
Ma Guang pun langsung menerima kultivasinya turun lagi satu tingkat.
Pemuda itu pun kembali bermeditasi untuk menyerap energi alam di dunia itu bersamaan dengan energi cahaya untuk di jadikan energi Qi miliknya.
Di dunia asal Ma Guang, langit di wilayah kerajaan Wu dan langit di wilayah sebelah barat kerajaan Shu kini terlihat ada awan yang berwarna hitam pekat seperti sedang berputar - putar dan kabut hitam yang ada di dunia itu seakan terserap ke dalamnya.
Petir di langit tersebut secara terus menerus menggelegar seperti saling bersahut - sahutan.
Para penduduk yang bisa melihat fenomena itu semua pikiran mereka di penuhi oleh rasa penasaran dan juga sebuah tanda tanya yang besar tentang hal tersebut.
"Apakah ada bencana yang akan terjadi di wilayah kerajaan kita?".
"Apakah akan ada badai besar yang akan menerjang wilayah kerajaan kita?".
"Sepertinya ada sesuatu yang besar sedang terjadi saat ini".
"Dari warna dan bentuk awan itu terlihat seperti di penuhi oleh kuasa kegelapan".
Ucap setiap orang yang menyaksikan fenomena di atas langit tersebut.
Setelah satu jam awan hitam itu berputar - putar, akhirnya awan hitam itu turun ke bumi dan mengeluarkan ledakan yang sangat kuat.
Kedua ledakan tersebut membuat permukaan bumi bergetar seperti sebuah bom atom yang di ledakkan.
Masyarakat yang merasakan serta yang mendengar ledakan itu langsung menjadi sangat panik.
Mereka bisa mengetahui arah serta letak dimana ledakan itu terjadi.
"Apakah hal itu di sebabkan oleh seorang pendekar dari sekte Lembah Tengkorak?".
Apakah kejadian ini berhubungan dengan sekte Gagak Hitam?".
Pertanyaan yang muncul di benak para warga yang berada di dua wilayah berbeda tersebut.
Dan benar saja, sumber sehingga fenomena itu terjadi berasal dari dua sekte besar aliran hitam, yaitu sekte Lembah Tengkorak dan juga sekte Gagak Hitam.
Kedua ketua sekte tersebut kini sudah menerobos menjadi seorang pendekar Langit dengan menggunakan teknik iblis yang di berikan oleh sosok yang pernah bertemu dengan keduanya saat kembali pulang ke sekte mereka masing - masing.
Di suatu tempat, seorang pria paruh baya yang langsung tersadar dari meditasi yang di lakukannya.
"Ternyata dia sudah berada di wilayah kekaisaran ini, sehingga aku merasakan ada dua kekuatan kegelapan sedang dibangkitkan".
__ADS_1
"Apakah dia ingin membangun kekuatan untuk mencari dan melawan diriKu?".
Pria paruh baya itu dapat merasakan peningkatan kekuatan dari kedua ketua sekte aliran besar tersebut.
Dan memang pria paruh baya itulah yang di cari oleh sosok yang bertemu saat di perjalanan pulang dengan kedua ketua sekte aliran hitam itu.
"Aku harus secepatnya juga untuk mengumpulkan kekuatan agar bisa menangkal setiap pergerakan mereka". Gumam pria paruh baya itu.
"Dua minggu lagi akan di adakan kompetisi di ibu kota kekaisaran, aku harus memilih salah satu sekte yg memiliki kemampuan teknik sepertiKu untuk aku tingkatkan agar bisa menjadi lebih kuat". Lanjutnya lagi.
***
Di aula utama sekte Lembah Tengkorak, duduk seorang pria paru baya di kursi kebesarannya dan sedang menatap semua orang yang berada di dalam ruangan aula itu dan sedang bersujud kepadanya.
"Saat ini aku sudah menerobos menjadi pendekar langit, sehingga aku mengharapkan kepada para tetua tingkat tinggi untuk menjadi pendekar suci tingkat puncak dan para tetua tingkat rendah agar secepatnya meningkatkan kemampuan untuk menjadi seorang pendekar suci".
"Dan untuk para pendekar yang lain, harus juga secepatnya menjadi lebih kuat lagi, karena kita akan kembali memberikan perhitungan kepada sekte Bambu Kuning dan juga semua sekte aliran hitam mau pun sekte netral yang tidak ingin tunduk kepada kita".
"Kita juga harus secepatnya untuk merekrut anggota baru dalam jumlah yang banyak agar kekuatan serta pergerakan kita akan lebih baik lagi".
Ketua Xue Lugu terus memberikan dorongan serta petunjuk kepada para anggota sektenya agar secepatnya untuk menjadi lebih kuat.
