Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Season 3 (80)


__ADS_3

"Kenapa dia tidak juga kembali?" sudah terhitung dua jam semenjak Asna keluar dari ruangannya, tapi wanita itu tidak juga kembali membuat pria yang awalnya asik mengedit tiba-tiba terusik.


"Apa dia benar-benar marah?" seperti merasa ada yang hilang saat ia tidak bisa berdebat dengan wanita yang semejak ia bangun dari koma terus mengajaknya berdebat.


"Terserah lah, lagi pula kan bagus dia nggak ganggu terus!" ternyata egonya jauh lebih besar tapi benarkah lebih besar dari rasa cinta yang tidak ia sadari.


"Ahhhh tidak bisa, ini tidak bisa di biarkan, enak saja dia nyuruh aku ngerjain tugasnya!?"


Jelas tadi tidak ada yang memintanya untuk melanjutkan pekerjaan Asna, sepertinya itu hanya opini pribadi untuk melawan ego untuk tidak memperdulikan wanita yang menggangu hatinya itu.


Raka pun segera mengambil tongkat kakinya dan berdiri, berjalan menuju ke pintu. Saat ia keluar ia bisa melihat beberapa pengunjung sedang asik memilih buku, karyawan yang lalu lalang, lalu matanya terpaku pada satu titik di mana menjadi tempat untuk menerima tamu yang datang.


"Pria itu lagi?" Raka bisa melihat pria yang sama seperti yang semalam datang ke rumahnya, "Katanya ke luar kota, tapi jam segini sudah sampai saja di sini!"


Dengan tertatih ia berjalan menghampiri istri yang sedang tidak dia akui itu, langkahnya yang sulit dan tongkatnya membuat kedatangannya langsung di sadari oleh dua orang yang sedang bicara serius itu.


"Assalamualaikum, mas Raka!" sapa pria dengan kaca mata dan tubuh sedikit berisi, pria yang katanya sedang menitik karir agar bisa menjadi dokter itu segera berdiri.


"Waalaikum salam, sudah di sini saja? perasaan semalam bilangnya mau ke luar kota?" Raka pun segera duduk kali ini ia sengaja duduk begitu dekat dengan Asna hanya menyisakan tempat sedikit.


Asna yang keheranan melihat tingkah suaminya jadi tersenyum dan melupakan rasa marahnya tadi, ia pun menggeser tubuhnya untuk menghilangkan jarak yang di ciptakan Raka tadi.


"Duduk aja Zak!" Asna meminta Zaki untuk kembali duduk.


"Eh iya! Saya tidak tahu kalau mas Raka juga ke toko, saya kira di rumah!"


"Jadi maksudnya kalau saya nggak di sini kalian bisa leluasa bertemu begitu?" entah dapat pemikiran dari mana Gus Raka yang biasa Rama pada orang itu hingga begitu sewot pada satu orang ini.


"Ehh bukan begitu mas maksudnya, kalau mas Raka ada di sini saya bisa sekalian membicarakan proyek ini pada mas Raka, iya kan Asna?" Zaki akhirnya meminta bantuan Asna juga.

__ADS_1


"Iya begitulah mas, tadi katanya Zaki sudah akan berangkat tapi ternyata acaranya di tunda jadi besok makanya Zaki kesini!"


"Ohhhh, kalau begitu lain kali kalau ada yang ingin di bicarakan langsung sama saya saja, tidak baik laki-laki dan perempuan bicara berdua tanpa hubungan apapun!" Raka bicara sambil melirik tangan Asna yang melingkar di lengan Raka.


Dengan kesal Asna pun melepaskan tangannya, ia sepertinya lupa kalau otak suaminya sedang bermasalah sekarang. Asna segera menggeser duduknya dan memberi jarak.


Apa apa bilangnya bukan mahram, awas aja nanti, giliran di cuekin kayak ayam mau bertelur ....


"Baiklah sekarang bagaimana, bisa kita lanjutkan kan pembicaraan yang sempat tertunda?" Raka kembali fokus pada Zaki, walaupun ia belum tahu apa yang sedang di bicarakan oleh Zaki dan asna tadi tapi Raka ingin tahu juga.


"Tapi mas, tadi pembicaraan kita sudah selesai!"


"Tapi itu antara kamu dan Asna kan? Jadi sekarang bicarakan lagi dengan saya!"


"Baiklah kalau begitu!"


Zaki pun terpaksa untuk mengulang apa yang dibicarakan Asna dan Zaki tadi, pembicaraan serius hanya hanya lima belas menit dan sisanya hanya bicara santai, jadi Zaki tidak perlu mengulang nya lagi.


"Iya mas!"


"Kok bisa lama sekali sampai berjam-jam?" protes Raka.


"Mas Raka jangan bikin gara-gara deh!" Asna yang mulai kesal jadi ikut bicara, tapi ia segera mengendalikan rasa kesalnya karena.masih ada Zaki di depannya, "Oh iya zak, tadi katanya kamu buru-buru kan, ya udah kamu pergi deh besok lagi ke sini!"


Asna terpaksa mengusir Zaki dari pada dirinya jadi naik pitam melihat tingkah suaminya.


"Ya sudah saya permisi, assalamualaikum!"


"Waalaikum salam!"

__ADS_1


Semenjak Zaki pergi, baik Asna ataupun Raka sama-sama diam, mereka sedang asik dengan pikirannya masing-masing. Hingga Asna berdiri dari duduknya.


"Tunggu!"


Belum sampai langkahnya yang ke tiga, Asna harus kembali berhenti dan membalik badannya.


"Apalagi?"


"Kamu berencana mau ketemuan sama dia lagi?" Raka ternyata sudah ikut berdiri.


"Kalau iya kenapa?"


"Kamu tahu kan kalau sering bertemu dengan laki-laki yang bukan muhrim hanya berdua itu tidak baik, apalagi kalian tadi begitu akrab!"


"Kenapa emangnya? Cemburu?"


"Dalam kamus hidup saya tidak ada kata cemburu, jadi jangan salah artikan apa yang aku katakan!"


"Baiklah, kalau begitu jangan dekat-dekat denganku! Kita bukan muhrim kan!?" Asna benar-benar kesal kali ini dan setelah mengatakan hal itu ia segera berlalu meninggalkan Raka yang masih terdiam di tempatnya.


Saat Asna mengatakan hal itu, ia seperti merasakan ada yang hilang dalam sebagian tubuhnya. Raka memegangi dadanya, ada yang sesak .


"Kok aneh sih!?" gumamnya lirih. Raka kembali duduk dan mengatur nafasnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya

__ADS_1


IG @ tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...


__ADS_2