Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 186. Bertemu Pria Asing


__ADS_3

Setelah selesai menentukan setiap tempat yang akan didirikan bangunan - bangunan tempat para petinggi sekte serta para murid, Ma Guang langsung meninggalkan sekte baru itu untuk menuju ke ibu kota kekaisaran bersama Zhou Lu Yun, Yuan Jiali dan juga Duan Meng.


Mereka melakukan perjalanan dengan cara terbang juga.


Sedangkan rombongan Duan Jun belum juga tiba di ibu kota kekaisaran.


Satu jam perjalanan yang di lakukan oleh mereka akhirnya Ma Guang mendarat di suatu tanah lapang yang luas.


Keempatnya langsung berjalan untuk memasuki ibu kota kekaisaran, yaitu kota Louyang.


Saat tiba di pintu gerbang kota, para prajurit yang berjaga langsung memeriksa mereka berempat.


Saat melihat tanda pengenal dari sekte Bambu Kuning, para prajurit langsung memberikan jalan kepada mereka untuk memasuki kota Louyang.


Karena kompetisi akan di adakan empat hari lagi, Ma Guang dan lainnya langsung berjalan untuk mencari sebuah penginapan yang mewah di kota itu.


Kota itu terlihat masih sangat ramai seperti situasi saat siang hari.


Dengan kekuatan inti jiwa naga surgawi di dalam inti jiwa Ma Guang, sehingga dirinya bisa merasakan ada beberapa orang yang berpas - pasan dengannya sudah mencapai pendekar langit tingkat kultivasinya.


"Ternyata memang benar informasi yang ada di dalam pikiranKu, ada banyak pendekar langit yang selalu memasuki wilayah kekaisaran ini tetapi mereka semua terlihat seperti orang awam yang tidak memiliki kultivasi".


"Untung saja aku sudah menekan tingkat kultivasiKu sehingga berada di pendekar raja tingkat puncak". Gumam Ma Guang.


Ma Guang berpikir untuk menyembunyikan tingkat kultivasinya agar tidak menarik perhatian para kultivator tingkat tinggi.


Tetapi dia tidak berpikir bahwa ada hal lain juga yang membuat keempatnya menjadi pusat perhatian, yaitu kecantikan ketiga gadis yang bersama - sama dengannya.


Mata setiap pria yang bertemu dengan mereka tidak ada henti - hentinya untuk menatap kecantikan dari ketiga gadis tersebut.


Zhou Lu Yun masih tetap tenang dan berkharisma seperti biasanya.


Yuan Jiali terus menebar senyumannya dengan anggun.


Sedangkan Duan Meng sikap yang ceria serta sangat terpukau dengan setiap benda - benda yang baru dilihatnya menambah daya tarik tersendiri bagi setiap pria yang melihatnya, sebab ini pertama kalinya dirinya menginjakkan kakinya di kota tersebut.


Saat mereka memasuki sebuah penginapan yang terlihat sangat megah, mata para pria di dalam ruangan lantai dasar penginapan itu yang biasa di gunakan untuk makan dan minum langsung tertuju kepada mereka berempat.


Di dalam ruangan tersebut, Ma Guang bisa merasakan ada dua orang pendekar langit.


Keduanya pun duduk di tempat yang sama.


Di lihat dari penampilan serta usia seorang diantaranya terlihat masih seperti berusia dua puluhan tahun dan yang satunya lagi terlihat berusia empat puluhan tahun.

__ADS_1


Namun sebenarnya usia mereka berdua sudah empat puluhan tahun dan juga enam puluhan tahun.


Mata kedua pendekar langit itu juga terfokus menatap kearah Ma Guang dan juga ketiga gadis tersebut.


"Sangat cantik dan menawan, sepertinya salah satu di antara ketiga gadis itu bisa aku jadikan istriKu".


"Rupanya ketiga gadis ini bukan berasal dari wilayah kekaisaran ini, sebab di usia yang masih muda mereka sudah menjadi seorang pendekar suci".


"Siapa pria itu!? Apakah dia adalah pengawal ketiga gadis tersebut!?".


Kata - kata yang keluar dari kedua orang pendekar langit yang berada di dalam ruangan tersebut.


Ma Guang serta tiga orang lainnya langsung memilih tempat untuk mereka tempati sambil memanggil pelayan yang berada di tempat itu.


Pelayan pun langsung mendekati mereka.


"Apakah ada yang bisa saya bantu!?". Tanya sang pelayan.


"Kami ingin memesan makanan terbaik di tempat ini, dan kami juga akan memesan empat buah kamar untuk kami gunakan". Ujar Ma Guang.


"Maaf tuan, di penginapan kami ini tinggal dua kamar yang tersisa". Ujar sang pelayan.


"Kalau begitu, kami memesan kedua kamar tersebut". Ujar Ma Guang.


