Pendekar Pemburu Yang Diburu

Pendekar Pemburu Yang Diburu
Bab 105. Menuju Keperbatasan Kerajaan Qi


__ADS_3

Seluruh pasukan Ma Guang dan juga pasukan yang berada di bawah kepemimpinan penguasa kota Pingdu dan juga jenderal Fan Gui sudah terkumpul semua.


Ada sekitar delapan ribu lima ratus prajurit di luar kepala pasukan yang ada.


Seluruh komandan pasukan sudah berdiri di depan pasukan mereka masing - masing.


Sedangkan Ma Guang, Xia Jiao, Yuan Jiali, Jin Xian, jenderal Fan Gui dan juga kedua anak penguasa kota sudah duduk menghadap ke arah pasukan yang berdiri rapih.


Penguasa kota langsung berdiri dan menyampaikan situasi yang akan terjadi.


"Seluruh pasukan kerajaan Qi yang gagah berani. Pada saat ini, pasukan dari kerajaan Lai sedang menuju ke wilayah perbatasan kerajaan kita. Oleh karena itu, kita akan menyambut dan akan membuat perhitungan dengan mereka. Kita akan menunjukan bagaimana kekuatan dan ketangguhan pasukan kita."


Semua pasukan yang ada langsung berteriak menanggapi perkataan dari penguasa kota.


Gemuruh suara mereka menunjukan kesiapan serta keberanian mereka untuk menghadapi pasukan dari kerajaan Lai.


"Kalian semua akan di pimpin langsung oleh Jenderal Ma Guang dan juga jenderal Fan Gui." Ucap penguasa kota lagi.


Suara gemuruh seluruh pasukan kembali terdengar dengan penuh semangat.


"Kita semua adalah prajurit yang akan mempertahankan serta membela tanah air kita dengan seluruh jiwa raga kita, agar tidak ada pasukan dari kerajaan lain yang bisa menginjak-injak wilayah kerajaan yang menjadi kebanggaan serta harga diri kita."


Penguasa kota terrus membakar semangat para prajurit dan juga di sambut dengan gemuruh sorak sorai seluruh pasukan yang berada di tempat tersebut.


"Kita akan berangkat pada besok hari. Oleh sebab itu, saat ini kalian harus mempersiapkan diri kalian untuk menghadapi pertempuran dalam beberapa hari kedepan. Jadi, silahkan menggunakan waktu sebaik - baiknya untuk bertemu dan berpamitan dengan keluarga masing - masing." Ucap penguasa kota yang langsung membubarkan pasukan yang ada.


Akhirnya semau pasukan dan juga para pemimpin pasukan, kembali ke tempat mereka masing - masing.


Bagian logistik langsung menyiapkan persediaan bahan makanan dan juga perlengkapan perang yang ada untuk seluruh pasukan mereka.


Sedangkan prajurit yang memiliki keluarga kembali untuk menemui keluarga mereka.


Ma Guang, Xia Jiao, Yuan Jiali dan juga ke lima komandan pasukan sudah berkumpul di aula kediaman yang Ma Guang tempati untuk membicarakan tentang perjalanan serta pertempuran yang akan terjadi.


"Jenderal Ma! Pasukan kita telah siap untuk berangkat, semua perbekalan serta perlengkapan perang kita sudah di siapkan. Tinggal menunggu petunjuk selanjutnya dari jenderal." Ucap komandan You Tao.


"Kalau begitu, pergunakan waktu yang ada untuk beristirahat, karena besok kita akan mulai melakukan perjalanan, sehingga seluruh prajurit akan dalam kondisi fisik yang prima." Ucap Ma Guang.


Komandan You Tao langsung memanggil seorang prajurit yang berjaga untuk menyampaikan apa yang Ma Guang perintahkan.

__ADS_1


Mereka lalu membahas segala sesuatu terkait dengan tugas yang akan mereka laksanakan.


Di aula istana kerajaan Qi, sudah terkumpul empat jenderal besar dan beberapa jenderal kecil serta menteri kerajaan.


Mereka juga sedang membahas tentang pergerakan yang di lakukan oleh pasukan kerajaan Lai.


Raja Qi Guan Zhong langsung memerintahkan dua orang jenderal besarnya untuk menuju ke wilayah perbatasan dengan membawah masing - masing tujuh ribu lima ratus pasukan infanteri dan dua ribu lima ratus pasukan kavaleri.


Masing - masing jenderal besar di dampingi dua orang jenderal kecil serta puluhan komandan pasukan.


Jenderal besar Tian Ju langsung menuju ke perbatasan kota Pingcheng bersama sepuluh ribu pasukan yang di pimpinnya dan akan bergabung dengan pasukan yang berada di propinsi Jiaoxi.


Sedangkan jenderal besar Yang Bin membawah pasukannya untuk menuju ke kota Zhuangwu dan akan bergabung dengan pasukan yang berada di propinsi Langya.


Pasukan di propinsi Langya di fokuskan di perbatasan wilayah kota Buqi dan juga kota Qianzou dan akan bergerak ke kota Zhuangwu untuk bergabung dengan pasukan jenderal Yang Bin.


Keadaan di kota Buqi sendiri dan juga kota Qianzou yang berada di sebelah barat dengan kota Buqi kini sedang mempersiapkan pasukan mereka untuk menuju ke posisi pasukan musuh berada serta akan memberikan kejutan akan kedatangan pasukan dari kerajaan Lai.


Penguasa kota Buqi adalah seorang jenderal besar dari kerajaan Qi yang mengatur serta mempertahankan kota tersebut dari serangan pasukan kerajaan Lai.


