Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Nisa &Leon 15)


__ADS_3

...Membangun rumah tangga ibarat sebuah perahu kecil yang harus didayung bersama-sama. Jika perahu hanya didayung oleh salah seorang di antara suami istri, maka perahu itu tidak akan mampu berlabuh ke pulau kebahagiaan...


...🌺Selamat membaca🌺...


Mobil pria dengan stelan jas itu sudah melaju memecah keramaian jalanan di pagi hari yang sibuk, bibirnya terukir senyum. Sepertinya pria itu pagi ini benar-benar sedang dalam mood yang baik. Sesekali terdengar senandung lirih dari bibirnya. Hingga mobil yang di tumpangi memasuki pelataran sebuah gedung bertingkat pun bibirnya tidak pernah lepas untuk tersenyum.


Pria itu segera turun saat mesin mobil sudah mati,


"Selamat pagi pak Leon!" sapa seseorang dengan pakaian scurity sambil menunduk memberi hormat.


"Parkirkan mobil saya!" Leon menyerahkan sebuah kunci mobil, belum juga sampai di tangan pria itu seseorang sudah lebih dulu merebutnya.


"Tidak perlu!" suara berat itu berhasil membuat Leon dan scurity menoleh padanya.


"Mas!"


Alex sudah berdiri tegak di depan mereka dengan mata tajamnya yang siap menghunus siapapun.


"Saya permisi!" scurity itu bersiap untuk kabur, tidak mau terjebak di antara dua orang yang mematikan itu.


Alex mengangkat tangannya, mengatakan kalau pergilah. Begilah kira-kira maksud dari tangan Alex.


Kini setelah scurity itu pergi meninggalkan mereka, perhatian Alex kembali tertuju pada Leon.


"Siapa suruh kamu datang ke sini?" pertanyaan itu berhasil membuat Leon tercengang.


"Maksud mas Alex?"


"Kalau dalam waktu tiga hari ini saya lihat kamu berkeliaran di kantor ini, atau saya tahu kamu menangani pekerjaan di rumah mertua kamu, saat itu juga kamu akan saya pecat!"


"Mas, ini maksudnya apa?"


"Memberi pelajaran pada orang bodoh!"


Leon menunjuk dirinya sendiri dengan tatapan aneh pada Alex, "Maksudnya saya bodoh?"


Alex pun menganggukkan kepalanya, "Jadi kalau tidak ingin bertambah bodoh, pergilah sekarang dan kembali tiga hari lagi!"


"Jadi itu yang menurut mas Alex paling benar?" Leon terlihat masih sangat bingung.


Srekkkkk


Tiba-tiba kunci mobil melayang dan untungnya Leon tepat menangkapnya.


"Pergi sekarang atau saya suruh orang untuk mengusirmu dari sini!"


"Baiklah, saya pergi!"


Leon dengan pasrah kembali masuk ke dalam mobilnya, ia segera menghidupkan kembali mesin mobil itu dan meninggalkan pelataran kantor tempatnya memimpin perusahaan.


"Apa yang salah? Kenapa semua orang seakan memintaku untuk tidak bekerja?" gumam Leon sepanjang jalan, ia hanya beberapa kali menggelengkan kepalanya.


Sedangkan Alex yang masih berdiri di depan gedung itu terlihat menarik sudut bibirnya, ada senyum tipis di sana. Ia pun mengambil sesuatu dari saku jasnya, sebuah benda pipih. Ia mencari kontak seseorang di benda pipih itu lalu menekan tombol panggil.


Perlahan Alex menempelkan benda pipih itu di daun telinganya saat terdengar deringan terakhir.


"Kenapa lama sekali?"


"....."


"Langsung kirimkan ke rumah pak Dimas!"


"...."


Alex terlihat mematikan sambungan telponnya, sekarang senyum itu semakin lebar saja, apa lagi dari kejauhan dia melihat sang istri berjalan menghampirinya.


"Kenapa lama sekali, aku sudah menunggu lama!" protesnya pura-pura merajut pada sang istri.


"Assalamualaikum, mas!"


Bibirnya langsung tersenyum mendengar salam dari sang istri, "Waalaikum salam!" Ia segera menarik pinggang istrinya dan mendaratkan ciuman di pipi sang istri.


"Aku mencintaimu!"


"Tahu, tapi nggak boleh cium di sini mas!"

__ADS_1


"Siapa bilang?" Alex semakin mengeratkan tangannya di pinggang sang istri.


"Banyak orang mas!"


"Mereka tahu kamu istriku, lalu siapa yang mau protes! Sepertinya memang sudah waktunya kita buatkan adik untuk Arsy!"


"Hahh?" mata Aisyah membulat sempurna mendengarkan perkataan suaminya.


Belum juga selesai dengan rasa terkejutnya, Alex sudah lebih dulu menarik tangan Aisyah, sebuah mobil sudah siap di depan mereka.


"Masuklah!" pinta Alex saat pintu mobil itu sudah terbuka.


"Kita mau ke mana?"


"Kalau kamu menyiapkan kejutan untuk Leon dan istrinya, sekarang giliranku menyiapkan kejutan untuk istriku yang polos ini!"


Mereka pun sekarang sudah berada di dalam mobil, di bangku belakang dengan sopir yang duduk di depan


"Ke hotel xxx, pak!"


"Baik tuan!"


Aisyah tercengang di buatnya untuk kesekian kalinya, ia benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lakukan suaminya.


Tadi pagi ia sudah cukup heran saat suaminya tiba-tiba mengirim putra putrinya untuk berlibur bersama nenek dan pamannya sebelum nenek dan pamannya kembali ke Blitar. Dan ternyata ini maksudnya, Alex ingin menghabiskan waktunya berdua saja dengan sang istri.


