
Setelah memakai celana pendeknya, ia pun menghampiri Aisyah yang sedang duduk di sofa sambil menahan sakit di tangannya.
Ia melihat sesuatu di tangan Aisyah,
"Itu apa?" tanya Alex.
"Perban mas ..., ini buat lilit tangannya mas Alex agar nggak terlalu sakit!"
"Biar aku aja!" ucap Alex sambil mengambil kain perban itu dari tangan Aisyah.
“Mas …, aku bantuin ya!”
Aisyah pun meraih kain perban berwana coklat itu dan melingkarkan nya di lengan Alex.
Alex terus menatap istrinya itu, ia tidak pernah berpikir sebelumnya akan mendapatkan istri selembut Aisyah. Sesekali terlihat Alex menahan sakit saat Aisyah terlalu keras melilitnya.
Hingga akhirnya Aisyah mengunci lilitannya. "Sudah mas ....!"
"Sudah?" tanya Alex tanpa beralih dari menatap istrinya itu.
"Ininya mas yang sudah!" ucap Aisyah sambil menunjuk tangan Alex yang masih berada di pangkuan Aisyah.
"Ohhh ...., iya ....!" Alex segera mengangkat tangannya dan beberapa kali menggerak-gerakkan nya.
Aisyah memasukkan peralatannya kembali ke dalam kotak obat.
“Mas.…, siapa Tito?” tanya aisyah kemudian sambil sibuk memasukkan sisa kain dan juga gunting ke dalam kotak itu. Ia tidak berani menatap langsung pada suaminya itu.
Alex ngerutkan keningnya hingga kedua alis tebalnya menyatu. Ia tidak pernah bercerita tentang Tito di depan Aisyah, "Tahu dari mana?"
Aisyah meletakkan kotak itu di atas meja kemudian menatap suaminya itu.
"Maaf mas, tadi Aisyah nggak sengaja mendengarkan pembicaraan mas Alex sama Leon tadi!"
Alex terdiam, ia tidak mungkin menceritakan semuanya itu pada istrinya tentang kebenarannya. Ia tidak mau membuat Aisyah semakin kepikiran.
Alex memegang tangan istrinya itu dengan begitu lembut dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Jangan memikirkan hal itu, biar aku yang akan mengurusnya!"
"Mas ...., aku nggak mau mas sampai mas Alex melakukan sesuatu yang melanggar hukum mas!"
"Tidak Ay ....!" ucap Alex sambil mengusap kepala Aisyah. Ia bisa melihat rambut panjang istrinya itu saat ini. Itu yang paling membuatnya istimewa di hadapan wanita yang kini menjadi istrinya itu. Hanya untuknya ia membuka aurat nya.
"Mas .....!"
__ADS_1
"Rambut kamu bagus ....!" ucap Alex sambil memainkan rambut Aisyah.
"Mas ...., aku serius!" ucap Aisyah sambil menepis tangan suaminya.
"Ini juga serius Aisyah Ratna!"
"Bukan tentang rambutku tapi tentang Tito mas ...!"
“Itu kita bicarakan saja lain waktu, ada yang lebih penting hari ini!” ucap Alex pada Aisyah sambil mencondongkan tubuhnya.
“Apa?” tanya Aisyah yang tidak mengerti.
Alex menggeser tubuhnya hingga tubuh mereka begitu dekat,
"Mas ...., jangan dekat-dekat ...! Di sini sudah tidak ada sisa lagi ...!" ucap Aisyah dengan menoleh ke arah belakangnya yang memeng sudah tidak ada sisa lagi.
Tapi Alex segera meraih wajah Aisyah dengan tangannya, "Lihatlah aku ....!"
Alex kembali mendekatkan tubuhnya pada Aisyah hingga Aisyah memundurkan tubuhnya yang sudah terjebak antara tubuh suaminya dan sandara tangan sofa itu.
Tapi Alex tidak menyerah ia terus saja mendekatkan tubuhnya hingga tubuh Aisyah hampir saja dalam posisi tidur sekarang gara-gara ulah suaminya.
Tubuh Aisyah kini sudah bergetar, jantungnya juga berdetak begitu hebat. Bahkan ia kesulitan untuk menelan salivanya sendiri.
“mau melakukan sesuatu yang seharusnya sudah aku lakukan beberapa bulan yang lalu!” ucap Alex dengan tersenyum sambil mengusap pipi Aisyah.
Apa itu artinya mas Alex pengen meminta haknya ...? Aku ...., apa aku siap ....? batin Aisyah.
Tapi aku harus siap ....., Aisyah memejamkan matanya sekejap meyakinkan dirinya sendiri bahwa semua akan baik-baik saja.
“tapi mas …, bukankah tangannya sedang sakit?” tanya Aisyah memastikan tangan Alex yang masih berbalut itu.
Alex melihat tangannya lalu mengangkatnya sebentar dan tersenyum.
“Cuma tanganku yang sakit, yang lainnya enggak!” ucap Alex
“Hahhhhh …!” Aisyah masih gagal fokus dengan ucapan Alex.
Cup
Sebuah kecupan mendarat di bibir Aisyah, hingga membuat Aisyah terdiam matanya terbelalak karena terlalu terkejut karena serangan dadakan dari suaminya itu.
Karena tidak mendapatkan penolakan dari Aisyah, Alex semakin memperdalam ciumannya.
Kecupan itu berubah menjadi sangat panas. Bahkan tangan Alex sudah mulai melancarkan aksinya.
__ADS_1
Tangan Aisyah sibuk mencari pegangan untuk di cengkeram bahkan bibirnya sudah mulai berhianat dengan mengeluarkan desahan-desahan lembut yang membuat Alex semakin bergairah.
Ya Allah apa ini sudah waktunya ...., tapi bagaimana dengan mas Alex ...., aku nggak mau mas Alex kecewa ....., batin Aisyah, ia teringat dengan trauma yang di alami suaminya itu.
Sadar Aisyah ....., sadar ...., Ia berusaha keras untuk bisa mengembalikan kesadarannya.
“Mas …!” teriak Aisyah sambil mendorong tubuh suaminya itu begitu keras.
Alex menghentikan kegiatannya, ia menatap istrinya itu dengan penuh pertanyaan.
“Apa?" tanya Alex dengan wajah kecewanya, "Kamu tidak mau?”
Alex beralih dari Aisyah dan mengambil air putih di meja, segera ia meminumnya.
Aisyah memegang tangan suaminya itu, "Bukan seperti itu mas!"
"Lalu?"
“Bagaimana soal dokter Adrian!”
Ucapan Aisyah berhasil membuat Alex menatapnya kembali, ia kemudian melepaskan tangan Aisyah dan kembali mengenakan kaos tipisnya.
"Mas ...., jangan marah ....!" rayu Aisyah. Ia tidak tahu jika ucapannya menyinggung perasaan suaminya.
"Aku nggak marah ...., sudah ayo tidur!" ucap Alex sambil berjalan meninggalkan Aisyah.
Aisyah segera merapikan baju tidurnya yang sempat berantakan karena ulah suaminya itu.
Ia mengikuti suaminya yang sudah duduk di atas tempat tidur.
"Mas ....!"
"Kamu tahu dari mana tentang dokter Adrian?" tanya Alex kemudian.
...Jangan pernah mengungkit masa lalu seseorang, karena bisa jadi orang itu begitu berat untuk keluar dari masa lalunya~MAvsMS...
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰
__ADS_1