Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 66. Membantu Xia Jiao II


__ADS_3

Ketua sekte langsung menghadap raja Ma Yen untuk melaporkan informasi yang baru saja di dengarnya.


"Hormat kepada Yang Mulia Raja!." Ucap Ketua Xiezi sambil menangkupkan tangannya.


"Silakan duduk Ketua Xiezi!." Ucap raja Ma Yen.


Raja Ma Yen juga sangat menghargai serta menghormati pria tua yang ada di hadapannya itu. Baginya, ketua Xiezi adalah patner kerjanya untuk menginvasi setiap wilayah kerajaan lain.


"Ada hal penting apa yang membuat Ketua Xiezi hingga secara pribadi bertemu denganKu secara langsung!?." Ucap Raja Ma Yen.


"Yang Mulia! Aku baru saja mendapatkan informasi dari anggota sekteKu, bahwa ada seorang pemuda yang membunuh para tetua tingkat tinggi, tingkat menengah dan juga tingkat rendah yang berasal dari sekteKu."


"Terus! Apa hubungannya denganKu!?." Tanya Raja Ma Yen.


"Hubungannya dengan Yang Mulia Raja adalah, pergerakan kami untuk mengacaukan wilayah kerajaan Qi akan terbendung jika Raja Qi Guan Zhong meminta bantuan dari sekte tempat berasalnya pemuda tersebut. Aku bisa memastikan bahwa jika seseorang sudah bisa mengalahkan tetua tingkat tinggi dari sekteKu, berarti orang tersebut juga sudah berada di tingkat pendekar raja tingkat puncak. Yang mengherankan adalah, seorang pemuda yang sudah mencapai tahap tersebut bukanlah sesuatu yang biasa. Kemungkinan sekte itu juga menyimpan kekuatan besar yang mereka miliki." Ucap Ketua Xiezi.


"Aku sudah mengerti! Terus apa yang harus aku lakukan?." Tanya sang raja.


"Apakah pasukan kerajaan Chu sudah siap untuk berperang?." Tanya Ketua Xiezi.


"Untuk saat ini, kekuatan pasukan Ku sudah cukup siap untuk menyerang kerajaan Qi, tetapi sebaliknya dengan perbekalan kami." Ucap sang raja.


"Walau pun kekuatan pasukanKu cukup besar, akan tetapi itu tidak akan ada artinya jika kita kekurangan bahan makanan." Lanjut sang raja.


Mendengar hal itu, ketua Xiezi langsug memberikan solusi kepada sang raja.


"Bagaimana jika orang - orangKu menjarah setiap penduduk yang berada di setiap wilayah kerajaan Qi dan menyuplai bahan makan ke pasukan Yang Mulia!?." Ucap Ketua Xiezi.


"Begini saja! Bagaimana jika Ketua Xiezi merangkul sekte - sekte kecil aliran hitam dan juga bekerja sama dengan sekte - sekte besar aliran hitam yang lain dan mulai melakukan penyerangan di setiap wilayah kerajaan Qi!?."


Perbincangan kedua pria itu berlanjut namun belum mendapatkan keputusan yang tepat.


Di Sekte Bambu Kuning.


Saat malam telah tiba dan semuanya sudah selesai makan malam bersama, Ma Guang dan juga Xia Jiao sudah siap untuk melakukan apa yang telah mereka berdua rencanakan.


Tiga orang lainnya menatap ke arah mereka berdua.


"Kami pamit undur diri dulu. Saya akan membuka titik jalur meridian nona Xia." Ucap Ma Guang sambil berjalan meninggalkan ketiga orang lainnya.


Pemuda itu memasuki kamar yang di tempati oleh nona Xia.


Setelah sudah berada di dalam kamar Xia Jiao. Ma Guang langsung menutup pintu kamar tersebut.


Sedangkan Xia Jiao sudah mulai melucuti satu persatu pakaian yang menutup tubuhnya.


Setelah sudah tidak ada sehelai benang pun yang menempel di tubuh gadis itu. Tatapan mata Ma Guang langsung menajam seakan ingin menembus tubuh gadis tersebut.