Semua tetua dan anggota sekte Lembah Tengkorak langsung bersorak menanggapi perkataan Xue Lugu.
***
Di aula utama sekte Gagak Hitam, ketua Heise Chizi juga melakukan hal yang sama dengan apa yang di lakukan oleh ketua Xue Lugu.
Hal itu di karenakan keduanya adalah bawahan dari sosok yang bertemu dengan keduanya saat sedang berjalan untuk kembali pulang ke sekte mereka masing - masing.
Ketua Heise Chizi saat ini juga sudah menerobos menjadi pendekar Langit sama seperti Xue Lugu.
Jurus andalan sekte Gagak Hitam, yaitu jurus Cakar Iblis kini sudah mencapai tingkat Langit, sehingga sangat tidak mungkin lagi untuk di hadapi oleh para pendekar aliran putih yang ada di wilayah kekaisaran Zhou selain Xue Lugu, Ma Guang dan juga kedua pria paruh baya misterius tersebut.
Para tetua tingkat tinggi, tingkat rendah dan juga para murid - murid yang berada di sekte Gagak Hitam, semuanya masing - masing sudah di berikan petunjuk oleh Ketua Heise Chizi untuk meningkatkan kemampuan mereka.
Tidak hanya itu saja, tetapi mereka juga masing - masing di berikan sumber daya agar bisa meningkatkan kemampuan mereka dengan cepat.
Ketua Heise Chizi juga di berikan tombak yang adalah pusaka langit oleh pria yang menjadi tuannya itu.
Sehingga kemampuannya sudah tidak bisa lagi di pandang remeh oleh sekte besar aliran putih, karena dengan dirinya sendiri saja, ketua Heise Chizi sudah bisa untuk meratakan sebuah sekte besar aliran putih.
__ADS_1
Setelah selesai memberikan petunjuk serta membagikan sumber daya kepada setiap anggota sektenya, Ketua Heise Chizi langsung kembali bermeditasi untuk meningkatkan energi Qi Iblis miliknya.
Hal yang sama juga di lakukan oleh Ketua Xue Lugu.
***
Di dunia Dewa Surgawi.
Sudah seminggu Ma Guang terus bermeditasi dan menyerap energi alam yang ada di dunia itu.
Kini kemampuan pemuda itu sudah meningkat ke tahap berikutnya dan sudah kembali siap untuk menerobos lagi menjadi pendekar langit tingkat menengah.
Setelah satu minggu kemudian, akhirnya Ma Guang bisa menerobos pendekar langit tingkat menengah.
Ma Guang pun menghentikan meditasinya dan mulai bersiap untuk kembali ke sekte Bambu Kuning.
Pemuda itu langsung melihat kedalam cincin ruang miliknya dan melihat ada beberapa pakaian di dalam cincin itu.
Akhirnya Ma Guang bisa mengetahui bahwa pakaian itu terbuat dari sutra surgawi dan pakaian itu bisa menahan setiap serangan dari para pendekar langit tingkat puncak sekali pun.
Karena pakaian Ma Guang sudah hancur saat bertarung dengan singa kepala tiga, jadi pemuda itu langsung mengeluarkan pakaian yang di lihatnya untuk di pakai.
Setelah sudah rapi, akhirnya Ma Guang melesat dengan cepat untuk menuju ke altar dimana dirinya berada saat baru memasuki dunia tersebut.
Pemuda itu pun kini sudah bisa untuk menyesuaikan dengan situasi di dunia itu, sebab dirinya sudah menyerap energi di dunia itu, sehingga dirinya kini sudah bisa terbang di dalam dunia tersebut.
Pemuda itu tidak lupa juga mengambil setiap sumber daya yang berada di dalam dunia itu untuk di jadikan pil yang akan di berikan kepada setiap anggota sekte Bambu Kuning sesuai dengan tingkatan mereka masing - masing.
Setelah tiba di altar, Ma Guang langsung mengaktivkan pintu keluar dari dunia itu.
Altar tersebut langsung mendengung saat di aktivkan dan tidak lama kemudian suatu cahaya yang menyilaukan langsung keluar dari altar itu.
Sama seperti pada saat dirinya memasuki dunia itu, Ma Guang langsung memejamkan matanya.
Saat tubuhnya sudah tidak merasakan getaran lagi, Ma Guang pun langsung membuka matanya.
Kini dirinya sudah berdiri di belakang altar yang berada di dalam goa.
Pemuda itu langsung keluar dari goa itu dan kembali mengaktivkan formasi pelindung di mulut goa.
Setelah selesai, dirinya langsung melesat ke udara dan terbang menuju sekte Bambu Kuning.
__ADS_1
~Bersambung~