Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 152. Rencana Sekte Bambu Kuning


__ADS_3

Semuanya langsung menatap kearah datangnya suara tersebut.


Ma Guang langsung mengetahui bahwa orang tersebut adalah Duan Jun.


Saat Ma Guang dan juga Yuan Jiali menyusul putri Zhou Lu Yun, Duan Jun yang mengetahui bahwa Tjia Annchi juga sedang bersama dengan putri, pemuda itu langsung menyusul mereka.


Namun karena kecepatan ilmu meringankan tubuhnya masih lebih rendah dari Ma Guang dan juga Yuan Jiali, sehingga pemuda itu mengalami kesulitan untuk mengejar keduanya.


"Jun'er! Ucap seorang tetua menyapa pemuda yang baru saja tiba tersebut.


"Murid memberi hormat kepada para tetua". Ucap Duan Jun memberi hormat kepada lima orang tetua yang berada di tempat itu.


Para tetua hanya mengisyaratkan dengan tangan mereka yang menyatakan bahwa mereka sudah menerima hormat yang Duan Jun berikan.


Namun dari wajah para tetua tersebut, memandang Duan Jun seakan merasa ada suatu hal yang mengganjal di pikiran mereka masing - masing.


Setelah beberapa saat mereka terdiam, akhirnya salah satu dari mereka bersuara untuk memecahkan keterdiaman mereka.


"Jun'er! Apakah kamu sudah menerobos menjadi pendekar suci?". Tanya seorang tetua.


"Iya tetua, murid sudah menerobos menjadi pendekar suci". Jawab Duan Jun sambil tersenyum.


"Jadi, selama ini kamu terus menyembunyikan kemampuanMu itu?". Tanya tetua lagi.


"Iya tetua, itu semua adalah permintaan dari adik Ma Guang agar tidak terlalu mencolok bagi murid - murid yang lain". Ujar Duan Jun.


Akhirnya lima orang tetua itu langsung mengangukan kepala mereka yang menandakan bahwa mereka sudah mengerti dengan apa yang Duan Jun lakukan.


"Berarti tetua Duan Dazhong saat ini sudah menerobos dan menjadi pendekar suci juga kalau begitu". Ujar seorang tetua lagi.


"Iya tetua, ayahKu sudah menerobos juga dan telah menjadi seorang pendekar suci". Jawab Duan Jun.


"Baiklah! Saat ini lebih baik kita segera kembali ke sekte dulu, karena ada beberapa hal yang akan aku bicarakan dengan para petinggi sekte". Ucap Ma Guang sambil meraih tubuh putri Zhou Lu Yun dan menggendongnya serta langsung melesat ke udara dan di ikuti oleh Yuan Jiali, Duan Jun yang menggendong Tjia Annchi dan juga para tetua tersebut.

__ADS_1


Mereka melesat dari atas pohon yang satu ke atas pohon yang lain untuk menuju kembali ke sekte Bambu Kuning.


Setelah melakukan perjalanan beberapa saat kemudian, mereka akhirnya memasuki wilayah sekte Bambu Kuning.


Semuanya langsung di suguhkan dengan bau yang tercium seperti bau daging bakar.


Dan benar saja, mayat - mayat yang awalnya berserakan, kini sudah tidak terlihat lagi, dan yang terlihat saat ini hanyalah nyala api yang besar di area yang terletak di luar lingkungan kediaman serta tempat untuk beraktivitas para penghuni sekte itu.


Ternyata, mayat - mayat tersebut karena jumlahnya terlalu banyak, sehingga mereka tidak bisa untuk menguburnya, dan jalan satu - satunya hanyalah membakarnya.


Hanya para petinggi serta para murid di sekte itu saja yang di kuburkan dengan layak oleh para murid serta para tetua sekte Bambu Kuning.


Ma Guang pun langsung menuju ke aula utama dari sekte Bambu Kuning.


Setelah rombongannya tiba di depan aula utama sekte, pemuda itu langsung di persilahkan masuk oleh para murid yang berjaga.


Ma Guang langsung memasuki bangunan itu.


"Guang'er, silahkan duduk". Ucap Patriak Yao Han sambil tangannya mengisyaratkan kepada Ma Guang untuk menduduki kursi yang telah di sediakan untuknya.


Di kursi utama kini sedang duduk patriak Yao Han dan di sebelah kanannya duduk juga leluhur Agung Yao Fan, serta di sebelah kiri dan kanan mereka terlihat ada dua belas pria paruh bayah yang sedang duduk.


Sedangkan untuk Ma Guang sendiri, dirinya duduk di sebelah kiri patriak.


Patriak pun langsung memulaikan pembahasan mereka tentang serangan yang di pimpin oleh dua orang Ketua sekte aliran hitam serta akibat yang di hasilkan karena serangan tersebut.


"Para leluhur serta para tetua sekalian, hari ini adalah hari terberat yang kita telah lalui bersama, karena peristiwa yang baru saja terjadi, telah membuat sekte kita kehilangan begitu banyak murid dari pendekar awal, pendekar ahli hingga puluhan orang pendekar raja dari tingkat awal hingga tingkat puncak. Kini jumlah anggota kita tinggal lima ratus orang lebih yang tersisa, sehingga kita harus membuka penerimaan murid baru untuk sekte kita ini... apakah ada masukan atau saran dari semua yang hadir di tempat ini?".


