Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 285. Penjelasan Tien Chou


__ADS_3

Saat Ma Guang terkejut dengan remaja yang di lihatnya, tetua Zhu Li langsung berkata.


"Pelindung! Apakah ada yang ingin anda sampaikan kepada sepuluh orang jenius yang sudah terpilih saat ini!?."


"Sebelum aku memulai perkataanKu, pada saat ini, aku ingin mengundang para patriak dari semua jenius muda yang telah terpilih saat ini untuk naik ke arena ini!." Tutur Ma Guang.


Tetua Zhu Li pun mulai memanggil para patriak dari beberapa sekte yang para jenius mudanya telah masuk di dalam tim yang akan mengikuti kompetisi di benua tengah nanti.


Patriak sekte Naga Surgawi, patriak sekte Es Abadi, patriak sekte Pedang Terbang, patriak sekte Beruang Matahari, patriak sekte Phoenix Api, patriak sekte Tai Long langsung melesat terbang ke arena pertarungan.


"Hormat kepada pemimpin dunia persilatan kekaisaran Zhou!." Tutur keenam patriak secara serentak.


"Aku merasa panggilan tersebut terlalu melebih - lebihkan!." Tutur Ma Guang merendah.


"Panggilan itu sangat layak untuk pemimpin!." Tutur patriak Huang Siwei yang sudah mengenali Ma Guang.


"Iya! Panggilan itu memang sangat layak untuk pemimpin!." Patriak Yangkey menambahkan.


"Mohon maaf sebelumnya! Perkenalkan, nama saya adalah Tien Chou! Patriak sekte Beruang Matahari!." Tutur pria paruh baya yang juga berdiri di antara para patriak lainnya sambil menangkupkan tangannya.


"Salam kenal juga buat patriak Tien Chou! NamaKu adalah Ma Guang pelindung sekte Bambu Kuning dan juga pendiri sekte Naga Surgawi!." Tutur Ma Guang sambil menangkupkan tangan menghadap kearah Tien Chou.


"Baiklah kalau begitu! Sebelum kita melanjutkan pertarungan antara para murid sekte Naga Surgawi! Aku akan memberikan hadiah kepada para patriak sekalian dan juga kepada keenam jenius muda yang ada!."


Tutur Ma Guang sambil memanggil beberapa orang tetua untuk membagikan sumber daya yang sudah di siapkannya.


Setelah membagikan sumber daya tersebut, Ma Guang pun langsung berkata kepada Tien Chou lewat kekuatan spiritualnya untuk bisa berbicara secara empat mata dengannya.


"Patriak Tien! Apakah aku boleh meminta waktuMu sebentar untuk kita membicarakan sesuatu yang sangat penting!?." Tutur Ma Guang lewat kekuatan spiritual.


"Hal penting apa yang ingin pemimpin bicarakan denganKu!?." Tanya Tien Chou penasaran.


"Nanti saja aku menjelaskannya saat hanya kita berdua bersama!." Balas Ma Guang yang tidak langsung menjawab hal apa yang ingin di bicarakannya.


"Baiklah! Aku akan menemui pemimpin!." Tutur Tien Chou.


Hong Jianan yang melihat perubahan wajah patriak Tien Chou yang menatap kearah Ma Guang langsung merasa curiga dengan sikap kedua orang tersebut.


"Sepertinya, kakak Ma Guang masih tetap membenciKu! Apakah dia juga masih berpikir bahwa ayahKu tetap belum berubah!?." Gumam Hong Jianan di dalam hatinya.


Setelah selesai membagikan sumber daya kepada para patriak dan juga enam orang jenius muda sesuai dengan peringkat mereka, Ma Guang pun langsung kembali ke tempat duduknya.


Tetua Zhu Li langsung melanjutkan pertarungan di antara para jenius muda yang berasal dari sekte Naga Surgawi.

__ADS_1


Setelah partai semi final di mulai, Ma Guang pun langsung menghubungi Tien Chou untuk menemuinya.


Seorang tetua pun langsung mengantarkan Tien Chou ke tempat dimana Ma Guang berada.


"Hamba menghadap pemimpin!." Tutur Tien Chou merendah sambil menangkupkan tangannya.


Hal itu di lakukan oleh pria paruh baya tersebut karena sangat bingung dengan apa yang Ma Guang pikirkan atau ingin bicarakan dengannya.


"Patriak Tien jangan terlalu sungkan seperti itu kepadaKu! Hal itu menurutKu terlalu berlebihan!." Tutur Ma Guang tulus.


"MenurutKu itu tidak terlalu berlebihan! Sebab di benua utara ini, hanya pemimpin yang memiliki kekuatan yang jauh berada di atas para pendekar yang ada!." Tutur Tien Chou lagi.


"Sudahlah! Hal itu menurutKu tidak perlu lagi untuk di bahas! Saat ini, mari kita membicarakan apa yang ingin di bicarakan!." Tutur Ma Guang.


"Hal apa yang ingin pemimpin bicarakan denganKu!?." Tanya Tien Chou.


"Patriak Tien! Sudah berapa lama muridMu itu berlatih di sekteMu!?." Tanya Ma Guang sambil menatap kearah Tien Chou.