"Bentuk tubuh nona Xia memang sangat indah dan seksi." Gumam Ma Guang dalam hatinya.


Mata pemuda itu tidak berkedip sedikit pun saat menikmati pemandangan yang ada di depan matanya itu.


"Apakah kita sudah bisa memulainya?." Tanya Xia Jiao yang sudah merasa risih dengan sikap pemuda itu.

__ADS_1


"Eehhh...iya...iya!." Ucap Ma Guang gelagapan.


Pemuda itu langsung mendekati tubuh gadis tersebut.


"Silakan nona Xia kerahkan tenaga dalam milik nona Xia, tetapi jangan di keluarkan dari dalam tubuh, cukup di dalam tubuh saja."


"Baik!." Jawab gadis itu sambil melakukan apa yang di perintahkan oleh Ma Guang.


Ma Guang langsung mengitari tubuh gadis itu sambil memperhatikan secara detail pergerakan energi tenaga dalam di dalam tubuh Xia Jiao.


Pemuda itu langsung menotok dan mengirimkan energi tenaga dalamnya untuk membuka setiap titik jalur meridian yang masih tertutup.


Mereka melakukannya dengan menghabiskan waktu selama 2 jam.


Jari tangan Ma Guang sudah menyentuh dan meraba berulang - ulang kali di tempat - tempat vital di tubuh gadis itu, ada 200 titik dari 361 titik meridian yang di buka oleh Ma Guang.


Setelah selesai membuka semua titik jalur meridian yang masih tertutup. Akhirnya dari mulut Xia Jiao keluar cairan yang berwarna merah.


"Uhuk."


Xia Jiao terbatuk dan darah segar keluar dari dalam mulutnya. Setelah beberapa saat kemudian, akhirnya tubuh Xia Jiao sudah pulih kembali dan terasa sudah lebih ringan dan lebih bertenaga.


Di kamar itu sudah tersedia wadah untuk mengantisipasi hal tersebut.


Ma Guang langsung memberikan mengusap darah di bibir gadis itu dengan kain yang telah di siapkan.


"Baiklah, aku akan keluar. Nona Xia silahkan membersihkan tubuh dahulu."


Tubuh Ma Guang langsung menjadi kaku seperti patung di akibatkan apa yang Xia Jiao lakukan.


Hati, pikiran serta perasaannya menjadi kacau tak menentu. Tidak ada kata - kata yang bisa keluar dari mulut pemuda itu.


Setelah beberapa saat kemudian Ma Guang sudah bisa mengendalikan situasi yang terjadi pada dirinya.


"Nona Xia! Aku ini laki - laki normal, jadi jangan seperti ini, aku takut, aku sudah tidak bisa mengontrol diriKu lagi." Ucap Ma Guang.


Akhirnya Xia Jiao menyadari bahwa tubuhnya masih dalam keadaan tidak tertutup sehelai benang pun.


Gadis itu langsung melepaskan pelukannya seraya berkata.


"Biarin! Yang penting itu adalah kamu, Aku juga sudah pernah melihat tubuhMu itu." Ucap gadis itu sambil tersenyum dan berlari menuju ke kamar mandi yang berada di kamarnya.


"He...he...he...he...he...itu sudah lama berlalu dan milikKu masih kecil, sudah berbeda dengan sekarang." Ucap Ma Guang lalu meninggalkan kamar tersebut serta langsung menutup kembali pintunya.


"Apa!? Jadi sudah tidak sama seperti dulu!?." Gumam Xia Jiao.


Setelah tiba di ruang tamu, tetua Sim Lan, Yuan Gao dan juga Yuan Jiali sedang duduk menanti Ma Guang.


"Pendekar Ma! Apakah sudah selesai membuka semua titik meridian Jiao'er?." Tanya tetua Sim Lan.


"Iya tetua! Semua berjalan sesuai dengan harapan." Jawab Ma Guang.


