
Setelah selesai melakukan pengukuhan serta pemberian gelar kepada Ma Guang, hal itu langsung di umumkan kepada seluruh murid sekte Bambu Kuning.
Semua murid pun langsung menerimanya dengan senang hati.
Ma Guang pun langsung memberikan masukan kepada patriak untuk setiap melakukan peningkatan kekuatan kepada setiap murid di sekte tersebut.
"Patriak! MenurutKu, setiap murid dasar dari tingkat pertama hingga tingkat ke sembilan semuanya di bawah pengawasan serta yang melatih mereka adalah para pendekar ahli, sehingga mereka juga yang akan mengajukan setiap pendekar tahap awal itu untuk naik menjadi pendekar ahli".
"Hal itu akan berbeda jika terpilih menjadi murid utama, tentunya mereka akan secara langsung di latih oleh tetua tingkat rendah".
Sedangkan murid utama sendiri akan di pilih untuk menjadi murid inti, dan mereka akan langsung di latih oleh aku sendiri, sebab mereka itu yang akan menjadi pilar bagi sekte kita ini".
"Untuk setiap pendekar ahli yang ada, jika mereka harus naik untuk menjadi pendekar raja tahap awal, mereka harus di ajukan oleh para tetua tingkat rendah yang sudah mencapai pendekar raja tingkat puncak".
"Sedangkan untuk para tetua tingkat rendah sendiri, jika ingin naik untuk menjadi pendekar suci, mereka harus memperoleh persetujuan dari patriak, tetua agung, tetua penegak hukum, serta leluhur agung baru mereka akan di berikan petunjuk oleh saya sendiri".
"Bagaimana? Apakah hal ini bisa di terima?". Tutup Ma Guang.
"MenurutKu, apa yang di sampaikan oleh Pelindung Sekte ada benarnya, sebab segalah sesuatu itu terlebih dahulu harus melalui proses yang matang serta di akui oleh seorang senior terlebih dahulu agar bisa untuk naik ke tingkat selanjutnya". Lanjut patriak.
"Karena peningkatan dari sekte kita ini berhubungan langsung dengan Pelindung Sekte, sehingga menurutku akan lebih baik melalui tahapan seperti apa yang baru di sampaikan tadi". Ujar leluhur agung.
Setelah selesai mereka membahas hal itu, mereka pun langsung membubarkan diri dan kembali ke kediaman mereka masing - masing.
Sedangkan Ma Guang sendiri langsung menuju ke wilayah terlarang sekte bersama dengan para leluhur.
Pemuda itu langsung memberikan petunjuk kepada leluhur agung Yao Fan untuk membuka gerbang ke tujuh, yaitu gerbang kehidupan.
Sedangkan untuk kedua leluhur agung lainnya, Ma Guang juga memberikan petunjuk untuk membuka gerbang keenam.
Para leluhur biasa juga kini sudah di berikan petunjuk untuk membuka gerbang kelima, namun hanya leluhur Guang Zhi saja yang sudah bersiap untuk membuka gerbang ke enam.
Patriak dan juga tetua tingkat tinggi yang lain kini sudah bersiap untuk naik satu tingkat lagi.
Sedangkan untuk Su bersaudarah, semuanya kini sudah bersiap untuk membuka gerbang ke tujuh.
Kekuatan sekte tersebut kini sudah naik satu tingkat lagi, dan untuk para tetua dari tingkat rendah hingga tingkat tinggi, patriak dan juga semua leluhur di haruskan untuk menguasai jiwa senjata, agar mereka bisa mengendalikan mau pun bisa membentuk senjata dari energi tenaga dalam milik mereka.
Setelah selesai memberikan petunjuk, akhirnya Ma Guang memberikan petunjuk secara pribadi kepada Duan Meng dan juga Yuan Jiali.
Yuan Jiali di tuntut Ma Guang agar secepatnya untuk menjadi lebih kuat lagi.
Sedangkan untuk Duan Meng, pemuda itu mengharapkannya agar bisa dengan cepat membuka gerbang kelima, agar gadis itu sudah bisa menggunakan kekuatan jiwanya.
__ADS_1
Setelah selesai memberikan petunjuk kepada kedua gadis tersebut, akhirnya Ma Guang pergi untuk bertemu dengan putri Zhou Lu Yun.
Setelah tiba di kediaman yang di tempati oleh sang putri, Ma Guang pun langsung di sambut oleh para murid yang sebelumnya adalah pasukannya yang sedang berjaga di kediaman tersebut.
"Hormat kepada pelindung sekte". Ucap para penjaga kediaman putri.
"Hormat kalian aku terima".
"Pelindung sekte! Silahkan masuk".
Ma Guang pun langsung memasuki kediaman tersebut.
Kehadirannya langsung di sambut oleh putri Zhou Lu Yun dan juga nona Tjia Annchi.
"Hormat kepada pelindung sekte!". Ucap kedua gadis itu secara serentak.
