
...Rate 21++...
...Tutup mata 🙈 dan tutup telinga 🙉 ada orang yang lagi buka puasa....
Steven melumatt lembut bibir Citra, lidahnya perlahan masuk ke dalam dan segera disambut. Gadis itu membalas ciuman dan mengikuti arah permainan Steven.
Meskipun balasan yang Citra lakukan terkesan kaku, bahkan lidahnya seperti menari-nari sendiri, tetapi tak masalah. Steven justru senang dengan adanya sambutan itu. Citra jadi ikut menikmati.
Kedua tangan Steven langsung meremmas dadanya, dua puncak yang menguncup itu dia jepit di antara jari tengah dan telunjuk.
Ciuman itu perlahan terlepas, lalu lidah Steven menjilati pipi dan turun ke arah leher. Segera dia pun melummatnya, kemudian memberikan gigitan kecil di area sana.
"Aahh!" desah Citra. Tubuhnya sudah meliuk-liuk tidak jelas. Bahkan tangannya sibuk meremmas rambut kepala Steven.
Matanya terpejam, setiap sentuhan tangan dan bibir suaminya terasa begitu nikmat. Citra tak mampu menahan untuk tidak mengeluarkan suara dessahan.
Dua jejak merah keungguan sudah berhasil Steven tinggalkan pada leher Citra, kemudian lidahnya mulai turun dan menjilati seluruh lekukan tubuh sampai berhenti pada rawa indah.
Steven membuka kedua paha itu lebar-lebar, lalu menenggelamkan wajahnya ke arah sana.
"Uuhh Om ...." Napas Citra sudah memburu, keringat di wajahnya mengalir. Seluruh tubuhnya sudah menegang kala merasakan kenikmatan tiada tara yang dilakukan oleh suaminya. Sesuatu di dalam sana seperti hendak meledak, tetapi semuanya urung terjadi sebab Steven sudah melepas bibirnya dari sana. "Kok udahan, Om?" Ada rasa kecewa, padahal sedikit lagi Citra hampir sampai.
"Aku nggak kuat, Cit. Burungku ngambek minta dimasukkin." Sejujurnya Steven belum puas bermain di bawah sana, apa lagi dia juga tahu kalau Citra belum keluar.
Namun, kejantanannya benar-benar tak bisa diajak kompromi. Membuatnya sakit kepala karena belum berhasil muntah.
Mungkin kalau dia punya mulut, pasti sudah mengoceh.
"Apa rasanya akan sakit, Om?" Wajah Citra seketika pucat dan seperti ketakutan, saat di mana Steven tengah menggesek kejantanannya diambang pintu. Citra ingat, hal yang dilakukan Steven sekarang adalah awal mula miliknya akan dimasuki.
"Mungkin sakit sedikit, tapi nggak akan parah seperti saat pertama kali kita melakukannya. Dan lama-lama pasti enak kok." Steven tersenyum manis lalu mengecup lembut bibir Citra.
__ADS_1
"Om bohong apa nggak?"
"Kita coba buktikan dulu, ya? Kalau sakit nggak jadi."
Citra mengangguk cepat. "Tapi pelan-pelan ya, Om?"
"Iya." Steven mengangguk. Perlahan dia pun mendekatkan miliknya pada pintu, lalu menekannya. Agak terasa seret, tetapi akhirnya berhasil masuk dengan sempurna. "Uuh ... aku terjepit, Cit."
"Aahhh." Mata Citra seketika melolot, miliknya terasa penuh oleh kejantanan Steven dan agak ngilu.
"Bagaimana? Sakit nggak?" tanya Steven dengan mata yang berbinar. Dia mengulum senyum, kedua pipinya terlihat merona kala merasakan miliknya tenggelam di dalam sana.
"Sedikit."
"Boleh mulai sekarang?"
Citra mengangguk sebagai jawaban.
