Menjerat Hati Perjaka Tua

Menjerat Hati Perjaka Tua
366. Mama ngidam


__ADS_3

"Papi hari ini nggak masuk kerja?" tanya Juna saat dia melangkah bersama Tian dan Nissa menuju mobil pada halaman rumah.


Mereka berencana ingin pergi ke rumah Angga. Selain karena Juna ingin main bersama si Kembar, Nissa juga ingin memastikan jika hubungan Steven dan kedua orang tuanya baik-baik saja.


Tian menggeleng. "Nggak, Jun. Hari ini nggak terlalu banyak kerjaan di kantor. Jadi Papi bisa kerja di rumah." Dia pun membukakan pintu depan mobil, untuk anak dan istrinya masuk ke dalam.


"Pak Tian, ini ada surat dari rumah sakit," ucap satpam rumah yang melangkah mendekat, lalu mengulurkan tangannya.


"Surat apa, Pak?" Tian menoleh, kemudian mengambil amplop berwarna putih itu dan membuka isi di dalamnya, yang ternyata adalah hasil tes DNA Silvi.


"Itu apa, Pi?" tanya Juna penasaran.


"Hasil tes DNA Dedek Silvi udah keluar, Jun," sahut Tian seraya tersenyum. Dia puas dengan hasilnya sebab memang di sana mengatakan dia betul-betul ayah biologis dari Silvi. "Terima kasih ya, Pak," ucapnya pada sang satpam.


"Sama-sama, Pak." Pria berseragam itu membungkuk sopan. Lantas berlari menuju gerbang untuk membukakannya, supaya mobil Tian dapat keluar.


"Apa hasilnya? Pasti Dedek Silvi bukan anak kandung Papi, kan?" Dalam hati kecilnya, Juna masih berharap demikian. Tentu karena kelak dia ingin menikah dengan bayi cantik itu.


"Anak kandung Papi dong. Ini kalau kamu mau lihat." Tian mengulurkan tangannya memberikan kertas, tapi Juna langsung menggelengkan kepalanya dengan wajah cemberut. "Kenapa?" tanya Tian heran. Nissa pun segera mengambil kertas tersebut, lalu membacanya.


"Nggak apa-apa," jawab Juna pelan lalu mengusap matanya yang tiba-tiba berair.

__ADS_1


"Nggak apa-apa tapi kok kayak nggak seneng?" Tian melangkah memutar ke arah kursi kemudi, lalu masuk ke dalam sana. Mesin mobil itu dia nyalakan dan mulai menyetir. "Kamu harus bersyukur, Jun, kan kamu awalnya kepengen punya adik, terus Allah malah ngasihnya sekaligus dua. Bagus nggak tuh?"


"Papi bener, Jun." Nissa menimpali ucapan Tian. "Do'akan juga Tante Della supaya cepat hamil. Biar Silvi bisa diambil dan kumpul bersama kita di rumah ini."


Bukannya menanggapi ucapan dari orang tuanya, Juna justru sibuk dengan isi pikirannya sendiri.


'Kalau Baim sama Atta sampai tau, Dedek Silvi itu adiknya Juna ... kira-kira, mereka bakal merebut Dedek Silvi dariku atau nggak, ya?' batin Juna yang entah mengapa jadi gelisah.


*


*


Kedatangan mereka bertiga bertepatan sekali dengan Angga dan Steven yang keluar rumah, lalu menuju mobilnya. Seperti ingin pergi.


Juna bergegas turun lebih dulu, lalu berlari menghampiri dengan kedua lengan yang terlentang. Ingin memeluk tubuh Angga. "Opa!!" serunya.


Angga tersentak, lalu perlahan membalas pelukan itu. "Kebiasaan kamu. Datang-datang bukannya salam tapi langsung meluk," tegur Angga.


"Maaf. Tapi Opa sama Om Steven mau ke mana? Juna ikut dong," pinta Juna merengek.


"Assalamualaikum, Pa," ucap Tian dan Nissa yang baru saja turun dari mobil, lalu menghampiri mereka dan mencium punggung tangan Angga bergantian.

__ADS_1


"Walaikum salam," sahut Angga, lalu mengelus rambut kepala Nisaa. "Kebetulan banget kalian ke sini, Mama bilang mau mengajakmu ngerujak, Nis." Menatap ke arah anaknya.


"Ngerujak?! Tumben, Pa?" tanya Nissa heran. Sebab memang tak biasanya Sindi mengajak hal seperti itu.


"Mama ngidam, Mbak," balas Steven. "Ini aku dan Papa mau nyari pohon mangga, mau metiknya secara langsung."


Angga sontak terbelalak mendengar jawaban Steven, dia langsung menepuk pundaknya, lalu melototinya.


Harusnya, Nissa tidak boleh tau. Ini 'kan atas permintaan Sindi juga.


"Ngidam?!" Kening Tian tampak mengernyit. "Kalau ngidam itu berarti Mama hamil, kan?" tebak Tian.


"Apa?! Mama hamil?!" Seseorang yang baru saja turun dari mobilnya langsung menyeru, wajahnya tampak terkejut.


Mereka semua lantas menoleh dan ternyata dia adalah Sofyan. Pria itu datang bersama anaknya, Jordan. Dan bocah berumur dua tahun setengah itu langsung berlari memeluk tubuh Angga.


"Opa!!" seru Jordan.


"Serius, Pa? Mama hamil?!" Sekarang giliran Nissa yang bertanya. Dia ikut terkejut, sama halnya seperti Sofyan.


...Yah, kebongkar deh 🤭🤣...

__ADS_1


__ADS_2