Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 351. Situasi Sesudah Perang


__ADS_3

Di markas sekte Naga Surgawi, kini Ma Guang mulai membagikan inti jiwa serta batu permata milik kedua makhluk ras kuno yang terbunuh di medan pertempuran kepada pasukan Naga Surgawi.


Untuk batu permata, inti jiwa serta darah murni dari kedua pemimpin mereka di berikan kepada jenderal Long Zhihui dan juga jenderal Jiangjun.


Dan tiga harta berharga para jenderal di berikan kepada jenderal Naga lainnya dan juga kepada jenderal Kilin Api.


Raja Long Wang sendiri di berikan inti jiwa, batu permata serta darah murni dari pemimpin ras Ular.


Setelah selesai membagikan harta berharga dari tiga makhluk tersebut, Ma Guang segera mengutus salah satu komandan Kilin Api agar memanggil pasukan Kilin Api yang belum meningkatkan kekuatan mereka untuk segera datang ke markas sekte Naga Surgawi.


Dengan cepat komandan Kilin Api bersama seratus pasukannya kembali ke markas mereka yang berada di benua tengah melalui portal ruang dan waktu milik Ma Guang.


Sedangkan untuk yang lainnya kini ssedang menyerap apa yang baru saja mereka terima.


Semuanya melakukan hal itu didalam dunia dewa surgawi.


Tidak terkecuali, para petinggi sekte Naga Surgawi pun mendapatkan bagian dari dua harta berharga itu.


Untuk Ma Guang, raja Long Wang segera memberikan petunjuk kepadanya untuk bisa menyerap inti jiwa, batu permata serta seluruh darah murni milik Long Disi agar bisa memiliki tubuh serta kekuatan sejati dari raja naga api surgawi.


Ma Guang pun segera melakukan hal itu.


Waktu yang dia butuhkan untuk mencapai hal tersebut selama dua bulan.


Itu untuk merubah tubuh serta darahnya sehingga sepenuhnya menjadi tubuh dan darah naga surgawi.


Sedangkan untuk Long Wang sendiri, kini dirinya sedang menyerap tiga benda berharga milik pemimpin atau jenderal ras Ular Surgawi.


Bagi Long Wang hal tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama untuk dirinya hingga bisa menyelesaikan proses penyerapan itu.


Hanya dalam waktu beberapa hari saja, semuanya telah selesai menyerap pemberian dari Ma Guang.


Namun hal itu tidak berlaku bagi para petinggi sekte Naga Surgawi dan juga bagi Ma Guang.


Mereka masih tetap melakukan penyerapan tiga dan dua dari benda tersebut.


Kini raja Long Wang telah memiliki kekuatan sejatinya yang sudah mencapai kekuatan setara dengan Dewa Bumi puncak.


Sedangkan untuk Long Zhihui dan jenderal naga lainnya serta dua jenderal Kilin Api kini kekuatan mereka sudah setara dengan kekuatan Dewa Bumi awal.


Jiangjun sendiri, kini kekuatannya sudah setara dengan kekuatan seorang Dewa Bumi menengah.


Long Wang kini sedang memimpin pasukannya untuk menjaga wilayah sekte Naga Surgawi.


***

__ADS_1


Setelah melarikan diri dari medan pertempuran, kini Zhou Lu Yun bersama para leluhur sekte Kura - Kura Api telah kembali dan tiba di istana kekaisaran Zhou untuk menemui ayahnya.


Saat kaisar Zhou Muwang menemui mereka, pria tua itu pun langsung melontarkan pertanyaan.


"Bagaimana dengan pertempuran yang terjadi! Apakah kita mendapatkan kemenangan?." Tanya sang kaisar penasaran.


"Ayah! Perang yang kita lakukan tidak berjalan sesuai dengan apa yang aku rencanakan!."


"Mengapa seperti itu?." Tanya sang kaisar.


"Saat terjadi pertempuran besar! Patriak Lan Xang bersama kepala keluarga bangsawan Lai telah mengacaukan pertempuran itu!."


"Tidak hanya sampai di situ saja! Pasukan dari ras Ular juga mengikuti ritme tersebut!."


"Entah bagaimana hasil dari pertempuran tingkat dewa sejati itu!."


Zhou Lu Yun terus menjelaskan segala sesuatu yang terjadi.


Kaisar Zhou Muwang yang mendengar hal tersebut hanya bisa diam dengan apa yang Zhou Lu Yun jelaskan.


