Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 70. Provokasi Di Sebuah Kedai


__ADS_3

Mereka berlima secara sembunyi - sembunyi masing - masing langsung menelan penawar racun agar bisa terhindar dari serangan andalan anggota sekte Seribu Racun.


Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya pesanan makanan serta minuman mereka pun tiba.


Ma Guang langsung memeriksa dengan persepsi penciuman serta perabanya di setiap makanan dan minuman yang telah di hidangkan.


Namun tidak ada yang di racuni.


Akhirnya mereka menikmati hidangan yang sudah tersedia tersebut.


Beberapa saat kemudian, masuklah salah satu anggota yang telah berbicara dengan wakil ketua kelompok mereka.


"Bagaimana! Apakah kita sudah boleh untuk beraksi?." Tanya salah satu dari mereka sambil berbisik.


"Iya! Kita sudah boleh bergerak. Akan tetapi kita berpura - pura mengganggu ketiga wanita tersebut. Setelah mereka bereaksi, kita langsung menebarkan bubuk beracun kepada mereka." Ucap anggota yang telah berbicara dengan wakil ketua kelompok mereka.


"Baik! Kalau begitu, ayo kita mulai!." Kata salah satu dari mereka.


Rencana mereka tersebut adalah untuk memancing reaksi kelompok Ma Guang agar mengaktifkan tenaga dalam dari mereka sehingga racun yang akan di tebarkan bisa berfungsi dengan baik.


Mereka akhirnya mendekati meja yang di tempati oleh kelompok Ma Guang.


"Hai nona - nona cantik! Apakah kami bisa mengenal kalian lebih dekat lagi?." Ucap salah satu dari mereka.


"Ternyata seperti ini cara mereka untuk mencari masalah dengan kita!?." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


"Tidak mau! Siapa juga yang mau kenal dngn kalian!?." Ucap Xia Jiao menanggapi perkataan salah satu dari mereka.


"Bagaimana kalau mengenal nona - nona sekalian untuk semalam ini saja!? Bolehkan seperti itu?." Ucap pria itu lagi.


"He...he...he...he...he...he." tawa anggota kelompok yang lain.


"Jaga mulutMu itu!?." Ucap tetua Sim Lan yang mulai terpancing emosinya.


"Melihat gadis - gadis cantik seperti kalian bertiga, bagaimana mungkin para pria tidak merasa tertarik dan tidak ingin memiliki kalian, pasti semua pria akan menginginkan kalian untuk bisa bersama walau pun hanya untuk semalam saja." Ucap pria yang lain sambil tersenyum mesum.


"Tutup mulutMu itu! Kalau tidak, aku akan merobeknya dengan pedangKu ini." Ucap tetua Sim Lan.


Memang Ma Guang belum bereaksi, karena dirinya sedang memikirkan strategi apa selanjutnya yang akan mereka terapkan.


Tangan kanan Ma Guang langsung terangkat memberikan isyarat kepada tetua Sim Lan untuk tidak merespon mereka lebih serius lagi.

__ADS_1


Tetua Sim Lan yang ingin segera berdiri langsung mengurungkan niatnya setelah melihat isyarat yang Ma Guang tunjukan.


"Tuan - tuan! Kami tidak pernah sekali pun menyinggung atau pun mengganggu aktivitas dari kalian, jadi aku mohon untuk tidak mengganggu juga keberadaan kami di tempat ini." Ucap Ma Guang dengan santun.


"Kami tidak berbicara denganMu! Jadi jangan pernah ikut campur dengan urusan kami." Ucap salah satu dari mereka sambil tangan kanannya memegang gagang pedang miliknya seakan ingin mencabutnya.


Setelah mendengar serta melihat gerakan yang di tunjukan oleh pria tersebut. Hanya dalam hitungan detik saja Ma Guang langsung bergerak dengan kecepatan seorang pendekar suci untuk menyerang kelima orang tersebut.


Putuk...putuk...putuk...putuk...putuk


Bruk...bruk...bruk...bruk...bruk


Bunyi kepala kelima orang tersebut yang jatuh ke lantai kedai tersebut dan di ikuti dengan bunyi tubuh mereka yang ambruk juga di lantai kedai.


Pemuda itu melesat dan di ikuti dengan gerakan tangannya yang mencabut pedang dari sarungnya serta langsung menebas leher kelima.


Wakil ketua kelompok yang melihat kejadian itu, hanya bisa terpanah dan seakan tidak percayah dengan apa yang di lihatnya itu.


Pria itu hanya bisa melihat saat kepala kelima anggotanya sudah terpisah dari tubuhnya.


Sedangkan serangan yang di lancarkan oleh Ma Guang tidak bisa di lihatnya.


"Apa! Bagaimana caranya sehingga kelima anggotaKu bisa mengalami hal seperti itu? Siapa yang melakukannya!?." Gumam wakil ketua itu.


Setelah dirinya ingin melangkah untuk meninggalkan kedai itu dengan berjalan melalui jalan belakang, sosok seorang pemuda sudah berdiri menghalangi jalannya.


Mata Wakil ketua itu pun langsung terbelalak karena kaget dengan kehadiran Ma Guang yang sudah berada di depannya.


"Maaf tuan muda! Tuan muda telah menghalangi jalanKu." Ucap wakil ketua tersebut berpura2 tidak memiliki masalah dengan Ma Guang.


