
Di sebuah lembah yang terletak di wilayah netral antara perbatasan wilayah kekaisaran Dvaravati dan juga wilayah kekaisaran Mahajanapada, terlihat tubuh seorang pemuda sedang tergeletak tak sadarkan diri.
Pemuda itu adalah Ma Guang yang kini telah terkulai lemas karena energi inti jiwa serta energi Qi miliknya telah terkuras habis karena telah di gunakan untuk membendung serangan lawannya serta sisa tenaganya telah di gunakan untuk melarikan diri.
Pemuda itu tidak menyangka jika kekuatan formasi dari lawannya sangat kuat dan bisa memberikan dampak yang sangat besar bagi dirinya.
Pemuda itu berpikir, walau pun dirinya bisa terluka parah, tetapi harus ada korban juga di pihak musuh, sehingga dirinya menghadapi kelompok tersebut.
Namun semua itu di luar dugaannya, posisi awalnya yang sudah terlihat sangat menguntungkan baginya, kini berbalik menjadi sesuatu yang sangat merugikan untuk dirinya sendiri.
Di lembah tersebut adalah tempat berburu binatang buas serta para siluman dan juga tempat untuk mencari ramuan obat - obatan serta sumber daya tingkat tinggi untuk para murid sekte Phoenix Api, yang adalah sekte aliran putih terbesar di wilayah kekaisaran Mahajanapada.
Pada saat yang bersamaan dimana Ma Guang terjatuh di dasar lembah tersebut, disaat itu juga ada beberapa murid sekte Phoenix Api sedang mencari sumber daya di area tersebut dan tanpa di sengaja, lima orang murid tersebut menemukan tubuh Ma Guang yang sedang tergeletak di atas tanah.
Seorang dari mereka langsung memeriksa tubuh Ma Guang untuk memastikan keadaannya.
"Pria ini masih hidup! Dia hanya membutuhkan sedikit saja pasokan energi Qi kedalam tubuh untuk menyelamatkan hidupnya". Ujar seorang pria yang memeriksa keadaan Ma Guang.
"Kalau begitu, biarkan aku menyalurkan sedikit energi Qi milikKu kedalam tubuhnya". Ucap seorang pria yang mengajukan dirinya untuk membantu menyelamatkan Ma Guang.
Pria itu adalah pemimpin kelompok mereka yang sudah menjadi pendekar petapa tingkat dasar.
Sedangkan empat orang yang lain masih sebagai pendekar langit awal tingkat dasar dua orang, tingkat menengah satu orang dan tingkat puncak satu orang, dan satu diantaranya adalah seorang pria yang memeriksa keadaan tubuh Ma Guang.
Pria yang memeriksa tubuh Ma Guang langsung membangunkan tubuh Ma Guang dan di atur dalam posisi duduk bersila.
Pendekar petapa tingkat dasar itu langsung menempelkan kedua telapak tangannya di punggung Ma Guang dan langsung menyalurkan sedikit energi Qi miliknya ketubuh pemuda itu.
Beberapa saat kemudian, akhirnya kondisi Ma Guang sudah membaik, namun tubuhnya terlihat masih sangat lemah serta masih dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Para murid sekte Phoenix Api itu langsung memutuskan untuk tidak melanjutkan aktivitas mereka dan kembali ke sekte serta membawa Ma Guang.
Seorang membawa Ma Guang dan seorang lagi membawa pedang milik Ma Guang.
Kelompok itu kemudian langsung melesat pergi untuk kembali secepatnya ke sekte mereka.
Saat tiba di pintu gerbang sekte Phoenix Api, mereka melaporkan terlebih dahulu situasi yang ada sehingga mereka membawa tubuh pemuda tersebut.
Setelah selesai menjelaskan kepada kepala penjaga di pintu gerbang sekte, akhirnya mereka di biarkan masuk.
__ADS_1
Kelompok itu langsung menuju ke suatu bangunan megah yang letaknya terpisah jauh dari bangunan - bangunan lain yang ada di sekte tersebut, dimana bangunan itu adalah klinik tempat bagi mereka untuk mengobati atau memeriksa setiap penyakit atau luka yang setiap anggota sekte derita.
Mereka langsung disambut oleh seorang tetua yang bertanggung jawab di klinik tersebut.
Tetua itu adalah seorang tabib dan juga seorang alkemis yang sangat di hormati di sekte tersebut.
"Siapa pemuda ini?". Tetua itu langsung menyambut kedatangan mereka dengan sebuah pertanyaan.
"Guru! Kami juga tidak mengetahui siapa dan dari mana asal pemuda ini. Kami hanya menemukan dia di dasar lembah tempat biasa kami mencari ramuan serta sumber daya". Jawab pemimpin kelompok mereka.
Ternyata, kelima orang tersebut adalah murid dari tetua Balai Pengobatan Sekte.
Setelah mereka menjelaskan kronologinya sampai mereka membawa pemuda itu, guru mereka langsung mengerti dengan situasi yang dialami oleh pemuda di depannya.
Pria tua itu langsung memerintahkan kepada murid - muridnya untuk segera membaringkan tubuh Ma Guang di tempat tidur yang telah tersedia.
Mereka pun langsung menuruti apa yang di perintahkan.
Tetua itu langsung memeriksa kondisi Ma Guang dengan teknik yang dia miliki.
