
"Baiklah ...., aku pamit sama bi Merry dulu ya!"
"Iya!"
Aisyah kembali menghampiri bi Merry.
"Bi terimakasih ya atas semuanya, aku senang bisa bertemu dengan bibi, jaga diri bibi baik-baik ya, assalamualaikum!" ucap Aisyah sambil memeluk Merry.
"Waalaikum salam!" walaupun kata-kata itu terdengar asing, tapi Merry masih sempat mengenalnya.
Aisyah dan Alex pun kembali masuk ke dalam mobil, Merry menatap kepergian mereka dengan penuh rasa haru.
"Semoga tuan Alex selalu di beri kebahagiaan!" gumam Merry.
"Apa yang kalian bicarakan tadi?" tanya Alex sambil fokus menyetir.
"Bukan apa-apa mas, hanya ngobrol biasa!"
"Benarkah?"
"Iya mas ....!"
Mereka pun segera kembali ke rumah karena nenek Widya sudah sangat merindukan Aisyah.
...****...
Kehidupan mereka begitu harmonis. Alex menjadi suami siaga, untungnya kehamilan Aisyah ini bukan tipe kehamilan yang sangat menyusahkan, bahkan setelah tiga bulan, Aisyah sudah tidak lagi mengalami morning sick lagi.
Alex tidak pernah melewatkan jadwal cek up kehamilan Aisyah. Ia sudah cukup berpengalaman dalam kehamilan, dulu dia yang merawat Nadin saat hamil, bahkan kehamilan Nandi dulu lebih sulit dari kehamilan Aisyah.
"Apa kamu tidak menginginkan sesuatu?" tanya Alex bingung, bahkan istrinya itu tidak meminta apapun yang menyusahkan nya.
"Nggak mas, aku makan masakan bibi aja, itu juga makanan sehat mas!"
"Mintalah sesuatu, jika kamu menginginkannya, aku pasti akan mencarikan untuk kalian!" ucap Alex sambil mengusap perut Aisyah yang sudah besar itu.
"Tidak mas ...., jangan khawatir, dia sepertinya sangat baik mas!"
"Syukurlah ...., oh iya, satu minggu lagi akan di adakan acar tujuh bulanan, kamu mau mengundang siapa saja?"
"Siapa ya mas, Bianka, ibu, Kyai, itu aja deh mas kayaknya!"
"Cuma itu?"
"Iya ...., pengen sih mengundang mbak Dini, tapi kejauhan, apalagi sekarang mbak Dini sudah nikah, mbak Nadin juga nggak mungkin, dia juga baru melahirkan kan mas!"
"Aku akan mengundang mereka jika kamu mau!"
"Kasihan paman kalau jauh-jauh ke sini, nanti aja kalau udah lahiran kita adakan syukuran, kita undang mereka mas! Kalau sekarang yang dekat-dekat sini aja deh...!"
"Ya sudah ...., kalau begitu, nanti biar aku yang ngomong sama nenek, akhir-akhir ini kesehatan nenek juga kurang bagus, aku khawatir nanti jika terlalu sibuk nenek bisa jatuh sakit lagi!"
"Iya mas ....!"
Alex kini sudah memijat kaki Aisyah yang terlihat bengkak karena perut Aisyah yang besar.
"Ini semakin bengkak saja, tidak pa pa?" tanya Alex.
"Nggak pa pa mas, asal di bawa jalan-jalan sebentar nanti juga sembuh!"
"Besok mas akan temenin kamu jalan pagi! Sekarang tidurlah biar aku pijat sampai tidur!"
__ADS_1
Aisyah pun segera merebahkan tubuhnya dan Alex terus memijat kakinya hingga Aisyah tertidur.
...***...
Hari yang di tunggu-tunggu datang juga, rumah nenek Widya terlihat begitu ramai dengan tamu-tamu undangan.
Nenek Widya terlihat bahagia menyambut tamu.
Setelah melakukan siraman, Aisyah pun juga ikut menyambut tamu, tapi Alex memintanya untuk tetap duduk agar kakinya tidak terlalu capek.
"Assalamualaikum bu!" sapa Kyai Hamid, beliau datang bersama Nyai Sarah, gus Fahmi dan juga Bianka.
"Waalaikum salam! Alhamdulillah kalian akhirnya bisa datang juga!"
"Insyaallah kami datang bu, mana Aisyah nya?" tanya Nyai Sarah.
"Itu ...., kami baru melakukan siraman, bagaimana dengan pengantin baru ini?" tanya nenek Widya pada Bianka.
