Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 448. Kejutan Besar


__ADS_3

Setibanya di Benua Tengah dan setelah bertemu dengan Tan Lai, 11 leluhur itu segera melaporkan apa yang sudah mereka alami saat berada di Benua Utara.


Walau pun sebagian dari laporan mereka sudah di sampaikan oleh dua leluhur lainnya, akan tetapi para leluhur itu kembali menceritakan situasi dari awal hingga mereka melarikan diri.


Mendengar laporan dari 11 orang leluhur itu, Tan Lai langsung menanggapinya dan berkata.


"Sepertinya kekuatan mereka tidak bisa di pandang sebelah mata".


"Meskipun demikian, kalian harus kembali dan lebih berhati - hati lagi untuk bergerak".


"Sebab kita tidak boleh kembali jika tidak mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang Ketua harapkan".


"Jangan lagi kalian sering berada di perkampungan penduduk, apa lagi di perkotaan, sebab kalian bisa di kenali oleh mereka".


"Berfokuslah untuk menemukan raja siluman yang ada di wilayah Benua Utara agar bisa bekerja sama dengan mereka".


"Baik!". Jawab para leluhur itu.


Kini 13 leluhur itu kembali lagi pergi untuk menuju ke wilayah Benua Utara.


Sedangkan Tan Lai sendiri sedang menunggu hasil dari 15 leluhur lainnya yang berada di Benua Tengah.


Pergerakan mereka tidak di ketahui oleh setiap anggota sekte atau para murid perguruan ilmu bela diri.


***


Di batas wilayah sekte Beruang Matahari, para murid yang berjaga dikejutkan dengan kemunculan makhluk tinggi besar dan tubuhnya terlihat seperti di selimuti oleh api.


Para murid sekte itu segera mengaktifkan formasi pertempuran yang berbentuk Delapan Trigram untuk menghadapi siluman atau pun makhluk yang sejenisnya.


Petir yang berwarna Ungu segera keluar dari formasi pertempuran tersebut dan langsung menyerang tubuh salah satu anggota bangsa Azura.


Setelah terkena petir ungu, monster itu pun terdorong sejauh puluhan meter kebelakang.


Setelah beberapa saat kemudian, monter itu segera membalas serangan tersebut dengan api berwarna biru.


Para murid sekte Beruang Matahari segera melancarkan energi Api yang berwarna kuning dari formasi pertempuran untuk meladeni serangan sang monster.


Booommm


Ledakan pun terjadi dan membuat debu bertebaran di udara.


Setelah beberapa saat kemudian, terlihat seluruh murid sekte Beruang Merah kini sudah terkapar di tanah dan tidak bernyawa lagi.


Hal itu di akibatkan karena tingkat kultivasi yang mereka miliki sangat jauh perbedaannya.


Setelah menghabisi para murid yang telah menghadangnya, monster Azura itu pun segera melesat terbang untuk memasuki wilayah sekte Beruang Matahari.

__ADS_1


Namun sedetik kemudian, tubuh monter Azura itu pun terdorong mundur kembali.


Hal itu di karenakan ada dinding formasi pelindung yang menghalanginya.


Teriakan pun menggema saat monster itu meraung kesakitan.


Patriark sekte dapat merasakan bahwa ada sebuah kekuatan yang mencoba untuk menerobos masuk ke wilayah sektenya secara paksa.


"Siapa yang mencoba untuk memasuki wilayah sekte kita secara paksa? Apakah kelompok pria tua itu telah datang untuk menyerang sekte kita ini?".


"Jika demikian, ini akan menjadi masalah yang sangat serius untuk kita hadapi".


"Mengingat kekuatan mereka semua kini sudah berada di tingkat Pendekar Dewa Agung".


Kekhawatiran patriark Tien Chou itu memang sangat beralasan, sebab tingkat kultivasi tertinggi yang mereka miliki saat itu tidaklah cukup untuk menghadapi kekuatan dari belasan pria tua yang baru saja di hadapi oleh Hong Jiannan, Hong Yilan, Huaiying dan juga Ma Tian Shen.


Jika saat itu tidak ada Jiangjun, sudah bisa di pastikan mereka akan mengalami kekalahan.


Dan jika saat ini mereka kembali menyerang, langkah yang harus di ambil hanyalah meminta bantuan Ma Guang.


Untuk memastikan siapa yang ingin menerobos masuk ke wilayah sekte, patriark Tien Chou segera mengaktifkan mata ketiga miliknya.


Patriark itu kini merasa terkejut setelah mendapati ada sosok monter yang mulai mencoba untuk menghancurkan dinding formasi pelindung sekte.