Saat sedang memeriksa kondisi Ma Guang, tiba - tiba seorang murid yang bertugas menjaga pintu masuk Balai Pengobatan sekte langsung memasuki ruangan tempat untuk memeriksa serta mengobati pasien dan langsung melapor kepada tetua itu.
"Persilahkan masuk saja, dan katakan kepadanya aku akan segera menemuinya". Perintah Pho Hong yang adalah tetua Balai Pengobatan.
Murid tersebut langsung membalikkan badannya dan pergi melakukan sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh Pho Hong.
"Silahkan masuk tetua! Dan mohon untuk menunggu sebentar, guru akan segera datang untuk menemui tetua agung". Ucap murid penjaga tersebut kepada tetua agung Pha Yun.
"Dimana tetua Pho Hong?". Tanya tetua agung kepada murid yang mempersilahkannya masuk.
"Guru sedang mengobati seseorang". Jawab murid itu.
"Siapa orang yang guruMu obati?". Tanya tetua agung lagi.
"Murid juga tidak tahu". Jawab murid itu.
"Bagaimana ciri - cirinya?". Selidik tetua agung.
"Seorang pemuda yang kira - kira berusia sekitar dua puluhan tahun". Jawab murid itu lagi.
__ADS_1
Karena merasa sangat penasaran tetua agung Pha Yun langsung melangkah menuju ke ruangan dimana Ma Guang berada.
Tetua Pho Hong langsung tersentak karena tetua agung Pha Yun kini telah memasuki ruangan dimana dirinya sedang memulihkan kondisi tubuh Ma Guang.
"Ada hal penting apa sehingga membuat tetua agung secara pribadi datang mengunjungi tempatKu ini?". Tanya Pho Hong menyambut kedatangan Pha Yun.
Pria tua itu tidak menjawab pertanyaan yang di lontarkan oleh Pho Hong.
Melainkan pria tua itu kembali melontarkan pertanyaan kepada tetua Pho Hong.
"Siapa anak muda ini? Mengapa dirinya di bawah kedalam sekte kita?". Tanya Pha Yun.
Tetua Pho Hong langsung menjelaskan sesuai dengan apa yang para muridnya katakan, serta menjelaskan sebabnya.
"Kami adalah seorang tabib, sehingga kami tidak bisa membiarkan seseorang yang membutuhkan pertolongan untuk menuju ajalnya". Ucap Pho Hong menjelaskan kepada Pha Yun.
"Tetua Pho! Sebelumnya aku minta maaf, tetapi sekte kita ini punya aturan yang harus di patuhi!" Ujar Pha Yun
"Perlu tetua Pho ketahui, sekte kita tidak dengan mudah untuk membiarkan orang asing untuk memasuki sekte kita, hal itu karena untuk mencegah hal - hal yang tidak kita inginkan". Ujar Pha Yun dengan tegas.
"Aku mengerti dengan apa yang tetua agung jelaskan tersebut. Oleh karena itu, ijinkan aku merawatnya terlebih dahulu dan setelah itu, aku akan menyuruhnya untuk meninggalkan wilayah sekte kita". Pho Hong sedikit memohon kepada tetua agung.
Mendengar perkataan tetua Pho Hong, tetua agung Pha Yun langsung terdiam dan seperti sedang berpikir untuk kembali melontarkan kata - katanya kepada pria tua didepannya.
"Bagaimana? Apakah tetua agung bisa memberi muka kepadaKu saat ini?". Ujar Pho Hong.
"Apa yang harus aku lakukan jika pemuda ini sudah siuman? Hal itu pasti akan menyulitkan diriKu". Gumam Pha Yun didalam hatinya.
"Tetua Pho! Aku tidak merasa yakin dengan pemuda ini. Karena identitasnya saja tidak kita ketahui, apakah pemuda ini adalah anggota sekte aliran putih atau sebaliknya, jika dirinya berasal dari sekte aliran hitam, tentunya kita akan terancam dengan keberadaannya". Ujar Pha Yun.
Tetua agung Pha Yun bersih kukuh untuk mempengaruhi tetua Pho Hong agar tidak memulihkan kekuatan energi inti jiwa dan juga energi Qi milik Ma Guang.
"Sebenarnya ada hal apa sehingga tetua Pha Yun begitu ngotot untuk mempengaruhiKu agar tidak membantu pemuda ini?". Gumam Pho Hong mulai sedikit curiga dengan tingkah dari tetua agung Pha Yun.
"Tetua agung Pha! Mohon maaf sebelumnya! Tetapi aku juga sebagai tabib memiliki aturan sendiri di dalam dunia pengobatan, jadi aku tidak bisa membiarkan seseorang kehilangan nyawanya begitu saja hanya karena tidak mengetahui identitasnya". Ucap tetua Pho Hong yang tetap memegang prinsip di dalam dunia pengobatan.
"Dan untuk pemikiran tetua agung Pha! Aku akan meminta tetua penegak hukum untuk datang juga ketempat ini dan mengirimkan murid Phoenix Api Hitam untuk berjaga di sekitar tempatKu ini agar bisa mengawasi pemuda ini saat sudah siuman nanti". Ujar tetua Pho Hong menyakinkan kepada tetua agung Pha Yun.
Mendengar perkataan tetua Pho Hong, tetua agung Pha Yun tidak bisa lagi untuk berkata - kata.
__ADS_1
~Bersambung~