Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part (Acara 4 bulanan)


__ADS_3

Pagi buta Merry bersama orang-orang nya mencari keberadaan Leon dan Gus Raka. Mereka menyusuri hutan yang berada di dasar jurang.


Alex yang memang di minta untuk tidak menyusul pun tidak berani memberitahu sang istri, ia memilih menambah pasukannya untuk mencari dua orang itu, ia berharap tidak sampai matahari kembali petang mereka sudah bisa di temukan dalam keadaan selamat.


Nisa terus berusaha untuk menghubungi sang suami tapi tetap saja tidak bisa, ia memilih untuk menunggu di teras agar jika suaminya kembali ia langsung bisa tahu.


Kakak Nisa sudah sedari pagi menghubungi Alex karena mendapat kabar yang kurang menyenangkan dari sang adik.


"Dokter Reza, anda di sini!?" Alex begitu kaget saat mendapati dokter Reza sudah berdiri di rumahnya.


"Maaf jika kedatangan saya menggangu pagi pak Alex!"


"Tidak, silahkan duduk!"


Mereka pun memilih untuk duduk di ruang tamu, Aisyah dan anak-anak sedang bersiap-siap untuk menuju ke rumah Nisa.


"Ada apa dokter?"


"Apa ada yang tidak beres?" sepertinya dokter Reza sudah merasakan hal yang janggal, apalagi setelah Alex mengatakan jika mungkin Leon tidak akan bisa mengikuti acara empat bulanan bayi dalam kandungan Nisa.


Padahal semalam sebelum kepulangannya, Leon yang paling bersemangat ingin segera pulang dan bertemu dengan sang istri.


Wajah Alex tiba-tiba berubah tegang, ia tidak mungkin berbohong selamanya. Mungkin kedatangan dokter Reza ini bisa sedikit mengurangi bebannya, setidaknya jika ada kemungkinan terburuk nanti ia bisa meminta bantuan dokter Reza.


Alex mengedarkan pandangannya, berharap sang istri tidak berada di sekitar mereka. Seingatnya tadi sang istri masih ribut di kamar dengan anak-anaknya.


"Ada masalah!" Alex menghentikan ucapannya, dokter Reza pasti cukup tahu masalah seperti apa yang sedang di hadapi oleh Leon saat ini.


"Apa begitu serius?"


"Mereka belum di temukan, setelah terjadi penyerangan semalam, mereka sepertinya sengaja menjatuhkan diri ke jurang untuk menyelamatkan diri!"


Sekarang dokter Reza sudah mengerti situasinya, ia segera mengusap rambutnya kasar. Ia setelah ini harus punya jawaban untuk sang adik yang dari semalam kurang tidur karena memikirkan suaminya.


"Semuanya belum pasti, rahasiakan dulu pada Nisa sampai semuanya pasti!"


"Tapi sampai kapan?"


"Aku juga belum tahu, setidaknya sampai acara hari ini selesai!"


"Baiklah!"


Dokter Reza pun segera meninggalkan rumah Alex dengan perasaan yang semakin was-was, perasaan mengganjal antara menyembunyikan semuanya atau mengatakan yang sebenarnya.


Aisyah yang baru saja menuruni tangga kamarnya segera menghampiri sang suami,


"Siapa mas yang datang?"


Alex menoleh dan tersenyum pada sang istri, "Bukan siapa-siapa, sudah siap!"


"Bentar, nunggu anak-anak mas!"

__ADS_1


Alex yang memang sudah berpenampilan rapi sedari tadi siap untuk berangkat, ia juga harus melihat keadaan Nisa saat ini.


Alex juga menghubungi orang tua angkat Gus Raka, ia berharap Gus Raka akan menghubungi kedua orang tuanya.Jika ponsel Leon jatuh bisa jadi ponsel Gus Raka tidak.


Setelah mengucapkan salam, Alex tidak mau berbasa-basi lagi, ia ingin segera menanyakan perihal keberadaan Gus Raka pada orang tua angkatnya.


"Maaf menggangu pak kyai pagi-pagi!"


"Iya nggak pa pa mas Alex, ada apa ya? Apa nak Leon sudah pulang?"


"Apa Raka sudah pulang?" Alex malah balik bertanya membuat pak kyai heran di buatnya.


"Belum!"


"Apa Raka menghubungi pak kyai?"


tidak terdengar sahutan dari seberang, sepertinya pak kyai sedang berpikir.


"Terakhir kalau kalau tidak salah Raka menghubungi ba'dha magrib mas Alex!"


"Baiklah, terimakasih atas informasinya pak Kyai!"


"Sama-sama, tapi bisakah mas Alex jelaskan pada saya apa yang sebenarnya terjadi?"


