
Di setiap sekte aliran hitam, mereka kini sedang memikirkan cara mereka untuk bisa merampas kitab yang di miliki oleh Ma Guang sesuai dengan informasi yang mereka peroleh dari mata - mata sekte mereka.
Di aula utama sekte Gagak Hitam ketua sekte Heise Chizi sedang membicarakan tentang serangan yang akan mereka lakukan secara sembunyi - sembunyi terhadap sekte Bambu Kuning untuk merebut kitab yang Ma Guang miliki agar bisa membuat kekuatan sekte mereka menjadi kuat dengan cepat.
Ketua lembah tengkorak juga tidak berbeda dengan apa yang di pikirkan oleh setiap sekte aliran hitam lainnya. Mereka juga menginginkan hal yang sama, yaitu ingin merebut kitab yang Ma Guang miliki.
Sedangkan sekte Seribu Racun, kini mereka tetap memperkuat kemampuan ilmu bela diri dan juga sedang membuat jenis racun baru untuk kembali menyerang Ma Guang mau pun sekte Bambu Kuning.
Hal itu di karenakan informasi yang di berikan oleh dua orang pendekar empat rantai neraka yang sudah pernah menghadapi Ma Guang.
Sekte Kalajengking Merah sendiri, kini telah mengutus muridnya Hong Mogui untuk berkelana ke negeri seberang untuk meningkatkan kemampuannya yang baru mencapai pendekar raja tingkat puncak.
Sekte Kalajengking Merah kini belum juga memiliki niat untuk menyerang Ma Guang dan juga sekte Bambu Kuning, karena ketua sekte Xiezi Wang merasa bahwa hal itu akan memberikan kerugian yang besar bagi sektenya, karena sebelumnya sudah banyak para bawahannya di bunuh oleh Ma Guang.
Sekte aliran hitam ingin mengambil kesempatan untuk menyerang Ma Guang dan juga sekte Bambu Kuning di karenakan situasi politik yang terjadi di kerajaan Qi.
Mereka pun ingin mengirim para pendekar - pendekar kuat yang mereka miliki di setiap sekte mereka masing - masing.
Mengenai pergerakan sekte aliran hitam tersebut, para mata - mata dari sekte aliran putih dan juga aliran netral juga melaporkan hal tersebut, sehingga sekte aliran putih dan aliran netral telah mengetahui juga akan apa yang di lakukan oleh sekte aliran hitam.
Akan tetapi karena keadaan politik yang sedang terjadi di setiap kerajaan yang berada di wilayah kekaisaran Zhou, sehingga membuat mereka hanya bisa mempersiapkan diri di sekte mereka masing - masing untuk menjaga kemungkinan terburuk jika di serang oleh sekte aliran hitam.
Sedangkan sekte aliran hitam sendiri juga mengajak sekte menengah dan sekte kecil aliran hitam untuk bergabung dan menyerang sekte Bambu Kuning.
Ada sekitar tiga puluh ribu jumlah para pendekar dari aliran hitam yang akan menyerang sekte Bambu Kuning.
Namun pergerakan para pendekar tersebut tidak terlihat jelas dengan jelas oleh mata - mata dari sekte aliran putih.
Mereka melakukan pergerakan secara berkelompok dan secara terpisah, sehingga jumlah kekuatan mereka tidak dapat terdeteksi dengan pasti oleh setiap mata - mata sekte aliran putih dan sekte aliran netral.
Sekte Gagak Hitam adalah sekte yang akan melakukan perjalanan paling terjauh di antara sekte yang lain.
Perjalanan mereka akan memakan waktu hingga satu bulan lebih jika melakukan perjalanan melewati darat.
__ADS_1
Waktu itu pun jika mereka tidak mendapatkan halangan, apa lagi ada begitu banyak sungai yang harus mereka lewati.
Namun semua itu sudah di atur dan di rencanakan dengan baik oleh mereka.
Mereka akan bersabar dan bergerak dengan dan tanpa di ketahui oleh sekte aliran putih yang lain.
Semua pendekar tersebut nantinya akan bertemu di luar jauh dari kota Nanpi dan akan menyusuri wilayah perbatasan antara kerajaan Yan dan kerajaan Qi agar lebih mudah untuk menyerang sekte Bambu Kuning.
Sedangkan sekte Lembah Tengkorak sendiri, kini juga sudah mulai bergerak melewati wilayah kerajaan Chu untuk memasuki wilayah kerajaan Qi.
Mereka akan menghindari setiap pemeriksaan di wilayah perbatasan kerajaan Chu atau pun kerajaan Qi agar pergerakan mereka juga tidak akan terdeteksi oleh pihak kerajaan mau pun pihak sekte aliran putih.
Sekte Bambu Kuning sendiri belum mengetahui akan pergerakan yang di lakukan oleh dua sekte besar aliran hitam bersama dengan beberapa sekte menengah dan sekte kecil aliran hitam.
Mereka belum mengetahui bahwa beberapa bulan kemudian akan terjadi pertempuran secara besar - besaran di sekte mereka.
