Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 235. Kekalahan Raja Phoenix Api


__ADS_3

Mendengar teriakan Ma Guang, raja phoenix api langsung bergegas keluar dari goa bersama dengan tiga phoenix api lainnya.


Melihat Ma Guang yang kini datang bersama dengan seekor naga yang pernah bertemu dengannya, raja phoenix api makin geram.


"Ternyata dugaanKu memang benar! Kalian telah menyembunyikan makhluk rendahan ini untuk melindunginya." Tutur raja phoenix api sambil menatap ke arah jenderal Jiangjun.


"Lancang! Jangan pernah menyebut Penguasa kami dengan sebutan makhluk rendahan! Jika Penguasa mengijinkan kami untuk datang menyerangMu, pasti saat ini kamu sudah tidak bisa berkata - kata lagi seperti itu." Ujar Jiangjun dengan geram.


Mendengar perkataan dari Jiangjun, raja phoenix api langsung tertawa dan langsung berkata.


"Ha...ha...ha...ha...ha! Kamu pikir bisa dengan muda untuk kalian mengalahkanKu!? Jangan pernah bermimpi tentang hal yang tidak bisa kalian lakukan." Ujar raja phoenix api dengan nada suara yang sedikit angkuh.


"Burung tua! Sebelum aku mengambil seluruh inti jiwa dan batu permata kalian berempat, apakah ada kata - kata terakhir yang ingin kamu katakan kepadaKu!?." Tanya Ma Guang sambil menyeringai.


"Kamu terlalu percayah diri anak muda! Kamu pikir akan mudah untuk membunuhKu!? Silahkan kita mulai saja agar kamu bisa mengetahui bagaimana kekuatan kami yang sebenarnya." Tutur raja phoenix api dengan penuh percayah diri.


"Ternyata aku baru tahu, bahwa jika usia sudah sangat tua, keinginan untuk mati itu sangat besar."


"Apakah tidak ada rahasia yang akan kamu beritahukan kepadaKu tentang harta berharga yang kamu miliki selain inti jiwa dan batu permata milikMu!?."


Ujar Ma Guang yang terus memancing kemarahan sang raja phoenix api.


"Jenderal Jiangjun! Cepat kamu menjauh dari tempat ini!." Perintah Ma Guang yang langsung mengeluarkan energi yang sangat besar dari dalam tubuhnya.


Jenderal Jiangjun langsung melesat pergi menjauh dari tempat tersebut.


"Formasi Lingkaran Api Phoenix." Teriak raja phoenix api.


Ketiga phoenix api yang bersamanya langsung melesat terbang dan mengelilingi Ma Guang sambil berputar dengan cepat mengitari tubuh pemuda itu.


Kini tubuh pemuda itu telah di bungkus oleh api yang keluar dari tubuh ketiga phoenix tersebut yang terlihat seperti tornado api yang sangat panas.


Sang raja phoenix api langsung menyemburkan api hitam miliknya ke tornado api yang membungkus Ma Guang.


Api hitam itu yang menggulung secara vertikal, menghasilkan petir hitam yang berderak - derak menyengat tubuh Ma Guang.


"Sial! Hebat juga teknik mereka ini." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


Tiga pasang cakar secepat kilat mulai menyerang tubuh Ma Guang.


Kini pakaian yang digunakan oleh pemuda itu sudah mulai terkoyak.


Ma Guang pun langsung meningkatkan energi Qi miliknya untuk menghancurkan formasi tersebut.


Saat pemuda itu berinisiatif untuk menyerang formasi tersebut, energi Qi yang di milikinya langsung terhisap ke dinding formasi yang terbuat dari api yang kini telah di selimuti oleh petir dan juga tiga pasang cakar yang menyerangnya.

__ADS_1


Pemuda itu langsung menutup matanya, dan dalam sekejab mata, sebuah tombak langsung muncul di tangannya.


"Tombak Halilintar." Teriak Ma Guang sambil menyerang formasi tersebut dengan jurus tombak halilintar miliknya.


Petir hitam abadi langsung melesat keluar dari ujung tombak tersebut.


Booommm


Ledakan terjadi dan langsung membuat formasi api phoenix itu menjadi hancur.


Ketiga phoenix api yang mengaktifkan formasi itu langsung terhempas ke tiga arah yang berbeda.


Raja phoenix api langsung tersentak saat melihat sebuah tombak sudah berada di tangan lawannya itu.


Tombak tersebut juga sangat di kenali olehnya, sebab dirinya sudah pernah merasakan kehebatan dari tombak pusaka tersebut.


"Bagaimana mungkin tombak pusaka itu bisa berada di tangan pemuda itu!? Bukankah saat ini Long Dier yang sudah menjadi raja naga api surgawi!? Seharusnya tombak pusaka itu saat ini sudah berada di tangannya." Gumam raja phoenix api.


