Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 226. Di Serang Phoenix Api Surgawi


__ADS_3

Di atas samudera yang di selimuti kabut beracun, seorang pemuda sedang melesat terbang di atasnya.


Kekuatan mata ketiga milik sosok pria muda tersebut, terus menyelidiki segala sesuatu yang ada di setiap area yang dirinya lalui.


Saat sedang melesat terbang di atas lautan samudera tersebut, Ma Guang mulai merasakan ada makhluk surgawi yang sedang mengawasi kehadiran dirinya itu.


Walau pun tingkat kultivasinya sudah berada di tingkat pendekar dewa bumi namun pemuda itu tetap waspada dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.


Aura makhluk surgawi itu makin kentara dirasakan oleh Ma Guang.


Pemuda itu kemudian mengedarkan mata ketiga miliknya dan mulai menyisir setiap area yang dia lalui.


Namun dia belum menemukan keberadaan makhluk tersebut.


Kecepatan terbangnya kembali di tingkatkan untuk menghindari sesuatu yang belum bisa ditemukannya.


"Aura makhluk apa ini!? Mengapa aku tidak bisa menemukan keberadaannya!?". Gumam Ma Guang yang terus mencari keberadaan makhluk tersebut.


Setelah beberapa jam melakukan perjalanan, seekor burung phoenix api melesat dengan cepat menyerang pemuda itu dengan api hitam yang dia miliki.


Ma Guang yang merasakan ada bahaya yang mengancamnya dari belakang langsung menghindari serangan tersebut.


Serangan api dari phoenix api itu mengenai udara kosong.


"Sialan! Sepertinya makhluk inilah yang mengikutiKu sejak awal, kenapa dia baru menyerang diriku setelah sudah beberapa jam berlalu!?". Gumam Ma Guang yang merasa heran.


Phoenix api itu kembali menyerang Ma Guang dengan cakarnya.


Pendekar muda itu kembali menghindari serangan tersebut sambil meraih pedang tingkat dewa yang berada di dalam cincin penyimpanannya.


Cakar phoenix api kembali menerkam udara kosong.


Karena serangannya terus mengenai udara kosong, kini makhluk itu langsung menyerang Ma Guang dari depan sambil bersiul panjang.


Gelombang suara siulan dari phoenix api itu melengking dan memekakkan telinga Ma Guang.


Pendekar muda itu langsung menutup telinga dengan kedua tangannya.


Namun gelombang suara dari makhluk itu masih tetap menerjang formasi pelindung Ma Guang.


Duuuaaarrr


Ledakan saat gelombang suara phoenix api itu membentur dinding formasi pelindung milik Ma Guang.


Namun karena dinding formasi pelindung milik pemuda itu sangat kokoh, sehingga hanya membuat tubuh Ma Guang terdorong jauh.

__ADS_1


Pemuda itu langsung kembali dan menyerang makhluk tersebut dengan jurus pedangnya.


Jurus pedang hampa yang di padukan dengan kecepatan terbang Ma Guang, menghasilkan suatu serangan yang sangat sulit untuk bisa di hindari oleh lawan yang berada di tingkat kultivasi yang sama dengannya dan bisa mengimbangi kecepatan serangan lawan yang berada satu tingkat di atasnya.


Ma Guang mulai mengayunkan pedangnya dan menebas kearah tubuh makhluk tersebut.


Bilah pedang yang kini sudah di aliri dengan energi Qi yang berbentuk petir tersebut langsung menerjang tubuh phoenix api.


Makhluk tersebut langsung menyemburkan api hitam pekat dari mulutnya untuk menyambut energi petir dari Ma Guang.


Tetapi serangan yang di keluarkan oleh phoenix api itu tidak membuahkan hasil yang baik, sebab energi petir milik Ma Guang tetap menerobos dan menembus api hitamnya.


Ceetttaaarrrr


Bunyi energi petir milik Ma Guang menerjang tubuh phoenix api tersebut.


Tubuh makhluk itu langsung terpental jauh.


Api di seluruh tubuhnya mulai meredup yang di akibatkan karena terkena serangan petir Ma Guang.


Pemuda itu tidak memberikan kesempatan sedikit pun kepada phoenix api itu.


Ma Guang langsung melesat menyusul tubuh makhluk itu yang terpental untuk kembali di serangnya.


"Tinju Peremuk Tulang." Teriak Ma Guang sambil mengerahkan energi Qi di kepalan tinju tangan kirinya dan melepaskan kearah tubuh phoenix api itu.


Ledakan kembali terjadi saat energi Qi milik Ma Guang mengenai tubuh makhluk tersebut.


Teriakkan kesakitan terdengar keluar dari mulut makhluk itu.


