Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 209. Kematian Makhluk Surgawi


__ADS_3

Tubuh Ma Guang kini sudah dalam keadaan lemah, pemuda itu kembali menelan pil untuk mengembalikan energi Qi miliknya sambil berlindung di dalam formasi pelindung miliknya.


Di dasar jurang yang dalam, seekor macan tutul mulai bangkit dan bersiap untuk kembali menyerang Ma Guang.


Saat makhluk itu mengerahkan kekuatannya dan bersiap untuk melesat keatas menyerang Ma Guang, tubuhnya langsung kembali terjatuh lagi dan terbaring di atas bongkahan - bongkahan es yang tebal.


"Sial! Kenapa tubuhKu saat ini terasa seperti sudah hancur berkeping - keping? Bagaimana mumgkin serangan seperti itu bisa melukai diriKu?". Gumam sang Macan tutul.


Makhluk itu kemudian mulai memeriksa tubuhnya.


Makhluk surgawi itu langsung merasa terkejut karena serangan Ma Guang dapat menghancurkan kedua kaki depannya yang saat itu ingin menerjang pemuda itu.


"Bagaimana mungkin aku bisa terluka oleh serangan makhluk rendahan seperti dirinya? Aku harus cepat untuk memulihkan kedua kakiKu ini, agar aku bisa menerkam pemuda itu lagi". Gumam makhluk tersebut sambil mengumpulkan energi surgawi miliknya untuk memulihkan kembali kedua tulang kakinya yang patah.


Beberapa saat kemudian, bongkahan es yang besar kembali terjun kejurang tempat dimana macan tutul itu berada.


Longsoran itu kembali terjadi di sebabkan karena getaran ledakan energi dari serangan Ma Guang yang berbenturan dengan terjangan cakar macan tutul yang di selimuti oleh energi es surgawi.


Bruuaaakkk


Bongkahan es itu langsung menimpa tubuh sang macan tutul itu.


Ledakan energi surgawi langsung keluar dari tubuh makhluk itu dan menghancurkan bongkahan es yang menimpa tubuhnya.


Penyembuhan yang di lakukan oleh makhluk itu tidak dapat di lanjutkan karena gangguan tersebut.


Ma Guang yang telah selesai memulihkan energi Qi miliknya langsung kembali menyerang makhluk tersebut.


Pemuda itu melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke dasar jurang di mana makhluk itu berada dengan serangan puncaknya.


"Bola Api Naga". Teriak pemuda itu saat sudah berada di dekat makhluk tersebut sambil melepaskan bola api hitam dengan petir hitam yang berderak serta telah di aliri energi inti jiwa sang raja naga surgawi.


Macan tutul tersebut langsung menyambutnya dengan semburan energi es surgawi miliknya.


Booommm


Kedua serangan itu saling berbenturan, tetapi hal itu berbeda dengan serangan Ma Guang sebelumnya yang mampu di hancurkan oleh energi es surgawi milik hewan tersebut.

__ADS_1


Kini kekuatan serangan api hitam milik Ma Guang bisa menghancurkan serangan energi es milik macan tutul tersebut dan langsung mengenai tubuhnya.


Kabut putih langsung bertebaran di dasar jurang tersebut.


Bongkahan es yang besar hancur menjadi kabut putih sehingga di dasar jurang itu kini tercipta lubang yang membentuk pola seperti jaring laba - laba yang di tengah - tengahnya terbaring seekor macan tutul yang sudah terluka parah.


Pemuda itu langsung mendarat di samping tubuh makhluk tersebut dan langsung menebas leher hewan surgawi itu dengan pedang dewa miliknya.


Setelah kepala dan tubuh hewan itu terpisah, dari dalam tubuhnya keluar sebuah benda bulat seperti kelereng yang bercahaya ingin meninggalkan tubuh makhluk tersebut.


Dengan secepat kilat, tangan Ma Guang langsung meraihnya dan memasukkan benda itu kedalam guci kecil miliknya.


Benda itu adalah inti jiwa dari makhluk tersebut.


Setelah mengambil inti jiwanya, Ma Guang langsung mengambil batu permata dari hewan itu dan langsung menyimpannya.


Kedua benda berharga yang baru saja di perolehnya tersebut, itu tidak bisa dia gunakan, hal itu disebabkan karena di dalam tiga ruang dantian miliknya kini sudah ada tiga unsur yang berbeda, yaitu energi angin, energi petir dan juga energi api.


Pada saat ini, Ma Guang lebih membutuhkan inti jiwa dari seekor makhluk spiritual, yaitu naga petir, agar bisa di sandingkan dengan dua inti jiwa di kedua ruang dantiannya yaitu naga angin dan naga api.


