
Di antara kabut beracun yang yang sangat tebal di atas samudera, sosok naga dengan seorang pemuda yang berada di atas punggungnya, terus membelah kabut tebal beracun tersebut.
Keduanya melesat dengan kecepatan penuh yang tidak bisa terkejar oleh seorang pendekar raja dewa sekali pun.
Tubuh Ma Guang kini sudah di selimuti oleh formasi pelindung miliknya. Sehingga kecepatan terbang Jiangjun tidak akan mempengaruhi dirinya.
Perjalanan mereka tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai daratan benua utara tersebut.
Kini keduanya sudah berada di atas langit wilayah kekaisaran Mahajanapada.
Karena hari sudah gelap, Ma Guang langsung menyuruh Jiangjun untuk beristirahat sejenak.
Ma Guang berencana untuk melanjutkan perjalanan saat hari sudah terang.
"Jenderal Jiangjun! Sebaiknya kita mencari tempat yang aman untuk beristirahat sejenak." Tutur Ma Guang.
"Mohon maaf penguasa! Tetapi sebaiknya kita melakukan perjalanan saat hari gelap seperti ini, agar tidak menarik perhatian banyak orang." Tutur Jiangjun memberikan saran.
Mendengar saran dari Jiangjun, Ma Guang berpikir sejenak dan langsung mengiyahkannya.
"Baiklah! Kalau begitu, kita lanjutkan saja perjalanan kita." Ujar Ma Guang yang menerima saran dari Jiangjun.
Setelah Jiangjun melanjutkan perjalanan, pemuda itu langsung bergumam.
"Boleh juga pemikiran Jiangjun ini! Aku pikir makhluk seperti mereka tidak bisa berpikir cerdas seperti itu!?." Gumam Ma Guang di dalam hatinya.
Gumaman Ma Guang tersebut bisa di ketahui oleh Jiangjun lewat getaran di tubuhnya.
Hal itu karena sensor di tubuh seekor naga sangat peka terhadap getaran apa pun.
"Penguasa! Kami mampu berpikir seperti ini karena kami sudah lama telah memperhatikan tingkah laku para manusia, sehingga kami berpikir walau pun terlihat sangat lemah jika di bandingkan dengan kami, akan tetapi manusia itu adalah makhluk yang sangat cerdas dan memiliki keinginan yang sangat kuat untuk melakukan sesuatu yang tidak bangsa kami miliki."
"Dan karena kecerdasan serta keinginan yang kuat itulah, sehingga manusia bisa menjadi kuat dan bisa juga menaklukkan hewan buas tanpa memiliki kultivasi sedikit pun."
"Sama halnya seperti Penguasa! Karena kecerdasan dan keinginan yang kuat, sehingga Penguasa bisa menjadi kuat dan dapat mengalahkan raja phoenix api surgawi sekali pun, dan hal itu sudah pasti tidak ada didalam pikiran raja phoenix api, karena makhluk yang berasal dari dunia atas seperti kami ini, hanya selalu berpikir bahwa manusia itu adalah makhluk rendahan yang sangat lemah." Ujar Jiangjun memberitahukan kepada Ma Guang.
Mendengar apa yang di sampaikan oleh Jiangjun, Ma Guang sepertinya baru tercerahkan, sebab dirinya baru mengetahui hal itu.
"Mengapa kalian seperti itu!?." Tanya Ma Guang lagi.
"Kami seperti itu karena kami sudah terlahir dengan memiliki kekuatan yang sangat kuat, berbeda dengan manusia." Jawab Jiangjun.
__ADS_1
Ma Guang langsung menganggukkan kepalanya tanda sudah mengerti dengan apa yang Jiangjun sampaikan.
Jiangjun pun melanjutkan lagi.
"Dewa saja tidak memiliki salah satu hal yang manusia miliki!." Ujar Jiangjun.
"Hal apa itu!?." Tanya Ma Guang penasaran.
"Seorang dewa tidak memiliki keinginan yang kuat untuk melakukan sesuatu atau untuk menggapai sesuatu yang biasa di sebut juga dengan hawa nafsu yang di miliki oleh manusia!." Jawab Jiangjun.
"Mengapa bisa seperti itu!?." Tanya Ma Guang lagi.
"Jika seorang dewa memiliki hawa nafsu, sudah bisa di pastikan alam semesta ini tidak akan seindah serta tidak akan teratur seperti yang kita rasakan saat ini." Jawab Jiangjun.
"Seorang dewa hanya menjalankan tugas dari Sang Penguasa yang menciptakan alam semesta ini untuk menjaga serta memelihara hasil ciptaannya."
"Siapa Sang Penguasa itu!?." Tanya Ma Guang lagi.