Namun baru saja tubuhnya merasa kesakitan, kini kembali lagi di serang oleh lawannya.


"Kamu telah salah memilih mangsa". Teriak Ma Fuang sambil mengayunkan pedang di tangan kanannya.


Tebasan energi Qi yang berbentuk seperti bulan sabit itu kembali mengarah ke tubuh makhluk tersebut.


Duuuaaarrr


Serangan tebasan pedang Ma Guang langsung mengenai tubuh makhluk itu tanpa bisa di hindarinya.


Tubuh phoenix api kembali terluka oleh serangan Ma Guang.


Makhluk itu kini tidak bisa lagi mengontrol tubuhnya agar bisa mengambil posisi menyerang dan juga bertahan.


Tubuh makhluk itu terus terjatuh dari ketinggian dan juga terus di susul oleh Ma Guang sambil melesatkan serangannya.

__ADS_1


Api di tubuh makhluk itu kini mulai meredup dan perlahan - lahan mulai padam.


Ma Guang dengan cepat langsung menangkap tubuh makhluk itu dan langsung mengambil inti jiwa serta batu permata yang di miliki makhluk itu serta langsung memasukkan tubuh makhluk itu kedalam cincin penyimpanannya.


Saat sudah selesai dengan apa yang di lakukannya, Ma Guang kembali melesat terbang melanjutkan perjalanannya.


Namun beberapa saat kemudian, mata pemuda itu dapat melihat sebuah pulau kecil di tengah - tengah samudera luas di bawahnya.


Ma Guang merasa penasaran dengan pulau kecil itu, sehingga dirinya langsung turun untuk memeriksa pulau tersebut.


Aura intimidasi yang sangat kuat berasal dari pulau kecil itu mulai dirasakan oleh Ma Guang yang kini mulai mendekatinya.


Kekuatan formasi pelindung tubuh pemuda itu langsung di tingkatkan.


Aura raja naga surgawi langsung merembes keluar dari tubuh Ma Guang untuk melawan aura intimidasi yang kuat dari pulau itu.


"Mengapa aura intimidasi ini mirip dengan aura intimidasi yang di keluarkan oleh phoenix api tadi!? Apakah ini sarang dari makhluk tersebut!?". Gumam Ma Guang di dalam hatinya sambil terus mendekati pulau itu.


Energi spiritual di pulau itu pun mulai terasa sangat kuat, hampir setara dengan aura spiritual yang ada di dunia dewa surgawi yang Ma Guang temukan.


Pemuda itu sangat berhati - hati untuk memasuki area pulau itu. Kakinya kini telah berpijak di atas permukaan tanah pulau itu.


Pemuda itu langsung mengaktifkan mata ketiga miliknya untuk memeriksa setiap sudut pulau itu, hingga akhirnya matanya tertuju ke sebuah mulut goa yang berada di dinding tebing bukit setinggi ratusan meter yang berada tepat di tengah - tengah pulau tersebut.


Pemuda itu kemudian melesat terbang lagi dan menuju ke mulut goa yang dia lihat tersebut.


Saat dirinya sudah tiba di mulut goa, semburan api hitam langsung menyambut pemuda itu dengan sangat cepat menyembur keluar dari dalam goa itu.


Ma Guang langsung melesat ke samping untuk menghindari semburan api hitam itu.


Saat semburan api hitam itu menyembur keluar dari dalam goa, tiga ekor phoenix api juga langsung melesat keluar dari dalam goa.


Mata Ma Guang langsung terbelalak saat melihat tiga ekor makhluk surgawi itu secara berturut - turut keluar dari dalam goa dan langsung mengepungnya.


Kini tubuh Ma Guang sudah terdesak.


Di belakang pemuda itu tebing yang menjulang tinggi dan di depan pemuda itu kini sudah ada tiga ekor phoenix api yang sudah bersiap untuk menerjangnya.


Ma Guang langsung kembali meraih pedang pusaka dewa miliknya dan bersiap untuk menyerang ketiga makhluk itu.


Pemuda itu kini mulai menyatukan jurus pedang cahaya dan jurus pedang hampa miliknya.


Hal itu di sebabkan karena jurus pedang hampa milik Ma Guang hanya memiliki kelebihan pada teknik gerakannya yang sulit untuk di tebak serta di antisipasi oleh sang lawan.


Sedangkan jurus pedang cahaya miliknya memiliki kelebihan sebagai penghancur lewat cahaya yang akan keluar dari bilah pedang tersebut.

__ADS_1


Ketiga makhluk surgawi yang berada di depannya, kini telah bersiap juga untuk menyerang Ma Guang.


~Bersambung~


__ADS_2