
..."Jangan biarkan setiap orang yang datang padamu, pergi tanpa merasa lebih baik dan lebih bahagia. Jadilah ungkapan hidup dari kebaikan Tuhan. Kebaikan dalam wajahmu, kebaikan dalam matamu, kebaikan dalam senyummu."...
...sumber ; https://m.bola.com/ragam/read/4392898/30-kata-kata-bijak-tentang-kebaikan-bahan-perenungan-dan-sumber-inspirasi?page\=2...
...🌺Selamat membaca🌺...
Hehhh
Sebuah helaan nafas mengawali langkah kaki Nisa, rasa rindu sudah dia pupuk berhari-hari, rindu mama, rindu papa dan rindu tempat tidurnya.
Nisa masih menjadi anak yang manja bagi kedua orang tuanya, walaupun tidak pulang tapi mamanya selalu menitipkan makanan untuknya melalui ketua kakaknya terutama dokter Reza yang memang masih tinggal satu atap dengannya.
"Assalamualaikum ma!"
Rumah terlihat sepi saat ia masuk, memang ini jam empat sore, mungkin mamanya sedang ada pengajian dengan ibu-ibu lainnya, tapi tidak di kunci pintunya. Itu menandakan masih ada orang di dalam rumah.
Dan benar saja, papanya sedang duduk santai di teras samping sambil membaca koran harian yang mungkin pagi ini belum sempat ia baca, papa Nisa adalah seorang pengacara yang setiap pagi pergi ke kantor dan suka sekali membaca majalah bisnis.
"Assalamualaikum pa!" sapa Nisa lagi sambil merangkul papanya dari belakang.
papa Nisa segera melipat kembali korannya dan mengusap tengah Nisa yang tertutup baju panjangnya,
"Waalaikum salam nak, Alhamdulillah anak papa akhirnya masih ingat rumah!"
"Apaan sih pa!"
Nisa berjalan memutari papanya dan duduk di bangku kosong yang ada di samping papanya, di depan papanya ada beberapa camilan hangat. Sepertinya baru saja di masak. Nisa dengan cepat mencomotnya.
"Kebiasaan kamu! Jangan jorok jadi perawat!" hardik papanya,
"Maaf pa Nisa lapar, baca apa sih pa? Serius amat?"
"Inih loh, papa itu bangga banget sana salah satu anak muda negri ini, walaupun di rumah tahanan tetap saja mengukir prestasi!"
Entah kenapa Nisa jadi tertarik dengan ucapan papanya, pasalnya baru saja dia keluar dari sana. Rasanya tidak mungkin jika di dalam sana masih ada yang bisa mengukir prestasi.
"Siapa?"
"Penasaran ya?"
"Kan papa tadi yang bilang, aku cuma ngikut!"
"Papa nggak pelit ilmu, lihat ini!"
Papa Nisa kembali membuka surat kabarnya dan menunjukkan sebuah foto,
Dia...!!!
Nisa begitu terkejut, pria yang ada di dalam surat kabar itu adalah pria yang sama dengan pria yang baru saja ia temui.
"Nisa lihat pa!"
Nisa pun mengambil surat kabar yang ada di tangan papanya dan dengan begitu cermat membacanya,
"Ini serius pak?" tanya Nisa yang masih tidak percaya.
"Ya bener nak, baru juga kemarin papa ikut di undang dalam peresmiannya. Tapi sayang bahkan orang kepercayaannya tidak bisa datang katanya baru saja kecelakaan, tapi pihaknya sengaja menyembunyikan keberadaannya sekarang!"
"Hahh, jadi bener mas Leon?!" gumam ya lirih tapi sang papa masih bisa mendengarnya.
__ADS_1
"Kamu kenal Nis?"
Nisa baru sadar jika dia hampir keceplosan,
"Ahhhh, enggak pa!" Ya udah pa, Nisa sholat dulu sekalian Nisa pinjam surat kabarnya ya!"
Nisa berlalu begitu saja meninggalkan papanya, ia masuk ke dalam kamar dan meletakkan berkas sekaligus surat kabar itu di atas tempat tidur.
Sebenarnya begitu penasaran ingin segera membaca surat kabar itu tapi ia mengurungkannya, ada yang lebih penting.
Nisa segera melepas jilbabnya dan menyambar handuk yang tergantung di gantungan handuk dan masuk ke kamar mandi.
Setelah mandi, tidak lupa ia mengambil air wudhu sekalian dan melaksanakan sholat ashar.
Hingga setengah lima dia baru selesai. Rasa penasarannya mengalahkan rasa laparnya, ia segera naik ke atas tempat tidur dan membuka kembali surat kabar milik papanya, mencari foto pria yang baru tadi siang ia temui.
"Iya ihhh sama persis, bahkan namanya juga sama! Masyaallah ....!"
"Pengusaha muda yang tersandung kasus atas penyelundupan barang ilegal kini kembali membuat dunia bisnis heboh, bukan karena jejak kelamnya di masa lalu tapi karena prestasinya. Walaupun masih berada di balik jeruji besi, tapi berkat tangan dinginnya dan kerjasama yang solid dengan tangan kanannya, pengusaha muda ini mampu membangun perusahaan smartphone yang di gadang-gadang akan mampu menyaingi perusahaan luar negri!"