"Penguasa! Hamba juga tidak mengetahui persis siapa Sang Penguasa itu! Sebab secara turun temurun kami hanya mendengar bahwa Sang Penguasa suluruh alam semesta itu, tidak bisa di gambarkan dalam suatu wujud, sebab semua yang ada di seluruh alam adalah wujud serta eksistensi dari kekuatan yang ada di dalam kuasanya."
Jiangjun menjelaskan kepada Ma Guang apa yang dia ketahui tentang Sang Penguasa alam semesta.
Setelah beberapa saat mereka berdua melakukan perjalanan sambil berbincang - bincang lewat kekuatan jiwa, akhirnya mereka tiba di suatu wilayah pegunungan yang di penuhi dengan es di perbatasan antara wilayah kekaisaran Dvaravati dan juga wilayah kekaisaran Qiang.
Jiangjun pun langsung melakukan apa yang di perintahkan oleh Ma Guang.
Sedangkan Ma Guang sendiri langsung melesat pergi menuju ke goa yang pernah dia tinggalkan.
Pemuda itu langsung memeriksa formasi yang di pasangnya, karena formasi tersebut masih utuh, sehingga Ma Guang kembali meninggalkan tempat itu.
Ma Guang pun langsung kembali naik keatas punggung Jiangjun dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.
Saat hari sudah terang, mereka telah memasuki wilayah kekaisaran Qiang.
Ma Guang pun langsung memerintahkan Jiangjun untuk mencari tempat yang aman untuk dirinya bersembunyi.
Jiangjun pun langsung melakukan perintah tersebut.
Sedangkan Ma Guang langsung melesat terbang menuju ke cabang sekte Naga Surgawi yang berada di wilayah kekaisaran Qiang.
Saat dirinya tiba di cabang sekte tersebut, pemuda itu langsung melihat ratusan orang sedang berlatih di suatu halaman yang luas.
__ADS_1
Mereka adalah murid baru di cabang sekte itu.
Saat melihat kedatangan Ma Guang, semuanya langsung menghentikan aktivitas lantihan mereka dan beberapa di antara mereka langsung berlari untuk melaporkan hal itu kepada guru mereka serta melapor kepada kepala cabang sekte Chen Yufei.
Saat tiga orang petinggi di cabang sekte itu datang dan melihat Ma Guang, ketiganya langsung berlutut, menundukkan kepala sambil menangkupkan tangan dan memberi hormat kepada Ma Guang.
"Murid memberi hormat kepada Pelindung Sekte!." Ucap mereka secara serentak.
Melihat tiga pimpinan tertinggi memberikan penghormatan kepada pemuda yang baru saja tiba itu, semua murid pun langsung melakukan hal yang sama seraya mohon pengampunan karena tidak mengenali pelindung sekte yang mereka tahu adalah seorang pendekar muda yang bernama Ma Guang yang tidak bisa di singgung.
"Silahkan berdiri!." Ucap Ma Guang kepada mereka semua.
Semua murid yang ada di tempat itu pun langsung berdiri.
Chen Yufei dan dua orang lainnya langsung mendekat dan mempersilahkan Ma Guang untuk memasuki bangunan mewah yang ada.
Saat memasuki aula utama cabang sekte, Ma Guang langsung di arahkan ke kursi kebesaran.
Ma Guang pun langsung duduk dan mulai berbicara.
"Aku datang kesini hanya singgah saja untuk memberikan sumber daya kepada kalian bertiga dan juga kepada para murid yang menurut kalian sangat berprestasi."
"Terima kasih Pelindung!." Ucap tiga orang itu secara serentak.
"Sudahlah! Ini hanya bagian kecilnya saja." Tutur Ma Guang.
Setelah memberikan sumber daya tersebut, Ma Guang langsung pergi meninggalkan ruang aula tersebut dan langsung berkata.
"Kerjakan tugas kalian dengan baik!." Ujar Ma Guang sambil melangkah pergi.
"Siap pelindung! Kami akan melakukan dengan sebaik mungkin." Ucap mereka sambil menunduk dan menangkupkan tangan mereka.
Saat Ma Guang berada di halaman cabang sekte, pemuda itu pun langsung berkata.
"Para murid sekalian! Berlatihlah dengan giat agar kalian bisa secepatnya untuk menjadi murid dalam dari sekte Naga Surgawi." Ucap Ma Guang sambil melanjutkan langkah kakinya.
"Siap Pelindung! Kami akan berlatih dengan giat." Ucap serentak para murid yang ada.
Ma Guang pun kembali melesat pergi ke tempat dimana Jiangjun berada.
Keduanya langsung bermeditasi untuk mengembalikan energi Qi keduanya.
__ADS_1
Saat hari sudah mulai gelap, mereka berdua pun langsung melesat pergi untuk menuju ke sekte Naga Surgawi.
~Bersambung~