
Ma Guang dan Yuan Jiali langsung di persilahkan masuk oleh Duan Jun dan juga Tjia Annchi.
Mereka berdua langsung berjalan memasuki kediaman keluarga Duan dan di ikuti oleh sepasang suami istri dari belakang.
Saat memasuki ruang tamu, mereka langsung di sambut dengan ramah oleh Duan Dazhong dan juga Jia Dawei.
Ma Guang dan Yuan Jiali langsung di persilahkan untuk duduk.
Setelah keduanya telah duduk, Duan Jun ikut duduk juga.
Sedangkan Jia Dawei dan Tjia Annchi langsung pergi ke dapur untuk menyiapkan teh hangat kepada tamu mereka tersebut.
Ma Guang mulai menyisir setiap ruangan di kediaman itu, tetapi sosok yang di carinya tidak juga dia temukan.
Akhirnya Ma Guang menanyakan hal itu kepada Duan Dazhong.
"Paman! Mengapa aku tidak melihat nona Duan Meng!?". Tanya Ma Guang.
"Oh, Meng'er saat ini sedang bermeditasi untuk membuka gerbang keenam miliknya". Jawab Duan Dazhong.
Mendengar jawaban dari Duan Dazhong, hati Ma Guang menjadi sangat lega, sebab gadis tersebut kini sudah akan membuka gerbang keenam.
"Ternyata seperti itu yah!? Sebenarnya kedatanganKu kemari memang untuk mengetahui perkembangan dari nona Duan Meng, tetapi karena hal itu sudah aku ketahui dari paman, sehingga diriku tidak perlu lagi untuk bertemu dengannya". Ujar Ma Guang.
Mereka pun kembali melanjutkan percakapan mereka seputar peningkatan ilmu bela diri dari mereka masing - masing.
Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang dan juga Yuan Jiali langsung pamit undur diri untuk kembali ke kediamannya.
Kedua muda mudi itu langsung pergi saat sudah berpamitan dengan keluarga Duan.
Setelah tiba di kediamannya, Ma Guang langsung menyiapkan dirinya untuk mengantarkan para leluhur dan juga Yuan Jiali ketempat sekte baru yang akan mereka dirikan.
Di area terlarang sekte Bambu Kuning, para leluhur kini sudah bersiap untuk pergi dari tempat itu.
Mereka saat ini sedang menunggu Ma Guang untuk datang menemui mereka.
Setelah hari tidak lama lagi akan mulai gelap, Ma Guang dan juga Yuan Jiali langsung bergegas menuju ke area terlarang sekte untuk menemui para leluhur.
Saat tiba di area terlarang sekte, keduanya langsung di sambut oleh para leluhur.
Ma Guang pun langsung menjelaskan bagaimana cara mereka untuk melakukan perjalanan menuju ke tempat dimana sekte baru mereka akan didirikan.
__ADS_1
Para leluhur menjadi terkagum - kagum di buatnya.
Sebab cara yang akan mereka gunakan adalah hal yang mustahil bagi mereka untuk di lakukan.
"Pemuda ini selalu membuat kejutan kepada kita dengan berbagai kemampuannya". Ujar leluhur Yao Fan kepada yang lain.
Ma Guang langsung meminta kepada para leluhur untuk berdiri saling berdekatan.
Setelah hal tersebut telah di lakukan oleh para leluhur, akhirnya Ma Guang mulai menggerak - gerakkan tangannya seperti sedang membuat simbol dari jari - jarinya.
Tidak lama kemudian muncul seberkas cahaya putih dari kedua tangannya dan langsung membentuk seperti bola besar transparan yang terdapat garis - garis seperti simbol kuno dan juga tulisan - tulisan kuno.
Bola transpran itu langsung menyelimuti semua leluhur yang ada.
Yuan Jiali langsung di gendong oleh Ma Guang dan juga langsung membawa para leluhur untuk melesat terbang ke udara.
Mereka melakukan perjalanan saat hari sudah gelap untuk menghindari orang lain agar tidak bisa melihat pergerakan mereka itu.
Untuk mencapai tujuan mereka, waktu yang di butuhkan oleh Ma Guang dengan kekuatannya saat ini hanya membutuhkan satu jam saja.
Dengan kecepatan tersebut, para leluhur tidak bisa melihat dan mengetahui jalur mana yang mereka lalui untuk menuju ke tempat baru sekte mereka.
Satu jam kemudian, akhirnya mereka tiba di tempat yang di tuju.