Ma Guang bisa memahami situasi yang ada saat itu, sebab beberapa hari lagi akan di adakan kompetisi di ibu kota kekaisaran, sehingga orang - orang yang datang dari luar kota Louyang sangat banyak dan setiap penginapan dari yang sederhana sampai penginapan megah yang ada, semuanya akan terisi penuh oleh pengunjung dari luar kota.


Ma Guang langsung mengeluarkan sebuah kantong dari cincin ruangnya secara sembunyi - sembunyi agar tidak di lihat oleh orang lain.


Setelah itu, Ma Guang langsung menyusul sang pelayan tersebut ke meja kasir untuk mengurus biaya administrasi tersebut.


Saat Ma Guang tiba di meja kasir, sang pelayan langsung menuju ke arah dapur untuk memberitahukan kepada koki agar menyiapkan makanan yang di pesan oleh Ma Guang.


Beberapa saat kemudian setelah Ma Guang selesai menyelesaikan biaya administrasi untuk penyewaan kamar di penginapan itu, dirinya langsung kembali lagi ketempat dimana tiga orang gadis berada.


Tetapi saat dirinya membalikkan tubuhnya dan menatap kearah tempatnya semula, Ma Guang langsung melihat bahwa sudah ada seorang pria yang sedang berbicara dengan ketiga gadis yang bersamanya.


"Siapa pria itu!? Mengapa dia mendekati mereka!?". Gumam Ma Guang di dalam hatinya.


Pemuda itu langsung berjalan ke meja yang dia tempatinya.


Setelah tiba, pria asing itu langsung menatap Ma Guang dengan tatapan yang merendahkan, sebab dirinya mengetahui tingkat kultivasi Ma Guang barulah seorang pendekar raja, dan pria asing itu adalah seorang pendekar langit tingkat awal.


"Nona - nona cantik! Perkenalkan, namaKu adalah Ard Bardiya dari wilayah kekaisaran yang berada di bagian barat kekaisaran ini".

__ADS_1


"Bolehkah aku duduk ditempat ini untuk menemani nona - nona cantik ini!?". Tanya pria asing tersebut.


"Maaf tuan! Kami untuk saat ini tidak ingin di ganggu". Jawab Ma Guang.


"Aku tidak sedang berbicara denganMu, jadi jangan menyela kata - kataKu". Ujar pria asing tersebut.


Mendengar perkataan pria asing itu, Ma Guang masih bisa mengendalikan emosinya.


"Maaf tuan! Mereka ini datang bersama - sama denganKu, sehingga mereka adalah tanggung jawabku juga". Ujar Ma Guang.


"Heh...kalau hanya seorang pelayan, jangan ikut campur urusan tuannya". Bentak pria asing tersebut.


"Apa kamu bilang!? Pelayan!? Dia adalah kekasih kami bertiga... mengerti!?". Ujar Yuan Jiali membentak balik pria asing itu.


Semua yang ada di dalam ruangan tersebut langsung menatap ke arah tempat dimana Ma Guang dan lainnya berada.


"Siapa pria itu!?".


"Apa yang di lakukan oleh pria itu, hingga wanita cantik itu membentaknya!?".


"Ternyata pria itu tidak kuat untuk tidak menggoda ketiga gadis tersebut karena telah terpikat oleh kecantikan mereka".


Ucap orang - orang di dalam ruangan itu sambil tersenyum menatap kearah dimana Ma Guang dan lainnya berada.


Situasi saat itu langsung menjadi canggung.


Bukan hanya pria asing itu yang terkejut dengan apa yang di katakan oleh Yuan Jiali, namun Ma Guang, Zho Lu Yun serta Duan Meng juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh pria asing itu.


Semuanya secara serentak langsung menatap ke arah Yuan Jiali.


"Apa!? Kekasih!? Sejak kapan kami bertiga menjadi kekasih pendekar Ma!?".


"Apakah mereka berdua juga sudah menjadi kekasih gege!?".


"Mengapa Li'er mengatakan hal itu di depan semua orang!? Ini sangat memalukan buatKu".


"Mana mungkin pemuda ini memiliki tiga orang kekasih wanita - wanita cantik seperti ini!? Mungkin perkataan gadis ini untuk membuat diriKu langsung menjauh dari mereka".


Gumam ke empat orang tersebut sesuai dengan pikiran mereka masing - masing.


"Menurut pengamatanKu, rupanya kedua gadis ini merasa terkejut juga denga apa yang mereka dengar itu, sepertinya gadis ini sangat menarik untuk ku jadikan istriKu". Gumam pria asing itu sambil tersenyum manis menatap Yuan Jiali.


"Nona! Aku tahu perkataanMu itu hanya untuk membuat diriku agar pergi dari tempat ini, tetapi nona sungguh keliru dengan hal itu, sebab aku tahu bahwa kalian bertiga bukanlah sebagai kekasihnya". Ujar pria asing itu.

__ADS_1


Setelah mendengar perkataan pria asing itu yang tidak percaya dengan perkataannya, Yuan Jiali mendekati Ma Guang dan langsung dengan cepat mengecup bibir pemuda itu.


~Bersambung~


__ADS_2