"Tidak pa pa, pak kyai! Hanya memastikan saja apa mereka sudah berada di perjalanan pulang atau belum! Tolong jika nanti Raka menghubungi pak kyai, kabarkan pada saya!"


"Pasti!"


***


Suasana di rumah Nisa sudah ramai, walaupun hatinya sedang sangat cemas hari ini, ia tidak mau membuat yang lainnya ikut cemas berlebihan.


Semua anggota keluarga sudah datang begitu pun dengan tamu-tamu undangan, tetangga yang ada di sekitar rumah untuk ikut menghadiri acara.


Setelah acara selesai, satu per satu tamu pergi menyisakan keluarga inti dan Alex bersama keluarganya.


Tidak ada yang berani menanyakan tentang Leon, karena mungkin dokter Reza sudah mengatakan apa yang terjadi pada anggota keluarga yang lain.


Hingga sebuah kesempatan membuat Nisa dan Alex berada dalam satu situasi yang sama.


Alex yang sedang duduk di teras menunggu sang istri yang sedang sibuk di dalam, Nisa gunakan untuk menemuinya.


"Pak Alex!"


Panggilan dari Nisa berhasil membuat Alex menoleh pada wanita yang tampil dengan badan lebih berisi itu.


"Iya, apa kamu butuh sesuatu?" Alex tetap berusaha untuk bersikap biasa saja saat ini agar Nisa tidak mencurigai sesuatu.


"Apa terjadi sesuatu pada mas Leon?" tiba-tiba mata Nisa sudah penuh dengan air mata, sepertinya wanita itu sudah menahan agar air matanya tidak jatuh semenjak pagi.


Melihat Nisa yang sudah berderai air mata, hatinya begitu pilu. Ia membayangkan bagaimana rasanya dulu saat berpisah dengan sang istri untuk menebus kesalahannya di masa lalu.

__ADS_1


Alex pun segera bangun dari duduknya, di sekitar mereka terlihat sepi, ia tidak bisa menenangkan wanita di depannya dengan mengusap punggung nya atau memeluknya.


"Duduklah!" Alex meminta Nisa untuk duduk di tempatnya duduk tadi agar wanita itu bisa sedikit lebih tenang.


"Aku kuat pak, sungguh!" ucap Nisa lagi untuk meyakinkan pria di depannya agar segera bercerita.


"Aku tidak akan mengatakan apapun sebelum kamu duduk!" ancam Alex, ia tidak mau sampai Nisa terjatuh karena mendengarkan berita darinya.


Nisa tidak ada pilihan lain selain duduk dan mulai mengusap air matanya yang berurai, jilbab panjangnya ia gunakan untuk mengusap kedua pipinya yang sudah basah dan menarik nafasnya begitu dalam,


"Saya sudah siap untuk mendengarkannya, apapun yang terjadi, tolong katakan dan jangan sembunyikan satu pun padaku!"


Walaupun ada rasa was-was, tapi Alex tahu wanita di depannya bukan wanita yang lemah.


Hehhhh


Sebuah hembusan nafas kasar, menandakan kalau dia bersiap untuk mengatakannya.


"Apa tidak sebaiknya kita katakan di depan yang lain?" sepertinya Alex berubah pikiran. Ia harus mengatakan hal itu pada yang lain juga agar setidaknya nanti ada yang akan menguatkan Nisa jika ada sesuatu yang lebih buruk.


Alex pun mengajak Nisa untuk masuk ke dalam rumah dan mengumpulkan beberapa anggota keluarga termasuk Aisyah.


Aisyah meminta anak-anaknya untuk bermain di tempat yang terpisah.


"Ada apa ini?" tanya mama Nisa yang memang belum diberitahu oleh dokter Reza.


"Maaf jika saya menyembunyikan semuanya pada kalian!"


Alex pun menceritakan semua yang terjadi pada Leon dan Gus Raka,


"Untuk sementara orang-orang kami sedang mencarinya, semoga segera ada kabar baik!"


"Kenapa tidak melibatkan polisi?"


"Polisi butuh laporan satu kali dua puluh empat jam, selama menunggu itu kami akan mencari sebisa kami, sungguh atas nama saya dan Leon, saya meminta maaf!"


Semua anggota keluarga menatap ke arah Nisa, wanita itu hanya diam dan air matanya saja yang keluar,


"Aku harus menerima segala konsekwensinya, jauh sebelum kami menikah, mas Leon sudah mengatakan padaku jika aku tidak siap dengan apa yang akan terjadi, saya boleh mundur, tapi saya memilih untuk tetap maju, insyaallah semua akan baik-baik saja, ada anak kami di sini, mas Leon pasti masih mengingat kami!"


Mama Nisa segera memeluk putrinya itu, dulu dia putri yang cengeng dan sekarang terlihat begitu tegar dengan sikapnya.


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249


...Happy Reading 🥰🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2