
"Tetua Pha! Mohon berikan aku sedikit waktu untuk membantu pemuda ini". Pinta tetua Pho Hong kepada tetua agung dengan sikap hormat.
Karena situasi yang sudah canggung tersebut, sehingga tetua agung Pha Yun langsung meninggalkan ruangan tersebut.
Pria tua itu tidak menunggu lagi tetua Pho Hong selesai membantu Ma Guang dan menemui dirinya.
Tetapi pria tua itu langsung melangkah pergi dan langsung meninggalkan bangunan Balai Pengobatan itu.
Tetua Pho Hong langsung menghubungi tetua penegak hukum untuk datang bersama para murid Phoenix Api Hitam ke Balai Pengobatan.
Tetua penegak hukum Sangyal yang menerima pesan jiwa dari tetua Pho Hong, langsung memanggil dua puluh orang murid Phoenix Api Hitam untuk menuju ke Balai Pengobatan sekte.
Di sekte Phoenix Api, ada tiga kelompok pasukan yang di bentuk dari murid - murid terbaik di tingkatan masing - masing, yaitu Phoenix Api Merah yang adalah pendekar Langit Awal, Phoenix Api Biru adalah pendekar petapa dan Phoenix Api Hitam adalah pendekar Petapa Suci.
Setelah menghubungi tetua Sangyal, tetua Pho Hong langsung kembali melanjutkan aktivitasnya untuk membantu memulihkan kondisi tubuh Ma Guang.
Pria tua itu langsung memasukkan sebuah pil kedalam mulut Ma Guang serta langsung mengalirkan energi Qi miliknya untuk membantu pemuda itu untuk mengurai serta menyerap esensi pil yang di berikan oleh tetua Pho Hong.
Tubuh pemuda itu langsung bergetar hebat saat esensi dari pil tersebut mulai bereaksi bersamaan dengan energi Qi dari tetua Pho Hong yang mulai memberikan kekuatan kedalam inti jiwa Ma Guang yang di dalamnya juga adalah inti jiwa dari raja naga surgawi.
Mata tetua Pho Hong langsung terbelalak saat merasakan apa yang terjadi disaat dirinya membantu Ma Guang.
Esensi pil tingkat tinggi serta energi Qi miliknya terasa seperti mengalir dengan deras kedalam inti jiwa Ma Guang.
Pria tua itu tidak menyangka akan terjadi hal seperti itu.
Tetua Pho Hong langsung kembali memberikan dua buah pil sekaligus ke mulut Ma Guang dan kembali menempelkan kedua telapak tangannya ke punggung pemuda itu.
Hal yang sama juga terjadi untuk kedua kalinya, tetapi memberikan hasil yang sesuai dengan apa yang pria tua itu harapkan.
Kekuatan inti jiwa Ma Guang kini sudah meningkat dan membuat kesadaran pemuda itu mulai kembali.
Tetua Pho Hong segera menyalurkan energi Qi miliknya kedalam inti jiwa Ma Guang.
Setengah energi Qi miliknya langsung terserap oleh inti jiwa Ma Guang.
Merasakan hal tersebut, tetua Pho Hong langsung menyudahi aktivitasnya tersebut karena akan membahayahkan dirinya.
__ADS_1
"Uhuk...uhuk!".
Ma Guang langsung terbatuk dan mengeluarkan darah yang berwarna hitam dari dalam mulutnya.
Tetua Pho Hong kembali memberikan sebuah pil penyembuh untuk jiwa Ma Guang yang kini sedang terluka.
Setelah itu tubuh pemuda tersebut kembali di baringkan di tempat tidur.
Tetua Sangyal kini sedang duduk menunggu tetua Pho Hong di ruang tamu serta di sekitar Balai Pengobatan, kini sudah ada dua puluh orang murid Phoenix Api Hitam yang sedang berjaga.
Kini kesadaran jiwa Ma Guang sudah kembali, namun masih dalam keadaan terluka.
Jiwa pemuda itu langsung bermeditasi dan mulai menggunakan teknik penyembuhan untuk menyembuhkan jiwanya yang sedang terluka.
Tetua Sangyal yang sedang menunggu di ruang tamu Balai Pengobatan langsung bangkit dan melangkahkan kakinya menuju ke ruang perawatan untuk melihat sosok pemuda yang di maksudkan oleh tetua Pho Hong.
Akhirnya pria tua itu tiba di depan pintu ruangan pengobatan dan langsung di sambut oleh tetua Pho Hong.
"Tetua Sangyal! Mari masuk". Ucap Tetua Pho Hong.
Saat proses penyembuhan inti jiwanya, tubuh pemuda itu sedang di perhatikan oleh beberapa pasang mata, dan dua pasang mata tersebut adalah milik tetua Pho Hong dan juga tetua Sangyal.
"Sangat jenius! Pemuda ini ternyata bisa menyembuhkan juga jiwanya yang sedang terluka". Ucap tetua Sangyal.
