Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 42. Meremehkan Lawan


__ADS_3

Setelah Ma Guang mendekati kedua orang tersebut.


Puluhan anak panah dari ke dua sisi jalan menghujani dirinya.


Ma Guang langsung membuat perisai pertahanan.


Seluruh anak panah itu jatuh ketanah tanpa bisa melukai tubuh pendekar muda itu.


" Hanya seperti ini kemampuan kalian?." Ucap Ma Guang sambil tersenyum sinis kearah kedua orang di depannya.


Akhirnya kembali lagi melesat lima buah anak panah yang sudah di aliri dengan perubahan bentuk tenaga dalam.


Ma Guang masih tetap berdiri dengan kokoh di tempatnya.


Duar...duar...duar...duar...duar


Bunyi ke lima anak panah saat mengenai perisai pertahanan dari Ma Guang.


Melihat perisai pertahanan dari pendekar muda itu tidak terdapat retak sedikit pun, kedua pendekar raja yang berdiri di depannya langsung melesat dengan kecepatan penuh mereka sambil menggunakan pedang dan tombak mereka yang sudah di aliri tenaga dalam.


Bomm...bomm


Bunyi ledakan yang di hasilkan dari benturan kedua serangan lawan dan perisai pertahanan milik Ma Guang.


Perisai pertahanan Ma Guang langsung hancur saat serangan kedua mengenai perisai pertahanannya.


Tubuh pendekar muda itu terdorong sekitar 10 meter ke belakang dan dari mulutnya keluar cairan berwarna merah.


" Ha...ha...ha...ha...ha...anak muda! Kamu terlalu percaya diri dengan kemampuan yang kau miliki, sampai kau lupa bahwa di atas langit masih ada langit lagi." Ucap sang pemimpin.


" Serang!." Ucap pemimpin itu lagi.


Kelima pendekar ahli melompat keluar dari antara pepohonan dan langsung menyerang Ma Guang dengan setiap senjata mereka yang sudah di aliri dengan perubahan bentuk tenaga dalam.


Ma Guang langsung mencabut pedang dari sarungnya dan langsung menyambut serangan kelima orang tersebut.


Teknik jurus pedang hampa serta teknik langkah bayangan langsung di keluarkan oleh Ma Guang.


Tanpa saling menyentuh dengan senjata mereka, Ma Guang langsung mengeksekusi serangannya kearah kelima orang penyerang tersebut.


Duar...duar...duar...duar...duar


Bunyi benturan perubahan tenaga dalam milik Ma Guang yang berbentuk seperti bulan sabit mengenai tubuh kelima penyerang tersebut.


Satu penyerang di antara mereka masih tetap berdiri walau pun dari mulutnya keluar cairan yang berwarna merah, sedangkan dua orang lainnya dalam keadaan tersungkur karena telah terluka parah, serta kedua orang lainnya sudah tewas dengan tubuh yang hancur.


" Bedebah ini dengan begitu mudahnya membunuh dan melukai orang - orangKu." Ucap sang pemimpin.


" Ayo kita berdua bekerjasama dan menyerang dia secara bersama - sama." Ucap pemimpin tersebut.


Kedua pendekar raja tersebut secara bahu membahu menyerang Ma Guang.

__ADS_1


Ma Guang melayani setiap serangan kedua orang tersebut dengan serius.


Treng...treng...treng


Trang...trang...trang


Bunyi benturan pedang dan tombak lawan saat bertemu dengan pedang milik Ma Guang.


Setelah beberapa saat berlalu, sudah ada ratusan jurus yang di keluarkan oleh mereka bertiga, namun belum ada juga tanda - tanda bahwa salah satu pihak lebih unggul dari yang lain.


Akhirnya ketiga orang tersebut mengeluarkan kemampuan tertinggi mereka masing - masing.


Ma Guang langsung mengeluarkan jurus pedang cahaya yang di ajarkan oleh guru Su Tian.


Pedang nya kini sudah di selimuti cahaya seperti nyala api dan di lapisi juga dengan perubahan bentuk tenaga dalam unsur angin.


Hal itu membuat kedua orang itu merasa terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Ma Guang.


Karena hal itu belum pernah sekali pun mereka temui atau mereka lihat saat bertemu dengan pendekar - pendekar yang pernah mereka kenal atau pun yang pernah bertarung dengan mereka, walaupun mereka sudah puluhan tahun berkecimpung di dunia persilatan.


Akhirnya sang pemimpin langsung mengeksekusi serangan perubahan bentuk tenaga dalamnya kearah Ma Guang yang di ikuti juga dengan serangan wakil pemimpin.


Boommm....Boommm


Bunyi ledakan yang di hasilkan karena bertemunya ketiga kekuatan tersebut.


Debu beterbangan dimana - mana persepsi Ma Guang kembali di tingkatkan, namun sudah tidak ada lagi pergerakan yang bisa dia rasakan.


Setelah beberapa saat kemudian, Ma Guang mencari keberadaan dari orang - orang tersebut.


Untuk yang lainnya, Ma Guang sudah tidak bisa lagi merasakan keberadaannya.


Akhirnya tubuh pemuda itu tersungkur dan dari dalam mulutnya langsung mengeluarkan darah segar.


Ma Guang langsung meraih dan menelan pil penyembuh miliknya dan duduk bermeditasi untuk memulihkan tenaganya.


