Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Begitu keras


__ADS_3

“Hal yang paling membuat saya menyesal adalah dilahirkan dari seorang wanita seperti dia!” ucap Alex sambil menunjuk wanita yang telah melahirkannya itu.


"Astagfirullahalazim mas


…, istighfar mas …!” ucap Aisyah, ia benar-benar tidak tahu jika suaminya akan sekeras ini.


Alex pun hanya terdiam, ia tahu ia salah tapi hatinya belum bisa memaafkan, ia merasa jika ibunya yang telah menciptakan semua kekacauan dalam hidupnya selama ini.


"Mama minta maaf Kevin, mama memang salah, sangat salah ....! Tapi nenek kamu juga berperan dalam kesalahan ini!" ucap bu Nia.


"Jangan pernah menyalahkan nenek saya, anda tidak punya hak atas hal itu!" bentak Alex begitu kesal.


"Bu Nia benar mas, nenek Widya punya andil penting dalam hal ini ....!" ucap Aisyah membuat Alex begitu terkejut karena istrinya itu juga ikut-ikutan menyalahkan neneknya.


"Kamu juga ....? Jangan bilang otak kamu juga sudah di racuni oleh wanita ini!" ucap Alex sambil menggoyangkan kedua bahu istrinya itu.


"Enggak mas ...., bu Nia tidak pernah mengatakan apapun padaku, tapi mas Alex tidak tahu apa yang membuat bu Nia melakukannya! Aisyah juga tidak membenarkan apa yang telah di lakukan oleh bu Nia karena zina adalah salah satu dosa besar yang di benci oleh Allah, tapi mas ..., ada alasan yang mungkin perlu untuk mas Alex dengarkan dulu!"


"Saya tidak peduli, sekarang kamu pilih dia atau suami kamu?"


"Mas ....!"


"Jika kamu masih menganggap saya suami kamu maka ayo kita pergi dari sini!" ucap Alex membuat Aisyah tidak punya pilihan lain, mungkin memang butuh waktu untuk mengembalikan semuanya menjadi lebih baik tapi bukan sekarang.


Aisya pun tidak bisa menolak, ia hanya bisa mengikuti suaminya itu. Tapi saat mereka sudah hampir masuk ke dalam mobil tiba-tiba saja bu Nia jatuh pingsan, membuat Aisyah begitu terkejut.


“ibu …!”


Aisyah segera mendatangi bu Nia dan berjongkok menopang tubuh bu Nia. Alex masih diam di tempatnya sambil menatap ibu kandungnya dan juga istrinya itu.


“Mas …, bantu ibu mas …!” ucap Aisyah sambil terus menepuk pipi bu Nia, sesekali ia juga memegangi perutnya yang terasa nyeri.


“Mas …, cepetan mas …, kasihan ibu mas!” ucap Aisyah sambil menahan perutnya yang juga terasa kram.


Alex yang awalnya berkeras pun akhirnya tidak tega, ia segera menghampiri istri dan ibunya itu. Ia segera mengangkat tubuh lemah itu dan membawanya ke dalam mobil,


"Ayo ....!" ucap Alex saat melihat istrinya masih terdiam di tempatnya. Aisyah merasa kesulitan untuk kembali berdiri karena perutnya begitu kram,


"Iya mas ....!" Aisyah berusaha keras untuk berdiri, ia tidak mau suaminya menjadi fokus dengannya dan melupakan ibunya.


Setelah berhasil berdiri, Aisyah pun segera menghampiri suaminya.


"Aku duduk di belakang ya mas!" ucap Aisyah dan Alex pun mengangguk. Aisyah pun menemani bu Nia di bangku belakang.


"Bu ...., sabar ya! Kita ke rumah sakit!"


Mereka membawa tubuh lemah itu ke rumah sakit terdekat. Tempat biasa Aisyah melakukan pemeriksaan kandungan.


“Bu …, bertahanlah bu ….!”


Alex hanya menatap mereka dari kaca depan, hatinya terlanjur mengeras.


Setelah lima belas menit, akhirnya mereka sampai juga di rumah sakit.


Kedatangan mereka langsung di sambut oleh beberapa dokter dan perawat, karena Aisyah sudah

__ADS_1


menghubungi Leon sebelum ke rumah sakit.


“Terimakasih ya Leon!” ucap Aisyah saat bu Nia sudah di tangani oleh dokter.


Dokter segera membawa bu Nia ke ruang IGD dan melakukan perawatan intensif sebelum di pindahkan ke ruang perawatan.


"Mas ....!" pekik Aisyah setelah merasakan perutnya semakin kram.


"Sayang ...., kamu kenapa?" Alex segera mengusap punggung Aisyah.


"Dokter ...., dokter .....!" teriak Alex,


Alex pun segera mengangkat tubuh Aisyah dan dokter pun segera meminta Alex untuk membawa ke ruang pemeriksaan.


Alex terus menunggu Aisyah, setelah selesai pemeriksaan dokter kandungan pun kembali menghampiri Alex yang terlihat begitu cemas, tidak mungkin Aisyah melahirkan sekarang karena usia kandungannya masih delapan bulan.


"Bagaimana dok istri saya?" tanya Alex.


