
Aisyah mengibaskan tangan Leon dan berlari menghampiri Alex, Alex yang melihatnya begitu terkejut karena Aisyah melihat mereka.
“Aisyah …!”
Aisyah memeluk tubuh suaminya itu, “Mas …, berjanjilah …, jangan pernah kembali lagi ke dunia hitam itu, demi aku dan nenek!”
Alex masih sangat terkejut melihat istrinya di tempat itu. Ia tidak menyangka jika istrinya akan mengikutinya.
“Kenapa kamu di sini?” tanya Alex sambil mengusap pipi Aisyah dan kembali memeluknya. Ia tidak mungkin membahayakan Aisyah saat ini dengan bertindak gegabah.
“Aku mohon mas ....!"
Alex menatap lawannya itu, Tito terlihat begitu meremehkannya. Ingin rasanya memukulnya, cukup sekali pukul pasti pria itu akan tumbang, apalagi tidak begitu banyak anak buah di sekitar pria itu.
"Apa kau mulai takut dengan istrimu? Ha ha ha ....!" Tito sengaja menertawakan Alex agar pria itu tertantang.
"Mass .....!" ucap Aisyah lirih sambil terus memegang tangan suaminya, ia tahu suaminya itu sudah mengepalkan tangannya.
"Kita lanjutkan lain waktu!" ucap Alex begitu saja, di belakang mereka tampak Leon tidak kalah geramnya.
"Hahaha ...., iya sana ...., pulang dan bersembunyilah di balik rok istrimu ...!" teriak Tito meremehkan saat Alex sudah berbalik dan berjalan meninggalkannya sambil menggandeng Aisyah.
Saat Alex hendak membalik badannya, Aisyah sudah melingkarkan lengannya di lengan kekar suaminya itu.
"Aku mohon ...., jangan!" ucap Aisyah tanpa mengeluarkan suara hanya menggerakkan bibirnya saja.
Alex pun memilih tidak membahayakan istrinya. Ia berlalu dan tidak mau berbalik lagi. Terlihat di belakang sana pria dengan tato ular di lengannya itu.
Leon pun segera mendahului mereka dan membukakan pintu mobil.
"Silahkan tuan!" ucap Leon.
Aisyah dan Alex pun segera masuk ke dalam mobil. Mobil segera meninggalkan tempat itu.
Leon naik mobil yang berbeda. Mereka hanya berdua di mobil itu, Alex masih terlihat pucat, tapi ia begitu nekat datang kepada pria itu.
Sepanjang perjalanan, Aisyah sibuk mencerna apa yang terjadi. Ia mendengar hanya sebagian pembicaraan mereka.
"Mas ....! Boleh aku bertanya?" tanya Aisyah sambil menatap suaminya yang sedang fokus dengan setirnya.
"Katakan!"
"Apa yang pria itu tawarkan hingga mas Alex datang ke sana?"
"Biarkan itu menjadi urusanku!"
"Tapi mas ...., aku istri kamu! Sudah menjadi hak aku untuk tahu apa saja yang menjadi masalah bagi suamiku!"
"Yang perlu kamu tahu, aku tidak akan membiarkan apapun terjadi padamu, jadi aku mohon ...., biarkan aku menyelesaikan sendiri, aku janji aku tidak akan kembali terjebak dalam dunia hitam itu ....!"
"Benarkah?"
Alex hanya mengangguk. Akhirnya mereka sampai juga di rumah. Alex dan Aisyah segera turun dan masuk ke dalam rumah.
"Kalian dari mana?" tanya nenek Widya saat melihat cucunya baru saja dari luar. Ia sedang duduk di ruang keluarga dengan tangan yang memegang majalah bisnis.
"Assalamualaikum, nek!" ucap Aisyah dan segera mendekati neneknya itu. Ia ikut duduk di samping neneknya dan mengusap lengan nenek.
"Waalaikum salam ....!" jawab nenek Widya sambil tersenyum.
"Kami dari jalan-jalan nek, iya kan mas Alex?" tanya Aisyah pada suaminya yang masih berdiri di tempatnya itu.
Ahhhh ....., untunglah ...., Alex merasa lega saat istrinya itu tidak mengatakan hal yang sebenarnya pada neneknya.
__ADS_1
"Iya nek ....!" jawab Alex dan ikut mendekat pada dua wanita yang di cintainya.
"Bukankah tadi katanya kamu sakit?" tanya nenek Widya.
"Iya tadi, tapi setelah jalan-jalan kan jadi sembuh! Ya udah nek aku mandi dulu ya ...., belum sholat ashar! Kamu juga kan Ay?" ucap Alex dan mengurungkan niatnya untuk duduk. Ia menatap istrinya itu agar ikut dengannya ke kamar.
"Iya mas ....! Ya udah nek kami ke atas dulu ya!" ucap Aisyah dan segera berdiri dari duduknya.
"Ya sudah sana ....!"
Alex dan Aisyah pun segera masuk ke dalam kamar, Aisyah segera membuka jilbabnya dan menguraikan rambut panjangnya. Melepas cardigannya sehingga kini tinggal baju pendeknya dan juga rok plisket.
"Aaaa ...., mas ....!" pekik Aisyah saat tiba-tiba suaminya itu melingkarkan lengannya di pinggangnya.
"Aku merindukanmu ...., kamu tahu ketika kepalaku begitu pusing! dengan begini tiba-tiba aja sembuh ....!" ucap Alex sambil memeluk Aisyah dari belakang, menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Aisyah.
"Mas ...., jangan gombal ya!"
"Siapa juga yang gombal ...., ayo mandi bareng!" ajak Alex.