Nisa bahkan mengulang beberapa kali artikel itu, ia juga memastikan nama yang tertera di artikel itu sama persis seperti nama yang tadi siang ia panggil.
"Kevin Alexander!"
Nisa sampai menutup wajahnya dengan surat kabar itu,
"Masyaallah, ini beneran orang yang sama!"
Ia tidak menyangka baru saja duduk berdekatan dengan orang hebat, bahkan mungkin siapapun tidak akan ada yang menyangka kalau orang itu adalah orang hebat.
"Jadi tidak sabar sampai besok!"
Tok tok tok
"Nisa, ini mama!"
"Iya ma, masuk saja!"
Nisa sudah berdiam diri di atas tempat tidur, jilbab instan sudah menghiasi kepalanya.
Ceklek
Pintu terbuka dan mamanya masuk, sepetinya baru saja pulang dari kondangan dengan baju gamis yang rapi,
"Mama dari mana?" tanya Nisa saat mamanya sudah sampai di dekatnya dan mencium punggung tangannya.
Sang mama pun duduk di depannya, "Mama abis dari kondangan, tetangga sebelah nikahan!"
Nisa mengerutkan keningnya, "Papa kok nggak ikut?"
"Memang sengaja sayang, tadi sebenarnya papa mau ikut, tapi ternyata acaranya cuma ibu-ibu, rencananya kalau sudah di adakan resepsi di sini baru papa di undang!"
"Kok ada sih kayak gitu ma?"
"Ya suka-suka mereka dong, acara mereka juga! Oh iya kata papa kamu, tadi kamu lapar, kok Malang ngendem di kamar?"
"Iya ma, tadi ada yang harus Nisa kerjain dulu, nanti aja lah mas sekalian makannya setelah sholat!"
"Ya sudah, mama mau mandi dulu, gerah!"
__ADS_1
"Iya ma!"
Mama Nisa mencium kening Nisa sebelum meninggalkannya.
...🌺🌺🌺...
Kini ruang makan itu jadi terlihat Rama lagi dengan keberadaan Nisa, apalagi dokter Reza juga pas tidak ada jam malam.
"Gimana Za pekerjaannya?" tanya papa Nisa pada putranya itu.
"Lancar pa! Tadi agak senggang soalnya nggak banyak yang sakit!"
"Syukur lah, mama jadi takut kalau nanti kalian sudah nikah semua, mama sama papa pasti akan kesepian!" ucap mamanya menimpali.
"Suruh Nisa aja ma bawa lakinya tinggal di sini!"
Mendengar ucapan dokter Reza, mama dan papa Nisa sontak menoleh pada Nisa. Nisa di bikin terkejut dengan kelakuan kedua orang tuanya.
"Ada apa sih ma? Pa?"
"Kamu serius sudah ada calon nak?" tanya papa.
Huks huks huks
Nisa sampai tersedak mendengar pertanyaan mamanya, dengan cepat Nisa menyambar air putih yang ada di depannya. Meneguknya hingga habis.
"Apaan sih, enggak pa, ma!" Nisa berusaha untuk meluruskan kesalah pahaman.
Nisa menatap tajam pada kakak laki-lakinya itu, ia merasa kali ini bercanda kakaknya benar-benar keterlaluan.
"Bohong itu pa, Nisa itu lagi dekat sama pengusaha pa!" Dokter Reza malah semakin menjadi untuk menggoda adiknya.
Lagi-lagi ucapan dokter Reza berhasil menarik perhatian papa dan mamanya.
Nisa segera mengibaskan tangannya disertai dengan gelengan kepala.
"Nggak nggak nggak ...., ma pa ...., serius nggak!"
Mama Nisa segera menoleh pada dokter Reza, "Pengusaha mana?"
"Yang lagi viral di surat kabar!" ucap dokter Reza dengan gaya meyakinkan. Ia paling suka menggoda adiknya soal calon suami, karena setaunya adik perempuannya itu tidak pernah terlihat dekat dengan seorang pria, dia selalu mengatakan jika ingin ta'aruf saja.
Papa faham dengan yang di maksud oleh putranya itu, "Maksudnya Kevin Alexander?"
"Papa kenal?" sekarang gantian dokter Reza yang terkejut, sebenarnya dia hanya ingin menggoda adik perempuannya.
"Jadi benar?"
"Enggak pa, sungguh! Kak Reza jahat banget sihhhh!" keluh Nisa.
"Nggak pa, bukan dia, tapi orang kepercayaannya! Kan yang ngrawat Nisa!" ucap dokter Reza agar papanya tidak salah faham.
Bersambung
...Ada beberapa hal memang bisa kita lihat dengan mata kita, tapi beberapa kebaikan tidak selalu di tunjukkan, tetaplah jadi yang terbaik dengan versi dirimu sendiri jangan karena orang lain...
Jangan lupa untuk memberikan Like dan komentar nya ya kasih vote juga yang banyak hadiahnya juga ya biar tambah semangat nulisnya
Follow akun Ig aku ya
__ADS_1
IG @tri.ani5249
...Happy reading 🥰🥰🥰...