"Murid yang mana yang pemimpin maksudkan!?." Tanya Tien Chou tidak tahu siapa murid yang Ma Guang maksudkan.


"Murid yang aku maksudkan adalah jenius muda yang berambut merah itu!." Jawab Ma Guang.


"Tetua Hong bersama istri dan kedua anaknya tiba di sekteKu sekitar empat tahun yang lalu! Pada saat itulah Hong Jianan mulai berlatih di sekte kami! Namun anak itu pada awalnya sudah di latih oleh ayahnya yang kini telah menjadi salah satu tetua di sekte kami!." Terang Tien Chou.


"Apakah patriak Tien sudah mengenal dengan baik ayahnya!?." Tanya Ma Guang.


"Pemimpin! Memang tetua Hong Mogui telah menceritakan masa lalunya kepadaKu, hingga suatu ketika nyawa dirinya bersama keluarga kecilnya berada dalam bahaya! Dan ternyata orang yang sangat di takuti tersebut adalah anak pertama dari isterinya!."


"Tetua Hong Mogui juga menceritakan bahwa suami dari isterinya itu telah terbunuh disaat kelompoknya menyerang desa mereka, sehingga istrinya itu nanti bisa menerimanya disaat Hong Jianan sudah berusia tiga tahun!."


Tien Chou menjelaskan apa yang Hong Mogui sampaikan kepadanya.


Pria paruh baya itu juga memberitahukan bahwa dirinya sempat bertanya, siapa nama anak pertama dari isterinya itu! Namun tetua Hong tidak bisa menyebutkan namanya, sebab jika di sebutkan, nyawa mereka bisa terancam, dan tidak ada pendekar mana pun yang mampu menyelamatkan mereka.


"Pemimpin! Apakah ada pendekar lain yang lebih kuat dari diriMu di benua utara ini!?." Tanya Tien Chou penasaran.


"Kemungkinan yang dia maksudkan adalah seorang pendekar yang berasal dari benua tengah!." Tutur Ma Guang menanggapi pertanyaan Tien Chou.


Tien Chou pun terdiam dan mulai berpikir.


"Apakah orang yang Hong Mogui maksudkan adalah pendekar yang ada di depanKu saat ini!?." Pikir Tien Chou di dalam hatinya.


"Iya! Orang itu adalah diriKu!." Tutur Ma Guang yang langsung mengejutkan Tien Chou.

__ADS_1


"Ja...jadi! Hong Jianan adalah adik satu ibu dengan pemimpin!?." Tutur Tien Chou tergagap.


Ma Guang hanya menganggukkan kepalanya.


"Apakah ibuKu baik - baik saja!?." Tanya Ma Guang.


"Iya! Ibu pemimpin baik - baik saja!." Jawab Tien Chou.


"Patriak Tien! Rahasia ini hanya diriMu yang tahu! Oleh karena itu, aku berharap anda akan merahasiakan hal ini dari orang lain! Dan jika ayah dan anak itu melakukan kesalahan besar di kemudian hari! SekteMulah yang akan bertanggung jawab akan semua hal yang akan terjadi nanti!." Tutur Ma Guang dengan nada suara yang tegas.


"Baik pemimpin! Hal ini akan selalu aku ingat!." Tutur Tien Chou dengan tubuh yang begetar.


Ma Guang pun kembali memberikan sumber daya untuk kedua adiknya kepada Tien Chou.


Walau pun dirinya sangat membenci Hong Mogui, akan tetapi kedua anaknya juga adalah adik - adiknya.


Setelah selesai, keduanya langsung berpisah.


Tien Chou langsung kembali ke tempat duduknya semula, sedangkan Ma Guang juga melakukan hal yang sama.


Hong Jianan tetap memperhatikan pergerakan kedua pria beda usia itu.


Remaja itu melihat perubahan di raut wajah patriak sektenya itu.


Hong Jianan pun langsung berpikir hal - hal yang paling terburuk jika pembicaraan keduanya berkaitan dengan dirinya dan juga keluarganya.


Hong Jianan langsung menghubungi Tien Chou.


"Maaf jika murid sudah lancang! Apakah patriak sedang dalam masalah!?." Tanya Hong Jianan penasaran.


"Jian'er! Apakah kamu sudah mengenali dirinya!?." Balas Tien Chou bertanya.


"Iya! Itulah mengapa aku sangat khawatir terhadap patriak!." Tutur Hong Jianan.


"Sudahlah! Anggap saja hal ini tidak pernah terjadi! Agar supaya kita menyinggung perasaannya!." Tutur Tien Chou.


Mendengar perkataan Tien Chou, hati Hong Jianan langsung lega, sebab hal terburuk yang dia pikirkan tidak akan terjadi.


Akhirnya Hong Jianan kembali fokus ke pertarungan antar murid sekte Naga Surgawi yang kini sudah berada di tingkat pendekar Spiritual.


Hingga akhirnya mereka mengetahui siapa pemenang di antara keempatnya.


Pertarungan itu pun menjadi akhir dari kompetisi yang Ma Guang adakan.

__ADS_1


Setelah penyerahan hadiah kepada para pemenang, mereka langsung melanjutkannya dengan berpesta pora sebelum kembali ke sekte masing - masing.


~Bersambung~


__ADS_2