Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 173. Kematian Hewan Spiritual


__ADS_3

Debu bertebaran memenuhi udara di bukit tersebut.


Bunyi ledakan tersebut terdengar sejauh puluhan kilo meter, sehingga para siluman tingkat rendah hingga siluman tingkat tinggi serta para hewan buas yang berada di jarak tersebut bisa mendengar ledakan itu.


Semua makhluk yang mendengar ledakan itu langsung merasa ketakutan, karena mereka mengetahui bukit tersebut di huni oleh seekor hewan spiritual yang sudah berusia puluhan ribu tahun.


Sehingga hewan spiritual tersebut bisa di katakan adalah penguasa di wilayah hutan itu.


Kabut debu yang bertebaran di udara kini sudah tidak tebal seperti saat terjadi ledakan.


Terlihat sesosok tubuh pemuda kini sedang terbaring di atas tanah dengan pakaian yang sudah terkoyak dan dari mulutnya mengeluarkan darah segar.


Pemuda itu adalah Ma Guang, yang dengan perlahan mulai bangkit lagi dan berpikir untuk kembali menghadapi hewan tersebut.


Dirinya sudah memakan pil emas yang sebelumnya dia buat, sehingga membuat kekuatannya cepat pulih dan juga meningkat dengan pesat yang sedikit lagi bisa menerobos menjadi pendekar langit tingkat menengah.


Aura pendekar langit tingkat awal puncak langsung merembes keluar dari tubuhnya dan sudah bersiap untuk melanjutkan lagi pertarungannya.


Saat pandangan matanya menatap ke arah mulut goa yang sudah hancur tersebut, dirinya langsung melihat hewan spiritual itu sedang berdiri menatap ke arahnya.


"Siapa kamu yang telah berani mengusik ketenanganKu?". Suara yang berasal dari makhluk tersebut dengan nada suara yang mengintimidasi lawannya.


"Siapa aku itu tidak penting, yang terpenting adalah aku menginginkan inti jiwa dan juga batu permata milikMu". Jawab Ma Guang dengan tegas dan dengan sikap yang menantang.


Makhluk itu hanya tertawa dan berkata kepada Ma Guang.


"Ha...ha...ha...ha...ha...pendekar langit tingkat awal seperti diriMu berani - beraninya ingin mengambil inti jiwa dan juga batu permata milikKu!? Kamu itu hanyalah makhluk rendahan yang tidak tahu akan tingginya langit".


Mendengar apa yang di katakan makhluk tersebut, Ma Guang langsung mengaktivkan kekuatan jiwa miliknya dan mulai menggunakan sedikit kekuatan jiwa dari raja naga surgawi.


"Kamu terlalu memandang rendah kemampuanKu, dan itu akan membuat diriMu untuk menyesalinya". Balas Ma Guang sambil mengeluarkan kekuatan jiwanya untuk menyerang makhluk tersebut.


Aura yang keluar dari tubuh Ma Guang langsung membuat tubuh hewan tersebut gemetar.


"Sebenarnya siapa diriMu sehingga memiliki aura raja naga surgawi!?". Ucap makhluk tersebut setelah mengetahui aura yang keluar dari tubuh Ma Guang.


Ma Guang tidak menjawab pertanyaannya dan langsung berniat untuk menyerang makhluk tersebut.


Namun sebelum Ma Guang menyerangnya, makhluk itu langsung melesat terbang meninggalkan tempat itu.


Ma Guang tidak membiarkan makhluk itu lepas dari genggamannya.


Pemuda itu juga langsung melesat terbang untuk mengejarnya.


Kecepatan terbang makhluk tersebut tidak bisa di kejar oleh seorang pendekar langit tingkat awal puncak.

__ADS_1


Sebab kecepatan terbangnya menyamai seorang pendekar langit tingkat tinggi.


Namun hal itu berbeda dengan kemampuan Ma Guang saat ini, sebab dirinya telah menggunakan sedikit kekuatan jiwa raja naga surgawi, sehingga kekuatan serta kecepatannya telah meningkat berkali - kali lipat.


Di tangan Ma Guang kini sudah ada sebuah bola api hitam yang telah di baluti oleh petir merah yang berderak - derak.


Saat sedang melarikan diri, makhluk tersebut masih bisa menyempatkan pandangannya untuk menoleh ke belakang.


Saat makhluk itu melihat bola api di tangan Ma Guang, makhluk itu langsung menyiapkan juga serangan untuk menangkal serangan pemuda yang mengejarnya.


Ma Guang yang melihat hal itu langsung mendekat dengan cepat dan melemparkan bola api di tangannya.


