini kekuatan jiwa Ma Guang sudah sampai pada ambang batasnya yang bersamaan dengan hal itu, Ma Guang telah menemukan sosok yang dia cari dan langsung menyerang jiwanya.


Saat jenderal Wang merasakan ada sesuatu yang tidak terlihat seperti ingin mencabut nyawanya, dirinya langsung menguatkan kekuatan jiwanya.


Setelah beberapa detik melakukan perlawanan dengan meningkatkan kekuatan jiwanya, akhirnya jenderal Wang bisa terlepas dari serangan kekuatan jiwa milik Ma Guang.


Hal itu di sebabkan karena kekuatan jiwa Ma Guang sudah habis, sehingga kini jiwa pemuda tersebut sudah kembali bersatu lagi dengan raganya.


"Uhuk...uhuk...uhuk".


Ma Guang terbatuk di saat dirinya kembali siuman.


"Bagaimana keadaanMu!? Apakah diriMu baik - baik saja?". Tanya Yuan Jiali sambil mendekati tubuh pemuda tersebut.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2