Menjerat Hati Perjaka Tua

Menjerat Hati Perjaka Tua
94. Nggak mau dimadu


__ADS_3

Bejo langsung tertawa terbahak-bahak. Sungguh, ini sangat lucu menurutnya.


"Bapak jangan aneh-aneh deh."


"Aneh apanya sih?" Angga tampak kesal melihat Bejo tertawa. Itu seperti meledeknya. "Aku serius, Jo!"


"Tapi Dedek pasti milih Pak Steven lah, Pak."


"Kamu yakin?"


"Iya."


"Memang kenapa?"


"Ya Bapak ini aneh. Secara dilihat dari umur Bapak lebih tua. Bahkan mendekati uzur. Terus yang kedua Bapak itu sudah punya istri. Dia nggak akan mau lah jadi nomor dua."


"Iya, sih. Tapi nggak ada salahnya untuk bertanya, kan? Siapa tahu Dedek Gemes memilihku."


"Iya, Pak." Bejo mengangguk.


"Kamu dukung aku, ya, jangan dukung Steven."


"Itu pasti."


***

__ADS_1


Sementara itu di tempat berbeda.


"Om ... memang perlu, ya, aku sampai pindah kuliah? Padahal itu kampus favoritku dari dulu lho, Om," kata Citra dengan sedih seraya menoleh ke arah Gugun yang tengah mengemudi.


"Maafkan saya, Nona. Tapi semua yang saya lakukan adalah hal yang terbaik. Katanya Nona ingin melupakan Pak Steven, kan?" Gugun menoleh ke arah Citra sekilas sambil tersenyum.


Citra mengangguk samar. "Iya, sih. Tapi kemarin aku masih penasaran kenapa Om Ganteng nggak mau bercerai denganku? Dan kenapa Om langsung mematikan teleponnya? Kasihan dia, Om. Padahal belum selesai bicara."


"Nona, sudahlah ..." Gugun berdecak kesal. Sejujurnya, jika sudah membahas Steven—dia pasti merasa emosi. "Apa yang dia katakan jangan terlalu dipikirkan. Dia itu nggak mau bercerai sama Nona karena serakah."


"Serakah? Serakah bagaimana, Om?"


"Dia nggak mau bercerai, sedangkan dia sendiri mau menikah dengan Nona Fira. Apa nggak serakah itu namanya?"


"Jadi Om Ganteng mau punya istri dua?"


"Iya."


"Mangkanya Nona nggak perlu memikirkannya ucapannya, sekarang Nona fokus kuliah dan menikmati masa muda saja."


Citra mengangguk patuh, lalu memperhatikan wajah Gugun dari samping. "Eemm ... kalau Om Gugun sendiri, kapan Om menikah?"


"Mungkin nanti."


"Ya nantinya kapan, Om? Apa Om juga sudah punya pacar?"

__ADS_1


Gugun tersenyum. "Pacar belum punya, Nona. Saya akan menikah kalau sudah melihat Nona bahagia."


"Kok begitu? Kenapa harus tunggu aku bahagia? Dan memangnya aku terlihat nggak bahagia?"


"Bukan nggak bahagia, tapi belum, Nona. InsyAllah Nona akan bahagia bersama orang yang tepat. Dan kalau alasan saya belum menikah karena menunggu Nona bahagia ... itu memang prinsip saya dari awal bekerja dengan Ayah Nona."


"Prinsip apa janji? Aku nggak mau Om seperti Om Ganteng. Menemaniku tapi menganggapku sebagai beban. Aku nggak mau, Om." Mata Citra seketika berkaca-kaca dan perlahan linangan air mata itu membasahi pipinya.


Dia sangat sensitif sekali dengan sebutan kata 'janji' sebab baginya, janji itu sangat berat dan memang benar apa yang dia katakan, kalau janji bisa diibaratkan dengan beban. Hal tersebut yang selalu Citra ingat saat dia hidup bersama Steven.


Pria tampan itu bukan menjaganya setulus hati, tetapi dengan sebuah janji.


Gugun yang melihat Citra menangis cepat-cepat menarik secarik tissue, lalu menyusap air mata di pipinya.


"Nona jangan menangis dan mulai sekarang nggak boleh menangis!" tegas Gugun sambil menggeleng. "Saya nggak suka melihat itu semua, saya ikut sedih," katanya lagi dengan lembut. Dia menatap wajah Citra sekilas dengan mata yang ikut berkaca-kaca.


"Om jawab dulu, itu sebuah prinsip atau janji?"


"Prinsip, Nona. Itu memang murni dari hati saya," ujar Gugun dengan sungguh-sungguh.


Citra langsung mendekat dan secara tiba-tiba memeluk tubuh Gugun. Pria itu pun langsung terhenyak, dan entah mengapa mendadak jantungnya berdebar kencang. Mungkin ini adalah untuk pertama kalinya selama dia bekerja dengan Danu, Citra memeluknya. Dan pelukan itu terasa erat dan hangat.


"Terima kasih, Om. Om memang pria yang baik dan tulus. Aku yakin jodoh Om adalah wanita yang baik dan tulus juga."


Gugun tersenyum dan perlahan mengelus rambut Citra, tercium aroma semerbak bunga mawar. "Amin. Nona juga wanita yang baik dan tulus. Saya yakin jodoh Nona pria yang baik dan tulus juga."

__ADS_1


...Bagaimana kalau kalian berjodoh? Kan sama-sama orang baik 😂...


...Pasti nanti Om Steven sama Opa Angga nangis berjamaah 🤭...


__ADS_2