Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 207. Bertemu Makhluk Surgawi


__ADS_3

Rombongan tetua agung Xiang Zhang kini sudah tiba di sekte Naga Surgawi bersama dengan pasukan emas dan pasukan perak serta para murid baru dari sekte Bunga Persik yang baru bergabung.


Setelah tiba di sekte, tetua agung Xiang Zhang langsung menghadap patriak Yao Han untuk melaporkan apa yang telah mereka lakukan.


Patriak Yao Han yang mendengar laporan tersebut langsung merasa bangga dengan apa yang di raih oleh mereka.


Tetua Xiang Zhang juga melaporkan sebagian anggota sekte Bunga Persik yang kini sudah bergabung dengan sekte Naga Surgawi karena sekte mereka yang sudah di hancurkan oleh sekte Beruang Putih.


Patriak Yao Han langsung menyambut baik kabar tersebut, karena awalnya mereka juga sudah diterima oleh Ma Guang.


Akhirnya seorang tetua yang bertugas untuk mengatur kediaman para murid sekte Naga Surgawi langsung mengantarkan Sying Tao dan yang lainnya ketempat yang sudah di tentukan.


Sedangkan tetua Xiang Zhang kini sudah kembali ke kediaman miliknya.


Xia Jiao yang merasa dendam dengan kehancuran sektenya tersebut, berencana untuk membangun kembali sekte Bunga Persik, namun akan didirikannya di tempat Shi Feng.


Wanita itu menyampaikan niatnya tersebut kepada sang guru.


Shi Feng yang mendengar rencana Xia Jiao melalui kekuatan jiwanya langsung menyetujui keinginan muritnya itu.


Sepuluh gadis yang bersama dengannya langsung menyebar ke seluruh wilayah kekaisaran Zhou untuk mencari jenius muda yang bisa di jadikan murid mereka.


Setelah beberapa waktu kemudian, Xia Jiao mendengar kabar bahwa sekte Bambu Kuning kini sudah berpenghuni lagi, namun yang mengherankan bahwa patriak di sekte tersebut bukan lagi patriak Yao Han, melainkan bernama Du Yinhui.


Xia Jiao langsung mengenal pria tersebut yang adalah salah seorang komandan regu dari pasukan Ma Guang.


Wanita itu langsung melesat terbang menuju ke sekte Bambu Kuning.


Saat Xia Jiao sudah berada di atas area sekte tersebut, Du Yinhui dan juga dua orang lainnya yang menjabat sebagai tetua agung dan juga tetua penegak hukum langsung bisa merasakan kehadiran wanita tersebut.


Ketiganya langsung keluar dari kediaman mereka masing - masing dan menyambut kedatangan wanita tersebut.


Saat ketiganya melihat sosok wanita itu, mereka bertiga langsung memberi hormat kepada wanita di depan mereka itu "kami memberi hormat kepada nona Xia Jiao." Ucap ketiganya secara serentak.


"Hormat kalian aku terima! Dimana tuan kalian Ma Guang berada saat ini?". Xia Jiao langsung bertanya kepada ketiganya.


"Pelindung sekte saat ini sedang melakukan perjalanan untuk menuju ke benua tengah". Jawab Du Yinhui.


"Apakah dia di dampingi oleh nona Yuan Jiali dan yang lainnya?". Tanya Xia Jiao lagi.


"Tidak nona! Pelindung sekte melakukan perjalanan tanpa di dampingi oleh siapa pun". Jawab Du Yinhui lagi.

__ADS_1


"Jadi! Dimana nona Yuan Jiali dan lainya berada saat ini?". Tanya Xia Jiao lagi.


"Maafkan kami nona! Kami juga tidak mengetahui dimana mereka berada saat ini". Jawab Du Yinhui dengan jujur.


"Dimana para gadis itu berada? Aku harus memberikan pengajaran kepada Duan Meng karena sudah berani mengganggu hubunganKu dengan Ma Guang. Gadis itu telah melangkahi posisiKu". Gumam Xia Jiao yang langsung melesat pergi meninggalkan wilayah sekte Bambu Kuning tanpa sepata kata pun.


Ketiga orang yang berbicara dengannya langsung saling berpandangan melihat sikap wanita tersebut.


"Kenapa sikap nona Xia Jiao kelihatannya sudah sangat berbeda dengan sikapnya saat terakhir kita bertemu!?". Gumam Du Yinhui.


Kedua rekannya langsung mengiyahkan apa yang di katakan oleh Du Yinhui.


Akhirnya mereka bertiga kembali ke kediaman mereka masing - masing.


Sedangkan Xia Jiao kini sedang berpikir untuk memberikan pengajaran kepada Duan Meng.


"Jika mereka bertiga sudah menjadi pendekar langit, bagaimana perkembangan dari nona Yuan Jiali, putri Zhou Lu Yun dan juga Duan Meng? Apakah mereka saat ini pencapaiannya sudah setara dengan pencapaianKu?". Pikir Xia Jiao sambil melesat terbang untuk kembali ke kota Anyi.