"Sepertinya pemuda ini adalah seorang pendekar yang mendalami ilmu pengobatan serta ilmu alkimia, sehingga dirinya bisa memahami cara untuk menyembuhkan luka yang di derita jiwanya dengan energi yang ada di dalam inti jiwanya saat ini". Ujar tetua Pho Hong dengan perasaan takjub.
"Apakah pemuda ini adalah seorang tabib yang hebat juga?". Tanya tetua Sangyal kepada tetua Pho Hong.
"Aku juga belum bisa memastikan hal itu, sebab ada juga seorang pendekar jenius yang hanya ingin menguasai ilmu pengobatan atau pun ilmu alkimia hanya untuk di gunakan oleh dirinya sendiri, dan hal itu tidak bisa di kategorikan sebagai seorang tabib, karena seorang tabib itu adalah orang yang mendedikasikan hidupnya untuk berusaha menyembuhkan setiap orang yang membutuhkan pertolongan". Tetua Pho Hong menanggapi pertanyaan tetua Sangyal dengan penjelasan.
Mendengar apa yang di jelaskan oleh tetua Pho Hong, pria tua itu langsung mengerti.
"Kenapa kita tidak membantunya saja untuk menyembuhkan luka jiwa yang di deritanya dengan menyalurkan energi Qi kita berdua!?". Kata - kata Sangyal memberikan saran kepada pria tua disampingnya.
"Tetua Sangyal! Hal itu sudah aku lakukan, tetapi ada sesuatu yang sangat kuat sedang berada di dalam inti jiwa pemuda ini, sehingga energi Qi yang aku salurkan kedalam inti jiwa miliknya serta esensi pil tingkat tinggi yang di telannya, semua itu di serap sangat cepat seperti inti jiwanya memiliki ruang yang luas tanpa dasar".
"Setengah dari energi Qi milikKu langsung terserap dengan sangat cepat kedalam inti jiwa pemuda ini, hal itulah yang membuat diriKu menghentikan aktivitasKu untuk menyalurkan energi Qi milikKu". Ujar Pho Hong dengan jujur.
__ADS_1
Mendengar apa yang disampaikan oleh pria di sampingnya, tetua Sangyal langsung terpana melihat pemuda di depannya itu yang kini masih terbaring di ranjang.
"Sangat misterius! Siapa pemuda ini sebenarnya?". Gumam tetua Sangyal.
"Tetua Sangyal! Ada hal yang ingin aku bicarakan denganMu". Ujar tetua Pho Hong menyela perkataan pria tua itu.
"Hal apa yang ingin tetua Pho bicarakan itu?". Tanya Sangyal.
"Mari kita bicarakan hal itu sambil duduk di ruang tamu dan menikmati teh hangat buatanKu". Ujar Pho Hong sambil berjalan dan mengisyaratkan tetua Sangyal untuk berjalan menuju ke ruang tamu.
Kedua pria tua itu langsung berjalan meninggalkan ruangan itu.
Lima orang murid yang mendengar pembicaraan kedua orang tua itu langsung merasa minder dengan kejeniusan sosok yang terbaring di depan mereka.
Kelima murid tersebut terus memperhatikan tubuh Ma Guang yang saat ini sedang menyembuhkan jiwanya dengan teknik energi cahaya yang dia miliki.
"Tetua Sangyal! Saat pemudah itu di bawah ke tempat ini, entah dari mana informasi yang tetua agung terima, dirinya langsung datang kesini dan mulai berusaha dengan keras untuk menghalangi diriKu menyembuhkan pemuda tersebut".
"Aku merasa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh tetua agung, dan hal itu saya rasa adalah hal yang sangat penting bagi sekte kita ini". Ucap tetua Pho Hong.
"Apa? Jadi tetua agung sempat datang kesini untuk mencegah tetua Pho menyembuhkan pemuda itu!? Apakah tetua agung ada hubungannya dengan apa yang pemuda ini alami?". Gumam Sangyal menanggapi perkataan Pho Hong dengan sikap yang sedikit terkejut.
Kedua tetua itu terus membicarakan apa yang di curigai oleh Pho Hong.
Di dalam ruang pengobatan, cahaya kuning keemasan mulai merembes keluar dari dalam tubuh Ma Guang.
Hal itu membuat para murid yang mengawasinya mulai merasakan ada aura intimidasi yang sangat kuat dari energi cahaya tersebut.
Dengan cepat mereka berlima langsung meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke ruang tamu dimana dua tetua tingkat tinggi itu berada.
"Guru! Tetua Sangyal! Tubuh pemuda itu mengeluarkan cahaya keemasan dan aura intimidasi yang sangat kuat dari dalam tubuhnya". Ucap seorang murid melaporkan.
Mendengar apa yang di sampaikan oleh murid itu, kedua pria tua itu langsung melesat ke arah ruangan dimana Ma Guang berada.
Dan benar saja, setelah keduanya tiba di ruangan tersebut, aura intimidasi itu dapat dirasakan oleh mereka berdua.
Dinding bangunan tersebut mulai bergetar karena di sebabkan oleh aura intimidasi yang keluar dari tubuh Ma Guang.
__ADS_1
~Bersambung~