
Alex kembali memulai aktifitasnya di penjara, ia mengikuti semua aturan di penjara.
Alex terlihat baru saja mencuci piring kotornya bersama para tahanan lainnya.
Saat hendak kembali ke dalam selnya, langkahnya terhenti ketika melihat seseorang yang beberapa hari yang lalu terlihat begitu congkak di hadapannya tapi kini terlihat lesu menyendiri.
Alex dengan baju tahanan warna biru itu berjalan menuju ke pinggir lapangan yang baru saja ia bersihkan bersama teman-teman yang lainnya.
Alex pun segera duduk di samping pria itu tapi anehnya pria itu seperti tidak menyadari kedatangan Alex. Wajahnya terlihat begitu ketakutan.
"Assalamualaikum!" sapa Alex tapi pria itu tetap diam dengan lutut yang di tekuk ketakutan berbanding terbalik dengan sangarnya wajah pria itu.
"Tito ....!" sapa Alex lagi, barulah saat ia memanggil namanya pria itu segera menoleh padanya.
"Kamu ...., ada apa kamu ke sini?" tanya Tito, ia menurunkan kakinya, berusaha keras untuk bersikap biasa saja.
"Apa ada masalah?" tanya Alex.
Mendengar pertanyaan dari Alex, Tito segera menatap Alex tajam, "Semua masalahku bersumber darimu!"
"Saya?" tanya Alex sambil menunjuk pada dirinya sendiri.
"Kau pasti sudah tahu jika hakim sudah menjatuhkan hukuman mati padaku, iya kan?"
"Iya ....!"
"Kamu puas sekarang? Hahhhh?" ucap nya penuh dengan penekanan. sepertinya dia sangat marah pada Alex karena Alex lah yang telah membuat nya masuk ke tempat ini dan atas persaksian dan juga bukti-bukti yang di bawa oleh Alex yang menjadikan ia sebagai tersangka atas beberapa kasus.
"Bukankah beban kita akan sedikit ringan kalau kita menebusnya di dunia, bagaimana kita akan mempertanggung jawabkan kesalahan kita sana Allah kalau sama hambanya saja kita tidak bisa!"
"Lagi-lagi kamu mengatakan tentang Allah, siapa sih sebenarnya Allah itu?"
Tito kembali penasaran, ia belum sempat bertanya sebelumnya karena ia buru-buru ke ruang sidang.
__ADS_1
"Allah Dalam al-Qur’an surat al-Ikhlas ayat 1-4 disebutkan bahwasanya Allah itu maha Esa, Dia-lah Tuhan begantung kepada-Nya segala sesuatu, Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia!"
"Kenapa jadi muter-muter gini sih, ngomong yang simpel saja yang mudah saya mengerti!"
"Allah itu yang menciptakan semua ini, kamu aku dan bumi yang kita injak, langit yang berada di atas kita, bahkan nafas kita!"
Tito terlihat begitu tertarik dengan ucapan Alex, ia terus memperhatikan penjelasan Alex tentang Allah.
"Lanjutkan!"
"Dialah zat yang menyayangi kita, sayangnya bahkan tidak mengenal kita baik atau buruk, Dia memberi nafas yang sama, air yang sama, sayangnya juga berbeda dengan sayang antara manusia yang membutuhkan pamrih, Dia tidak membutuhkan kita tapi kita lah yang membutuhkan-Nya!"
"Lalu bagaimana caraku mengenalnya?"
"Dengan mengenal nama-nama-Nya yang agung, dengan melaksanakan semua perintah-Nya, besok datanglah ke majelis jum'at karena temanku akan datang di sana, dia yang akan menjelaskan semuanya tentang Allah padamu!"
Alex pun mengakhiri percakapan mereka, ia memilih berdiri dan pergi meninggalkan Tito yang masih terlihat termenung.
Hari ini adalah hari persidangan Alex, Aisyah sudah berjanji akan datang di persidangan ini. Hari ini adalah hari penentu hukuman Alex akan berapa lama.
Leon sudah bersiap dengan berkas-berkas pembelaannya bersama pengacara, ia meminta orang lain untuk menjemput Aisyah.
"Tolong jagain baby Kia ya ibu!"
"Iya ...., kamu yang sabar ya atas semua keputusan pak hakim, yang legowo ...., biar nggak jadi beban nantinya!"
"Iya bu, Aisyah berangkat ya, assalamualaikum!"
"Waalaikum salam!"
Aisyah sudah masuk ke dalam mobil dan mobil pun mulai melaju meninggalkan rumah nya.
Setelah sekitar satu jam akhirnya mobil yang di tumpangi oleh Aisyah berhenti di depan gedung pengadilan. Leon sudah menunggunya di depan gedung itu.
__ADS_1
"Assalamualaikum mas Leon!" sapa Aisyah yang sudah turun dari mobilnya dan menghampiri Leon.
"Waalaikum salam nona, maaf karena saya tidak bisa menjemput anda!"
"Tidak pa pa, bagaimana? Apa ada berita bagus?" tanya Aisyah karena ia tahu jika Leon datang lebih dulu ke pengadilan untuk mengurus semua kasusnya.
"Lebih baik kita tunggu saja keputusan hakim, kalau saya katakan sekarang takutnya kenyataannya tidak sesuai dengan yang saya katakan.
"Baiklah ...., mari kita masuk!" ucap Aisyah.
Tapi langkah Aisya sedikit melambat saat melihat dari arah lain seseorang yang begitu ia cintai juga sedang berjalan ke arah nya. Ke arah pintu yang tepat berada di tengah-tengah.
Alex sedang berjalan dengan kemeja putih dan celana hitamnya, penampilannya begitu segar dengan bekas wudhu di rambutnya.
Langkah mereka terhenti tepat di depan pintu masuk itu.
"Assalamualaikum Ay!" sapa Alex, ia benar-benar membuktikan ucapannya, ia yang akan menyapanya lebih dulu sebelum Aisyah melupakannya.
Aisyah tersenyum, lebih tepatnya sedang berusaha untuk tersenyum. Ia tidak ingin memeluk suaminya karena ia melihat jika suaminya itu barus saja berwudhu.
"Waalaikum salam, mas!"
"Aku masuk dulu ya sayang, doakan aku!" ucap Alex dan Aisyah pun mengangguk membiarkan suaminya itu masuk ke dalam ruangan itu dengan dua polisi yang mengawal Alex
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
tri.anj.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1