"Alhamdulillah nek, sudah isi!" ucap Bianka dengan wajah berseri-seri.
"Alhamdulillah ...., nenek ikut senang!"
"Saya menghampiri Aisyah dulu ya umi!" ucap bianka pada Nyai Sarah.
"Iya sayang ...!"
Bianka pun meninggalkan suaminya dan menuju ke Aisyah.
"Bianka! Aku merindukanmu!"
"Sama Ay ..., sudah ketahuan belum jenis kelaminnya?"
"Sudah ...., tapi rahasia!"
"Gimana lagi ...., kamu kok juga gendutan?"
"Aku juga isi, Ay!"
"Ahhhh benarkah, berapa bulan?"
"Masih sembilan minggu!"
"Selamat ya Bi ...., aku ikut senang!"
"Aku juga Ay ...., suami kamu benar-benar jadi orang baik sekarang!"
"Iya ....!"
Acara inti pun segera di mulai, setelah siraman tadi sekarang acara pecah kelapa muda, Alex pun segera membelahnya.
"Itu nyisip lo ....!"
"Iya nyisip ....!"
"Cewek nih pasti ...!"
Komentar para hadirin, setelah acara belah kelapa muda kini giliran Aisyah yang berjualan dawet dan rujak uyup.
Setelah serangkaian acara adat jawa itu, kini giliran Kyai Hamid yang memberikan tausiyah. Selain mengundang para kerabat nenek Widya juga mengundang tetangga dekat dan juga anak-anak panti asuhan.
Mereka memberikan santunan, setelah acara pengajian selesai tinggal acara ramah tamah.
__ADS_1
Tidak lupa mereka juga melakukan sesi foto, bu Santi sudah sibuk semenjak pagi ikut mempersiapkan acara itu.
Walaupun nenek Widya melarangnya tapi bu Santi tetap memaksa, ia begitu senang bisa melakukan sesuatu untuk putrinya.
Setelah acara selesai, kini tinggal keluarga inti saja yang tinggal. Bianka juga sudah pergi dari tadi karena ia harus ikut dengan suaminya menghadiri tausyiah.
"Ibu sama Nino nginep di sini saja ya bu!" ucap Aisyah pada ibunya.
"Maaf nak, ibu nggak bisa! Kemarin ibu sudah terlanjur janji membuatkan pesanan rujak untuk bu Ningsih, acaranya sunatannya besok pagi!"
"Tapi lain waktu janji ya bu, nginep di sini!" ucap Aisyah.
"Iya nak!"
"Nino jangan nakal ya, kalau ada waktu bantu ibu!" ucap Aisyah pada adik laki-lakinya itu.
"Iya mbak, Nino selalu bantu ibu, nanti kalau Nino sudah besar, pasti Nino juga akan bantu mbak!"
"Mbak bangga sama kamu!" ucap Aisyah sambil mengusap kepala adik laki-lakinya itu.
"Biar Alex antar pulang, ibu sama Nino!" ucap Alex.
"Nggak perlu repot-repot nak Alex!" Bu Santi begitu merasa sungkan.
"Saya tidak merasa di repotkan!"
"Ya sudah kalau kamu memaksa, ibu pulang dulu ya! Kamu jaga diri baik-baik!"
"Iya bu, hati-hati!"
"Assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
...****...
Keesokan harinya, karena Aisyah terlalu sibuk kemarin, Alex pun memaksa Aisyah untuk mau di kontrol kan ke dokter kandungan.
Jika dulu saat usia kandungan Aisyah masih muda, Alex meminta dokter yang datang. Tapi karena sekarang Aisyah membutuhkan peralatan yang lengkap untuk periksa, jadi Alex memutuskan untuk membawa Aisyah ke dokter.
Hal yang menurut Alex paling menyenangkan saat menemani Aisyah periksa kandungan adalah saat ia bisa mendengarkan detak jantung putri nya. Ia bisa melihat bagaimana putrinya bergerak dalam perut ibunya.
"Tidak ada masalah, semuanya normal, bayinya juga sangat sehat pak Alex!"
"Syukurlah ....!"
"Setelah ini, bu Aisyah harus rajin-rajin kontrol ya pak, kalau bisa satu minggu sekali, nanti kalau sudah benar-benat mendekati makan di persering lagi, bisa tiga hari sekali!"
"Baik dok!"
"Dan ini vitamin dan penambah darah untuk bu Aisyah, usahakan di minum secara rutin ya!"
"Baik dok, kami permisi!"
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
__ADS_1
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