"Sudahlah, jangan terlalu formal seperti itu, aku akhir - akhir ini sering merasa risih dengan panggilan tersebut". Ujar Ma Guang.
Akhirnya Ma Guang langsung menyampaikan maksud kedatangannya ke tempat itu.
"Aku datang kesini untuk berbicara secara pribadi dengan tuan putri, jadi aku memohon ijin terlebih dahulu kepada nona Tjia agar kami berdua bisa pamit undur diri dulu".
"Silahkan pendekar Ma, aku juga saat ini ingin beristirahat dahulu". Ujar Tjia Annchi.
Keduanya berjalan di taman sambil berbincang - bincang.
"Tuan putri...!!! Karena saat ini tuan putri sudah mencapai pendekar raja tingkat puncak, hamba berharap agar tuan putri bisa menerobos untuk menjadi pendekar suci, dan setelah tuan putri telah menerobos menjadi pendekar suci, tuan putri harus membuka gerbang pertama terlebih dahulu baru aku akan mengantarkan tuan putri untuk kembali ke ibu kota kekaisaran, sebab kekuatan tuan putri itu sudah tidak bisa lagi di anggap remeh oleh sembarang pendekar". Ucap Ma Guang.
"Oleh karena itu, tuan putri harus bersiap untuk membuka setiap jalur titik meridian yang masih tertutup". Lanjut Ma Guang.
Ma Guang pun langsung memberitahukan kepada tuan putri hal apa yang akan di lakukannya saat akan membuka setiap titik jalur meridiannya yang masih tertutup.
Mendengar hal itu, wajah putri langsung memerah, karena dirinya akan melepas semua kain yang menutupi tubuhnya.
Dan orang yang pernah melakukan hal itu kepadanya hanyalah Duan Meng.
Gadis itulah yang membuka ruang dantian bagian bawah dan bagian tengah milik tuan putri.
Tetapi lain halnya dengan membuka setiap titik meridian, bahwa seluruh bagian tubuh gadis itu akan di lihat secara detail oleh orang yang akan membuka titik meridian tersebut.
Letak titik meridian setiap orang tidak sama, sehingga membutuhkan seorang ahli untuk melakukan hal itu.
Dan di sekte Bambu Kuning sendiri, hanya para leluhur, patriak, tetua agung dan juga tetua penegak hukum yang bisa melakukan hal itu.
__ADS_1
Karena mereka sudah di beri petunjuk oleh Ma Guang.
Ma Guang pun mulai bertanya kepada sang putri tentang hal itu.
"Apakah tuan putri sudah siap untuk melakukan hal itu? Ataukah tuan putri sudah merasa cukup dengan apa yang telah tuan putri capai!?".
"Aku sudah siap untuk melakukan hal itu, tetapi aku mau kamu yang melakukannya". Ucap gadis itu dengan nada suara yang lembut.
"Jadi tuan putri sudah siap untuk melakukan hal itu?".
Putri Zhou Lu Yun langsung menganggukkan kepalanya menanggapi pertanyaan Ma Guang.
"Baiklah, kalau begitu, mari kita kembali ke kediaman untuk melakukan hal itu". Ujar Ma Guang sambil berjalan menuju ke kediaman yang di tempati putri Zhou Lu Yun.
Setelah keduanya tiba, mereka berdua langsung memasuki kamar putri.
Saat sudah berada di dalam kamar, putri Zhou langsung merasa canggung dengan apa yang akan dia lakukan.
Ma Guang pun langsung memberi isyarat agar gadis itu bisa untuk melakukannya.
Dengan perlahan gadis itu langsung menanggalkan satu persatu kain yang menutupi tubuhnya.
Mata Ma Guang langsung menatap tubuh indah itu tanpa sekali pun mengedipkan matanya.
Pemandangan yang luar biasa indah sedang terpampang di depan matanya.
Sesaat kemudian pemuda itu mulai tersadar dengan tujuan awalnya sehingga bisa menikmati pemandangan indah tersebut.
Ma Guang langsung menarik napas dalam - dalam dan mulai menetralkan kembali situasi yang bergejolak di dalam dirinya.
Akhirnya pemuda itu bisa menenangkan hati, pikiran serta perasaannya.
Ma Guang pun langsung mendekati tubuh gadis cantik itu dan langsung mulai membuka setiap titik meridian yang masih tertutup tersebut.
Setelah beberapa saat kemudian , akhirnya pemuda itu sudah selesai melakukan tugasnya.
Sang putri langsung menggunakan kembali pakaiannya.
Setelah itu, Ma Guang pun memberikan petunjuk kepada sang putri untuk mengalahkan iblis di dalam hatinya.
Dan sang putri langsung mengingat setiap apa yang di katakan oleh Ma Guang.
Akhirnya Ma Guang meninggalkan kamar serta kediaman tersebut.
__ADS_1
~Bersambung~