Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part ( Nisa & Leon 20)


__ADS_3

...Semua orang tidak ada yang sempurna, mungkin dia memiliki banyak kelebihan tapi ada sisi di mana dia tidak mengerti hal yang sepele....


"Kita kembali sekarang?" pria itu kembali berucap saat kedua gelas yang ada didepannya sudah terlihat kosong.


Wanita yang di ajaknya bicara pun tersenyum dan berdiri dari duduknya, "Baiklah Ayo Mas!"


Karena istrinya tidak merasa keberatan, Leon pun ikut berdiri, ia menyambut tangan Nisa. Ia harus sudah terbiasa dengan sentuhan tangan wanita itu. Walaupun begitu tetap saja, jantungnya bergetar hebat.


Mereka pun segera kembali ke mobil, menghampiri pria yang sudah lama menunggunya. Leon terlihat meminta maaf karena sudah membuat pria itu menunggu hingga begitu larut.


"Tidak pa pa mas, ini sudah biasa jangan terlalu sungkan!"


Leon menyadari seharusnya ini bukan pekerjaannya lagi, mengantar berkeliling adalah pekerjaan tour guide.


"Ini untukmu!" Leon menyerahkan beberapa lembar uang seratus ribuan, tapi pria itu terlihat begitu sungkan untuk menerimanya.


"Jangan seperti ini mas, sungguh saya tidak pa pa!"


"Kamu juga tidak pa pa memberikan ini pada masnya, kalau tidak terima malah kami yang tidak enak, jadi tolong di terima ya, anggap saja in uang tips dari kami!"


"Terimakasih banyak mas!" akhirnya pria itu mau menerima uang dari Leon. "Mari_, mari _!" pria itu pun membukakan pintu untuk mereka dan Leon meminta Nisa untuk masuk lebih dulu.


Sepanjang jalan pria itu terus berbicara, memberitahukan beberapa tempat yang mungkin menarik untuk di kunjungi, mereka segera kembali ke ke resort tempat mereka akan menginap karena hari semakin malam.


Sesampainya di resort, mereka langsung di sambut oleh pelayan resort, salah satu dari mereka yang terlihat seperti manager resort itu menunjukkan kamar untuk mereka. Ternyata resort ini begitu istimewa karena setiap kamar di buat terpisah lengkap dengan dapur dan ruang bersantai selain kamar.


"Ini tuan kamarnya, silahkan menikmati bulan madunya!" mendengar hal itu, Leon baru tahu jika kamar ini memang di peruntukkan bagi pasangan bulan madu.


"Terimakasih!"


Pria itu menyerahkan sebuah kunci pada Leon dan meninggalkan mereka. Leon pun segera masuk bersama Nisa.


"Mandilah dulu, biar barang-barang nya aku yang bereskan!" Leon segera meminta Nisa untuk membersihkan diri, ia bisa melihat jika saat ini istrinya itu sedang sangat kelelahan.


"Kamu yakin mas?" Nisa terlihat ragu, Leon bukan orang yang terbiasa memberikan semuanya sendiri, ia tahu jika suaminya itu terbiasa mengandalkan orang-orangnya untuk mengurus semuanya.


"Iya, jangan khawatir! Aku bisa meletakkan semuanya di tempatnya! ucapnya sambil mengarahkan tangannya pada lemari yang mungkin masih kosong atau berisi beberapa lembar selimut dan handuk. Dia berkata begitu meyakinkan.


"Baiklah, aku mandi dulu ya mas!"


"Hmm!"

__ADS_1


Walaupun ragu akhirnya Nisa benar-benar masuk ke kamar mandi, tapi sebelum itu ia mengambil sebuah baju mandi, handuk dan juga sabun mandi yang ia bawa dari rumah. Benar-benar wanita super ribet, sabun ia bisa meminta pada pihak resort tapi wanita itu membawa sendiri sabun dan sampo dari rumah dan tak lupa ia membawa pembalut bersamanya.


Walaupun tadi sudah mandi, tapi tetap saja mandi di tempat umum berbeda dengan di tempat pribadi, kalau di tempat pribadi rasanya lebih bersih.


Setelah Nisa benar-benar masuk ke dalam kamar mandi, Leon pun mulai membuka kopernya dan benar, ia terlihat bingun dengan barang bawaan istrinya. Benar-benar tidak sesimpel seorang pria, begitu banyak barang yang ia bawa tapi semuanya menurut Leon tidak penting untuk di bawa.


Leon malah merasa bingung dengan isi koper Nisa, tidak seperti kopernya yang hanya berisi kemeja, kaos, ****** ***** beberapa dan celana juga hanya beberapa helai saja.


