Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Kecemasan Alex


__ADS_3

 “Sama istri dan anakku!”


 “Dia!” Rendi menunjuk kearah yang tepat,


membuat Alex terkejut. Sepertinya Rendi tahu dari mana arah datangnya Alex tadi


jadi dengan cepat Rendi dapat mengetahuinya, atau mungkin di restaurant itu


yang membawa anak bayi hanya wanita yang duduk di dekat kaca itu. Atau mungkin


firasat pria itu begitu kuat hingga ia bisa dengan mudah menemukan wanita itu.


.alex semakin cemas, ia terus berharap semoga Nadin tidak membalik badannya, “Iya …!”


“Kalian tampak seperti keluarga yang bahagia ya!”


“Iya!” Alex menghela nafas, ia berfikir untuk segera pergi dari tempat itu sebelum


Rendi menyadari keberadaannya,


“ Ya sudah aku duluan ya!” Alex tak mau


berlama-lama dengan Rendi di sana. Sebelum pria dingin itu menyadari siapa


wanita yang di kira istrinya itu.


“Iya …!”


Alex berjalan begitu cepat, ia segera menghampiri Nadin dan berusaha membuat Nadin tetap fokus pada Elan dan tidak menoleh ke manapun,


“tetap perhatikan Elan!” perintah Alex, membuat Nadin tercengang sejak kapan Alex berani memerintahnya.


“Kenapa?”


Nadin tidak mengerti dengan yang di katakan oleh pria Arrogant itu,


“Karena ...., ya karena ini tempat umum, jangan sampai seseorang memanfaatkan keadaan untuk mengambil Elan!”


“Ada kamu Lex, kenapa harus cemas!” jawab Nadin dengan santainya.


“Justru karena ada aku …!”


“Kamu aneh Lex!”


 wajah Alex lega saat mengetahui pria dingin


itu meninggalkan restaurant itu sambil menerima telpon, sepertinya itu telpon


yang sangat penting sehingga membuat pria dingin itu melupakan pesanannya, ia


memilih untuk membayar tanpa jadi memakan makanannya. Alex bisa melihat pria


itu masuk ke mobilnya dan meninggalkan restaurant.

__ADS_1


Nadin penasaran dengan arah tatapan Alex, sedari tadi sepertinya hanya menatap pada satu titik.


“Lex…., apa sih yang kamu lihat?” Tanya Nadin karena penasaran karena sedari tadi


setelah kembali dari kasir sepertinya Alex bertindak sangat aneh, ia meninta


Nadin untuk tetap menunduk dan terus mengajak baby El bicara.


“Tidak ada, apa baby El sudah sangat senang?”


“Pertanyaanmu aneh …., baby El sedari tadi senang!”


“Aku kan cuma ingin memastikan saja kalau baby El senang saat di ajak ke tempat


ramai seperti ini!”


“terserah kamu saja, jadi sekarang mana makananku?”


“Ini!” Alex menunjuk ke meja.


“Itu cuma satu porsi, buat aku apa kamu?”


“Astaga aku lupa! Baiklah biar aku pesankan lagi!”


Karena tadi terlalu takut jika sampai Rendi melihat Nadin membuat Alex lupa dengan


pesanannya. Tapi belum sampai Alex bangun dari tempatnya, seorang pelayan


restaurant sudah menghampiri mereka terlebih dulu.


“Iya?” Nadin dan Alex menoleh secara bersamaan.


“Saya mau mengantarkan ini!”pelayan itu meletakkan beberapa makanan ke meja mereka.


“Maaf mbak, tapi kami tidak pesan semua ini!” protes Alex.


“Ini pesanan teman anda tadi pak, dia meminta kami untuk memberikan makanan ini pada


anda dan istri anda, katanya sebagai ucapan selamat atas kelahiran babby nya!”


“Teman?” Tanya Nadin pada Alex.


“Terimakasih ya mbak!” ucap Alex. Ia harus mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan yang akan di ajukan oleh Nadin. Setelah pelayan itu meninggalkan meja mereka barulah Alex menjawabnya.


Semua makanan ini mengingatkanku


sama mas Rendi, ini semua makanan kesukaan mas Rendi …., batin Nadin, ia pun menatap Alex.


“Teman kamu yang mana?” tanya Nadin menyelidik, semua makanan itu mengingatkannya pada


seseorang, makanan yang selalu di pesan oleh seseorang ketika mereka makan di


rumah makan manapun.

__ADS_1


“Temanku, dia satu tim denganku. Baru datang dari luar kota!”


“Dan baby?”


“maaf tapi aku mengatakan pada temanku itu kalau kalian keluargaku, istri dan


anakku!”


“Astaga …, itu ide yang buruk sekali. Kamu tahu idemu itu tidak akan baik untukmu!”


“kenapa memangnya?”


“Karena jika itu sampai tersebar, tidak akan ada gadis yang mau dekat denganmu, mereka


akan mengira jika kamu benar-benar sudah menikah dan mempunyai seorang anak!”


“Apa salahnya jika seperti itu? Aku senang jika mereka mengira seperti itu, aku


sudah cukup bahagia bisa bersamamu dan juga baby El, hanya kita bertiga!”


Nadin menghela nafas kesal, mengusap wajahnya tak percaya dengan ucapan pria arogan di depannya itu, begitu mengejutkan dan juga memberatkan hatinya, walaupun Alex


tak pernah mengatakan apapun kepadanya selama ini, tapi dengan perhatian yang


Alex berikan padanya, itu membuktikan sesuatu. Sesuatu yang mungkin akan disesalinya suatu saat nanti.


“Alex …, aku mohon jangan seperti itu, kamu punya kehidupan lain! Dan Aku …!”


Alex kesal setiap kali Nadin mengingat pria yang sudah menjadi suami wanita itu.


“Kau masih mengharapkan kedatangan pria itu! Dia tidak akan pernah datang!”


“Alex …, aku sudah cukup bahagia dengan kehidupan kami berdua, jangan berusaha masuk di dalamnya, aku tidak suka!”


“baiklah …., jangan bicarakan ini lagi. Anggap saja aku tidak pernah mengatakan apapun


padamu!” alex memilih mengalah, ia tidak mau jika terlalu memaksa nadin malah


akan menjauhinya.


Hari ini Alex sengaja mengajak jalan-jalan Nadin dan baby El hingga malam hari, ia


terus mencari cara untuk menghindarkan Nadin bertemu dengan Rendi.


Kerena menurut kabar dari anak buahnya, saat ini Rendi sudah menemukan rumah Nadin. Dia ternyata menuju ke rumah Nadin saat ini.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentarnya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249

__ADS_1


Happy Reading 🥰🥰😘


__ADS_2