Sebelum Ma Guang meninggalkan mereka untuk kembali ke sekte, Ma Guang kembali menjelaskan batas - batas area yang akan di dirikan sekte baru mereka.
Area yang akan di dirikan sekte baru mereka seluas kurang lebih 200 hektar dan memiliki area terlarang dimana terdapat sebuah goa di tempat tersebut.
Setelah selesai menjelaskan hal tersebut, Ma Guang langsung membuat formasi pelindung di area tersebut dan juga memberitahukannya kepada Yuan Jiali serta para leluhur untuk tidak melewatinya.
Ma Guang pun langsung melesat terbang ke udara untuk kembali ke sekte.
Beberapa saat setelah Ma Guang mengantarkan para leluhur, para murid yang berjumlah lima puluh orang yang di pimpin langsung oleh patriak sudah tiba di area terlarang untuk menanti kedatangan Ma Guang.
Setelah Ma Guang tiba di area terlarang, pemuda itu langsung di sambut oleh patriak.
Tidak menunggu lagi, Ma Guang langsung melakukan hal yang sama kepada lima puluh orang murid dengan membaginya menjadi dua kelompok.
Dua buah bola besar transparan langsung menyelimuti lima puluh orang murid tersebut.
Ma Guang langsung melesat terbang ke udara untuk membawa mereka ketempat dimana para leluhur dan juga Yuan Jiali berada.
__ADS_1
Hal itu di lakukannya enam kali dalam semalam.
Sehingga para murid yang di antarkan Ma Guang kini sudah berjumlah dua ratus lima puluh orang.
Saat hari sudah terang, Ma Guang langsung beristirahat untuk mengembalikan energi Qi miliknya yang sudah banyak terkuras.
Di hari itu juga, rombongan Duan Jun dan Tjia Annchi beserta tiga orang murid yang akan mengikuti kompetisi di ibu kota kekaisaran telah meninggalkan wilayah sekte tersebut.
Rombongan mereka di antar oleh patriak dan juga para petinggi sekte sampai ke pintu gerbang untuk memasuki sekte Bambu Kuning.
Duan Jun, Tjia Annchi dan juga ketiga murid tersebut, tidak mengetahui jika para anggota sekte akan di pindahkan ke tempat yang baru.
Hal itu agar supaya tidak terekspos keluar dan di ketahui oleh orang luar selain anggota sekte tersebut.
Saat hari mulai gelap, Ma Guang kembali melakukan aktivitasnya seperti malam sebelumnya.
Hal itu di lakukan selama lima malam berturut - turut, dan di malam keenam tinggal tersisa patriak, tetua agung, tetua penegak hukum, Su bersaudara, Duan Dazhong, Jia Dawei, Duan Meng dan juga Zhou Lu Yun.
Akhirnya rombongan terakhir itu pun langsung meninggalkan sekte Bambu Kuning.
Kini di sekte Bambu Kuning sudah terlihat sangat sepi, karena sudah tidak ada lagi pergerakan satu orang pun di area tersebut.
Sedangkan barang - barang sekte yang penting, semuanya sudah di masukkan Ma Guang ke dalam cincin ruang miliknya.
Akhirnya sekte Bambu Kuning kini tinggal bangunan - bangunan kosong yang masih tetap berdiri tegak tanpa ada penghuninya lagi.
Akhirnya rombongan terakhir dari anggota sekte pun tiba di tempat sekte yang baru.
Malam itu para petinggi sekte berkumpul di suatu bangunan darurat yang telah di buat oleh para murid sekte.
Patriak, para leluhur serta Ma Guang langsung memimpin pertemuan tersebut.
Leluhur agung Yao Fan langsung mengukuhkan bahwa identitas baru mereka ada anggota sekte Naga Surgawi.
Dan mulai dari saat itu, seluruh tanda pengenal sekte Bambu Kuning tidak akan di gunakan lagi karena mereka akan membuat tanda pengenal baru dari sekte Naga Surgawi.
Seluruh anggota sekte langsung menanggapinya dengan sorakan yang bergema di tengah hutan belantara tersebut.
Makhluk - makhluk yang menghuni hutan itu langsung merasa gentar dengan suara sorakan para anggota sekte.
Hewan buas dan juga para siluman yang berada di dekat wilayah tersebut langsung menjauh, karena mengingatkan mereka tentang seekor makhluk spiritual yang berada di area itu.
__ADS_1
~Bersambung~