Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Melahirkan


__ADS_3

Suster yang bertugas segera memakai sarung tangannya dan memasukkan jarinya ke serviks Aisyah dan memastikan sudah pembukaan berapa.


"Sudah delapan dok!" ucap perawat sambil mendongakkan kepalanya menatap dokter, perawat itu yang mengecek pembukaan pada serviks Aisyah.


"Baiklah segera pindahkan ke ruang persalinan!" ucap dokter itu.


"Biak dok!"


Mereka pun segera mendorong ranjang Aisyah ke ruangan lain, memang masih dalam satu ruang dengan pintu yang sama tapi ada sekat yang memisahkan dua ruang itu.


Hanya ada ranjang untuk melahirkan dan beberapa alat yang akan di gunakan untuk membantu proses kelahirannya.


"Sus ...., panggilkan suaminya!" ucap dokter wanita itu sambil mulai memakai sarung tangannya.


"Baik dok!"


Perawat itu pun meninggalkan ruangan dan menuju ke tempat di mana Alex menunggu.


"Suami bu Aisyah?" tanya perawat itu saat sudah berada di luar ruangan.


Nenek Widya dan Alex segera menghampiri perawat itu.


"Bagaimana sus?"


"Siapa yang akan menemani pasien melahirkan?" tanya perawat itu.


"Boleh saya juga ikut masuk sus?" tanya nenek Widya.


"Hanya boleh satu orang saja bu, silahkan bermusyawarah!"


Nenek Widya pun segera menoleh pada Alex, "Biar cucu saya saja sus yang menemani istrinya!"


"Mari pak Alex!" ucap perawat itu meminta Alex untuk masuk.


Di dalam, dokter meminta Aisyah untuk menaikan kakinya ke atas penyanggah kaki dan menaikkan bagian atas punggungnya agar posisinya sedikit duduk.


"Relaks dulu ya bu ...., tunggu sebentar lagi!" ucap dokter menenangkan Aisyah.


Alex pun masuk bersama perawat, ia melihat istrinya sudah berada di posisi akan melahirkan.


"Silahkan beri semangat pada istrinya pak!" ucap dokter itu saat melihat kedatangan Alex.


"Mas ....!" Ucap Aisyah lirih dengan air mata yang sudah menggantung di pelupuk matanya, Alex pun segera menghampiri istrinya dan mengecup keningnya.


"Sabar sayang ....., kamu pasti kuat ....!" ucap Alex sambil terus memegangi tangan Aisyah, mengelus punggung Aisyah.


"Mas ...., sakit ....!"


Lagi-lagi Alex mengecuk dan memeluk istrinya itu.


"Kamu kuat sayang demi anak kita ...., berusahalah sayang ....!"


"Bu Aisyah ...., sudah waktunya, sekarang mulai tarik nafas yang dalam ya bu!" ucap dokter yang mulai memberi aba-aba.


Aisyah pun melakukan apa yang di perintahkan oleh dokter.


"Uegggghhhhhhh ......!" Aisyah memegang begitu kuat tangan suaminya dengan keringat yang membasahi jilbab instannya.


Alex terus menyemangatinya.


"Lagi sayang ....! Aku sangat mencintaimu!" bisik Alex sambil terus merangkul istrinya itu.

__ADS_1


Tubuhnya juga tidak kalah berkeringat nya dengan sang istri, bahkan mungkin dia yang lebih berkeringat. Air matanya juga tidak mampu ia tahan saat melihat bagaimana perjuangan istrinya melahirkan keturunan nya.


"Mas ...., Aisyah nggak kuat!" rengek Aisyah sambil terus menahan sakit.


"Kamu pasti kuat sayang ...., ada aku ...!" Alex memeluk kembali istrinya, "Ayo sayang lakukan sekali lagi, kamu pasti bisa!"


Aisyah pun mulai mengejang kembali,


"Eghhhhh ....., ueghhhh ....!" tangan Aisyah sudah mulai gemetar karenanya.


"Ayo bu ...., lebih kuat lagi bu!" ucap dokter sambil sedikit memberi tekanan pada perut Aisyah.


Aisyah pun kembali menarik nafasnya dan mengejang.


"Uegggghhhhhhh ....!"


"Heh heh heh .....!" Aisyah kembali mempersiapkan nafas dan tenaganya.


"Lagi bu ayo bu ...., kepalanya sudah mulai kelihatan ...!"


"Ayo sayang ....., bismillah kamu pasti bisa ....!" bisik Alex.


"Allahu Akbar ....!" ucap Aisyah dengan suara yang menahan sakit.


"Eghhhhh .....!"


"Lagi bu ...., sedikit lagi!" ucap dokter saat kepala bayi sudah mulai keluar.


"Eghhhhhhhhhhh .......!"


"Oeeek oeeeek oeeeek .....!" seketika suara tangis bayi menggema memenuhi ruangan itu.