Ma Guang hanya membutuhkan dua makhluk surgawi untuk dirinya, yaitu seekor burung phoenix atau seekor naga.


Ma Guang pun langsung memasukkan tubuh macan tutul itu kedalam cincin ruang miliknya.


Karena daging dari hewan itu sangat baik untuk meningkatkan kualitas tulang dan otot miliknya.


Walau pun kualitas tulang dan ototnya sudah meningkat, namun hal itu bukanlah kualitas yang sesungguhnya, sebab hal itu tidak bersifat permanen.


Ma Guang langsung melesat terbang dan kembali memasuki goa yang di diami oleh makhluk yang baru saja dia kalahkan itu.


Di dalam goa tersebut, pemuda itu dapat merasakan suhu udara di tempat itu sangat dingin, hingga menusuk ke dalam tulangnya.


"Sepertinya di tempat ini ada sesuatu yang sangat berharga yang di jaga oleh makhluk tersebut".


"Namun sesuatu yang berharga ini kemungkinan besar adalah suatu benda yang memiliki energi yang sangat dingin, lebih dingin dari energi yang dimiliki oleh macan tutul itu".


Ma Guang terus berjalan dengan sangat berhati - hati sambil memperhatikan setiap sudut ruangan di dalam goa itu.

__ADS_1


Hingga akhirnya pemuda itu menemukan sebuah kolam yang berada di sudut ruangan yang letaknya sejauh ratusan meter dari mulut goa.


Di atas permukaan kolam tersebut tampak seperti kabut putih yang mengambang diatasnya dengan energi dingin yang terasa seperti ingin membekukan tubuh pemuda itu.


Ma Guang mengedarkan energi panas dari dalam dantiannya untuk melindungi tubuhnya dari energi dingin itu sambil terus melangkahkan kakinya untuk mendekati kolam itu.


Saat tubuhnya telah berada di pinggiran kolam itu, Ma Guang langsung menggunakan kekuatan mata ketiga miliknya untuk memeriksa apa yang ada di dasar kolam itu.


Namun usaha yang di lakukannya hanya sia - sia, sebab kekuatan mata ketiga miliknya tidak bisa untuk menembus kedalaman air di kolam itu.


"Sangat misterius! Kekuatan mata ketiga milikku saja tidak bisa untuk melihat dasar kolam ini".


"Sebenarnya apa yang berada di dalam kolam ini?". Pikir Ma Guang penasaran.


Pemuda itu langsung memeriksa kembali permukaan kolam itu jika saja memiliki formasi pelindung yang telah di pasang agar tidak bisa di masuki oleh siapa pun.


Namun usahanya tersebut tetap sia - sia, karena dirinya tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapannya.


Pemuda itu langsung berpikir dan menemukan jawabannya bahwa kolam tersebut adalah kolam dengan energi es surgawi.


Dan kolam itu bisa di gunakan untuk menempa tubuh seorang pendekar hingga bisa mencapai tingkat pendekar dewa.


Tidak hanya itu saja, di dasar kolam seperti itu biasanya memiliki inti es abadi. Sehingga hal itu sangat baik jika di serap oleh seorang kultivator.


Ma Guang sendiri adalah seorang kultivator yang mempelajari energi unsur panas, sedangkan harta berharga yang dia temui kali ini adalah energi unsur dingin yang sangat bertolak belakang.


Atau bisa di sebut sebagai energi Yin dan Yang, energi negatif dan energi positif. Karena tidak bisa di gabungkan.


"Apa yang harus aku lakukan dengan harta yang berharga ini?". Gumam Ma Guang yang menjadi bingung dengan apa yang dia temukan


"Hal ini sebenarnya sangat berharga bagi nona Bing Bihai untuk meningkatkan kultivasinya sebagai seorang kultivator es". Gumam pemuda itu lagi.


Dan memang benar saja, sebab keempat wanita yang dia kenal, yaitu Xia Jiao, Yuan Jiali, Duan Meng dan juga Zhou Lu Yun tidak ada satu pun dari mereka yang memiliki kemampuan energi unsur es di dalam tubuh mereka.


Keempatnya masing - masing hanya memiliki energi unsur api sama seperti dirinya.


Sehingga hanya unsur angin, petir, dan unsur tanah yang bisa di padukan dengan energi unsur api milik mereka.

__ADS_1


Akhirnya Ma Guang memutuskan untuk memasang formasi pelindung di lorong untuk menuju kearah kolam tersebut dan langsung keluar sambil meruntuhkan langit - langit mulut goa itu agar tidak bisa di temukan oleh orang lain sambil menciptakan juga formasi pelindung di sekitar area tersebut.


~Bersambung~


__ADS_2