"Kenapa jika aku telah menghalangi jalanMu!? Apakah tidak boleh?." Ucap Ma Guang menanggapi perkataan pria didepannya.


"Bukan seperti itu tuan muda! Tetapi maksudKu, aku sedang mengerjakan pekerjaanKu di dapur, jadi mohon pengertiannya dari tuan muda." Ucap pria itu lagi agar Ma Guang bisa memberikan jalan untuk dirinya lewati.


"Oh seperti itu yah!? Baiklah kalau begitu, silahkan tuan melanjutkan aktivitas tuan." Ucap Ma Guang sambil memberikan jalan kepada pria tersebut.


Merasa berhasil mengelabui Ma Guang, pria itu pun langsung berjalan meninggalkan pemuda tersebut.


"Ternyata pria itu mampu ku kelabui juga." Gumam pria itu dengan senyumannya yang merasa bangga.


"Kamu pikir bisa melarikan diri dariKu? Itu tidak akan terjadi." Gumam di dalam hati Ma Guang yang membiarkan pria itu pergi.

__ADS_1


Namun hal yang di lakukan oleh Ma Guang hanyalah bagian rencana darinya untuk menemukan anggota kelompok yang lain didalam desa tersebut.


Ma Guang mengikuti pria yang di lepasnya itu sambil menjaga jarak darinya dan meningkatkan persepsinya agar bisa terus mengikuti pria tersebut tanpa di ketahui oleh pria itu.


Sedangkan pikiran serta perasaan pria tersebut sudah merasa lega dan sangat senang karena terlepas dari Ma Guang.


"Untung saja dia tidak mencurigaiKu, jika pemuda itu mencurigaiKu, pasti aku akan mengalami nasib yang sama dengan kelima anak buahKu." Gumam wakil ketua kelompok dari sekte Kalajengking Merah.


Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya pria itu tiba di depan pintu gerbang sebuah kediaman yang terlihat lebih megah di antara rumah - rumah yang ada di desa tersebut.


Terlihat dua orang penjaga pintu gerbang kediaman tersebut, langsung memberikan hormat kepada pria yang baru saja tiba itu. Dan langsung membukakan pintu gerbang untuknya.


Melihat hal itu, Ma Guang langsung meyakini, bahwa pimpinan kelompok tersebut pasti berada di tempat itu.


Pemuda itu dengan cara diam - diam langsung memasuki kediaman tersebut tanpa di ketahui oleh kedua orang penjaga di pintu gerbang. Hal itu di lakukan oleh Ma Guang, untuk mengantisipasi hal terburuk jika dirinya langsung menyerang kedua penjaga itu.


Jika dirinya langsung menyerang, bisa saja ada sandra yang berada di dalam kediaman itu, yang akan menjadi tameng serta akan menjadi korban dari para anggota kelompok tersebut.


Dengan penuh kehati - hatian, pemuda itu mulai menelusuri setiap bangunan yang berada di kediaman itu dan mulai mendengar setiap pembicaraan orang - orang yang berada di dalam setiap bangunan yang dia lewati.


Ada begitu banyak pembicaraan yang dia dengar namun kesemuanya adalah anggota dari kelompok sekte Seribu Racun.


Akhirnya pria yang di ikuti oleh Ma Guang sudah tiba di suatu bangunan yang lebih besar juga dari setiap bangunan yang ada di wilayah kediaman tersebut.


Ma Guang langsung melesat dari atap bangunan satu ke bangunan yang di masuki oleh pria yang di ikutinya.


"Ketua Pan! Lima anggota yang membantuKu di kedai telah terbunuh. Dan hal itu di lakukan oleh seorang pemuda yang menggunakan pakaian dari sekte Bambu Kuning." Ucap pria itu tanpa basa - basi lagi.


"Apa!? Bagaimana bisa seperti itu?." Ucap seorang pria yang berusia 50-an tahun tersebut.


"Aku juga tidak bisa melihat gerakan dari pemuda itu, yang aku lihat semua kepala dari anggota kita sudah terpisah dari badan mereka masing - masing." Ucap wakil ketua menjelaskan.


"Tidak mungkin! Apakah pemuda itu yang membuat sekte Bambu Kuning menjadi kuat!?." Gumam ketua itu.


"Apa!? Maksud ketua pendekar muda itu adalah Ma Guang!?." Ucap wakil ketua dengan wajah yang langsung memucat.


"Berarti benar pemuda itu sudah menjadi pendekar suci. Sehingga diriMu tidak dapat untuk melihat kecepatan gerakan serangannya." Ucap ketua Pan.


"Jadi apa yang harus kita lakukan sekarang ini!?." Tanya wakil ketua.


"Apakah pemuda itu mengetahui bahwa diriMu juga adalah bagian dari mereka berlima yang telah terbunuh itu!?." Tanya ketua Pan.

__ADS_1


"Sepertinya pemuda itu tidak mencurigai diriKu. Jika dia mencurigai diriKu, pasti aku sudah tidak bisa melaporkan apa yang telah terjadi dengan kelima anggota kita yang telah terbunuh." Ucap wakil ketua dengan yakin.


"Apa yang kau katakan!? Aku tidak mencurigai diriMu!?." Tanya Ma Guang dengan senyum yang sinis kepada kedua orang tersebut.


__ADS_2