Menjerat Hati Perjaka Tua

Menjerat Hati Perjaka Tua
51. Om kesurupan


__ADS_3

...Adegan dewasa 21+, boleh diskip kalau nggak suka....


Mata Steven berbinar menatap inti tubuh gadis itu yang ditumbuhi bulu yang tidak terlalu lebat, terlihat begitu menguncup dan sangat menggoda. Pelan-pelan Steven melebarkan kedua paha Citra, lalu merabanya.


Terasa menggelitik di bawah sana dan membuat tubuh Citra seketika meremang tak karuan.


"Om ... apa yang ... Ah!" Mata Citra seketika melotot kala merasakan satu jari itu tertancap di bawah sana. Entah sedang apa yang dipikirkan oleh Citra, tetapi kini pria itu tengah memaju mundurkan jarinya.


Ada rasa sakit dan aneh awalnya, tetapi seketika semuanya berubah menjadi sensasi enak.


Gerakan itu makin lama semakin cepat, desiran darah ditubuh Citra makin mengalir dan sesuatu di dalam sana seperti hendak keluar.


"Om aku ... aku ... mau pipis!" Refleks Citra mengangkat pinggulnya dan dengan cepat Steven langsung meraup inti tubuh istrinya, menghisap penuh sisa pelepasan itu sembari mengeluarkan jari tengahnya.


Jujur saja, ini adalah kali pertama Steven merasakan sisa pelepasan milik perempuan. Dan sebagai laki-laki tentu dia penasaran ingin mencoba rasanya.


'Asin, tapi gurih,' batin Steven.


Citra mendesah kuat seraya memejamkan matanya, napasnya terdengar naik turun dan keringatnya seketika bercucuran. 'Kok tumben pipis enak banget rasanya? Dan kenapa Om menjilatinya? Kok nggak jijik dia?'


Citra menatap heran pada Steven yang sibuk berkutat di bawah sana, tetapi tak dipungkiri dia betul-betul menikmatinya. Sapuan lidah pria itu sungguh membuatnya gila.


"Enak banget rasanya, Om."


Setelah menelan semua sisa pelepasan istrinya, Steven berdiri dengan kedua lutut yang menopang. Perlahan dia pun melepaskan kaosnya, lalu selanjutnya celana.


Citra dengan cepat menutupi seluruh wajah dengan kedua tangan tetapi dia sedikit mengintip pada sisi jari kala Steven sudah membuat dirinya sendiri bugil. Dia lempar begitu saja celananya itu di lantai, lalu mengenggam miliknya yang tampak jelas begitu panjang, besar dan berurat.

__ADS_1


Citra menelan salivanya dengan susah payah. Jantungnya berdebar kencang kala Steven membuka telapak tangannya.


Wajah Citra langsung merah padam, dia lantas memalingkan wajahnya karena malu. Steven menggeserkan dagunya supaya istrinya itu dapat melihat kembali tubuh polosnya.


"Katanya tadi mau lihat, kok malah buang muka?"


Citra merasa heran sebab kali ini melihat Steven tengah terkekeh, hal yang jarang sekali dilakukan pria itu. Dia tampak senang sekali sambil memandangi kejantanannya yang sudah dia elus-elus sendiri.


'Kenapa dengan Om Ganteng? Apa dia kesurupan?' batin Citra bingung.


Benda keras itu sontak berkedut-kedut dan Citra yang melihatnya pun langsung bergidik ngeri lalu menelan salivanya berkali-kali.


"Om mau ngapain? Kok itunya dipegang mulu?" Tubuh Citra bergetar hebat kala jarak diantaranya sudah sangat dekat. Pria itu sudah menindih tubuhnya lagi dan segera melahap bibirnya dengan rakus.


Masih dalam bibir yang terus melumatt, Steven pun melambaikan miliknya yang menegang itu pada permukaan inti tubuh Citra dan sensasi kenikmatan itu langsung menyeruak. Kelembaban yang dia rasakan membuat miliknya meronta.


'Apa yang mau Om Ganteng lakukan?' batinnya.


Steven berusaha menekan-nekannya lagi namun terasa susah sekali bahkan meleset. Padahal, milik Citra sudah terasa lembab.


'Kenapa susah sekali?' Steven meremmas kedua pinggang Citra, lalu menekannya lebih kuat lagi.