Walau pun gempuran yang selalu di lancarkan oleh pasukan dari kerajaan Lai telah merebut kota Pingcheng, tetapi kota Pingdu yang di pimpin oleh Jin Xian serta kota Buqi yang di pimpin oleh jenderal besar Meng Yin masih mampu mengatasi setiap serangan dari pasukan kerajaan Lai.


Dua rombongan pasukan tersebut bergerak dengan cepat untuk menuju ke tempat tujuan mereka masing - masing.


Sedangkan jenderal Yang Bin akan melewati lima kota, yaitu kota Linqu, kota Zhuxu, kota Anqiu, kota Gaomi dan kota Yi'an baru menuju ke wilayah yang berbatasan dengan kota Zhuangwu.


Strategi yang akan mereka lancarkan adalah ingin menyergap pasukan dari kerajaan Lai yang akan memperkuat pasukan mereka di wilayah perbatasan kota Zhuangwu dan juga propinsi Langya.


Begitu juga dengan pasukan yang di pimpin oleh jenderal Tian Ju. Dia akan membawah pasukannya untuk menyergap pasukan kerajaan Lai dan pasukan yang berada di propinsi Jiaoxi akan menyerang kota Pingcheng. Dan itu akan menjadi serangan pengalihan.


Begitu juga pasukan yang berada di propinsi Langya yang sudah di pusatkan di kota Qianzou dan kota Buqi akan melakukan serangan terhadap pasukan yang berada di dekat wilayah perbatasan yang akan menjadi salah satu pengalihan juga.


Karena jika pasukan dari kerajaan Lai bisa di atasi oleh ke dua jenderal besar. Mereka akan menyamar dan mengunakan baju zirah dari prajurit lawan untuk memasuki kota Pingcheng dan juga kota Zhuangwu agar mereka bisa menguasainya.


Di pagi hari yang cerah, di kota Pingdu, pasukan yang berada di kota tersebut mulai berjalan menuju ke pintu gerbang timur kota Pingdu.


Mereka mulai bergerak untuk menuju ke camp pasukan yang menjaga wilayah perbatasan.


Ma Guang, Xia Jiao, Yuan Jiali dan jenderal Fan Gui serta kedua putra penguasa kota Pingdu berjalan di depan semua pasukan yang mereka pimpin.

__ADS_1


Saat matahari sudah tepat berada di atas kepala, pasukan mereka sudah tiba di camp pasukan yang menjaga wilayah perbatasan.


Rombongan mereka di sambut hangat oleh pasukan penjaga perbatasan.


Setelah tiba, Ma Guang dan juga jenderal Fan Gui langsung berjalan menuju tenda utama pasukan penjaga perbatasan untuk bertemu dengan seorang jenderal yang bertanggung jawab untuk pasukan penjaga perbatasan.


Pasukan penjaga perbatasan berjumlah sekitar seribu orang.


Kedatangan rombongan mereka yang menuju ke tenda utama langsung di sambut oleh seorang pria yang berperawakan garang.


Pria tersebut langsung memberi hormat kepada jenderal Fan Gui.


Sedangkan untuk Ma Guang sendiri tidak di berikan hormat.


Akhirnya pria tersebut langsung mempersilahkan jenderal Fan Gui dan juga kedua anak penguasa kota Pingdu untuk memasuki tenda utama miliknya.


Namun setelah matanya memandang ke arah Ma Guang, akhirnya pria itu menyadari bahwa Ma Guang juga adalah seorang jenderal kecil, tetapi pria itu tidak mengenal Ma Guang.


Pria itu juga langsung mempersilahkan Ma Guang untuk memasuki tendanya. Dan tidak mempersilahkan kepada Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.


"Maaf sebelumnya! Apakah kedua wakil saya bisa memasuki tenda utama ini?". Tanya Ma Guang dengan nada suara yang merendah.


"Mohon maaf tuan muda! Tetapi kamu saja sudah cukup." Ucap pria tersebut.


"Apakah anda belum mengenal jenderal Ma Guang?". Tanya jenderal Fan Gui kepada pria tersebut.


"Apa? Pemuda ini yang bernama Ma Guang?....Sial! Aku sudah membuat kesalahan yang serius". Gumam pria tersebut dengan mimik muka yang langsung berubah drastis.


"Maaf aku jenderal Ma! Aku tidak menggunakan mataKu dengan baik untuk mengenali jenderal Ma Guang. Silahkan masuk". Ucap pria tersebut seraya mengisyaratkan kepada Xia Jiao dan juga Yuan Jiali.


"Tidak perlu terlalu di ambil serius! Memang jika tidak di kenal, pasti tidak di sayang". Ucap Ma Guang sambil tersenyum tulus.


Kini mereka sudah memasuki tenda utama tersebut dan duduk di kursi yang sudah tersedia.


Jenderal yang menjadi pemimpin di camp tersebut langsung mempersilahkan jenderal Fan Gui untuk duduk di kursi utama yang berada di dalam tenda tersebut. Tetapi hal itu di tolak oleh jenderal Fan Gui.


"Yang seharusnya menduduki kursi tersebut bukan aku, tetapi jenderal Ma Guang". Ucap jenderal Fan Gui sambil menatap kearah Ma Guang.


"Jenderal Fan terlalu tinggi melihat diriKu, sebenarnya diriKu juga tidak pantas untuk duduk di kursi utama. Bagaimana kalau kita semua duduk saja di posisi yang sama? Agar tidak membedakan posisi kita masing - masing". Ucap Ma Guang.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu yang jenderal Ma inginkan". Ucap Fan Gui.


~Bersambung~


__ADS_2