
Bing Bihai merasa tidak betah saat berada didekat Zhou Lu Yun.
Pikiran wanita itu kini terfokus kepada Ma Guang.
"Aku harus secepatnya segera kembali kesekte Naga Surgawi!." Pikir Bing Bihai sambil beranjak dari tempat duduknya dan keluar meninggalkan ruangan tersebut.
Bing Yuchen tidak bisa berkata sedikit pun saat melihat tingkah cucunya itu.
Semua yang hadir didalam ruangan itu pun merasa bingung juga dengan tindakan Bing Bihai.
Sebab wanita itu meninggalkan ruangan tersebut tanpa berpamitan atau pun memberi hormat kepada para pimpinan sekte yang ada.
Hanya Yuan Gao dan juga para petinggi sekte Naga Surgawi yang bisa memahami apa yang Bing Bihai pikirkan.
Sebab mereka juga merasakan hal yang sama dengan apa yang Bing Bihai rasakan tersebut.
Namun mereka masih bisa bersikap biasa saja didepan Zhou Lu Yun.
"Tuan Putri! Para patriak serta para tetua sekalian! Mohon maaf atas sikap yang ditunjukkan oleh cucuKu itu!." Tutur Bing Yuchen sambil berdiri dan menangkupkan tangannya karena merasa tidak enak hati dengan sikap Bing Bihai.
"Patriak Bing! Sudahlah! Aku tidak mempermasalahkan sikap nona Bing Bihai!."
"Mungkin dia hanya ingin mencari udara segar disekitar kamp pasukan kita!." Ucap Zhou Lu Yun menanggapi.
"Terima kasih Tuan Putri atas pengertiannya!." Balas Bing Yuchen.
Hal tersebut diketahui juga oleh Bing Bihai, wanita itu pun menggerutu dan berkata.
"Si Ular beludak itu memang sangat licik! Dia bisa bertingkah baik dihadapan semua patriak yang hadir!."
"Tetapi aku tidak tahan dengan semua sandiwara yang dia mainkan tersebut!." Pikir Bing Bihai yang langsung melesat terbang menuju ke markas sekte Naga Surgawi.
Tidak membutuhkan waktu yang lama bagi seorang pendekar dewa agung untuk menempuh jarak sejauh seribu lima ratus kilo meter tersebut.
Saat sudah berada di perbatasan wilayah sekte Naga Surgawi, wanita itu langsung disambut oleh pasukan Naga dan pasukan Kilin Api.
"Selamat datang nona Bing!." Ucap kedua pimpinan kelompok yang bertugas untuk menjaga wilayah perbatasan tersebut.
"Aku ingin bertemu dengan penguasa kalian! Cepat beritahukan kepadanya!." Tutur Bing Bihai dengan nada suara yang jutek.
"Baik! Mohon nona untuk sedikit bersabar!." Balas seorang pemimpin yang adalah seekor Naga.
Dengan keluatan spiritualnya, sang pemimpin pun melaporkan hal itu kepada Ma Guang.
"Hamba menghadap penguasa!."
"Hal apa yang ingin kamu sampaikan?." Tanya Ma Guang.
"Saat ini nona Bing Bihai sedang berada di pintu masuk sekte kita dan ingin bertemu dengan penguasa!." Jawab pemimpin yang bertugas menjaga wilayah perbatasan sekte.
__ADS_1
"Biarkan dia masuk!." Perintah Ma Guang.
"Baik! Hamba akan mempersilahkannya untuk masuk!."
Tidak lama kemudian, sang pemimpin pun mempersilahkan Bing Bihai untuk memasuki wilayah sekte Naga Surgawi.
Bing Bihai dengan cepat segera melesat menuju kediaman Ma Guang.
Sesampainya ditempat yang dia tuju, wanita itu pun memasuki kediaman tersebut.
"Selamat datang nona Bing! Silahkan duduk." Sambut Ma Guang ramah.
"Sudahlah! Aku tidak suka dengan caraMu yang seperti itu terhadapKu!." Balas Bing Bihai.
"Nona Bing! Hal tersebut sudah sepantasnya aku tunjukkan kepadaMu!." Balas Ma Guang sambil tersenyum menatap wanita didepannya.
"Bagaimana dengan pertempuran yang baru saja terjadi itu?." Tanya Bing Bihai sekedar berbasah basi.
"Hasilnya sesuai dengan apa yang telah nona Bing ketahui!." Jawab Ma Guang enteng.
Hal itu karena sebagai seorang pendekar dewa agung, tentunya Bing Bihai bisa melihat juga pertempuran tersebut.
Sehingga Ma Guang tidak perlu lagi untuk menjelaskannya kepada wanita itu.
Raut wajah wanita itu pun langsung berubah seratus delapan puluh derajat saat bertemu dengan Ma Guang.
Wajah yang awalnya sangat tidak bersahabat bagi setiap orang yang bertemu dengannya, kini sudah tidak tampak lagi di wajah wanita itu.
Ma Guang pun sudah sangat memahami dengan perubahan wanita didepannya itu.
Sebab wajah cantik wanita tersebut hanya selalu dilihat olehnya.
Apa lagi senyumannya, Bing Bihai selama ini tidak pernah tersenyum saat dirinya bertemu dengan siapa pun selain Ma Guang.
"Nona Bing! Jadi apa tujuan kedatanganMu kali ini?."