Wanita itu kemudian berkomunikasi dengan gurunya Shi Feng untuk menanyakan tentang benua tengah yang di tuju oleh Ma Guang.


Shi Feng kemudian mulai menjelaskan bahwa benua tengah itu di penuhi oleh para pendekar tingkat tinggi, yaitu pendekar dewa.


Mendengar penjelasan dari gurunya Shi Feng, wanita itu kemudian mulai berpikir tentang keselamatan Ma Guang jika tiba di benua tersebut.


Xia Jiao hanya ingin mengobati rasa bencinya itu dengan menyakiti para wanita yang berada di sampingnya.


Du Yinhui langsung menghubungi Chen Yufei yang berada di kekaisaran Qiang untuk menanyakan keberadaan Ma Guang.


Chen Yufei langsung memberitahukan posisi Ma Guang.


Kekuatan jiwa Du Yinhui langsung menuju ke tempat yang di katakan oleh Chen Yufei.


Du Yinhui langsung memberitahukan kepada Ma Guang apa yang baru saja mereka rasakan saat bertemu dengan Xia Jiao.


Ma Guang yang mendengar hal itu langsung memberitahukan kepada tetua Yuan Gao serta tetua Duan Dazhong untuk mengingatkan kepada putri mereka agar berhati - hati jika bertemu dengan Xia Jiao serta menyampaikan hal itu juga kepada putri Zhou Lu Yun.


Setelah memberitahukan hal itu, Ma Guang kembali berpikir untuk melanjutkan perjalanannya.


Keesokan harinya, saat matahari baru menyingsing Ma Guang langsung meninggalkan kota Nyingchi untuk melanjutkan perjalanannya.


Saat pemuda itu mulai bergerak menuju kearah selatan, dirinya kini mulai memasuki wilayah pegunungan yang sangat tinggi dan bersalju, pemuda itu langsung melindungi tubuhnya dengan energi api miliknya.

__ADS_1


Semakin dalam pemuda itu memasuki area pegunungan tersebut, semakin dingin juga suhu udara yang dia rasakan.


Ada banyak hewan buas serta siluman yang Ma Guang lewati, namun semuanya hanyalah berada di tingkat rendah sehingga tidak membuatnya merasa tertarik.


Setelah sudah tiba di puncak tertinggi pegunungan tersebut, Ma Guang merasa ada aura intimidasi yang berasal dari area puncak pegunungan itu.


Ma Guang langsung menghentikan terbangnya dan mulai memeriksa puncak pegunungan tersebut dengan mata ketiga miliknya.


Ma Guang langsung tersenyum bahagia saat mengetahui ada seekor makhluk surgawi, yaitu seekor macan tutul.


Hewan itu seperti sedang menjaga sesuatu yang sangat berharga di dalam perut pegunungan tersebut.


Ma Guang langsung turun dan mendarat di atas lapisan salju yang tebal tersebut.


Di depannya terlihat sebuah lubang goa yang berukuran tingginya lima meter dengan lebarnya empat meter.


Dari mulut goa tersebut memancar keluar aura intimidasi yang sangat kuat.


Ma Guang langsung melindungi dirinya dari intimidasi tersebut dengan kekuatan energi inti jiwa dari raja naga surgawi yang ada di dalam tubuhnya.


Pemuda itu mulai memasuki goa tersebut dengan penuh percaya diri.


Macan tutul yang mendiami goa tersebut langsung merasakan kehadiran seseorang yang ingin mengusik ketenangannya.


"Siapa yang sudah berani memasuki wilayah kekuasaanKu ini?". Pikir makhluk surgawi tersebut sambil bangkit dari tempatnya berbaring.


Makhluk surgawi itu langsung melangkah keluar dari dalam goa tersebut untuk menyambut kedatangan sosok asing yang telah memasuki wilayah kekuasaannya itu.


Saat dirinya melihat sosok manusia yang telah memasuki goa yang di huninya itu, makhluk tersebut langsung murka.


"Grrrrrr...Berani - beraninya manusia rendahan seperti Mu memasuki kediamanKu ini!". Ujar makhluk tersebut.


"Apa kataMu? Manusia rendahan? Kamu akan menyesali kata - kataMu karena sudah menganggap remeh diriKu ini". Balas Ma Guang menanggapi ucapan makhluk tersebut.


Ma Guang kini sudah melindungi tubuhnya dengan formasi pelindung yang telah di siapkannya namun dengan posisi yang sedikit menjauh dari tubuhnya.


Macan tutul tersebut langsung menyemburkan es yang sangat padat dan tajam dari mulutnya untuk menyerang Ma Guang.


Boooommm


Bunyi ledakan yang terjadi saat serangan makhluk tersebut membentur formasi pelindung milik Ma Guang.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2