Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 64. Pembicaraan Dengan Xia Jiao


__ADS_3

Ma Guang pun langsung pamit undur diri, pemuda itu lalu kembali kekediamannya.


Sesampainya di kediaman, sosok seorang gadis sedang duduk sendiri di ruang tamu.


"Dari mana saja dirimu? Mengapa semalaman kamu tidak pulang!?." Ucap gadis tersebut menyambut Ma Guang.


"Oh, aku baru saja dari rumah tetua Duan." Jawab Ma Guang santai.


"Terus! Kapan waktu untuk diri Ku?." Tanya gadis itu lagi.


"Maksudnya?." Tanya Ma Guang karena merasa tidak mengerti dengan pertanyaan gadis tersebut.


"Ma Guang! Apakah diriMu tidak mengerti mengapa aku tidak langsung kembali ke sekte saat sudah selesai melaksanakan misi?."


"Itu karena nona Xia ingin meningkatkan kemampuan ilmu bela diri nona Xia!."


"Jadi, hanya itu yang diri Mu pahami selama ini tentang diriKu?."


"Nona Xia! Tolong jelaskan secara lebih mendetail lagi, agar supaya aku dapat memahami apa sebenarnya yang nona Xia maksudkan."


"Ma Guang! Kamu sangat pintar dan berbakat dalam berlatih ilmu bela diri, akan tetapi kamu sangat bodoh untuk memahami hati dan perasaan seorang wanita."


"Waduh! Masalah apa lagi yang nona Xia maksudkan, apakah!? Apakah!? Apakah ini berhubungan dengan rasa itu!?." Gumam Ma Guang dalam hatinya.


Secara spontan Ma Guang menepak jidatnya.


Xia Jiao yang melihat tingkah laku pemuda tersebut, langsung memicingkan matanya seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja di lakukan pemuda itu.


"Baiklah - baiklah! Sekarang ini aku sudah mulai memahami jika ada wanita yang mendekatiKu, pasti mereka menyukai diriKu." Gumam pemuda itu sambil tersenyum.


"Ada apa dengan pikiran orang ini!? Baru saja dirinya menepak jidatnya sendiri, kini dia sudah senyum - senyum sendiri!." Gumam Xia Jiao yang semakin bingung melihat tingkah pemuda itu.


"Hah...! Tetapi saat ini ada lima orang gadis yang dekat denganKu! Apakah mereka semua menyukai diriKu!?." Gumam Ma Guang lagi.


"Mereka semua adalah gadis - gadis yang cantik, apa lagi nona Xia dan juga tuan putri, mereka berdua memang sangat cantik." Gumam Ma Guang.


Pemuda itu di sibukan dengan pikirannya sendiri, sehingga membuat dirinya berdiri mematung serta senyam - senyum tanpa memperdulikan lagi keberadaan gadis yang ada di depannya.


"Ma Guuuaaannnggg!."


Teriak gadis tersebut.


Ma Guang langsung tersentak dari lamunannya.


"Ada apa!? Kenapa!?." Tanya Ma Guang seperti orang yang sedang kebakaran rumahnya.


Ketiga orang yang lain juga secara serentak tiba di tempat mereka berdua berada.


"Ada apa Jiao'er!?." Tanya tetua Sim Lan.


"Ada apa pendekar Ma!?." Tanya Yuan Gao.


Xia Jiao yang melihat situasi yang di akibatkan karena teriakannya, langsung terdiam karena merasa malu dan dengan pipinya yang sudah memerah.


"Eeemmm...aku tidak tau! Tanyakan saja pada nona Xia!." Jawab Ma Guang sambil melangkah pergi menuju ke kamarnya.


Kini tatapan mata ketiga orang tersebut langsung mengarah kepada Xia Jiao, dengan penuh harap mendapatkan jawaban yang akan di berikan gadis tersebut.


Situasi yang semakin canggung itu langsung di hindari oleh Xia Jiao dengan berjalan meninggalkan ketiga orang yang menanti jawaban darinya.


"Ada apa dengan anak - anak itu!?." Ucap tetua Sim Lan.


"Apakah telah terjadi masalah di antara mereka berdua?." Ucap Yuan Gao.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang mereka lakukan atau bicarakan sehingga membuat nona Xia seperti itu!?." Gumam Yuan Jiali dalam hatinya.


Ma Guang sudah selesai membersihkan tubuhnya dan juga sudah mengganti pakaiannya.


Pemuda itu kini keluar dari kamarnya dan langsung melangkah menuju ke ruang makan.


Setelah selesai sarapan, Ma Guang kembali ke ruang tamu.


Ruang tamu kini terlihat lengang, tidak ada dari keempat orang tersebut yang berada di ruangan itu.


Akhirnya Ma Guang melangkahkan kakinya untuk menuju ke arah kamar yang Xia Jiao tempati.


Tok...tok...tok


"Nona Xia!."


Tok...tok...tok


"Nona Xia!."


Sret


Bunyi suara pintu yang dibuka oleh Xia Jiao.


"Ada apa!?." Tanya gadis itu.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan Mu." Jawab Ma Guang.


"Oh, begitu yah!?." Ucap Xia Jiao.


"Mari kita bicara di taman belakang saja." Ajak Ma Guang sambil melangkahkan kakinya menuju ke tempat yang dia maksudkan.


Xia Jiao langsung menutup pintu kamarnya dengan hati yang berbunga - bunga.


Setibanya mereka di taman belakang kediamannya, Ma Guang langsung memasuki gazebo yang ada di tengah - tengah taman itu yang di ikuti oleh Xia Jiao.


"Silakan duduk!." Ucap Ma Guang yang langsung duduk juga di kursi yang sudah tersedia.


