Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Titik terang)


__ADS_3

Pagi harinya, sebelum Nisa terbangun dari tidurnya, Leon pun segera menemui orang-orang yang semalam ia panggil ke rumahnya.


"Bisa melihat dari cctv?" tanah Leon yang sudah duduk di sofa sedangkan ada empat orang yang berdiri di depannya.


"Sepertinya mereka sengaja mematikan cctv, tuan!" jawab salah satu dari mereka.


"Mereka?"


"Iya tuan, perlakukan sepertinya tidak hanya satu, jika pukul sembilan tadi kami masih di sini dan taun pulang pukul sepuluh seperempat, kami rasa satu jam bukan waktu yang lama untuk bisa melakukan aksinya dengan secepat ini, kemungkinan besar mereka berbagi tugas mulai dari mengintai, mematikan cctv dan membuat akses masuk tanpa merusak kunci rumah."


Leon terlihat diam, dia seperti sedang mencerna sesuatu,


"Apa motifnya?"


"Kalau di lihat dari tidak adanya barang-barang yang hilang, kemungkin semua ini hanya untuk menakuti saja, atau membuat jera tuan."


"Okey, baiklah! Mulai besok buat penjagaan ketat, aku tidak mau istrimu merasa takut, lakukan secara bergilir, jangan biarkan lengah!"


"Baik tuan!"


"Tambah personil untuk itu, aku akan menaikkan gaji kalian!"


"Mengerti tuan!"


"Satu lagi, jangan sampai kejadian ini terdengar di telingaku pak Alex, biarlah ini menjadi urusan saya."


"Mengerti tuan!"


"Pergilah!"


Setelah keempat pria itu pergi, Leon pun memastikan jika seluruh rumah sudah kembali rapi. Ia pun segera kembali ke kamar tidurnya, melihat sang istri masih tertidur nyenyak Leon pun memilih untuk menyusulnya ke tempat tidur.


Ia mengecup bibir Nisa, lalu kecupan itu ia perdalam saat sang istri tidak juga membuka matanya, suara lenguhan dari sang istri membuat Leon semakin terpancing di buatnya.


"Mas!" setelah sekian lama barulah Nisa membuka matanya.


"Sudah pagi, mandi bareng yuk!" bisik Leon pada telinga sang istri.


"Mandi sendiri mas."


"Aku maunya mandi bareng!" Leon berkata begitu manja membuat Nisa tertarik untuk mencubit hidungnya.


Leon pun segera menyibak selimut tebal yang di pakai Nisa dan mengangkat tubuhnya, dengan otomatis Nisa mengalungkan tangannya ke leher sang suami.


Sesampai di kamar mandi, ia menurunkan Nisa di bawah shower yang belum menyala, dengan cepat Leon mengungkung tubuh Nisa di antara tubuhnya dan di dinding kamar mandi, mendekatkan bibirnya ke bibir merah jambu milik Nisa.


Tangannya meraih kran agar terbuka hingga m mereka bagai bercumbu di bawah guyuran hujan.


Satu persatu baju Nisa ia tanggalkan begitu pun dengan dirinya.


Awalnya hanya ingin mandi saja, tapi ternyata tidak bisa. Leon pun kembali mengangkat tubuh Nisa dan membawanya kembali ke kamar dengan tubuh yang basah kuyup itu, ia menidurkan sang istri di atas tempat tidur tidak peduli jika tempat tidurnya akan basah setelah ini.


Pagi itu menjadi pagi yang panjang untuk mereka hingga suara azan subuh membuat mereka menghentikan kegiatannya.


"Aku mandiin ya?" tanya Leon saya Nisa sudah melilit tubuhnya dengan handuk hendak ke kamar mandi.


"Enggak, nanti kebablasan lagi! Mas Leon mandi di kamar mandi lain aja, aku di sini!" ucap Nisa sebelum benar-benar menutup pintu kamar mandinya.


Leon tersenyum dan menggelengkan kepalanya, ia pun.juga segera mencari handuk dan menuju kamar mandi lain untuk mandi.

__ADS_1


Setelah selesai membersihkan diri mereka pun segera sholat jama'ah, karena waktunya sudah tidak mungkin untuk sholat jama'ah di masjid.


"Sekarang bisa kita lanjutkan lagi?" pertanyaan Leon berhasil membuat Nisa salah tingkah, wanita yang baru saja melepas mukenanya itu hanya bisa tersenyum.


Tanpa pikir panjang Leon segera melepas sarungnya dan mengangkat tubuh istrinya dan membawanya ke tempat tidur.


Apa yang seharusnya terjadi, akhirnya terjadi juga. Pergulatan panjang hingga matahari menampakkan sinarnya di balik gorden warna putih itu.


"Mas, pasti udah kesiangan, Nisa jadi nggak bisa masak kan!"


"Nggak pa pa, mandi sana, biar aku yang buat sarapan!"


"Jangan dong, mas Leon aja yang mandi dulu, Nisa buat sarapan baru mandi!"