Steven perlahan mendekatkan wajahnya lalu meraup bibir Citra. Pelan-pelan dia mulai menggerakkan pinggulnya dan kembali meremmas dada.
Nikmat! Hanya kata itu yang saat ini Steven rasakan. Begitu pun dengan apa yang dirasakan Citra. Awalnya memang masih agak ngilu, tetapi milik Steven yang berhasil keluar masuk itu lama-lama membuat rasa enak menjalar keseluruh tubuh.
Tubuh Citra seakan terguncang hebat, permainan yang awalnya pelan kini menjadi kasar dan begitu cepat. Steven seakan menggila dan terus menghujaminya tanpa ampun.
"Ah! ah! Ini sangat enak, Cit!" desah Steven.
Suara dia yang paling kencang mengisi kamar. Pria itu terus mendessah dan menyebut nama istrinya.
Peluh yang bercucuran itu seakan sudah menjadi satu, sebab tubuh keduanya saling menempel.
"Om aku ...." Citra tak kuat rasanya, di dalam sana seperti ingin membuncah. Dan tak lama, semuanya akhirnya tuntas sudah saat dia mendessah kuat. "Aahhh!"
__ADS_1
Mengetahui Citra sudah meraih pelepasan, Steven langsung merubah posisi. Kini dia sudah terlentang dan Citra duduk di atas pangkuannya. Mereka masih saling menyatu.
"Sekarang gantian. Aku akan mengajarimu untuk memimpin permainan."
"Bagaimana caranya Om?" Citra mengatur napasnya yang tersenggal-senggal, lalu mengulas keringat pada dahi.
Steven menyentuh pinggang Citra, lalu mulai menggerakkannya. Gadis itu pun langsung mengikuti gerakan tangan Steven dan tak menunggu waktu yang lama, dia telah menguasai permainan.
Citra dengan lincahnya bergoyang di atas tubuh Steven. Menggerakkan pinggulnya sembari tersenyum manis memandangi Steven yang sudah merem melek.
Sungguh, apa yang Steven lihat dari bawah sana begitu menakjubkan. Citra sangat cantik dan mempesona, apa lagi kedua agar-agarnya ikut naik turun. Makin menambah keindahan.
"Kamu pintar sekali, Cit. Ini sangat enak," puji Steven sambil menelan ludah. Citra hanya tersenyum dan terus menggerakkan tubuhnya.
Birahi Steven makin memuncak, sensasi kenikmatan itu seperti sudah berada di ujung tanduk. Dia sebentar lagi ingin meledak.
"Citra ... Aaaahhhh!" desah Steven panjang sembari meleburkan cairan percintaannya. Tetapi gadis itu masih terus bergoyang di atas sana. "Aku mencintaimu, Cit." Napas Steven tersendat-sendat. Dadanya terlihat naik turun.
Baru sebentar miliknya mengecil karena telah berhasil muntah, tetapi tak lama dia kembali mengeras. Goyangan dari Citra yang belum berhenti membuat nafsu di dalam dada Steven kembali muncul. Sepertinya, ronde kedua akan segera dimulai.
Lantas, dia pun kembali membalik tubuhnya. Berada di atas lagi untuk memimpin permainan.
***
Keesokan harinya.
"Si Steven lagi semedi kali sama Dedek ya, Ma. Sudah siang bolong nggak keluar-keluar," kata Angga sambil mengunyah buah apel. Dia menghampiri Sindi yang tengah menonton televisi pada ruang keluarga. Istrinya itu sejak bangun tidur masih merengut sampai sekarang. Tampaknya dia masih marah kepada Angga.
Tak lama, Bibi pembantu datang menghampiri mereka, lalu membungkuk sopan.
"Maaf menganggu Bapak dan Ibu. Saya hanya ingin memberitahu kalau diluar ada polisi yang mencari Pak Steven," ucapnya memberitahu.
__ADS_1
...Hayo lho, Om. Abis buka puasa dicariin polisi 😂...