
Disaat ke 18 sosok Se Tianlan menyerang ke arah Ma Guang dan juga Ma Tian Shen, keduanya pun segera melepaskan serangan balasan.
Ma Guang segera melepaskan serangan jurus Pedang Cahaya yang telah di kolaborasi dengan beberapa teknik lainnya.
Sedangkan Ma Tian Shen sendiri kini melepaskan teknik Naga Membela Lautan yang diajarkan oleh Ma Guang kepadanya.
Gerakan serangan Ma Guang sangat sulit untuk di tangani oleh Se Tianlan.
Setiap sosok pemimpin bangsa Azura itu kini hanya mengandalkan perisai pelindung untuk membendung setiap serangan Ma Guang yang lolos dari pengamatannya.
Meskipun Se Tianlan memiliki banyak tangan, namun pergerakan tangannya itu tidak dapat mengimbangi serta tidak dapat mengantisipasi setiap serangan Ma Guang yang menggunakan teknik Langkah Bayangan serta teknik Pedang Hampa.
Kedua teknik tersebut memang sangat sulit untuk bisa di antisipasi oleh lawan - lawannya yang memiliki kultivasi yang sama dengannya serta bisa menyamakan keadaan dengan lawan yang memiliki kultivasi satu tingkat diatasnya.
Dan hal yang lebih menyulitkan lagi di saat Ma Tian Shen melepaskan serangan ke arah beberapa tubuh Se Tianlan.
Teknik langkah bayangan yang digunakan oleh Ma Tian Shen tidak dapat di antisipasi oleh beberapa sosok Se Tianlan.
"Rupanya aku harus menggunakan teknik dari sekte Teratai Hitam untuk membunuh ke duanya".
"Jika tidak, sudah bisa dipastikan aku tidak akan bisa untuk mengalahkan mereka". Pikir Se Tianlan.
Ke sepuluh sosok Se Tianlan segera mundur ke segala arah.
Sedangkan delapan sosok lainnya tetap meladeni serangan dari Ma Guang dan juga Ma Tian Shen.
Ke sepuluh sosok Se Tianlan pun segera mengaktifkan formasi Teratai Surgawi untuk mengalahkan Ma Guang dan juga Ma Tian Shen.
Ke empat sosok Se Tianlan yang sedang bertarung dengan Ma Guang dan putranya kini sudah terkapar jatuh.
Dengan empat sosok lainnya yang juga masih sedang melanjutkan pertarungan.
Namun disaat ekor mata Ma Guang dapat menangkap tindakan yang sedang dilakukan oleh ke sepuluh sosok Se Tianlan yang lain, dirinya bisa mengetahui bahwa kini ke sepuluh sosok itu sedang mengaktifkan formasi Teratai Surgawi.
"Shen'er! Kita harus menjauh dari tempat ini secepatnya!". Teriak Ma Guang memberitahukan kepada putranya.
"Mengapa kita harus menjauh? Bukankah kita berdua sudah bisa melumpuhkan keempat sosok Se Tianlan yang lain!?". Balas Ma Tian Shen.
"Kita saat ini berada di titik pusak formasi serangan dari ke sepuluh sosok yang lain". Ma Guang kembali menjelaskan.
"Ayah tidak perlu khawatir, kultivasiKu saat ini sudah berada diatas kultivasinya, jadi itu tidak akan ada apa - apanya bagiKu". Jawab Ma Tian Shen yang merasa sangat percayah diri dengan kekuatannya saat ini.
"Shen'er! Jangan meremehkan teknik itu, sebab dia memiliki daya serang yang sangat kuat".
Ma Guang meskipun sedang melakukan pertarungan, akan tetapi dirinya tetap memberikan keyakinan kepada putranya.
__ADS_1
Ma Tian Shen yang merasa terlalu percayah diri dengan kekuatannya saat itu, masih tetap tidak menganggap serius serangan yang akan dilancarkan oleh ke Sepuluh sosok Se Tianlan.
Ma Guang kini mulai menyerang lawannya dan bergerak untuk keluar dari titik pusat formasi Teratai Surgawi.
Namun kedua sosok lainnya juga membentuk formasi memutar yang berniat untuk mengaktifkan juga formasi Teratai Surgawi.
Hal yang sama juga yang dilakukan oleh kedua sosok lainnya yang menyerang Ma Tian Shen.
Karena sosok Ma Tian Shen memiliki tangan yang banyak, sehingga kedua tangannya di fokuskan untuk mengaktifkan formasi tersebut.
Sedangkan tangan lainnya berfokus untuk menyerang lawannya sambil menciptakan jarak agar tidak mudah diserang oleh Ma Guang serta Ma Tian Shen.
"Gawat! Sepertinya ke dua sosok ini juga sedang mengaktifkan formasi itu juga". Umpatan Ma Guang disaat mengetahui bahwa kedua sosok yang menjadi lawannya itu sedang mengaktifkan formasi Teratai Surgawi.
"Aku harus menyerang kedua tangan mereka yang sedang mengaktifkan formasi itu". Pikir Ma Guang sambil melesatkan tombak pusaka dari ras Naga Surgawi dan mengendalikannya dengan kekuatan spiritualnya.
***
Di sekte Naga Surgawi, Hong Jiannan yang merasa khawatir dengan keadaan kakak dan juga ponakannya kini berniat kembali ke wilayah sekte Baruang Matahari untuk membantu keduannya.
Meskipun dia menyadari bahwa kekuatannya berada jauh dibawah lawan yang saat itu sedang dihadapi oleh Ma Guang serta Ma Tian Shen, namun dirinya tetap bertekad untuk pergi membantu keduanya.