Setelah merasa lebih baik, akhirnya Ma Guang melanjutkan kembali perjalanannya untuk mencari sebuah desa agar dirinya bisa untuk kembali beristirahat.


Tubuhnya mulai terasa lemah kembali saat sudah berjalan beberapa jam kemudian, dan setelah beberapa saat berikut, akhirnya tubuh Ma Guang langsung ambruk ketanah.


Beruntung ada seorang pria yang berusia sekitar 40-an Tahun awal, yang baru saja pulang dari kebunnya, melihat hal itu dan langsung mendekati tubuh Ma Guang.


Pria tersebut langsung mengangkat dan langsung membopong tubuh Ma Guang dan membawa pulang kerumahnya.


Keesokan harinya.


Ma Guang telah siuman, matanya terbuka dan menatap langit - langit kamar.


" Dimana aku ini?." Gumam Ma Guang didalam hatinya.


Setelah dirinya merasa sudah memiliki tenaga untuk berdiri, akhirnya Ma Guang bangkit dan berdiri dari tempat tidur serta langsung melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar tersebut.

__ADS_1


Setibanya di ruang tamu, Ma Guang langsung di sambut oleh pria yang menolongnya dan juga putrinya yang sudah berusia 18 tahun.


" Maaf tuan dan nona! Apakah kalian yang menolong aku?." Tanya Ma Guang.


" Iya tuan pendekar! Aku menemukan diriMu sudah terbaring di jalanan saat aku pulang dari kebun kemarin sore." Jawab pria tua itu.


Terima kasih karena sudah menolongKu dan maafkan juga karena aku sudah menyusahkan kalian." Ucap Ma Guang sambil menangkupkan kedua tangannya.


" Itu sudah menjadi kewajiban setiap manusia untuk saling tolong menolong." Jawab pria tua lagi.


" Apakah aku boleh tau kalau aku berada di mana?." Ucap Ma Guang.


" Tuan pendekar, anda saat ini berada di desa Huiyi. Tuan pendekar jatuh pingsan saat sudah dekat dengan desa kami ini." Ucap pria itu.


" Apakah ada sekelompok orang yang mencari diri Ku?." Tanya Ma Guang.


" Dari kemarin sore sampai dengan saat ini, belum ada gerakan sekelompok orang yang sedang mencari seseorang di desa kami ini." Jawab pria tua itu.


" Tetapi tuan pendekar harus lebih berhati - hati lagi, sebab di desa kami ini ada banyak mata - mata yang berasal dari sekte aliran hitam. Sebab setahun yang lalu, desa kami ini juga pernah di datangi oleh sekelompok orang dari sekte aliran hitam, dan mereka berasal dari sekte 1000 racun. Mereka mampu di usir oleh pasukan kerajaan Qi. Tetapi akhir - akhir ini, sepertinya sudah ada lagi pergerakan dari sekte aliran hitam lainnya." Ucap pria tersebut.


" Aku saat ini butuh untuk mengobati lukaKu serta beristirahat agar kemampuanKu bisa cepat kembali pulih. Apakah di desa ini ada yang menjual sumber daya untuk bisa menyembuhkan luka dalam?." Tanya Ma Guang.


" Sepertinya di warung yang berdekatan dengan penginapan menjual sumber daya. Walau pun itu hanya sumber daya tingkat rendah." Ucap pria itu lagi.


" Baiklah, kalau begitu bolehkah membantuKu untuk membelikan aku sumber daya atau pil untuk menyembuhkan luka dalam Ku!?." Ucap Ma Guang sambil memberikan koin emas miliknya.


" Baiklah! Mari aku belikan." Ucap pria itu.


Akhirnya pria itu pun pergi untuk membelikan apa yang Ma Guang butuhkan.


Setelah beberapa saat kemudian, pria itu kembali sambil membawa beberapa sumber daya di tangannya.


" Tuan pendekar! Hanya ini sumber daya yang bisa aku temukan." Ucap pria tersebut.


" Ini sudah cukup untuk membantu menyembuhkan luka dalamKu ini." Ucap Ma Guang yang langsung memisahkan sebagian bahan yang akan di gunakannya dan memberikan kepada kedua orang itu.


Setelah itu, putri dari pria tersebut langsung meraih dan meraciknya.


Setelah selesai meraciknya, gadis itu langsung membawakan kepada Ma Guang dan langsung di minum olehnya.


" Terima kasih nona! Maafkan aku karena selalu menyusahkan kalian berdua." Ucap Ma Guang.


" Ah, tuan pendekar tidak perlu sungkan, kami sangat senang karena bisa membantu tuan pendekar." Ucap pria itu.


Setelah beristirahat dua hari lagi, akhirnya tubuh Ma Guang sudah kembali pulih walau pun belum 100 %.


" Terima kasih atas segala bantuannya, karena aku sudah bisa beristirahat dan memulihkan tubuhku di tempat ini." Ucap Ma Guang.


Ma Guang lalu meraih sesuatu di dalam kantong miliknya dan langsung memberikannya kepada kedua orang tersebut.


" Tuan pendekar, ini adalah jumlah yang sangat banyak untuk kami." Ucap kedua orang itu.

__ADS_1


" Kalau begitu, pergunakan uang itu sebaik - baiknya." Ucap Ma Guang.


~Bersambung~


__ADS_2