"Mas .....!!!!"
"Aku serius sayang ...., kita mandi berdua yuk ....!"
"Mas ...., kita harus sholat kan ....!"
"Iya ....! Baiklah ...., aku janji nggak akan lakuin apa-apa nanti ....!" ucap Alex, "Lagian kita juga belum melakukan itu ....!" gumamnya lagi lirih.
"Mas .....! Biar aku sendiri deh ...., nanti malam kan kita bisa mencobanya lagi!"
"Emang apaan coba-coba!" gerutu Alex kesal sambil melepaskan pelukannya, ia memilih berlalu meninggalkan Aisyah dan berjalan menuju ke kamar mandi.
"Mas ...., marah ya?"
"Enggak ....!" ucap Alex di dalam kamar mandi.
"Mas ....!" ucap Aisyah saat sudah sampai di dalam kamar mandi, ia melihat suaminya itu sudah berendam di dalam bathtub.
"Kamu ....!"
Aisyah pun tanpa melepas pakaiannya segera menyusul masuk ke dalam bathtub itu.
Kini Aisyah tepat berada di atas Alex, Alex terdiam tidak percaya istrinya akan senekat ini.
"Mau melakukan sekarang?" tanya Aisyah sambil menatap istrinya itu.
"Serius ....?" tanya Alex dan Aisyah pun menganggukkan kepalanya.
Alex pun mulai mencium bibir Aisyah, ********** dan tangannya mulai bermain di bagian tubuh Aisyah yang lainnya.
"Masss ....!" ucap Aisyah yang terdengar seperti desahan, tangannya mencengkeram begitu erat pada pinggiran bathub.
Alex sudah berhasil membuka semua baju Aisyah, kini mereka sudah tanpa kain yang menutup tubuhnya.
"Kamu sudah siap?" bisik Alex di telinga Aisyah.
Aisyah hanya bisa memejamkan matanya, sebenarnya ia begitu gugup hingga tidak mampu menguasai dirinya sendiri.
Alex pun mulai bersiap-siap dengan juniornya, Ia berusaha keras untuk menembus gawang.
"Sakit ....!" pekik Aisyah saat Alex mulai menekannya di bawah sana, Aisyah segera mendorong tubuh Alex hingga ia tujuannya belum tercapai.
"Kenapa sayang ....? Maaf ya ..., aku menyakitimu!" ucap Alex dan mengusap pipi Aisyah.
__ADS_1
"Mas ...., maafkan aku ...!"
"Tidak pa pa ....!" ucap Alex sambil menarik tubuh Aisyah ke dalam pelukannya, "Kita bisa lanjutkan lain waktu, sekarang sampai ini dulu ya ...!"
"Maaf ....!" ucap Aisyah yang masih dalam pelukan suaminya itu.
"Tidak sayang ...., ini memang pengalaman pertamamu ...., jadi aku tidak akan memaksa!"
Akhirnya mereka oun menyelesaikan mandinya dan segera melaksanakan sholat ashar yang sudah hampir habis waktunya.
...***...
Dua puluh hari yang sulit untuk gus Fahmi, setelah pertemuannya dengan penerbit, ia pun menghabiskan sebagian besar waktunya berada di toko.
Ia melakukan pengeditan sekaligus percetakan, jadi ia punya honor dua kali lipat sebagai pengedit dan pencetak. Di bantu dua karyawannya ia melakukan percetakan.
Bianka yang penasaran dengan kedatangan gus Fahmi beberapa kali ke toko tempatnya kerja membuatnya begitu penasaran, tapi sayangnya ia selalu tidak punya kesempatan untuk bertemu karena jadwal mereka yang berbeda.
Bianka menemui seniornya
“Mas …, boleh tanya nggak?’
“Apa Bi?”
“Beberapa hari yang lalu, aku lihat gus Fahmi kok masuk ke toko ini ya, ada apa?”
“Kamu nggak tahu ya?”
“Apa?”
“Toko ini milik mas fahmi!”
“Hahhh?”
“Lalu ini?”
“Mas Fahmi terima cetak buku sekaligus pengeditan, ia akan datang malam hari dan melakukan pekerjaannya!”
“Jadi yang di cetak ini?”
“Iya …, ini proyek yang beberapa minggu lalu sempat aku ceritakan sama kamu, mas Fahmi padahal waktu itu nggak tertarik banget buat terima proyek itu, tapi dua hari yang lalu dia tiba-tiba berubah pikiran. Dia sampek rela keluarkan uang
pribadinya untuk menerima proyek ini karena toko nggak mampu mengcover modalnya!”
“Mas …, Bia bisa bantu edit, bisa nggak biar Bia aja yang edit. Tapi jangan bilang sama mas Fahmi ya!”
“Kenapa?”
“Pokoknya jangan bilang, bilang aja yang ngedit mas Hendra aja ya, aku kerjain di rumah ya mas, nanti Filenya langsung aku kirim ke mas Hendra!”
“Baiklah …!”
Kini saat gus Fahmi lembur di toko, ia berkutat dengan mesin percetakan itu, Bianka di pesantren sedang berkutat dengan laptopnya, Bianka berusaha untuk membantu
gus Fahmi tanpa sepengetahuannya.
...Bahagia itu sederhana, tapi apakah kamu tahu jika kecewa itu juga sederhana~MAvsMS...
Bersambung
Jangan lupa untuk kasih dukungan untuk author dengan memberikan like dan komentar nya ya kasih Vote juga yang banyak ya
Follow Ig aku ya
__ADS_1
tri.ani.5249
Happy Reading 🥰🥰🥰🥰