Setelah keduanya sudah duduk, akhirnya Ma Guang mulai mengutarakan hal yang akan di bicarakan dengan Xia Jiao.


"Nona Xia! Sudah beberapa tahun ini kita telah berpisah dengan guru Su Tian. Aku berencana untuk mengunjunginya sebelum pergi ke sekte Kalajengking Merah. Apakah nona Xia ingin ikut bersama denganKu?."


Mendengar apa yang di katakan oleh pria itu, Xia Jiao merasa sedikit kecewa, karena apa yang di katakan oleh Ma Guang, tidak sesuai dengan harapannya. Tetapi karena orang yang Ma Guang bicarakan itu adalah orang yang penting juga buat Xia Jiao, sehingga dirinya tidak terlalu kecewa.


"Iya! Aku akan ikut bersama denganMu!." Jawab Xia Jiao.


"Baiklah! Sekarang ini apakah nona Xia sudah bisa mencapai pendekar raja tingkat puncak?."


"Belum! Aku sedang berusaha untuk mencapainya."


"Apakah nona Xia mengalami kesulitan untuk membuka ruang dantian bagian tengah milik nona Xia!?."


"Iya! Aku masih merasa kesulitan untuk membukanya."


"Bagaimana jika aku membantu nona Xia untuk membuka ruang dantian bagian tengah milik nona Xia?."


Mendengar apa yang pemuda itu katakan, Xia Jiao terdiam dan sedang memikirkan apa yang Ma Guang katakan itu.


"Bagaimana cara melakukannya?." Tanya Xia Jiao.


"Saat nona Xia memusatkan seluruh tenaga dalam milik nona Xia di titik pusat dantian bagian tengah milik nona Xia, aku akan mengawasinya dan membantu agar saat nona Xia memadatkan energi tenaga dalam dan meledakannya, itu tidak akan menyebar keluar dan menyerang jantung nona Xia."


"Oh, seperti itu yah!?." Ucap Xia Jiao.

__ADS_1


"Iya! Bagaimana?." Tanya Ma Guang.


"Baiklah! Aku mau." Ucap Xia Jiao.


"Apakah nona Xia sudah bisa memadatkan energi tenaga dalam milik nona Xia?."


"Iya!


"Apakah nona Xia sudah siap untuk melakukannya?."


"Iya!


"Kalau begitu! Mari kita mencari tempat yang aman untuk melakukannya." Ucap Ma Guang.


"Maksudnya!? Tempat aman yang bagaimana?." Tanya Xia Jiao.


"Tempat yang aman agar tidak ada orang yang bisa melihat kita saat melakukannya." Ucap Ma Guang.


"Memangnya kenapa jika ada orang yang melihat saat kita melakukannya?."


"Itu tidak bisa! Sebab nona Xia akan membuka pakaian bagian atas dari nona Xia!."


"Apa? Jadi kamu akan melihat tubuhku?." Tanya Xia Jiao dengan wajah yang berubah menjadi merah padam karena merasa marah.


Plak


Bunyi suara tamparan tangan Xia Jiao di pipi pemuda di depannya itu.


"Dasar pria mesum!." Ucap Xia Jiao yang langsung berdiri dan melangkah untuk meninggalkan Ma Guang.


"Nona Xia! Dengarkan dulu penjelasanKu!." Ucap Ma Guang sambil meraih tangan gadis tersebut.


Langkah Xia Jiao langsung terhenti saat tangannya sudah di tahan oleh Ma Guang.


"Jika nona tidak membuka pakaian nona Xia, bagaimana mungkin aku bisa melihat energi tenaga dalam dari nona Xia!?."


"Setelah itu, aku juga akan membuka semua jalur - jalur meridian nona Xia yang masih tertutup, agar nona Xia sudah bisa untuk menerobos menjadi pendekar Suci."


"Dan hal itu juga harus di lakukan dengan melepaskan seluruh pakaian dari nona Xia!."


Gadis itu terdiam dalam keadaan yang masih berdiri, dia sedang menyimak apa yang di katakan oleh Ma Guang.


Tidak ada kata - kata yang keluar dari mulut gadis itu.


"Jika tidak ada orang yang mengawasi proses ini, bisa - bisa energi tenaga dalamKu yang meledak, bisa menyerang jantungKu." Gumam Xia Jiao dalam hatinya.


"Apakah tetua Sim Lan bisa menggantikan posisiMu?." Tanya Xia Jiao.


"Bisa! Tetapi aku terlebih dahulu akan melakukan hal itu kepada tetua Sim Lan agar tenaga dalamnya sudah bisa untuk mengontrol kekuatan ledakan energi tenaga dalam milik nona Xia." Jawab Ma Guang sambil tersenyum.


"Apa? Kamu akan melakukan hal itu juga kepada tetua Sim Lan!?." Ucap Xia Jiao.


"Kenapa tidak! Jika tetua Sim Lan mau, aku pasti akan melakukannya." Ucap Ma Guang menggoda gadis itu.


"Apakah otakMu sudah tidak waras lagi!?." Ucap Xia Jiao.


"Jika nona Xia sudah lebih dulu melakukannya, tentu nona Xia yang akan membantu tetua Sim Lan. Begitu juga sebaliknya." Ucap Ma Guang.


"Atau aku panggilkan saja para petinggi sekte yang sudah aku bantu untuk membantu nona Xia! Bagaimana? Apakah nona Xia mau?." Lanjut Ma Guang lagi sambil tertawa kecil.


"Aku tidak mau! Kamu ini rupanya sudah mulai gila." Ucap Xia Jiao sambil menghempaskan tangan Ma Guang yang menggenggam tangannya dan tersipu malu.


~Bersambung~

__ADS_1


__ADS_2