Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah

Mr. Arrogant Vs Mrs. Salihah
Ekstra part ( Nisa & Leon 22)


__ADS_3

...Kamu mungkin baru di hidupku, tapi aku percaya Allah sudah mempersiapkan lama bahkan sebelum kita bertemu, untuk selanjutnya aku yakin Allah juga yang akan menjaga cinta kita...


...🌺Selamat membaca🌺...


Sambil menunggu suaminya keluar dari kamar mandi, Nisa mulai mengecek ponselnya dan mengambil beberapa foto yang menurutnya bagus dan mempostingnya di media sosial pribadi miliknya.


Ceklek


Suara pintu kamar mandi terbuka, Nisa yang reflek menatap ke arah pintu benar-benar di buat terpana dengan penampilan sang suami. Suaminya hanya melilitkan handuk di pinggangnya dengan tubuh bagian atas terbuka, rambutnya juga terlihat basah hingga tetesan air dari rambutnya mengenai tubuhnya.


"Maaf, aku lupa bawa baju ke kamar mandi! Aku tidak sopan ya?" mendengar pertanyaan Leon, Nisa hanya menggelengkan kepalanya tapi tetap saja matanya tidak berkedip. Ia bahkan sampai lupa kalau ponselnya sudah jatuh ke lantai.


Leon berjalan menghampiri sang istri, ia membungkukkan tubuhnya hingga aroma sabun yang begitu segar menyeruak masuk ke hidup Nisa.


Jantungku ....


Nisa tidak manapun menguasai dirinya, tubuhnya seolah mematung di depan suaminya. Kini bahkan tangan kiri Leon berada di samping duduknya, Nisa memejamkan matanya berharap pria itu akan menciumnya.


"Ponselmu jatuh!"


Hehhhh ....


Nisa menghela nafas, suaminya berada begitu dekat tapi bukan untuk menciumnya. Ia hanya ingin mengambilkan ponselnya yang jatuh.


"Terimakasih, bajumu itu sudah aku siapkan!" Nisa menunjuk ke arah baju Leon yang sudah di letakkan di atas tempat tidur untuk mengalihkan wajahnya yang memerah karena salah tingkah.


Leon pun memilih menoleh ke arah telunjuk Nisa meskipun posisi tubuhnya masih tetap berada di tempat yang sama, bahkan dia sama sekali tidak bergerak dari posisinya.


"Apa aku harus. memakainya?" pertanyaan Leon berhasil membuat Nisa mengerutkan keningnya dan kembali menghadap sang suami.


"Maksudnya? Mas Leon mau telanjang sepanjang malam!"


Leon pun segera bangun dan duduk di sofa kosong yang ada di depan Nisa, hanya berjarak sebuah meja kecil, ia melipat kaki kanannya di atas kaki kirinya serta melipat tangannya di depan dada.


"Sepertinya kamu lebih suka kalau aku seperti ini!?" ucapnya sambil tersenyum menggoda.


Ya Allah mas Leon menyadarinya ....


Nisa pun berusaha untuk mencari alasan.


"Tidak, tadi aku hanya terkejut!"


"Benarkah?" lagi-lagi Leon tersenyum menggoda.


Dia benar-benar tidak pandai menggoda, hanya saja wajahnya sungguh sayang untuk di lewatkan. Nisa beberapa kali terlihat senyum samarnya. Ia tidak mampu menyembunyikan kekagumannya terhadap tubuh suaminya yang menggoda. Seandainya sama saat ini dia tidak sedang datang bulan mungkin dia yang akan menggoda lebih dulu.

__ADS_1


"Mas, cepat pakek bajunya atau aku akan_!" Nisa terlihat bingung bagaimana melanjutkannya. Lagi pula ia juga tidak punya stok gombalan untuk suaminya.


"Atau akan apa?"


"Atau aku akan_, aku akan marah!"


"Kenapa marah?"


"Aku nggak suka ya kamu mengumbar keseksian mu, cukup aku yang boleh lihat!"


"Posesif!" walaupun nadanya protes, tapi tetap dengan senyum tipisnya. Leon pun berdiri dari duduknya dan menghampiri baju yang sudah di ambilkan oleh Nisa dan kembali ke kamar mandi, ia belum terbiasa untuk memakai baju di depan sang istri.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


Di tempat lain, saat sepasang suami istri yang baru saja melangsungkan pernikahan itu malah hanya menghabiskan malamnya dengan mengobrol sepanjang malam. Di sebuah hotel berbintang, dua sejoli yang juga baru di pertemukan setelah empat tahun terpisah sedang memadu kasih.