"Aakkkhh!" Sontak Citra menjerit hingga ciumannya terlepas. "Om sakit ... apa yang mau Om lakukan?" Citra menahan pinggang Steven. Sungguh teramat sakit di sana, padahal baru kepalanya saja yang masuk.


"Tahan sedikit, Cit. Biarkan aku masuk." Steven yang sudah setengah jalan itu tak mungkin berhenti begitu saja. Rasanya rugi, bahkan miliknya itu sudah sangat penasaran ingin merasakan bagaimana hangatnya milik Citra. Apakah akan sama seperti dialam mimpi? Sekilas Steven berpikir seperti itu.


Steven terus melakukannya, mendorongnya lebih kuat hingga miliknya akhirnya bisa masuk dan tertanam sempurna di dalam sana. Rasanya begitu terjepit dan sungguh enak, padahal baru masuk. Belum goyang.

__ADS_1


Gadis itu langsung menjerit dan disusul isakan tangis, kedua tangannya juga terus memukul dada bidang Steven supaya pria itu menghentikan aktivitasnya.


"Aaakkkhhh! Sakit! Sakit banget, Om. Kenapa Om melakukan ...." Ucapan Citra terhenti saat Steven dengan cepat membungkukkan badannya lalu meraup bibirnya dengan lembut. Perlahan kedua tangannya meremmas dada.


'Sakit banget, kok Om Ganteng jahat! Apa yang dia lakukan padaku?' batin Citra. Buliran bening pada sudut matanya perlahan mengalir dan semakin lama menjadi banyak kala perlahan-lahan Steven menggerakkan pinggulnya. Miliknya di bawah sana seperti robek, sangat sakit dan perih.


'Tenang saja, Cit. Aku akan main pelan-pelan supaya kamu nggak merasa kesakitan,' batin Steven.


Benar, dia menggoyang pinggulnya begitu pelan dan penuh penghayatan. Tetapi itu hanya sebentar, tak lama Steven mempercepat gerakannya sebab sensasi itu makin terasa nikmat.


"Ah. Enak sekali, Citra ...." Desah itu lolos dibibir Steven kala sudah tak tertahankan. Rasanya bahkan jauh lebih enak dibanding bercinta dialam mimpi. Steven benar-benar sudah melayang ke udara. Terus menghujami Citra tanpa ampun, tak peduli jika gadis itu kini tengah menangis. Yang dia dengar hanya dessahan kenikmatan.


"Om lepaskan aku, Om! Om ini kesurupan!" teriak Citra. Dia terus memukuli dada bidang Steven dengan kuat tetapi nyatanya tak ada pengaruh apa-apa.


Cucuran peluh pada wajah tampan Steven perlahan tetes demi tetesannya berjatuhan di wajah Citra. Juga dengan keringat pada dada bidangnya. Steven benar-benar merasa kepanasan meskipun AC di kamar itu cukup dingin.


Pergerakan tubuhnya makin kencang, tubuh Citra sampai bergetar hebat begitu pun kasur size bagnya. Desah-desah dibibir Steven kian menyaring dan terus menyebut nama gadis di bawahnya, sebentar lagi dia sudah mencapai nirwana.


"Owwh Citra, ini sangat ... Citra. Eeeuughhhh ...!" Steven melenguh panjang disertai dorongan pada miliknya untuk menenggelamkan ke dalam inti tubuh Citra. Dia melakukan hal tersebut refleks saja sebab kenikmatan itu terasa enak tiada tara.


Mungkin ini adalah pengalaman pertama kali Steven bercinta dengan seorang gadis secara langsung. Selain itu dia pernah hanya dimimpi saja. Steven memang pria yang sangat menjaga kehormatannya dan kehormatan perempuan, terlebih dia juga sangat ingat dengan jika melakukan hubungan badan sebelum menikah, tentu sangatlah berdosa.


...Lha, jadi Om Ganteng ini khilaf apa kesurupan? 🤔🤣...


...Siapa nih yang nunggu adegan ini? Udah pada puas, kah?...


...Vote dan hadiahnya dong lemparin, ga boleh pelit 😉 kan Citra udah jadi korban tuh 🤣🤣...

__ADS_1


__ADS_2