Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 147. Penyerangan (III)


__ADS_3

Pedang berwarna putih seperti tulang itu memancarkan cahaya berwarna hijau terang menebas kearah patriak Yao Han.


Tombak yang juga sudah di selimuti energi tenaga dalam milik patriak Yao Han menyambut tebasan pedang milik Xue Lugu.


Duar...duar...duar...duar...duar


Bunyi ledakan kedua senjata yang sudah di selimuti energi tenaga dalam milik masing - masing pemimpin dua sekte yang berbeda aliran saat saling berbenturan.


Kecepatan serta kelihaian permainan pedang milik Xue Lugu terus memberikan ancaman kepada patriak Yao Han.


Patriak Yao Han masih tetap tenang meladeni serangan tebasan serta tusukan pedang yang mengarah ke tubuhnya.


Sudah puluhan jurus pedang yang di keluarkan oleh Xue Lugu, namun serangan jurus pedangnya belum juga memberikan hasil yang berarti.


"Sialan...ternyata kemampuannya sudah berada di atas kemampuanKu". Gumam Xue Lugu di dalam hatinya sambil terus menyerang.


"Rupanya kamu terlalu meremehkan kemampuanKu sehingga masih menyempatkan diri untuk melamun". Ucap patriak Yao Han sambil menusuk kan tombaknya ke arah tubuh Xue Lugu.


Duuaaarrr


Tubuh Xue Lugu langsung terdorong sejauh sepuluh meter ke belakang saat energi tenaga dalam milik patriak yang di salurkan melalui tombaknya menghujam tubuhnya.


"Itu hadiah bagi orang yang meremehkan kemampuanKu". Ucap patriak Yao Han.


"Kenapa aku membuat kesalahan seperti ini? Untung saja perisai pertahanan tubuhKu masih bisa menahan serangan energi tenaga dalam miliknya, jika tidak, pasti aku sudah terluka parah". Gumam Xue Lugu.


"Baiklah...!!! Aku akan serius untuk melayaniMu". Ucap Xue Lugu sambil meningkatkan energi tenaga dalam miliknya.


"Pedang Serigala Buas". Teriak Xue Lugu sambil menyerang kearah patriak Yao Han.


Patriak Yao Han tidak diam saja, pria tua itu langsung meningkatkan juga energi tenaga dalam miliknya dan menyambut serangan Xue Lugu.


"Tombak Halilintar". Teriak patriak Yao Han sambil menusukkan tombaknya kearah datangnya Xue Lugu.


Tombak milik patriak Yao Han langsung mengeluarkan pancaran energi petir dan mengarah kepada Xue Lugu.

__ADS_1


Kecepatan pedang serta cahaya energi tenaga dalam milik Xue Lugu yang sudah berubah menjadi seperti seekor serigala yang berwarna abu - abu itu langsung saling berbenturan dengan energi petir milik patriak Yao Han.


Blaaarrr


Bunyi ledakan karena benturan kedua energi tenaga dalam milik kedua pemimpin sekte tersebut.


Keduanya yang saat itu sama - sama berada di udara langsung terhempas ke belakang sejauh sepuluh meter dengan dua garis lurus yang tergambar di atas permukaan tanah sepanjang empat meter saat kedua kaki mereka menyentuh tanah dan terseret ke belakang.


"Ternyata jurus Tombak Petir milikMu sesuai dengan rumor yang telah beredar, kekuatannya bisa untuk menghancurkan lawan yang memiliki kekuatan tenaga dalam yang sedikit lebih di atasMu, aku terhormat karena telah bertarung denganMu". Ucap Xue Lugu yang secara perlahan terlihat mengeluarkan cairan berwarna merah dari mulutNya.


Pria tua itu langsung menelan pil untuk menyembuhkan luka dalam yang dia alami.


Saat melihat situasi yang di alami oleh ketua sektenya, seorang tetua tingkat tinggi langsung melesat untuk membantu Xue Lugu.


Serangan energi tenaga dalam yang panas seperti api melesat kearah patriak Yao Han.


Patriak Yao Han yang awalnya terfokus kepada Xue Lugu, kini berbalik arah dan mengerahkan tinjunya untuk menyambut serangan seorang tetua tingkat tinggi dari sekte Lembah Tengkorak.


Duuuaaarrrr


Pukulan energi tenaga dalam milik keduanya saling berbenturan dan membuat tubuh tetua tersebut langsung terhempas ke belakang dengan mengeluarkan darah segar dari mulutnya.


Keduanya kini sudah mencapai pendekar suci yang telah membuka gerbang ke dua setara dengan kemampuan yang di miliki oleh tetua tingkat tinggi yang terluka oleh serangan patriak Yao Han.