Kini Alex terus memeluk tubuh istrinya di balik selimut tebal yang menutupi tubuh mereka, sesekali terlihat binti Alex mengecup puncak kepala istrinya yang tidak tertutup hijab.


"Mas, sampai kapan kita di sini?" Aisyah tampak mendongakkan kepalanya agar bisa menggapai wajah sang suami.


"Sampai kita bosan!"


"Mas, jangan gitu ah! Kasihan ibu sama Nino, dia kan juga ada pekerjaan di Blitar!"


"Mereka aja tidak keberatan sayang, kenapa kamu yang ribut?"


"Sesekali seperti ini tidak pa pa sayang!"


Tiba-tiba Aisyah yang teringat sesuatu segera bangun dari dada bidang sang suami, ia menatap suaminya,


"Mas!"


"Ada apa?"


"Nino cerita sesuatu nggak sama mas Alex?"


"Tentang?"


"Cewek misalnya?"


"Ada kemarin! Dia cuma tanya bagaimana menurutku dengan gadis yang lebih dewasa?"


"Mas_! Jangan-jangan Nino masih mau mengejar cinta Bu Kinan lagi, mas!"


"Bu Kinan siapa?"

__ADS_1


"Masak lupa sih mas, gurunya Kiandra!"


Alex terlihat berpikir, seperti sedang mengingat-ingat wajah orang yang sedang mereka bicarakan,


"Cantik sih!"


"Maaaaassssss!" Aisyah segera mencubit dada suaminya yang telanjang itu.


"Aughhhh, sakit sayang!"


"Bisa-bisanya memuji wanita lain!" Aisyah pura-pura ngambek.


"Jangan marah sayang, kamu yang paling cantik!"


Aisyah tersenyum, ia tahu bukan itu maksud suaminya tapi melihat usaha suaminya yang memang terdengar aneh, tapi Aisyah begitu menyukainya.


...πŸ‚πŸ‚πŸ‚...


pagi ini Nisa dan Leon berencana untuk berkunjung ke tempat-tempat wisata yang ada di Bali.


Tidak lupa Leon menyewa sebuah mobil agar mereka lebih mudah untuk jalan-jalan kalau tanpa repot menyewa tour guide ataupun repot cari mobil lagi.


Leon sudah sering datang ke Bali sehingga sedikit banyak dia tahu tempat-tempat indah yang ada di Bali, walaupun bukan untuk jalan-jalan tapi ia pergi ke Bali untuk urusan bisnis.


Selain keindahan pantai dan gunung, Bali juga dikenal sebagai destinasi wisata yang memiliki daya tarik kebudayaan dan masyarakatnya.


Banyak wisatawan yang berkunjung ke desa adat atau desa wisata untuk melihat dan belajar bagaimana kebudayaan dan pedesaan di Bali. Dan mereka berencana untuk mengunjungi salah satu pedesaan di Bali setelah itu barulah ke salah satu pantai terkenal di sana.


Sebelum berangkat mereka sarapan terlebih dahulu di resort yang sudah disediakan oleh penjaga resort, sambil menunggu Leon menyelesaikan urusan menyewa mobil, Nisa memilih menghabiskan makanannya.


Walaupun tidak terlalu besar tapi resort yang di pilihkan oleh Aisyah dan alex itu begitu nyaman karena antara resort yang satu dengan yang lainnya jaraknya cukup jauh hingga hanya ada mereka berdua dan juga penjaga resort.


Resort itu juga sangat strategis dan dekat dengan tempat-tempat wisata jadi memudahkan mereka untuk mengunjungi berbagai macam wisata yang ada di Bali.


Setelah menghabiskan sarapannya, mereka pun segera berangkat agar tidak kesiangan sampai tujuan.


...Tidak tahu sudah berapa lama kita bersama, tapi kebersamaan ini malah membuat ku semakin besar mencintaimu, seperti pohon yang semakin lama semakin tumbuh begitu juga cinta kita...


Bersambung


Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya


Follow akun Ig aku ya


IG @tri.ani5249

__ADS_1


Happy reading πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°


__ADS_2