"Alhamdulillah, terimakasih sayang!" ucap Alex sambil mencium seluruh wajah Aisyah hingga berkali-kali, mengusap air mata dan keringat istrinya dengan mencium nya. Tangannya sama sekali tidak pernah lepas dari tangan Aisyah.


Alex pun segera menjatuhkan tubuhnya yang sudah begitu lemas, kakinya yang sedari tadi ia gunakan untuk menopang tubuhnya terasa lunglai. Air matanya sudah membanjiri pipinya dengan penuh syukur tapi tangannya masih menggenggam tangan istrinya itu.


Dokter pun kembali meminta Aisyah untuk mengejang sekali lagi.


"Mengejang sekali lagi ya bu, biar ari-arinya keluar!"


Alex pun kembali bangun dan menyemangati istrinya. Hanya dengan sekali mengejang saja ari-arinya keluar.


Dokter pun mulai membersihkan tubuh bayi, menghilangkan air ketuban dan darah yang masih melekat di tubuhnya, memakaikannya baju.


Kemudian dokter beralih merawat Aisyah, memastikan jika tidak ada luka sobekan.


"Di kasih asi pertama dulu ya bun!" ucap dokter sambil menempelkan tubuh bayi di atas dada Aisyah. Dokter pun membantu untuk menyusui. Alex pun terus mengelus istri dan bayinya.


Setelah selesai pemberian asi pertama dokter meminta Alex untuk meng azan i bayinya.


"Kami apa segera memindahkan ibu dan bayinya ke ruang perawatan jadi pak Alex bisa keluar dulu!" ucap dokter.


"Baik dok!"


Sebelum keluar, Alex lebih dulu menghampiri istrinya dan mengecup keningnya.


"Terimakasih sayang!"


Alex pun segera keluar dan langsung di sambut oleh nenek Widya dan bu Santi. Bu Santi sudah di jemput oleh Leon setelah mengantarkan nenek Widya ke rumah sakit.


"Bagaimana sayang?"

__ADS_1


"Bagaimana nak Alex?"


Tanya nenek Widya dan bu Santi bersamaan, mereka begitu penasaran dengan keadaan Aisyah dan bayinya.


"Semua sehat nek, bu ...., Aisyah melahirkan bayi perempuan yang cantik!"


"Alhamdulillah!"


"Alhamdulillah!"


Ucap nenek Widya dan bu Santi bersamaan lagi.


"Bagaimana sekarang? Apa ibu bisa masuk?" tanya bu Santi.


"Maaf bu, Aisyah masih di periksa dan sebentar lagi di pindahkan ke ruang perawatan, kita boleh melihatnya kalau sudah berada di ruang perawatan!"


"Baiklah kita tunggu apa kata dokter saja!"


Tidak berapa lama Aisyah pun akhirnya di pindahkan ke ruang perawatan bersama dengan bayinya.


Alex, nenek Widya dan juga bu Santi pun segera menemuinya.


"Ibu ....!" ucap Aisyah saat melihat ibunya juga sudah berada di sana.


Bu Santi pun segara mendekati putri sulungnya itu dan mengecup keningnya.


"Selamat ya sayang ...., semoga kelak putri mu menjadi putri yang solehah seperti ibunya!" ucap bu Santi.


"Terimakasih bu, juga semoga bisa setegar neneknya!" ucap Aisyah.


Nenek Widya pun juga tidak mau kalah, ia juga segera memberi selamat pada cucu menantunya itu.


"Terimakasih ya sayang, kami sudah melengkapi kebahagiaan kamu!"


"Aisyah juga terima kasih sama nenek karena telah begitu baik dan telaten membimbing Aisyah!"


Alex sedari tadi hanya diam, ia sibuk menatapi wajah putri ya yang berada di ranjang bayi yang ada di sebelah Aisyah.


"Mas ...., kamu kenapa?" tanya Aisyah yang melihat sudut mata suaminya itu terlihat berair.


Alex yang menyadari jika ia sedang di perhatikan istrinya itu pun segera menghapus air matanya dan tersenyum pada Aisyah.


"Saya bingung harus bagaimana, rasa bahagiaku ini seakan tidak mampu aku curahkan lagi, hadirnya malaikat kecil ini akan menjadi sejarah terbesar dalam hidupku!"


"Aisyah juga mas ....!"


"Terimakasih ya sayang!"


Alex pun segera memeluk dan mengecup seluruh wajah istrinya itu dengan penuh cinta.


Bersambung


...Misteri hidup siapa yang tahu, selagi kamu bahagia tetap syukuri apa yang kamu punya saat ini siapa tahu nanti Allah akan memberi sedikit kesedihan dan kau akan mengingat hari ini agar nanti kamu tidak lupa untuk bersyukur bahwa ada bahagia setelah kesedihan...


Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya


Follow Ig aku ya


tri.ani.5249


Happy Reading 🥰🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2