Api hitam di ekor makhluk tersebut juga langsung menyambut serangan Ma Guang.


Booommm


Ledakan besar terjadi di atas langit wilayah kekaisaran Zhou.


Hal itu di lakukan oleh makhluk tersebut agar dirinya bisa berlari di antara para manusia agar Ma Guang tidak bisa menyerangnya.


Dan jika Ma Guang menyerangnya, banyak manusia yang akan menjadi korban karena daya ledak yang di hasilkan oleh energi serangannya tersebut.


Ledakan tersebut terjadi di atas langit kerajaan Zhao.


Para pendekar yang berada di sekte Rajawali Perak sangat terkejut dengan kejadian tersebut.


Semua orang yang berada di radius dua puluh kilo meter dari ledakan tersebut juga dapat mendengar dan juga dapat melihat kejadian tersebut.


"Ledakan apa itu?".


"Apa yang sedang terjadi?".


"Apakah itu letusan gunung berapi? Tetapi di sekitar tempat itu tidak ada gunung berapi".


Kata - kata yang keluar dari mulut setiap orang yang mengetahui kejadian tersebut.


Setelah ledakan itu terjadi, tubuh makhluk tersebut langsung terhempas dan jatuh ke tanah sehingga membuat lubang di permukaan tanah sedalam lima meter dengan berdiameter hingga lima belas meter.


Ma Guang tidak memberikan kesempatan sedikit pun kepada makhluk tersebut.


Pemuda itu langsung kembali membuat bola api hitam yang di selimuti oleh petir yang berwarna kuning dengan ukuran yang lebih besar dari sebelumnya.


Makhluk itu tidak tinggal diam juga untuk menunggu ajal menjemputnya, dirinya juga langsung membuat api hitam besar di ketiga mulutnya.


Dengan kecepatan sepersekian detik saja, kedua kekuatan serangan itu pun langsung saling berbenturan.

__ADS_1


Booommm


Bunyi ledakan untuk yang kedua kalinya pun terjadi.


Dan bunyi ledakan kedua itu dua kali lebih kuat serta dua kali lebih besar daya rusaknya.


Masyarakat yang berada di radius dua puluh kilo meter dari ledakan tersebut pun kembali tersentak.


Hal itu memunculkan banyak pertanyaan di benak mereka, karena sudah tentu ledakan itu bukan berasal dari erupsi gunung berapi, tetapi berasal dari sesuatu yang terjadi seperti pertarungan para dewa.


Pemikiran tersebut secara spontan keluar dari pikiran semua orang yang mendengarnya.


Sebab dua ledakan besar tersebut terjadi di dua tempat yang berbeda.


Yang pertama kali terjadi di atas langit dan yang kedua kalinya terjadi di atas tanah.


Sebab ledakan yang kedua membuat tanah yang mereka pijak sampai bergetar.


Di tempat ledakan tersebut, kini sudah ada lubang yang berukuran besar dengan kedalaman dua puluh meter dan dengan berdiameter lima puluh meter.


Di dasar lubang tersebut, kini terlihat seekor hewan berkepala tiga sedang terkapar dan sudah tidak bernyawa lagi.


Rencananya untuk melarikan diri di tempat yang terdapat banyak manusia pun menjadi gagal, karena ajal sudah lebih dulu menjemputnya.


Ma Guang langsung turun di dekat tubuh makhluk tersebut untuk memeriksanya sambil waspada dengan serangan balasan dari hewan tersebut.


Namun hewan itu kini benar - benar sudah tidak bernyawa lagi.


Ma Guang pun dengan cepat langsung mengambil inti jiwa serta batu permata milik hewan tersebut.


Ma Guang tidak lupa juga untuk mengambil ekor dan tulang belakang makhluk itu.


Dan hal yang sangat mengejutkan pun terjadi.


Tubuh hewan spiritual itu langsung lenyap saat ekor dan tulang belakangnya telah di pisahkan dari tubuhnya.


Dan bukan hanya itu, ekor dan tulang belakang milik hewan itu langsung berubah menjadi sebuah tombak yang berwarna merah kehitaman dengan energi yang luar biasa panasnya.


Ma Guang pun langsung tersenyum melihat hal itu.


Pemuda itu pun langsung melesat dengan cepat untuk kembali ke goa semula.


Setelah tiba di mulut goa tersebut, Ma Guang langsung melangkah memasuki goa itu.


Setelah dirinya tiba di dalam goa itu, matanya langsung dibuat terpanah setelah melihat apa yang ada di dalam goa tersebut.

__ADS_1


~Bersambung~


__ADS_2