Sekte Bambu Kuning saat ini sedang meningkatkan kemampuan setiap murid - muridnya dan juga kemampuan para petinggi sekte.
Ma Guang terus membimbing para leluhur dan juga para petinggi sekte untuk membuka satu persatu gerbang pendekar suci agar bisa meningkatkan kemampuan mereka untuk menghadapi situasi yang paling terburuk dari ancaman kerajaan Qi.
Tidak terkecuali dengan sekte menengah dan sekte kecil aliran netral, mereka juga tertarik untuk mendapatkan kitab yang di miliki oleh Ma Guang.
Mata - mata di pihak yang ingin memiliki kitab tersebut juga sedang menyelidiki orang - orang yang penting bagi Ma Guang untuk bisa di tangkap dan menjadi sandera untuk di tukarkan dengan kitab yang dia miliki.
"Ketua! Lewat penyelidikan yang seorang anggotaKu, Ma Guang sangat dekat dengan beberapa wanita cantik, namun kemampuan mereka juga tidak sembarang, sebab semuanya kini di perkirakan sudah mencapai pendekar suci". Ucap seorang tetua yang bertugas untuk mendapatkan informasi.
"Apa? Bagaimana mungkin bisa seperti itu?". Ucap ketua sekte Lembah Tengkorak Xue Lugu.
"Iya ketua, jadi kita harus memiliki pendekar yang memiliki kemampuan yang bisa menandingi salah satu di antara mereka". Ucap tetua itu lagi.
"Apakah ada yang paling terlemah di antara orang - orang terdekatnya?". Tanya ketua sekte lagi.
"Ada ketua...gadis itu masih berada di tahap pendekar raja tingkat puncak dan siap untuk menerobos menjadi pendekar suci". Jawab tetua itu.
__ADS_1
"Apa!? Itu kemampuan orang yang paling terlemah yang dekat dengan Ma Guang? Apakah tidak ada lagi yang lebih lemah dari gadis itu?". Tanya ketua lagi.
Gadis yang mereka maksudkan adalah Duan Meng yang tanpa mereka ketahui bahwa gadis yang mereka maksudkan itu saat ini sedang bermeditasi untuk menerobos menjadi pendekar suci.
"Untuk hal itu, kami masih terus menyelidikinya ketua". Jawab tetua tersebut.
"Cepat selidiki dan cepat juga kamu kabarkan kepadaKu". Ucap ketua sekte.
"Baik ketua...!!! Ucap tetua tersebut.
Akhirnya tetua tersebut pamit undur diri.
Ketua sekte Lembah Tengkorak kini sedang bergerak menuju ke wilayah kerajaan Qi bersama empat orang tetua tingkat tinggi lainnya.
Untuk para tetua tingkat tinggi lainnya mereka melakukan perjalanan dalam sebuah kelompok yang berjumlah puluhan orang dan tidak melalui jalanan umum serta tidak menggunakan pakaian sekte yang biasa mereka gunakan, sehingga pergerakan mereka sangat cepat dan tidak terdeteksi atau pun tidak di kenali oleh para mata - mata dari sekte aliran putih.
Begitu juga yang di lakukan oleh para pendekar dari sekte Gagak Hitam dan juga sekte aliran hitam lainnya.
Namun hal itu tetap menarik perhatian bagi setiap penguasa kota yang akan mereka lewati, sebab jumlah pendatang yang memasuki kota mereka peningkatannya sangat mencolok.
Hal itu langsung di laporkan juga kepada pihak kerajaan Qi yang memiliki kewenangan di dalam hal itu.
Hal itu pun langsung di sampaikan kepada sang raja yang saat ini sedang menuju kota Bo dan akan bertolak ke kota Liangfu, dimana pasukan kerajaan Lu sedang menyerang kota tersebut.
Sang raja langsung memerintahkan untuk mengirimkan kabar kepada para jenderal yang berada di perbatasan kerajaan Qi dan kerajaan Lai untuk bergerak mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi di ibu kota atau pun di kota - kota lainnya, sebab mereka belum mengetahui secara pasti apa tujuan dari pergerakan orang - orang dalam jumlah yang besar tersebut.
Sedangkan pertempuran di kota Yiqiu, Mengyin dan juga di kota Liangfu kini sudah bisa di kuasai oleh pasukan yang sudah berada di ketiga kota tersebut.
Hal itu sudah menggambarkan suatu kekalahan yang akan di terima oleh pasukan dari kerajaan Lu.
~Bersambung~
Karena komentar - komentar dari para pembaca, Author sudah tidak lagi membahas tentang pertempuran yang terjadi antara kerajaan Lu dan kerajaan Qi secara detail mau pun secara panjang lebar, sehingga author mencoba untuk mengarahkan cerita ke arah pertarungan antar sekte saja, walau pun memang author akui dalam bab ini ceritanya agak membosankan.
__ADS_1
Author tetap mengharapkan dukungan dari para pembaca sekalian agar bisa membuat semangat dalam melakukan penulisan lebih bertambah lagi.
Bagi para pembaca yang selalu setia memberikan dukungan, Author ucapkan banyak terima kasih 🙏🙏🙏