***


Di aula utama istana kekaisaran Yue Wu, kini di atas singgasananya, sang kaisar sedang memikirkan tentang pertempuran kedua kekuatan tingkat dewa itu.


Meski pun kengerian sempat di rasakan oleh sang kaisar, namun hasil akhirnya juga dia ingin mengetahuinya.


Beberapa saat kemudian wajah pria tua rentah itu terlihat sangat bingung.


Sang kaisar pun langsung bertanya kepada pria tua itu.


"Bagaimana? Apakah leluhur agung telah mengetahui siapa pemenangnya?."


"Yang Mulia! Aku tidak bisa menjelaskan apa yang baru saja aku lihat!."


"Kemenangan atau pun kekalahan sepertinya tidak berada di pihak kedua kekaisaran yang berperang!."


"Mengapa bisa seperti itu?." Tanya kaisar penasaran.


"Sebab yang di lihat olehku hanyalah suatu lubang yang sangat besar namun tidak menemukan potongan tubuh di area tersebut!."


"Jasad para pendekar yang telah gugur sebelumnya juga kini sudah tidak terlihat lagi!."


"Jika jasad para pendekar langit, atau pun para pendekar dewa yang gugur, itu jangan di pikirkan lagi! Sebab semuanya sudah menjadi kabut darah saat dua kekuatan tingkat dewa sejati memasuki medan pertempuran!." Sambung Ketua Dongsi yang saat itu sedang terluka serius.


"Apakah tubuh para makhluk itu juga telah menjadi kabut darah?." Tanya kaisar.

__ADS_1


"Tidak Yang Mulia! MenurutKu jasad mereka telah di ambil oleh kelompok lain!." Jawab Dongsi lagi.


"Tetapi mengapa satu pun dari pasukan yang mendukung kekuatan kita sampai detik ini belum ada yang kembali kesini?."


Kaisar tetap bertanya karena merasa penasaran dengan apa yang telah terjadi.


"Aku juga tidak bisa menjawab pertanyaan itu!." Ujar Dongsi.


"Ternyata pertempuran dengan skala kekuatan dewa sejati sangat menakutkan!."


"Seorang pendekar tingkat dewa saja yang terasa sudah memiliki kekuatan yang sangat kuat, bisa di ubah menjadi kabut darah dengan hanya aura intimidasi mereka!."


Dongsi tidak berhenti memikirkan pertempuran besar yang baru dia saksikan serta rasakan itu.


***


Hal yang sama juga di lakukan oleh leluhur agung Lan Fengsi.


Pria tua itu pun melaporkan hal tersebut kepada Zhou Lu Yun dan juga kaisar Zhou Muwang.


Mendengar apa yang di sampaikan oleh leluhur Lan Fengsi, dua orang itu langsung terkejut dan merasa bingung dengan apa yang baru saja keduanya dengar.


Karena merasa penasaran, Zhou Lu Yun pun menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mengecek sendiri situasi di medan pertempuran.


Dan hasil yang sama sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh leluhur Lan Fengsi pun dia dapati.


Pertanyaan yang sama dengan kaisar Yue Wu muncul di benak Zhou Lu Yun.


Sehingga mereka bingung menentukan siapa pemenang dari pertempuran tersebut.


Namun jika di lihat dari kerugian yang masing - masing dua kekaisaran alami, kekaisaran Zhou yang paling di rugikan dalam perang tersebut.


Kesombongannya pun mulai hilang dari dalam dirinya.


"Ternyata aku terlalu gegabah di dalam mengambil suatu keputusan!."


"Aku sudah menunjukkan sikap yang tidak baik bagi Ma Guang dan juga lainnya serta telah membawa pasukan ras Ular ke dalam markas sekte Naga Surgawi!."


"Apakah perbuatanKu itu akan di maafkan oleh Ma Guang!?."


Zhou Lu Yun kini mulai tenggelam dengan setiap kesalahan yang telah dia perbuat.


Wanita itu pun kembali mengingat bagaimana Ma Guang telah melindungi diri mereka bertiga dari kemarahan Xia Jiao yang dahulunya memiliki tingkat kultivasi di atas mereka, sehingga Ma Guang menyuruh mereka untuk meningkatkan kultivasi ketiganya.


Dan sudah bisa di pastikan, walau pun Ma Guang tidak menunjukkan sikap yang emosional, namun pria itu pasti akan melidungi juga ke tiga istrinya itu dan juga anak - anaknya.

__ADS_1


Penyesalan pun mulai terlihat di raut wajah yang cantik miliknya.


~Bersambung~


__ADS_2