Leon pun akhirnya mengurungkan niatnya untuk meletakkan satu persatu barang-barang itu di lemari, ia memilih untuk memasukkan beserta koper-kopernya ke dalam lemari, untuk lemarinya besar dan kopernya ukuran sedang, jadi tidak sulit baginya.


Ia jadi punya ide untuk berkeliling sebentar dan mencari sesuatu, Leon pun keluar kamar dan mencari sesuatu yang bisa di makan. Hingga dia sampai di ruang resepsionis resort.


"Ada yang bisa saya bantu?"


"Bisakah mengirimkan makanan ke kamar kami?"


"Baik tuan, anda bisa menuliskan pesan di sini dan pelayan akan mengirimkan ke kamar tuan!"


Leon pun terlihat menuliskan beberapa menu yang ada di resort itu,.


"Terimakasih!"


"Sama-sama!"


Di luar ia bisa melihat pemandangan yang begitu indah di sekitar resort, ia berpikir mungkin nanti Nisa akan suka jika jalan-jalan pagi esok hari, hingga langkahnya terhenti di ujung jalan, ia melihat seorang gadis kecil sedang membawa beberapa tangkai bunga mawar merah, gadis itu terlihat lesu karena setiap orang yang lewat di depannya saat ia tawari bunga hanya mengabaikannya.


Leon pun melihat ke seberang jalan, ada sebuah toko kecil, ia pun berlari kecil menyeberangi jalan. Membeli sebotol air mineral dan beberapa bungkus roti yang di masukan ke dalam kantong plastik berwarna hitam. Leon kembali berlari tapi kali ini bukan ke arah tempatnya berasa tapi menghampiri gadis kecil itu.


Melihat kedatangan Leon, gadis kecil itu segera berdiri.


"Tuan mau beli bunga?" gadis kecil itu tersenyum menatap Leon yang berdiri di depannya. Walaupun tersenyum tapi jelas terlihat di wajahnya kalau gadis itu menyimpan lelah.


Leon pun duduk di tempat di mana gadis kecil itu duduk.


"Duduklah!"


Walaupun ragu, tapi dia akhirnya duduk dan kembali menatap Leon.


"Apa tuan mau membeli bungaku?"


"Katakan padaku, apa alasan yang bisa membuatku tertarik untuk membeli bunga kamu ini?"

__ADS_1


"Karena bunga ini bisa mewakili tuan untuk menjelaskan perasan tuan pada kekasih tuan!"


"Begitulah?"


Gadi itu tersenyum kembali dan mengulurkan setangkai bunga untuk Leon, "Coba saja!"


"Baiklah, karena kamu bisa meyakinkan aku, jadi aku akan menukar satu tangkai ini dengan ini!" Leon mengambil satu tangkai bunga mawar itu dan menukarnya dengan kantong plastik yang ada di tangannya.


Gadis kecil itu terlihat mengerutkan keningnya, ia sedang butuh uang dan bukan kantong plastik yang di berikan padanya,


"Tapi tuan_!"


"Jangan khawatir, hitung berapa tangkai bunga milikmu itu!"


Gadis itu terlihat menghitung dan ada sekitar delapan tangkai tersisa setelah di ambil Leon satu tangkai,


"Ada delapan!"


"Okey, jika satu tangkai ini saya tukar dengan satu kantong plastik milikku! Kalau saya ingin menukar semuanya jadi aku harus menukar dengan harga yang sama dengan kantong plastik itu. Tadi aku membeli air mineral seharga sepuluh ribu dan empat bungkus roti, satu bungkusnya juga sepuluh ribu. Jadi dapat diakumulasikan kalau satu botol air dan empat bungkus roti seharga 50 ribu. Delapan tangkai bunga mawar di kali 50 ribu jadinya 400 ribu!"


Leon mengeluarkan dari saku celananya empat lembar uang seratus ribuan dan menyerahkannya pada gadis itu.


"Ini serius tuan?"


"Hmm!"


"Terimakasih banyak tuan!"


"Aku yang berterimakasih, segera simpan dan bawa pulang, jangan berjualan sampai malam lagi!"


Leon pun segera beranjak dari duduknya dengan membawa sembilan tangkai mawar merah.


Kalau ingin menjadi baik, tidak perlu terlihat baik di depan orang yang membenci kita, tapi tetaplah baik walaupun mungkin orang lain yang akan membalas kebaikan kita.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


...Happy reading 🥰🥰🥰🥰...


__ADS_2