Seorang tetua tingkat rendah langsung berdiri dan mengemukakan pendapatnya.


"Mohon ijin patriak...!!! Menurut saya hal itu memang sangat baik untuk sekte kita lakukan, akan tetapi, bagaimana jika kita terlebih dahulu membicarakan tentang maksud dan tujuan dari penyerangan yang di pimpin oleh kedua ketua sekte besar aliran hitam tersebut, serta apa langkah yang akan kita lakukaƱ terhadap kedua sekte itu".


"Saat aku sedang berhadapan dengan mereka berdua, Heise Chizi saat itu meminta kepadaKu untuk memberikan kitab yang membuat peningkatan kekuatan sekte kita menjadi kuat dengan cepat, sehingga menurutKu, itulah alasan mereka sehingga menyerang sekte kita". Patriak menjelaskan kepada semua yang hadir tentang hal apa yang di mintakan kepadanya oleh Heise Chizi.

__ADS_1


"Tentunya hal itu tidak bisa untuk di berikan kepada mereka, sebab hal itu akan membuat mereka lebih leluasa lagi untuk melakukan kejahatan yang mereka inginkan". Terang salah satu ketua tingkat rendah.


"Hal itu bukan saja tidak bisa di berikan, tetapi memang apa yang mereka cari tersebut, sudah tidak ada lagi, sebab kitab tersebut sudah aku musnahkan, dan secara keseluruhan isi dari kitab itu, sudah ada di dalam diriKu, jadi mereka harus menangkap diriKu atau juga mereka harus membunuhKu". Ucap Ma Guang meluruskan apa yang mereka bicarakan.


"Setelah kegagalan yang mereka alami di hari ini, menurutKu, mereka pasti tidak akan melakukan penyerangan lagi kesini, melainkan, mereka akan kembali menghimpun kekuatan terlebih dahulu serta akan kembali membentuk sebuah aliansi yang lebih besar lagi untuk menyerang sekte ini di kemudian hari, sehingga kita juga harus mengembangkan kekuatan kita agar bisa mengantisipasi hal itu". Leluhur Agung Yao Fan memberikan tanggapan tentang pembahasan yang sedang berlangsung.


"Jadi, apakah kita tidak akan menyerang balik mereka?". Tanya salah satu tetua.


"MenurutKu, kita tidak bisa melakukan hal tersebut jika tidak memperhitungkan setiap situasi yang terjadi akhir - akhir ini. Karena kami juga telah di serang oleh pasukan dari kerajaan Qi ini. Dan hal itu menggambarkan bahwa raja atau pun pangeran, saat ini mereka sedang bekerja sama dengan pemimpin sekte aliran hitam untuk menyerang kita". Ujar Ma Guang.


Pemuda itu pun melanjutkan kepada semua yang hadir di tempat itu agar memikirkan dengan matang setiap langkah yang akan di ambil untuk bertindak.


"Jika kita akan membuka pendaftaran untuk merekrut murid baru, aku takut juga jika ada penyusup di antara mereka yang tidak dapat kita ketahui". Lanjut Ma Guang lagi.


"Benar apa yang di katakan oleh tetua Ma. Kita harus memikirkan juga konsekuensi tersebut". Sambung seorang tetua.


Akhirnya leluhur Guang Zhi angkat bicara.


"MenurutKu, jika sekte kita memang harus kembali merekrut murid baru, sebaiknya kita fokus saja dengan pasukan yang Guang'er pimpin untuk menjadi murid di sekte kita ini, serta mengutus beberapa tetua untuk mencari pemuda dan remaja berbakat di kota Nanpi, kota Qiantong dan juga di kota Laoling".


"Iya, benar apa yang di katakan oleh leluhur Guang Zhi". Ucap salah satu tetua.


"Bagaimana menurut yang lain? Apakah kalian setuju dengan apa yang di sampaikan oleh leluhur Guang Zhi?". Tanya Patriak Yao Han.


"Begini saja, yang setuju dengan ide tersebut, silahkan berdiri". Ucap Ma Guang.


Setelah mendengar apa yang Ma Guang ucapkan, dengan spontan secara serentak, semuanya langsung berdiri.


Baiklah! Karena kalian semua telah menyetujui ide yang leluhur Guang Zhi telah sarankan, aku akan mengutus enam orang tetua tingkat rendah besok untuk pergi ke tiga kota tersebut dan rekrut setiap remaja berusia dua belas tahun keatas yang memiliki bakat. Sedangkan untuk pasukan milik Guang'er kami meminta petunjuk dariMu". Ucap patriak sambil menatap kearah pemuda tersebut.


"Aku setuju dengan hal itu, dan semua pasukanKu, mulai saat ini akan menjadi murid di sekte Bambu Kuning dan akan langsung berada di bawah perintah dari patriak, namun jika kalian di butuhkan, pakai kembali baju zirah kalian untuk kembali menjadi seorang prajurit". Ucap Ma Guang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2