"Makhluk apa itu?".


"Apakah ini ada hubungannya dengan kelompok pria tua itu?".


Pertanyaan - pertanyaan yang memenuhi pikiran patriark Tien Chou setelah melihat monster Azura itu.


"Sepertinya ada makhluk aneh yang sedang mencoba untuk menghancurkan dinding formasi pelindung sekte kita". Tutur Tien Chou.


Mendengar perkataan patriark, para tetua segera mengaktifkan juga mata ketiga mereka dan ingin mengetahui juga apa yang baru saja di jelaskan oleh Tien Chou.


Semua petinggi sekte pun secara bersamaan merasa terkejut juga dengan apa yang mereka lihat.


"Patriark! Sebaiknya kita memberitahukan hal ini kepada Hong Jiannan". Ucap seorang tetua tingkat tinggi.


"Untuk saat ini, menurutKu para tetua sekalian, segeralah menuju ke titik - titik kunci formasi pelindung agar bisa lebih memperkuat lagi dinding formasi itu". Sambung Hong Mogui memberikan masukan.


"Baik tetua Hong!". Jawab para tetua tingkat tinggi yang seperti biasa betugas untuk memperkuat formasi pelindung.


Setelah beberapa tetua pergi meninggalkan aula utama sekte, Hong Jiannan pun kini memasuki aula utama.


"Saya menghadap patriark!". Ucap Hong Jiannan sambil menangkupkan tangannya.


"Jian'er! Ayo kita pergi ke pintu masuk sekte". Ajak Hong Mogui.

__ADS_1


"Ada apa ayah?". Tanya Hong Jiannan penasaran.


"Sekte kita kedatangan makhluk yang tidak dikenal".


"Dan saat ini sedang mencoba untuk menghancurkan dinding formasi pelindung sekte kita".


"Kalau seperti itu, sebaiknya kita pergi sekarang". Usul Hong Jiannan.


Mereka dengan cepat segera menuju ke perbatasan wilayah sekte.


Sesampainya di perbatasan, Hong Jiannan pun segera memeriksa kekuatan yang dimiliki oleh makhluk tersebut.


"Kekuatannya setara dengan kekuatan Dewa Langit, ini akan sangat menyulitkan bagi kita". Tutur Hong Jiannan dengan sangat serius.


"Makhluk ini berasal dari dunia bawah, yaitu makhluk bangsa Azura". Hong Mogui menjelaskan.


Hal itu karena Hong Mogui memiliki pengetahuannya saat masih berada di sekte Kalajengking Merah.


Sehingga dia bisa mengenali makhluk yang kini sedang berusaha untuk menghancurkan dinding formasi sekte.


"Apakah mungkin hal ini terjadi karena ledakan energi yang keluar dari tubuh Shen'er!?". Pertanyaan yang muncul di pikiran Hong Jiannan.


Pemuda itu pun segera menghubungi Ma Guang dengan kekuatan spiritualnya.


Ma Guang yang saat itu sedang berada di dalam dunia kecil, tidak dapat di hubungi oleh Hong Jiannan.


Pemuda itu pun kini segera menghubungi Jiangjun untuk memberitahukan hal itu agar Jiangjun bisa menyampaikannya kepada Ma Guang.


Namun hal yang sama juga dia alaminya, sebab Jiangjun juga kini berada di dalam dunia kecil.


Hong Jiannan pun segera menghubungi patriark sekte Naga Surgawi.


Setelah selesai memberitahukannya, patriark pun segera pergi memasuki dunia dewa surgawi untuk memberitahukan hal itu kepada Ma Guang.


Ma Guang yang mendapatkan kabar tersebut segera memerintahkan Jiangjun untuk segera pergi menuju ke sekte Beruang Matahari.


Jiangjun juga membawa 100 pasukan Naga bersamanya.


Saat baru saja mau meninggalkan wilayah sekte Naga Surgawi, Jiangjun bersama kelompoknya di kejutkan dengan kemunculan 100 pasukan Naga Surgawi dan juga menyusul 100 pasukan Serigala Surgawi.


Jiangjun pun mengurungkan niatnya untuk menuju ke sekte Beruang Matahari saat bertemu dengan dua kelompok pasukan ras makhluk surgawi tersebut.


"Bagaimana caranya sehingga kalian bisa berada di dunia manusia ini?". Tanya Jiangjun menyambut kedatangan pasukan ras naga tersebut.


"Hormat kepada Jenderal Jiangjun!". Tutur pasukan ras Naga yang langsung bisa mengenalinya.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2