Sedangkan Xue Lugu sudah membuka gerbang ketiga yaitu gerbang rasa sakit.


Patriak Yao Han sendiri, kini sudah membuka gerbang ke empat, yaitu gerbang penyembuh.


Sehingga dirinya bisa dengan cepat menyembuhkan luka luar mau pun luka dalam ringan.


Kedua pemimpin sekte Lembah Tengkorak kini sedang memulihkan luka dalam mereka setelah menelan pil penyembuh yang mereka miliki.


Sedangkan kedua ketua sekte lainnya yang ingin membantu kedua orang yang telah terluka tersebut, sedang menyiapkan serangan mereka masing - masing jika patriak Yao Han atau yang lainnya yang akan menyerang kedua pemimpin dari sekte Lembah Tengkorak.


Situasi di sekte Bambu Kuning sangat terlihat tidak berimbang.

__ADS_1


Sudah banyak murid - murid mereka yang telah tewas oleh serangan para pendekar aliran hitam yang berjumlah puluhan ribu.


Setiap tetua tingkat rendah mau pun tetua tingkat tinggi yang berada di sekte tersebut, sedang menghadapi empat atau tiga orang sekaligus yang memiliki kemampuan setara dengan mereka.


Tetua Agung Xiang Zhang dan juga tetua Penegak Hukum Zhu Li di saat yang sama juga masing - masing sedang menghadapi empat orang pendekar raja dari sekte aliran hitam.


Walau pun kedua tetua tingkat tinggi tersebut sudah mencapai pendekar suci yang membuka gerbang ke tiga, namun para pendekar raja tingkat tinggi secara bergantian menyerang keduanya.


Hal yang sama juga di alami oleh tetua Mu Yi dan juga para tetua tingkat tinggi yang lain.


Tetua Duan Dazhong, istri dan kedua anaknya kini juga sedang di sibukkan dengan gempuran musuh dengan jumlah yang banyak.


Sedangkan putri Zhou Lu Yun bersama nona Tjia Annchi kini sedang di sembunyikan oleh lima orang tetua tingkat rendah untuk melarikan diri dari wilayah sekte Bambu Kuning.


Saat para leluhur telah mengetahui serangan tersebut, tiga orang leluhur agung dan tujuh orang leluhur lainnya langsung bergerak dengan cepat untuk membantu.


Di sekte Bambu Kuning saat ini, sudah memiliki empat puluh lima pendekar suci, itu sudah termasuk ke tiga belas leluhur.


Namun tiga orang leluhur dan juga tiga orang tetua tingkat tinggi sedang mendapatkan tugas di tiga kota yang menjadi benteng pertahanan mereka.


Melihat jumlah anggota sekte aliran hitam dan juga beberapa sekte neteral yang menyerang ke sekte mereka, leluhur agung Yao Fan langsung memerintahkan salah satu leluhur untuk memberitahukan hal itu kepada Ma Guang dan juga kepada ketiga leluhur lainnya.


Saat itu yang masih terlihat kokoh berdiri untuk menghadapi para penyerang hanyalah pendekar ahli ke atas.


Sedangkan untuk para murid yang berada di tingkat sembilan ke bawah, semuanya sudah tidak bernyawa lagi.


Begitu juga yang terjadi di pihak musuh, tidak sedikit juga yang telah terbunuh di tangan para tetua serta para murid sekte Bambu Kuning.


Setelah para leluhur sudah bergabung untuk bertarung, kini mulai terlihat seimbang, karena leluhur agung Yao Fan sudah langsung menggunakan kekuatan jiwanya untuk membunuh para pendekar aliran hitam tersebut.


Namun berbeda dengan kemampuan kekuatan jiwa Ma Guang, waktu yang bisa di gunakan oleh leluhur agung Yao Fan tidak bisa bertahan lama jika di gunakan untuk menyerang jiwa lawan yang berjumlah banyak.


Sehingga leluhur agung Yao Fan hanya menyerang para pendekar ahli ke bawah agar kekuatan jiwanya tidak cepat terkuras.


Setelah selesai menghancurkan jiwa para pendekar tingkat rendah, leluhur agung Yao Fan langsung menyerang seorang pendekar raja tingkat puncak dan serangan tersebut juga adalah serangan terakhir bagi leluhur agung Yao Fan.

__ADS_1


Tiga leluhur agung dan juga tiga tetua tingkat tinggi serta Ma Guang, langsung bergerak ke arah sekte Bambu Kuning setelah mendapatkan informasi dari salah satu leluhur agung.


~Bersambung~


__ADS_2