Sama halnya dengan Su bersaudara yang saat itu hanya memiliki kultivasi yang setara dengan kekuatan Dewa Biasa puncak.
Disaat Hong Jiannan hendak berangkat untuk kembali ke medan pertempuran, ke empat Su bersaudara segera menghentikan langkah Hong Jiannan.
Mendengar pertanyaan Su Tian, Hong Jiannan hanya bisa terdiam kemudian menganggukkan kepalanya.
Mendapatkan jawaban lewat isyarat yang diberikan oleh pemuda itu, Su Tian pun segera berkata.
"Jika seperti itu, kami juga akan kembali bersama denganMu". Tutur Su Tian yang di setujui juga oleh ketiga saudarahnya.
"Iya! Hidup kami ini sudah terlalu lama di dunia ini, jadi untuk apa lagi kami hidup tanpa melakukan sesuatu yang sangat berguna bagi dunia kita ini". Sambung Su Pang.
"Iya! Jika di bandingkan dengan kehidupan Guang'er, dirinya masih sangat dibutuhkan untuk melindungi dunia kita ini, apalah artinya sepuluh atau seribu Su Zheng jika dibandingkan dengannya".
"Aku juga siap untuk mengorbankan tubuh tua rentah ini demi untuk membantu Guang'er dalam melindungi dunia ini". Ujar Su Zheng menyambung perkataan kedua saudarahnya.
"Apakah hanya kalian saja yang siap untuk mengorbankan diri demi melindungi dunia kita ini?". Tutur seorang pria tua lainnya yang mengejutkan ke lima sosok yang sedang berbincang - bincang tersebut.
Disaat Hong Jiannan dan juga ke empat Su bersaudara itu memalingkan pandangan mereka untuk melihat kearah sumber suara itu, mereka pun mendapati tetua Huzhao sedang mendekat ke arah mereka.
"Tetua Huzhao! Anda tidak seharusnya meninggalkan sekte ini, sebab anda telah diberikan tanggung jawab oleh Guang'er untuk mengurus sekte ini". Ucap Su Tian mengingatkan.
"Guru Su Tian! BagiKu, hidupKu ini sepenuhnya adalah kepunyaan Penguasa Ma Guang".
__ADS_1
"Karena belasan tahun yang lalu, nyawaKu telah diampuni olehnya sehingga bisa hidup sampai hari ini".
"BagiKu, sudah hidup bersama keluargaKu selama belasan tahun ini, dengan penuh kebahagiaan, adalah suatu hal yang sangat aku impikan selama ini".
"Dan hal itu bisa aku rasakan disaat berada di samping Penguasa Ma Guang".
"Jadi bagaimana caranya bagiKu untuk membalas kebaikan yang selama ini aku terima dariNya?".
"Guru Su Tian! Berikan aku kesempatan juga untuk membalas kebaikan Penguasa Ma Guang". Tutup Huzhao sambil menangkupkan tangannya.
"Baiklah! Jika itu yang tetua Huzhao inginkan, aku juga tidak bisa untuk mencegahnya". Ucap Su Tian yang diikuti juga dengan anggukan kepala yang lain.
Disaat mereka berenam ingin meninggalkan wilayah sekte Naga Surgawi, lima ratus pasukan yang tersisa yang dipimpin oleh Ma Guang pun segera mengikuti mereka dari belakang.
Merasakan kekuatan besar yang sedang mengikuti mereka, membuat Su Tian dan yang lainnya merasa sangat terkejut.
Ternyata sisa pasukan ras Naga, Kilin Api, ras Serigala, ras Phoenix, ras Ular, ras Rubah dan juga pasukan Langit yang dipimpin oleh komandan Long Shouhu ingin juga untuk membantu Ma Guang dan Ma Tian Shen.
"Mengapa kalian mengikuti kami? Bukankah kalian sedang beristirahat untuk memulihkan kekuatan kalian?". Tanya Hong Jiannan.
"Maafkan kami Penguasa Muda, akan tetapi jika kami membantu, tentunya itu akan lebih baik lagi".
"Apalagi jika dilihat dari kultivasi yang kami miliki, sudah bisa dipastikan kehadiran kami akan sangat membantu". Jawab komandan Long Shouhu yang memiliki kekuatan setara dengan Dewa Langit Puncak.
"Itu memang benar, terima kasih atas bantuannya". Jawab Hong Jiannan.
Mereka pun kini segera menggunakan portal ruang dan waktu agar bisa tiba dengan cepat ketempat pertarungan.
***
Sedangkan kini Ma Guang dan juga Ma Tian Shen yang sedang bertarung, sudah dalam keadaan terdesak.
Sebab Ma Guang tidak bisa menggagalkan teknik formasi yang akan di gunakan untuk menyerangnya.
Berbeda dengan Ma Tian Shen, pemuda itu mampu untuk mematahkan rencana yang akan di lakukan oleh kedua sosok yang menjadi lawannya itu.
Namun perasaan senangnya tersebut tidak bertahan lama.
Sebab ke sepuluh sosok Se Tianlan kini telah selesai menyiapkan formasi Teratai Surgawi dan melepaskannya ke arah pemuda tersebut.
Sama halnya dengan Ma Guang, dirinya juga kini telah diserang oleh formasi Teratai Surgawi milik kedua sosok Se Tianlan lainnya.
Booommm....booommm
Bunyi dua ledakan pun kini bergema di seluruh wilayah sekte Beruang Matahari.
__ADS_1
Getarannya juga bisa dirasakan di seluruh wilayah kekaisaran Baiyue.
~Bersambung~