"Apakah ada hal penting yang ingin kamu bicarakan?." Tanya Ma Guang.
"Apakah kamu ingin segera mengusirKu?." Balas Bing Bihai yang tidak langsung menjawab pertanyaan Ma Guang sambil memasang wajah serta melontarkan kata - katanya dengan manja.
"Aku tidak bermaksud seperti itu! Akan tetapi jika tidak ada hal penting yang ingin dibicarakan dan kita hanya berdua saja didalam kediamanKu ini, aku takut orang - orang akan berpikir tidak baik terhadap kita berdua!." Ma Guang menjelaskan untuk memberi alasan kepada wanita didepannya itu agar tidak tersinggung dengan perkataannya.
"Biar saja mereka berpikir seperti itu! Apa lagi kamu adalah Ma Guang! Siapa yang begitu berani untuk berpikir seperti itu!?." Tutur Bing Bihai sambil tersenyum.
"Baiklah! Tetapi nona Bing harus menjawab pertanyaanKu barusan!." Tutur Ma Guang yang sengaja mengalah agar pertemuan keduanya segera berakhir.
"Apakah aku akan mendapatkan hadiah juga dariMu?." Tanya Bing Bihai.
Perkataan wanita itu langsung dimengerti oleh Ma Guang.
__ADS_1
Untuk mempersingkat kebersamaan keduanya, Ma Guang pun tidak mempunyai hal lain selain memberikan darah murni serta batu permata dan inti jiwa dari seekor makhluk kuno kepada wanita itu yang juga memiliki kemampuan menciptakan es.
Karena kekuatan mereka sudah setara dengan kekuatan dewa sejati, sehingga Bing Bihai bisa menyerapnya untuk menerobos menjadi seorang dewi es sejati.
Setelah memberikan tiga harta berharga milik makhluk kuno, Ma Guang pun menjelaskan kepada Bing Bihai cara untuk menyerap serta merubah dan membentuk darah serta tubuh wanita itu untuk memiliki tubuh seorang dewi sejati.
Jika hal itu diketahui oleh Zhou Lu Yun, sudah bisa dipastikan wanita itu akan merasa sangat irih dan sangat membenci Bing Bihai.
Setelah selesai memberikan petunjuk, akhirnya Bing Bihai pun pergi dari kediaman Ma Guang untuk menuju ke dunia dewa surgawi agar bisa berkultivasi dengan tenang.
Wanita itu juga diantarkan oleh Ma Guang sehingga dirinya bisa memasuki dunia tersebut.
Setelah itu Ma Guang juga memerintahkan seorang komandan pasukan Naga Api Surgawi untuk menjaga Bing Bihai yang kini sudah berada di dalam formasi pelindung yang diciptakan olehnya.
"Sepertinya setiap peristiwa yang terjadi selalu berawal dari setiap wanita - wanita cantik yang ada didunia ini!."
"Kehadiran mereka selalu membuat para pria dapat melakukan apa pun demi untuk memenuhi keinginan mereka!."
"Sama halnya dengan diriKu! Aku tidak bisa menolak kehadiran serta permintaan dari nona Bing!."
"Aku berharap nona Bing tidak akan melakukan hal - hal yang nantinya bisa membuat bencana didunia ini setelah kekuatannya menerobos menjadi seorang dewi!."
"Aku takut pikirannya akan sama seperti Yun'er yang terlalu berambisi untuk menguasai benua utara ini!."
Ma Guang terus berpikir tentang sikapnya yang selalu lembek disaat wanita - wanita cantik yang dia sukai itu mendekati dirinya.
Walau pun Zhou Lu Yun telah melakukan suatu kesalahan yang besar sehingga para pasukan makhluk surgawi bisa mengembalikan sebagian kekuatan sejati mereka, namun pria itu tidak bisa untuk memarahi langsung wanita tersebut.
Sama halnya dengan Bing Bihai yang kekuatannya terus meningkat berkat pemberian sumberdaya dari Ma Guang.
Ma Guang pun akhirnya keluar dari dunia tersebut dan segera membuka portal ruang dan waktu yang menuju ke markas pasukan Kilin Api yang berada di benua tengah.
Pria itu bermaksud untuk menemui ketiga istrinya yang sudah siap untuk menerobos juga menjadi seorang dewi.
Shi Tiao yang sudah lebih dahulu kembali ke markasnya langsung menyambut Ma Guang.
Pria itu diantarkan ke kediaman kedua istrinya yang berada diluar dunia kecil Kilin Api.
Pria itu menghabiskan waktunya untuk bersama dengan kedua anaknya serta kedua istrinya tersebut sebelum memasuki dunia kecil Kilin Api untuk menemui istrinya Xia Jiao serta putranya Ma Tian Shen.
Setelah beberapa hari menghabiskan waktu bersama Yuan Jiali, Duan Meng dan juga kedua anaknya, Ma Guang akhirnya pergi memasuki dunia kecil Kilin Api untuk menemui Xia Jiao dan juga Ma Tian Shen.
Yuan Jiali dan juga Duan Meng ikut serta juga memasuki dunia kecil tersebut.
Karena keduanya juga sudah diberikan sumberdaya dari Phoenix Api Surgawi untuk bisa menerobos menjadi seorang dewi sejati.
Keduanya melakukan kultivasi didunia kecil Kilin Api.
Akhirnya Ma Guang pun tiba di kediaman Xia Jiao bersama putranya.
__ADS_1
~Bersambung~