"Mas, kita ngapain ke hotel?"


"Buat adek untuk Arsy, dia sudah besar sudah waktunya untuk punya adek!"


"Massssss!" Aisyah benar-benar ingin protes kali ini.


"Aisyah Ratna!"


Saat namanya sudah di sebut lengkap, itu tandanya keputusan sang suami tidak bisa di tanggung lagi, Aisyah pun memilih untuk mengerucutkan bibirnya dan menyandarkan bahunya di sandaran kursi mobil.


Aku menyerah ....


Alex yang melihat istrinya manyun benar-benar tidak tahan untuk segera melahapnya, tapi ia memilih tersenyum dan akan melakukan nanti saat di hotel.


Nisa mengerutkan keningnya saat melihat sang suami lunglai dengan menarik tali dasi agar lebih longgar, lengan kemejanya juga tampak sudah di lipat hingga ke siku, jas yang tadi di kenakan begitu rapi, kini hanya di gantung di lengannya saja.


"Assalamualaikum!"


Nisa segera meraih jas dan tangan sang suami, seperti tadi saat berangkat ia mencium punggung tangan suaminya.


"Waalaikum salam!"


"Kenapa di luar?" Nisa tidak mungkin dari semenjak ia pergi sampai ia kembali lagi berdiri di depan pintu seperti itu.


"Ini mas tadi ada yang kirim paket!"


"Nisa belum sempat buka, mas Leon sendiri kenapa kembali, belum ada satu jam loh mas!"


Hehhhh ...


Leon menghela nafas Kembali mengingat bagaimana Alex memintanya untuk pulang.


"Mas Alex nyuruh aku pulang!"


Nisa mengerutkan keningnya, "Kenapa?"


"Nggak tahu, nggak ngasih tahu alasannya! Dia cuma nyuruh aku untuk kembali tiga hari lagi kalau mau tetap kerja!"


Kali ini Nisa tersenyum mendengar penuturan sang suami,


"Kenapa tersenyum?"


"Ternyata mas Alex pinter ya mas!"


"Memang dari dulu dia pinter!"


"Maksud Nisa, mas Alex jago bikin kejutan!"


"Trus aku tidak?" walaupun Alex sudah seperti kakak baginya, tetap saja Leon kesal saat sang istri memujinya.

__ADS_1


"Pinter juga, mas Leon paling pinter! Itu tandanya mas Leon suruh cuti selama tiga hari mas, kita kan baru nikah, mungkin mas Alex pingin kita lebih mengenal satu sama lain!"


Leon pun akhirnya membenarkan ucapan sang istri.


"Ayo masuk mas!"


Mereka pun akhirnya masuk ke dalam dalam rumah, beberapa orang masih terlihat sibuk di sana.


"Loh Leon, kok sudah pulang lagi?" pertanyaan mama mertuanya kembali menghentikan langkah mereka, ia pun segera menghampiri mertuanya dan mencium punggung tangannya.


"Iya ma, sama mas Alex suruh libur!"


"Ahhhh mama seneng deh, ternyata pak Alex sangat pengertian!"


Leon tersenyum menanggapinya, "Kami ke kamar dulu ya ma!"


"Iya, sudah sana habiskan waktu kalian di kamar, Pumpung sudah halal!"


Seketika wajah Leon yang putih itu terlihat memerah begitupun dengan Nisa.


"Mama, apaan sih!" protes Nisa, "Ayo mas!"


Kali ini Nisa yang menarik tangan Leon untuk berjalan ke kamarnya.


Setelah sesampai di kamar, Leon pun segera meletakkan jas dan tas yang bahkan belum sempat di buka sedari tadi. Tas yang berisi berkas yang seharusnya hari ini dia presentasi kan.


"Mas Leon mau minum apa?" pertanyaan Nisa membuatnya kembali menoleh, ia kembali teringat dengan paket yang ada di tangan Nisa yang belum sempat bisa letakkan di meja.


"Nggak perlu, duduklah!" Leon menepuk sofa kosong yang ada di sampingnya.


Nisa pun duduk dengan di tangannya masih memegang paket.


"Itu paketnya dari siapa?" Leon menatap paket yang ada di tangan sang istri, dan Nisa pun menggelengkan kepalanya.


"Untuk siapa?"


"Kata kurirnya untuk kita berdua, kado pernikahan!"


"Bukalah!"


Nisa pun memutuskan untuk membuka kado itu, ternyata isinya dua tiket pesawat dan tiket menginap di salah satu resort yang ada di Bali dan beberapa voucher liburan lainnya selama tiga hari.


"Paket liburan mas!"


Leon tersenyum, "Mas Alex!" ia sudah bisa menduga paket itu dari siapa walaupun tidak ada nama pengirimnya.


Ting


Tiba-tiba notif pesan masuk dari ponselnya. Leon pun segera merogoh saku celananya dan mengambil benda pipih itu, itu pesan dari Alex.


//Nikmati liburanmu, jangan pikirkan perusahan! Percayakan semuanya padaku, bahagiakan istri kamu//


"Dari siapa mas?" Nisa begitu penasaran melihat senyum di bibir sang suami saat membaca pesan.


"Dari mas Alex!" Leon menyodorkan ponselnya agar sang istri juga bisa membacanya. Karena sudah mendapat ijin, akhirnya Nisa ikut membacanya.


"Segeralah bersiap-siap, satu jam lagi pesawatnya berangkat!"


"Baik mas!"



kebayang lihat senyumnya mas Leon kayak Cha Eun woo berpeci.


...Pacaran setelah menikah seperti menikmati senja di tengah hamparan pasir yang luas, tidak ada penghalang di dalamnya untuk bisa menikmati senja seutuhnya....


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy reading 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2