"Bagaimana dengan diriKu? Aku ingin membuka ruang dantian bagian tengah milikKu." Ucap tetua Sim Lan.

__ADS_1


Ma Guang langsung terdiam dan bingung untuk menjawabnya.


"Tetua Sim Lan! Tunggu saja nona Xia setelah dia sudah selesai membersihkan tubuhnya dan tetua menanyakan hal itu kepadanya." Ucap Ma Guang karena merasa tidak enak hati untuk memberitahukan hal itu secara langsung kepada wanita itu.


Mendengar perkataan pemuda itu, tetua Sim Lan langsung terdiam, karena merasa pemuda itu seperti tidak ingin membantu dirinya.


Melihat perubahan sikap serta mimik wajah dari wanita tersebut, akhirnya pemuda itu langsung mohon pamit undur diri dan langsung memanggil wanita itu untuk berbicara empat mata dengannya.


Wanita itu langsung berjalan mengikuti Ma Guang dari belakang.


Akhirnya mereka tiba di gazebo yang terletak di tengah taman belakang kediaman Ma Guang.


"Tetua! Silakan duduk!." Ucap Ma Guang yang juga langsung duduk di kursi yang ada.


"Tetua! Sebelumnya aku mohon maaf atas kata - kata yang aku katakan tadi."


"Tetapi sebenarnya hal itu tidak sesederhana yang tetua pikirkan. Untuk membantu tetua, aku akan mengajari nona Xia agar dirinya yang akan melakukan hal itu."


"Kenapa bisa seperti itu?." Tanya tetua Sim Lan.


"Untuk melakukannya, tetua harus melepaskan pakaian bagian atas milik tetua. Hal itulah alasannya kenapa aku tidak bisa melakukannya." Ucap Ma Guang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Apa!? Jadi seperti itu yah!?." Ucap tetua Sim Lan.


"Iya tetua!." Ucap Ma Guang sambil tersenyum merasa sedikit malu.


"Oh, aku pikir, pendekar Ma tidak ingin membantu Ku, ternyata hal itu penyebabnya." Ucap tetua Sim Lan sambil mengangukan kepalanya.


"Apakah tidak bisa di lakukan dengan cara yang lain?." Tanya tetua Sim Lan.


"Tetua Sim Lan! Jika ada cara lain yang aku ketahui, tentu saja aku akan melakukannya. Karena hanya dengan begitu persepsi visual melalui ketajaman penglihatanKu dan juga persepsi perabaanKu bisa mengetahui pergerakan aliran energi yang ada di dalam tubuh seseorang. Jika dalam keadaan tertutup dengan sesuatu, bagaimana bisa persepsi visualKu bisa lebih cepat menangkap pergerakan energi tenaga dalam seseorang." Ucap Ma Guang.


"Baiklah! Aku sudah mengerti sekarang." Ucap tetua Sim Lan.


"Kalau begitu, mari kita kembali lagi kedalam." Ucap Ma Guang sambil berdiri dan beranjak dari tempat itu.


Tetua Sim Lan juga langsung mengekor di belakang pemuda tersebut.


Setelah tiba kembali di ruang tamu, Ma Guang langsung duduk di kursi yang ada.


"Bagaimana dengan perkembangan paman Yuan?." Ucap Ma Guang.


"Aku baru selesai membersihkan sumsum tulangKu." Ucap Yuan Gao.


"Bagus kalau begitu! Tinggal memurnikan darah dan juga melakukan pembentukan otot pendekar, sehingga paman Yuan sudah siap untuk menjadi pendekar raja, karena tinggal melakukan penempaan tulang." Ucap Ma Guang.


"Terus bagaimana dengan perkembangan dari nona Jiali?." Tanya Ma Guang lagi.


"Aku masih melakukan apa yang pendekar Ma perintahkan. Dan diriKu tidak memiliki hambatan yang serius." Ucap Yuan Jiali.


"Bagus! Nona Jiali harus cepat mencapai tingkat ke 9 pendekar tahap awal." Ucap Ma Guang.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2