"Tidak pa pa pak Alex, istri anda hanya mengalami kontraksi semu seperti biasa. Ini biasa terjadi saat usia kandungan sudah mendekati melahirkan, semakin mendekati hari melahirkan maka skala kontraksi seperti ini akan semakin sering!"


"Tapi tidak ada masalah kan dok dengan kandungan istri saya?"


"Tidak pak Alex! Ya sudah saya permisi pak Alex!"


"Iya dok!"


Dokter pun segera keluar meninggalkan Alex dan Aisyah.


"Mas bagaimana keadaan bu Nia?" tanya Aisyah.


"Jangan memikirkan orang lain, pikirkan dirimu sendiri!" ucap Alex dengan nada dinginnya.


"Aku tidak marah padamu, ya sudah kamu istirahat dulu biar aku yang memeriksa wanita itu!"


"Dia bukan orang lain mas, dia ibunya mas Alex!"


"Sudah jangan banyak bicara! Istirahatlah ....!"


Alex pun segera meninggalkan Aisyah dan menuju ke kamar bu Nia. Saat di depan kamar, ia melihat Leon berdiri di depan kamar itu, ia menanyakan keadaan bu Nia pada Leon. Leon pun menceritakan semuanya.


Setelah memastikan jika bu Nia kondisinya benar-benar stabil, Alex segera menghampiri istrinya kembali, ia mengajak istrinya itu untuk pulang.


“Ayo pulang sayang!” ucap Alex.


“Nggak mas …, bu Nia butuh di temani!” ucap Aisyah menolak.


“Biar Leon yang menemaninya, kamu juga butuh istirahat!”


"Tapi sudah tidak pa pa kan mas bu Nia nya?"


"Hehhhh!" Alex menghela nafas, "iya ....!" Alex benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran istrinya itu, dirinya sendiri sedang begitu lemah tapi masih sempat memikirkan orang lain.


"Kita pulang, ya ...!"


“Iya mas …!”

__ADS_1


***


Sesampai di rumah kedatangan mereka langsung di sambut nenek Widya. Nenek Widya terlihat begitu cemas karena mereka sudah seharian pergi dan tidak mengabari ke rumah.


"Kalian dari mana saja?” tanya nenek Widya setelah mereka duduk di ruang makan.


“Dari rumah sakit nek!” ucap Alex sambil menyantap makanannya.


“Rumah sakit? Bukankah baru beberapa hari lalu Aisyah melakukan pemeriksaan? Tidak ada masalah kan dengan kandungan Aisyah?"


"Tidak nek ...., Aisyah tidak pa pa!" ucap Aisyah.


"Lalu siapa yang sakit?” tanya nenek Widya begitu penasaran. Alex hanya diam, ia tidak mau membahas wanita yang sudah melahirkannya itu.


“Bu Nia ..!” ucap Aisyah. Nenek Widya begitu terkejut mendengar nama itu.


“Nia ..!”


Karena begitu terkejut hingga membuat nenek Widya menjatuhkan sendoknya sambil memegangi kepalanya yang tiba-tiba pusing.


“Nek …!” Alex segera menghampiri nenek Widya dan memeganginya.


“Nenek nggak pa pa?” tanya Alex.


"Nggak!"


Nenek Widya kemudian menatap Aisyah. Ia tidak tahu apa yang ada dalam pikiran istri cucunya itu. Bagaimana wanita itu kembali muncul dalam kehidupan mereka, sedangkan mereka sudah menutup semua tentang wanita itu.


“Nek …, bu Nia sedang tidak baik nek, dia sakitnya parah! Dokter mengatakan jika bu Nia


tetap tidak mau melakukan operasi kankernya akan menyebar dan merusak seluruh fungsi tubuhnya nek!”


Alex tidak mau lagi mendengarkan tentang ibunya, ia memilih meninggalkan Aisyah bersama nenek Widya. Aisyah dan nenek Widya hanya bisa menatap punggung Alex yang sudah masuk ke dalam kamar.


"Sudah melihat kan bagaimana jadinya? Kenapa kamu masih mencari dan membahas tentang wanita itu?" tanya nenek Widya terlihat menyalahkan Aisyah.


“Nek …, tolong maafkan bu Nia, ini sudah sangat lama! biarkan yang lalu menjadi pelajaran untuk kita!”


"Nenek tidak tahu nak bisa memaafkannya atau tidak, hidup putra nenek hancur di tangannya!”


“nenek jangan egois, tapi maaf nek! Nenek ikut andil dari semua kejadian ini!” ucap Aisyah membuat nenek Widya terkejut.


“Aisyah!” ucap nenek Widya tidak percaya dengan apa yang di katakan oleh istri cucunya itu. Baru kali ini ia melihat Aisyah menyalahkannya demi membela orang yang menurutnya begitu bersalah.


“Maaf sekali lagi nek kalau Aisyah lancang! Aisyah tahu semua tentang mereka dari bibi Merry!”


“Merry?" tanya nenek Widya, ia sudah melupakan nama itu. Gadis yang pernah di kenalkan padanya oleh putra semata wayangnya. Gadis yang dulu sangat di cintai oleh putranya.


“Iya nek, bi Merry selama ini tinggal di rumah mas Alex!” ucap Aisyah membuat nenek Widya semakin terkejut. Selama ini Merry ada begitu dekat dengannya tapi ia tidak menyadarinya.


Bersambung


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya

__ADS_1


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2