"Nggak usah, mandi sana, aku aja yang buat sarapan!"


Karena Leon terus memaksa akhirnya Nisa pun memilih mandi lebih dulu.


Leon Juga mandi di kamar lain, tapi jelas waktu mandi Leon dengan Nisa jauh berbeda. Leon lebih cepat selesainya.


Memang bukan makanan istimewa hanya telur ceplok yang akan menjadi menu sarapan mereka pagi ini. Selesai membuat sarapan Leon kembali menghampiri sang istri dan ternyata masih sibuk mengeringkan rambutnya yang cukup panjang.


"Sini biar aku bantu!" Leon meraih handuk kecil yang Nisa gunakan untuk mengeringkan rambut dan mengantikan tangan Nisa, "Nanti aku akan belikan hair dryer untuk kamu!"


"Begini saja nggak pa pa mas!"


"Aku suka membelikanmu sesuatu, jadi nggak usah ngeyel!"


"Kebiasaan!"


Mereka saling tersenyum setelah melontarkan ejekan masing-masing.


"Mas, yang semalam?"


"Tidak pa pa, buktinya semua kembali normal kan."


"Tapi mas, yang aku lihat semalam nyata kan?"


"Nyata."


"Tapi benda-benda ini?"


"Ada penggantinya!" jawab Leon enteng.


"Iya aku tahu, kalau barang ada penggantinya tapi jika ini terjadi sama kamu mas?"


"Ada penggantinya! Jadi jangan khawatir!"


"Nggak ada mas!" kali ini ucapan Nisa meninggi membuat Leon menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.


"Maaf mas, aku benar-benar masih khawatir!"


"Tidak akan terjadi apa-apa, percayalah! Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian!"


Mereka saling berpelukan cukup lama hingga Leon pun mengajak sang istri untuk sarapan sebelum berangkat.


Seperti janjinya, Leon pun mengantar Nisa terlebih dulu ke rumah sakit walaupun jaraknya cukup jauh dari kantor tempat kerja Leon.


"Nanti sopir akan mengantarmu pulang dulu ke rumah papa dan mama, nggak pa pa ya?"

__ADS_1


"Mas Leon mau ke mana?"


"Insyaallah nanti ada urusan sebentar, pulangnya agak malam!"


"Bukan yang bahaya kan mas?"


"Bukan, percaya kan sama Allah?"


Nisa mengangukkan kepalanya,


"Doakan aku agar selalu berada dalam lindungannya!"


Leon mengusap puncak kepala Nisa dan mengecup keningnya,


"Masuklah!"


Setelah memastikan Nisa masuk ke dalam rumah sakit, Leon pun segera masuk ke dalam mobil, tidak lupa ia mengirim pesan pada Gus Raka jika ia ingin bertemu mengenai saudara kembar Gus Raka.


Mereka akan bertemu ba'dha dhuhur, sebelum itu Leon harus ke kantor dulu untuk melakukan pekerjaan. Ia juga harus memastikan jika Alex dan keluarganya tidak mendapatkan teror yang sama seperti yang dia dapatkan.


Sepertinya peneror itu sengaja menjadikan dirinya sasaran. Bukan Alex atau keluarganya.


Setelah jam makan siang berakhir, Leon yang sudah selesai melaksanakan sholat di mushola kantor pun segera bersiap-siap.


Ia terlebih dulu memberitahu sekretarisnya sebelum pergi,


"Jika pak Alex tanya, katakan pada pak Alex kalau saya ada urusan di luar, mungkin tidak kembali ke kantor lagi sore ini, jika ada yang sangat mendesak minta hubungi saya!"


"Baik pak!"


Leon pun segera pergi dengan mobil pribadinya tanpa menggunakan jasa sopir.


Ia berhenti di ruko kemarin pagi bertemu dengan Gus Raka, di sana ia Sudja bisa melihat Gus Raka sedang menunggunya duduk di depan ruko.


Melihat kedatangan mobil Leon, Gus Raka pun segera berdiri menyambutnya.


Leon tidak berniat untuk turun dari mobilnya, ia hanya menurunkan kaca mobilnya dan tersenyum pada pria bersahaja itu,


"Masuk, Gus! Pakek mobil saya saja!"


"Saya pikir lebih baik pakek motor saja, sepertinya tujuan kita sedikit sulit di lalui mobil!" saran dari Gus Raka, Leon pun kembali menatap alamat yang memang terlihat asing baginya.


"Baiklah, mobil saya!"


"Di titipkan di rumah belakang ruko ini saja, itu rumah teman saya!"


Leon pun menurutinya, ia membawa mobil ke rumah dengan halaman yang luas dan kosong itu, ternyata Gus Raka juga sudah memarkir motornya di sana.


...Ada pertemuan pasti juga ada perpisahan, jika Allah mempertemukan kita dengan cara ini pasti ada maksud dari pertemuan kita yang seperti ini...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya ya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2