Sedangkan dirinya kini tidak lagi memperhatikan keadaan ketiga bawahannya yang kini sedang terluka parah.


Melihat situasi tersebut, Ma Guang langsung memerintahkan Jiangjun untuk menangkap ketiga burung api yang sedang terluka itu sambil melesat menyerang raja phoenix api.


Jiangjun yang mendengar perintah tersebut langsung melesat dengan cepat dan langsung mencengkeram tubuh ketiga phoenix api itu dengan cakarnya.


Raja phoenix api yang melihat hal itu bermaksud untuk mencegah Jiangjun, namun hal itu tidak bisa dia lakukan karena Ma Guang kini sudah melesat menyerangnya.


Gerakan phoenix api hitam untuk menghindari serangan tombak pusaka tersebut sangat cepat, namun tidak bisa berlari jauh dari serangan tombak itu.


Ma Guang mulai mengontrol tombak pusaka itu dengan kekuatan jiwa senjata miliknya.


Sedangkan raja phoenix api terus melancarkan serangan semburan api hitam miliknya serta ke untuk membendung serangan tombak yang di kontrol dari jarak jauh oleh Ma Guang.


Sesekali bunyi benturan pun terjadi antara cakar phoenix api hitam dengan tombak pembunuh naga tersebut.


Raja phoenix api itu terus menghindar, menangkis serangan tombak itu dengan cakarnya dan menyerang tombak itu dengan semburan api hitam miliknya.


Kini phoenix api hitam mulai menjadi bulan - bulanan tombak pusaka itu.


Booommm...booommm


Dua serangan berturut - turut mengenai tubuh phoenix api hitam itu.


Tubuh makhluk surgawi tersebut langsung terhempas dan menabrak dinding tebing yang menjulang tinggi.


Duuuaaarrr

__ADS_1


Bunyi ledakan yang di akibatkan karena tubuh phoenix api hitam yang membentur dinding tebing tersebut.


Ma Guang tidak menghentikan serangannya.


Tangannya seperti memerintahkan tombak pusaka itu untuk menyerang lagi tubuh lawannya itu.


Semburan api hitam keluar lagi dari mulut makhluk itu untuk menghalau serangan susulan yang datang untuk menyerangnya.


Namun karena kekuatan api hitam miliknya yang sudah tidak berada pada kekuatan puncaknya karena dirinya telah terluka akibat dua serangan sebelumnya, sehingga tombak tersebut dapat menerobos melewati serangan api hitam miliknya itu.


Duuuaaarrr


Bunyi ledakan kembali terjadi di saat tombak itu kembali menerjang tubuh targetnya.


Teriakan seekor burung langsung terdengar dari arah sang raja phoenix api.


Jika hanya serangan senjata pedang milik Ma Guang, makhluk itu tidak akan terluka seperti itu.


Namun karena serangan pusaka kuno dari ras naga tersebut, sehingga setiap kali terkena serangan tombak itu, tubuh raja phoenix api langsung mendapatkan luka serius di tubuhnya.


Saat tiga serangan tombak itu telah mengenai tubuh raja phoenix api dan terlihat sudah terluka parah, Ma Guang langsung menghentikan serangannya tersebut.


Tombak Ma Guang kini sudah tidak lagi menyerang targetnya, hal itu karena, jika secara terus menerus menyerang, bisa di pastikan akan menghancurkan tubuh phoenix api hitam tersebut.


Sehingga keinginan Ma Guang untuk mengambil inti jiwa serta batu permata milik makhluk itu tidak akan tercapai.


Pemuda itu langsung melesat mendekati sebuah lubang yang tercipta di dinding tebing tersebut.


Kini keadaan tubuh raja phoenix api sudah terluka parah.


Makhluk itu tidak menyangka bahwa kini kekuatan lawannya sudah meningkat jauh.


Apalagi Ma Guang telah memiliki juga tombak pusaka yang bisa melukainya.


Pemuda itu langsung mendekati tubuh phoenix api hitam itu dan mulai menarik inti jiwa serta mengambil batu permata milik makhluk tersebut secara paksa.


Dan hal itu langsung membuat kematian menjemput sang raja phoenix api.


Setelah mengambil kedua benda berharga yang ada di dalam tubuh lawannya, Ma Guang juga langsung memasukkan tubuh makhluk tersebut kedalam cincin ruang miliknya.


Tidak hanya itu saja, Ma Guang juga memasukkan ketiga tubuh phoenix api lainnya sambil mengambil inti jiwa dan juga batu permata yang mereka miliki.


Jiangjun yang melihat hal itu langsung berpikir bahwa nasib mereka akan menjadi seperti itu jika saja terjadi pertarungan di alam mereka.


Setelah selesai dengan keempat phoenix api itu, Ma Guang langsung melesat memasuki goa yang awalnya di tempati oleh para phoenix api itu untuk melihat apakah ada harta berharga yang mereka tinggalkan di tempat itu.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2